Jumat, November 19

Pertumbuhan dan Perkembangan untuk Menaikkan Level Bisnis

 

Oleh Hamid Afifudin (@S10-HAMID)

Di era ini, pertumbuhan bisnis semakin hari kian melesat. Kebebasan dalam membangun serta menentukan arah bisnis ditambah luasnya area pemasaran membuat orang berbondong-bondong untuk mendirikan kerajaan bisnisnya. Terlebih lagi dengan pertumbuhan ekonomi Dan pada akhirnya persaingan pun semakin hari semakin ketat. Anda bisa saja berjalan, namun yang dibutuhkan saat ini adalah berlari. Dibutuhkan kerja yang lebih untuk membuat pertumbuhan bisnis Anda melaju lebih cepat dibandingkan pesaing.

Menurut Chandra (2015:121) Pertumbuhan usaha adalah suatu bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan agar mencapai pada satu titik atau puncak menuju kesuksesan. Pertumbuhan usaha di lakukan oleh usaha yang sudah mulai terproses dan terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju lagi atau lebih singkat chandra mengatakan bahwa Pertumbuhan usaha merupakan suatu keadaan tejadinya peningkatan omset penjualan.

Menurut Prawirokusumo (2015:185) pertumbuhan usaha dapat dibedakan menjadi 5 tahap, yaitu tahap conceptual, start up, stabilisasi, pertumbuhan (growth stage), dan kedewasaan. Dikajian ini akan membahas pertumbuhan usaha dilihat dari tahapan conceptual,yaitu:
a. Mengenal peluang potensial.

Dalam mengetahui peluang potensial yang penting harus diketahui adalah masalah-masalah yang ada dipasar, kemudian mencari solusi dari permasalahan yang telah terdeteksi. Solusi inilah yang akan menjadi gagasan yang dapat direalisasikan.


b. Analisa Peluang
Tindakan yang bisa dilakukan untuk merespon peluang bisnis adalah dengan melakukan analisa peluang berupa market research kepada calon pelanggan potensial. Analisa ini dilakukan untuk melihat respon pelanggan terhadap produk, proses, dan pelayanannya.


c. Mengorganisasi Sumber Daya
Yang perlu dilakukan ketika suatu usaha berdiri adalah memenejemen sumber daya manusia dan uang. Pada tahap inilah yang sering disebut sebagai tahap memulai usaha. Pada tahap ini dikatakan sangat penting karena merupakan kunci keberhasilan pada tahap selajutnya. Tahap ini bisa disebut sebagai tahap warming up.


d. Langkah Mobilisasi Sumber Daya

Mobilisasi sumberdaya adalah upaya yang memastikan tercukupinya sumberdaya organisasi dalam pengembangan, pelaksanaan dan keberlanjutan pencapaian visi dan misi organisasi dalam hal ini adalah bisnis.


e. Langkah memobilisasi sumber daya dan menerima resiko adalah langkah terakhir sebelum ke tahap start up.

 

Mengapa pertumbuhan bisnis penting?

Beberapa alasan menjelaskan mengapa bisnis ingin tumbuh. Menumbuhkan bisnis adalah bagian dari target manajemen. Mereka ingin memperluas bisnis perusahaan ke pasar baru sehingga dapat meningkatkan nilai pemegang saham. Nilai diciptakan ketika pertumbuhan meningkatkan laba dan pengembalian kepada pemegang saham, tercermin dalam dividen yang lebih besar dan harga saham yang lebih tinggi.

Untuk meningkatkan laba, perusahaan mencoba mendominasi pasar. Selain mendapat manfaat dari pangsa pasar yang lebih besar, menjadi pemimpin pasar juga meningkatkan posisi tawar terhadap pemasok dan pelanggan. Perusahaan besar juga memiliki kekuatan lebih besar terhadap harga pasar.

Selain itu, dengan operasi yang lebih besar, perusahaan menikmati skala ekonomis. Mereka dapat menyebarkan biaya ke sejumlah besar output, mendorong biaya unit yang lebih rendah. Itu memungkinkan perusahaan untuk memiliki struktur biaya yang lebih rendah daripada pesaing.

