Maret 17, 2022

KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA DI ERA PANDEMI

 

KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA DI ERA PANDEMI

 

Oleh : Ilham Nasuha (@U49-ILHAM)

 

ABSTRAK

Saat Saat ada Pandemi Covid 19 di Indonesia pada tahun 2020 diperlukan wirausaha-wirausaha yang cukup kuat untuk meningkatkan perekonomian suatu negara. Wirausaha harus dapat bersaing dan selalu bisa untuk menaikkan produktivitasnya. Salah satu caranya adalah dengan kreativitas dan inovasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Kreativitas dan Inovasi mendukung kegiatan dan aktivitas melakukan berwirausaha. Meteode penelitan menggunakan Penelitan kualitatif dengan pendekan kajian literature, dimana data yang diambil berdasarkan dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi sangat membantu kegiatan kewirausahaan terkhusus pada masa pandemic corona atau covid-19 ini.


A. PENDAHULUAN

Pada awal tahun 2020 ini semua negara di dunia disibukkan oleh pandemi Covid 19. Hal tersebut menyebabkan banyak negara fokus pada bagaimana caranya untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga masalah ekonomi dan masalah lainnya menjadi prioritas kesekian. Pada sektor ekonomi akan mengalami resesi. Ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 5,3% pada kuartai II -2020, begitu pula negara-negara lainnya.

Di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terdampak pula adanya pandemi tersebut. Apalagi setelah diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Basar) di perbagai kota di Indonesia omzet penjualan mengalami penurunan yang sangat drastis. Sehingga hal ini menuntut pelaku usaha (wirausaha) untuk membuat cara-cara baru dalam menjual hasil produknya, seperti penjualan dengan online dan sebagainya. Jadi wirausaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat produk dan atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan dan keingnan konsumen. Pengusaha dapat bekerja lebih efektif dan efisien berkat adanya kreativitas dan inovasi. Dengan demikian diharapkan akan terus ada pengembangan produk dan jasa yang baru. Sehingga pengusaha itu dapat menemukan peluang baru dalam menjalankan bisnisnya. Terutama dalam masamasa sulit seperti sekarang ini dibutuhkan kretavitas dan inovasi untuk menunjang usahanya.

 

B. KAJIAN PUSTAKA

Seorang wirausaha dalam mendirikan perusahaan tidak untuk satu atau dua tahun saja, tetapi kelangsungan usaha tersebut harus berlangsung terus, kalau bisa sampai ke anak cucu dapat menikmati hasil usahanya tersebut. Untuk mewujudkan hal itu salah satu caranya adalah selalu membuat kreativitas dan inovasi.

Hal ini akan membuat apa yang dihasilkannya selalu serasi dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Sehingga produk atau jasa yang dihasilkan laku di pasaran dan akan menghasilkan laba bagi perusahaan, dan kelangsungan perusahaan dapat menjadi stabil dan panjang. Oleh karena itu dapat dilakukan pembahasan sebagai berikut:

Dalam perkembangan situasi serta kondisi saat ini, seorang wirausaha atau pengusaha dituntut lebih baik lagi untuk melihat peluang bisnis yang ada dengan memperkecil risiko yang ada. Hal ini dapat dicapai oleh mereka sebagai pelaku bisnis bila mereka selalu berpikir kreatif dan bertidak inovatif, sehingga bisnis mereka dapat bertahan dan bahkan berkembang di dalam keadaan yang serba sulit pada pandemi Covid 19.

 

1. Ciri-ciri Pemikiran Kreatif

sifat-sifat pemikir kreatif adalah(Rusdiana, 2014): a. Sensitif terhadap masalah b. Mampu menghasilkan sejumlah sejumlah ide besar. c. Fleksibel d. Keaslian e. Mau mengikuti perasaan f. Bisa melihat pikiran bawah sadar g. Mempunyai motivasi h. Tidak ada rasa takut gagal i. Mampu berkonsentrasi j. Mempunyai kemampuan memilih Seorang wirausaha yang memiliki selera kreativitas yang tinggi akan memberikan manfaat pada : a. Meningkatkan efisiensi kerja b. Meningkatkan inisiatif c. Meningkatkan penampilan d. Meningkatkan kualitas produk e. Meningkatkan keuntungan. Menurut Rusdiana (2014) Wirausaha yang kreatif selalu mencari informasi bisnis melalui internet, televisi, dan surat kabar,serta majalah, jurnal, laporan-laporan dan sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausaha yang kreatif dalam mencari informasi unutk kemajuan usahanya: a. Informasi tentang kepribadian dan kemampuannya b. Peluang pasar c. Peluang usaha yang menguntungkan d. Pemasok barang e. Kebutuhan dan keinginan pelanggan akan produk dan jasa f. Persaingan dalam dunia bisnis g. Lingkungan sekitar perusahaan, dan lain-lain(Rusdiana, 2014)

 

2. Hambatan Berpikir Kreatif

ada beberapa macam yang menjadi kendala atau menghambat pemikiran kreativitas yang dapat dilihat dari perilaku seorang wirausaha(Rusdiana, 2014) ,Menjunjung tinggi tradisi dan budaya yang telah dibuat ,Meminimalkan ketersediaan sumber-sumber daya yang dibutuhkan ,Lebih menekankan pada perilaku struktur birokrasi ,Menekankan pada nilai yang menghambat pengambilan risiko ,Lebih menyukai spesialisasi ,Komunikasi yang lemah ,Mematikan suatu contoh ,Sitem pengendalian yang kuat dan tidak lentur i. Menekankan punishment atau hukuman atas kegagalan, Mengawasi aktivitas kreativitas, Menekankan batas waktu.

