Maret 21, 2022

Fungsi Teknopreneurship di era E-Commerce

 Oleh : Pasca Fitri Pratama (@T19-Pasca)

 


Pendahuluan

            Semakin berkembangnya teknologi, manusia dituntut untuk lebih berfikir kreatif dan terus belajar agar dapat mengejar dan mengetahui apa dampak yang dapat ditimbulkan olehnya, baik positif ataupun negative. Para entrepreneur juga semakin lama dituntut untuk dapat memperluas ide kreatif yang dapat muncul dengan berkembangnya teknologi.

            Penggabungan teknologi dan entrepreneurship menjadi hal yang tidak mustahil, mengingat teknologi saat ini bahkan dapat membuat umat manusia terbantu hingga hal terkecil sekalipun seperti membeli kebutuhan sehari-hari atau sekedar menginginkan makanan.

            Oleh sebab itu penggabungan teknologi dan entrepreneur inilah menghasilkan teknopreneur atau singkatan dari (teknologi dan entrepreneur) yang berarti peluang usaha yang memiliki peluang atau pasar dan dapat berkembang dengan pemanfaatan teknologi.

            E-Commerce merupakan salah satu bentuk teknopreneur saat ini, penggabungan teknologi digital dengan pemahaman peluang di era digital yang dapat menghasilkan pengalaman dan peluang baru dalam kehidupan sosial masyarakat.

-       Apa itu Teknopreneur ?

Secara singkat, Teknopreneur adalah singkatan atau gabungan kata yaitu teknologi (technology) dan entrepreneur (entrepreneur). Shingga jika diartikan menjadi sebuah bisnis atau usaha (entrepreneur) yang berbasis teknologi. Sehingga untuk mencapai tujuan utama seorang teknopreneur, tak hanya dengan keahlian dalam berbisnis dan berwirausaha tetapi pengetahuan akan teknologi yang berkembang juga dibutuhkan.

Teknopreneur yang memanfaatkan teknologi dalam penggunaannya tidak semata-mata meninggalkan faktor lain seperti pengetahuan, kemampuan dan sikap. Pengetahuan memang bisa didapatkan dengan pendidikan, namun seminar atau workshop tentang bidang entrepreneur atau wirausaha tidak dapat dilupakan, skill pun demikian, diperlukan untuk dapat menggunakan teknologi dan juga mengolah pengetahuan yang didapatkan agar menjadi peluang yang menghasilkan. Sedangkan sikap adalah sebagai landasan memulai sebuah usaha, dengan keinginan yang kuat dan semangat yang tak kenal lelah akan menjadikan kita lebih focus dan menjadi terkendali dalam mengejar suatu tujuan.

Selain hal diatas, terdapat beberapa elemen kunci yang dapat digunakan untuk membentuk seorang teknopreneur. Kunci dari seorang teknopreneurship juga adalah kreativitas, dengan kreativitas yang tinggi maka mental lama yang cenderung konvensional dari wirausahawan akan berubah, kreativitas adalah bermain dengan imaginasi dan kemungkinan-kemungkinan, memimpin perubahan dengan ide-ide baru.

Igor Prodan (2007) mengidentifikasi elemen – elemen tersebut antara lain :

1.    Technological entrepreneur – Pengusaha Berbasis Teknologi

2.    Universities - Universitas

3.    Corporation - Perusahaan

4.    Capital - Modal

5.    Market/costumers – Pasar / Konsumen

6.    Government - Pemerintah

7.    Advisor – Penasehat

Tujuan adanya teknopreneur adalah sebagai berikut :

1.    Menciptakan Lapangan Pekerjaan / Peluang

2.    Kemajuan Teknologi

3.    Sebagai Bentuk Perluasan Pasar / Promosi Kewirausahaan

4.    Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

5.    Pembentukan modal investasi

6.    Diversifikasi bisnis dan desentralisasi

-       Hubungan antara teknopreneur dengan E-Commerce

Teknopreneur erat hubungannya dengan teknologi, begitupula E-Commerce. E-Commerce atau Electronic Commerce adalah segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik dan umumnya terjadi dengan internet.

Hampir semua produk yang ditawarkan baik jasa, makanan, produk rumah tangga, bahkan tiket pesawat dapat dibeli melalui E-Commerce. Oleh sebab itu, dengan berkembangntya teknologi perdagangan elektronik ini, harus dapat dimanfaatkan oleh para teknopreneur selanjutnya untuk dapat mengembangkan ekonomi.

Terdapat 4 Jenis E-Commerce secara umum, yaitu :

1.  Business to business atau transaksi elektronik baik barang ataupun jasa yang dilakukan antar perusahaan. Contohnya adalah Electronic City, Mbiz

2.    Business to consumer yaitu transaksi atau perdagangan elektronil yang melibatkan pemilik usaha dengan konsumen produk atau dalam Bahasa singkat adalah penjual dan pembeli. Contohnya adalah Tokopedia

3. Consumer to consumer atau transaksi / perdangangan yang dilakukan oleh konsumen dengan konsumen lain. Contohnya adalah OLX

4.   Consumer to business yaitu jenis transaksi yang dimana konsumen menyediakan produk atau jasa ke perusahaan. Contohnya adalah graphic designer

Melihat peluang-peluang tersebut. Maka tidak heran jika sebuah E-Commerce erat hubungannya dengan seorang teknopreneur. Teknologi yang semakin berkembang bukan tidak mungkin akan semakin banyak juga peluang yang dapat dicoba kedepannya. Oleh sebab itu, seorang teknopreneur harus memiliki selalu memiliki poin-poin penting seperti pengetahuan, kemampaun, sikap dan kreativitas untuk dapat merubah peluang tersebut menjadi keuntungan.

Referensi

https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-technopreneurship/#:~:text=Technopreneurship%20adalah%20gabungan%20dari%20kata,teknologi%20yang%20berkembang%20juga%20dibutuhkan.

https://kreativv.com/technopreneur/

https://badoystudio.com/technopreneurship/

https://www.bernas.id/79763-perbedaan-entrepreneur-intrapreneur-dan-technopreneur

https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/?amp

https://accurate.id/bisnis-ukm/technopreneur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.