Pertumbuhan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan laba, tetapi juga mengamankan laba di masa depan. Perusahaan dapat mendiversifikasi bisnis atau produk mereka ke segmen yang berbeda. Menggarap berbagai bisnis yang berbeda mengurangi risiko kegagalan dalam satu bisnis.

Dan untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis yang seperti itu ada beberapa tips yang dapat Anda aplikasikan dan berikut poin-poinnya.

a.      Tentukan Saluran Penjualan

Cara pertama untuk menumbuhkan bisnis Anda dengan cepat adalah dengan membangun saluran penjualan. Sebuah bisnis tanpa saluran penjualan tidak akan bekerja dengan maksimal. Saluran penjualan merupakan strategi yang direncanakan dan diuji untuk mengubah prospek bisnis menjadi pelanggan. Secara sederhana, saluran penjualan dapat diartikan sebagai pengalaman mencari tahu bagaimana pelanggan menemukan Anda, mengapa mereka memilih Anda dan mengapa mereka datang kembali. Dengan mengetahui ini maka pemilik bisnis akan mampu mencari cara agar mereka benar-benar datang dan bertahan untuk menjadi pelanggan. Saluran penjualan haruslah dikonsep dengan cermat sebelum dibuat, sehingga proses yang ada setelahnya dapat berjalan lancar.

b.      Strategi Pemasaran yang Tepat

Strategi pemasaran merupakan strategi yang dibuat oleh pemilik bisnis untuk meningkatkan nilai produk serta layanan. Di dalam pemasaran kunci mencapai kesuksesan bisnis yang efektif adalah menciptakan, memberikan dan mengkomunikasikan nilai-nilai yang dipegang  konsumen untuk memuaskan konsumen itu sendiri. Konsep pemasaran sangat berorientasi pada pasar yang didorong oleh konsumen. Di era modern Anda terdapat banyak saluran yang dapat digunakan untuk mengoptimasi strategi pemasaran yang Anda buat. Melakukan interaksi di media sosial, optimasi mesin penari, menghasilkan konten bermakna serta program loyalitas pelanggan bisa menjadi caranya. Bangun strategi pemasaran yang menarik serta jadikan aksesibel bagi pelanggan yang sudah ada dan perhatikan bagaimana penjualan akan meroket seiring berjalannya waktu.

c.       Bekerja Sama dengan Investor yang Tepat

Kemitraan strategis dengan investor yang tepat dapat benar-benar membuat perbedaan pada sebuah bisnis. Hal ini tidak mengherankan karena investor merupakan pihak yang akan mengiringi jalan bisnis mulai dari memberikan dana, menyokong operasionalisasi hingga mendorong ketika bisnis dalam keadaan menurun. Carilah investor yang dapat melengkapi bisnis Anda dan usulkan peluang yang bisa didapatkan ketika bekerja sama dengan Anda. Startup Fintech yang sedang hype sekarang dapat anda jadikan salah satu funnel untuk mencari pendanaan yang tepat

d. Meningkatkan Sumber Daya Manusia

Kemampuan yang dimiliki oleh karyawan juga menjadi penentu cepat atau tidaknya bisnis Anda bertumbuh. Sumber daya manusia yang bekerja optimal akan memberikan dampak positif karena merekalah motor penggeraknya. Carilah sumber daya manusia yang mumpuni dan memahami jobdesk dalam spesialisasinya. Berikan pelatihan secara berkala untuk meng-upgrade kemampuan yang mereka miliki. Buat pula program kebersamaan antara pemilik bisnis, manajemen dan karyawan untuk memberikan kesan kekeluargaan dan rasa memiliki di dalam bisnis Anda. Karyawan yang mempunyai rasa memiliki pada perusahaan yang menaunginya akan berusaha untuk bekerja secara optimal.

e.      Menciptakan Tim yang Solid

Cara ini bisa didapatkan dengan melakukan komunikasi yang optimal. Pastikan Anda dan anggota tim memiliki visi serta misi yang sama untuk memajukan bisnis. Berikan anggota tim Anda tugas yang sesuai dengan keahlian masing-masing. Komposisi yang baik bisa membantu para karyawan bekerja dengan tepat dan efektif.

f.        Membuka Pasar Baru

Jika pasar lokal Anda tidak menunjukkan pertumbuhan yang Anda harapkan, mungkin sudah saatnya untuk membuka pasar baru. Temukan pasar lain di luar pasar Anda saat ini yang kiranya membutuhkan produk serta layanan Anda. Tidak lupa juga untuk selalu melakukan inovasi serta meningkatkan kualitas produk dan layanan.

g.      Berinvestasi untuk Menghasilkan Passive Income

Berinvestasi akan memberikan Anda pendapatan tambahan di luar dari operasionalisasi bisnis Anda. Pendapatan pasif akan memberikan kesempatan untuk mengembangkan finansial dan tambahan dana bagi pertumbuhan bisnis. Usahakan untuk terlebih dahulu mencari tahu berbagai pilihan investasi. Pilihlah investasi yang aman dengan manfaat yang lebih.

h.      Mengelola Arus Kas

Pengelolaan arus kas yang baik akan membantu pemilik bisnis agar dapat membuat dan menentukan strategi demi pertumbuhan bisnis. Namun, jika pengelolaan arus kas kurang baik, bukan hanya tidak dapat menentukan strategi bisnis, tapi juga dapat membuat bisnis mengalami kegagalan atau kebangkrutan. Karena arus kaslah yang memuat berbagai transaksi dan keuangan yang menunjukkan naik turunnya suatu bisnis.

Key management factors

Ada beberapa faktor yang berubah kepentingannya seiring pertumbuhan dan perkembangan bisnis, sifatnya krusial dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan akhir.

Empat di antaranya terkait dengan perusahaan dan empat lainnya terkait dengan pemilik perusahaan.

Empat yang berhubungan dengan perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Sumber daya keuangan, termasuk uang tunai dan daya pinjaman.
  2. Sumber daya personil, berkaitan dengan jumlah, kedalaman, dan kualitas personil, terutama di tingkat manajemen dan staf.
  3. Sumber daya sistem, dalam hal tingkat kecanggihan baik sistem informasi maupun perencanaan dan pengendalian.
  4. Sumber daya bisnis, termasuk hubungan pelanggan, pangsa pasar, hubungan pemasok, proses produksi dan distribusi, teknologi dan reputasi, yang semuanya memberikan posisi perusahaan dalam industri dan pasarnya.

Empat faktor yang terkait dengan pemilik perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan pemilik untuk dirinya sendiri dan untuk bisnis.
  2. Kemampuan operasional pemilik dalam melakukan pekerjaan penting seperti pemasaran, inovasi, produksi, dan pengelolaan distribusi.
  3. Kemampuan manajerial pemilik dan kemauan untuk mendelegasikan tanggung jawab dan manajemen tim.
  4. Kemampuan strategis pemilik untuk melihat situasi yang akan datang dan mencocokkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan tujuannya.


Kesimpulan

Pada fase awal, perusahaan biasanya tumbuh secara organik dan mengumpulkan pendapatan dari bisnis inti. Setelah memiliki sumber daya dan kemampuan yang memadai, mereka akan mengejar pertumbuhan anorganik, melengkapi pertumbuhan organik yang ada.

Kelebihan dan kekurangan tentu saja menjadi pertimbangan utama saat memilih strategi pertumbuhan. Tiga faktor lainnya adalah:

  1. Sumber daya dan kemampuan – apa yang ingin dimiliki perusahaan untuk mendukung daya saing strategis di masa depan, termasuk sumber daya keuangan
  2. Waktu – apakah tumbuh cepat penting untuk mempertahankan daya saing ataukah tidak
  3. Tujuan – mana yang lebih baik untuk mempertahankan target jangka panjang perusahaan: apakah itu tumbuh secara eksternal atau internal

 

 

Referensi:

https://growther.id/insight/lima-tahap-pertumbuhan-bisnis/

https://cerdasco.com/pertumbuhan-bisnis/

https://www.jurnal.id/id/blog/tips-membuat-pertumbuhan-bisnis-lebih-cepat/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.