 

3. Usaha Meningkatkan Kreativitas

Menejemen harus dapat membuat suasana dalam perusahaan agar kreativitas dapat berkembang diantara para karyawan. Tindakan yang harus dilakukan oleh para wirausahawan adalah: a. Memberi izin kepada seluruh karyawan untuk membangkitkan kreativitasnya b. Toleransi pada kegagalan c. Ungkapkan rasa penasaran d. Memandang masalah sebagai suatu tantangan e. Adakan pelatihan kreativitas f. Memberi fasilitas-fasilitas berupa peralatan g. Toleransi terhadap waktu h. Beri penghargaan i. Perlihatkan contoh-contoh yang sudah ada (Alma, 2017)

 

4. Proses Kreativitas

Untuk meningkatkan kreativitas memerlukan suatu proses dengan langkahlangkah tertentu yaitu sebagai berikut: a. Preparation b. Investigation c. Tranformation d. Incubation e. Illumination f. Verification g. Implementation (Alma, 2017) Langkah pertama adalah persiapan, hal tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan, pengalaman kerja. Untuk menyiapkan pemiliran kreatif harus dilakukan hal-hal yang sangat menunjang sebagai berikut: belajar terus menerus, banyak membaca tentang apa saja, kemudian berdiskusi dengan karyawan lainnya, terutama dengan karyawan yang berpengalaman. Langkah kedua, investigation adalah mempelajari masalah dan mengidentifikasi komponen utama masalah. Langkah ketiga, transformation adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang ada dengan informasi serta data yang sudah didapatkan. Disini bisa berlaku analisis Convergen dan Divergen. Convergen thinking adalah kemampuan melihat persamaan dan hubungan antara berbagai informasi dan peristiwa. Divergen thinking adalah kemampuan melihat perbedaan yang ada. Langkah keempat, incubation adalah seolah-olah seseorang keluar rumah atau melupakan masalah yang dihadapi, hal ini sangat baik guna menciptakan kreativitas. Lakukan kegiatan yang santai, misalnya olahraga, berkebun, di taman, hal ini seringkali memunculkan pemikiran yang kreatif. Langkah kelima illumination, adalah langkah yang memunculkan ide baru dalam waktu yang tidak terbatas, biasanya pada saat anda sudah lupa dengan masalah tersebut. Langkah keenam verification, adalah melakukan percobaan, buat simulasi, tes pasar untuk produk, buat pilot proyek dan sebagainya untuk memvalidasi ide yang tepat atau akurat, apakah berguna atau tidak. Langkah ketujuh implementation, adalah tahap mulai mentransformasi ide menjadi kenyataan dan digunakan.

 

5. Pengertian Inovasi

Inovasi menurut Goman(Rusdiana, 2014) adalah penerapan secara praktis ide kreatif. Inovasi dapat diwujudkan dengan adanya kreativitas yang cukup tinggi. Kreativitas adalah kemampuan untuk menerapkan sesuatu yang baru ke dalam kehidupan kita. Banyak perusahaan yang maju dan berkembang sampai detik ini karena melakukan kreativitas dan inovasi. Banyak waralaba dari luar negeri yang telah menerapkan hal ini dalam bisnisnya bertahan sampai hari ini, Contoh sederhana adalah seorang wirausaha menjual singkong keju, setelah tes pasar pelanggan begitu menyukainya, sehingga terjual habis.

 

6. Meningkatkan Kemampuan Inovasi.

Menurut Rusdiana (2014)Cara dalam hal untuk meningkatkan kemampuan inovasi di bidang produk dan pelayanan adalah :a. Mempelajari inovasi dari pengalaman yang ada b. Memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki gagasan inovasi c. Berorientasi pada perilaku untuk berinovasi d. Menetapkan tujuan berinovasi e. Membuat produk penuh inovasi dengan caracara yang sederhana f. Memulai membuat produk dengan inovasi yang paling kecil g. Melakukan percobaan dan perbaikan h. Mengikuti alur jadual yang sudah ditentukan dalam berinovasi i. Bekerja selalu dengan semangat dan mempunyai keyakinan yang kuat akan inovasi dan risiko.

 

7. Tahap - tahap Pembuatan Inovasi

Proses dalam penemuan Inovasi dapat dikelompokkan pada level nasional, kelompok, atau individu. Untuk hal tersebut wirausaha harus mampu mengelola empat tahap pembuatan inovasi proses,yaitu: (Rusdiana, 2014) a. Pengamatan dan penelitian terhadap lingkungan internal dan eksternal b. Pilihan terhadap adanya pemicu inovasi c. Ada banyak pilihan sumber daya dan pembuatan produk dan atau jasa melalui riset. Dimensi tipe inovasi, tahapan inovasi, dan level analisisnya adalah sebagai berikut: a. Inovasi produk merupakan hasil dari seluruh karyawan yang ada dalam perusahaan b. Inovasi administrasi adalah inovasi yang berkaitan dengan manajemen, dan berorientasi pada proses struktur, dan manajemen sumber daya manusia (SDM), serta sistem Akuntansi c. Inovasi kontinum merupakan perubahan yang inkremental ke radikal menurut tingkatan perubahan yang dituju untuk mengerjakan inovasi d. Inovasi proses adalah usaha untuk menghasilkan produk dan pelayanan yang baik e. Inovasi teknik adalah inovasi yang berkaitan langsung produksi sebuah produk.

 

8. Faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Keberhasilan (Rusdiana, 2014)

Beberapa hal yang dapat memberikan tercapainya keberhasilan dalam menciptakan inovasi adalah: a. Suasana inovasi dan visi, yaitu mempunyai visi yang sederhana dan gamblang serta memberi dukungan yang serius untuk mewujudkan suasana inovasi b. Orientasi pasar, yaitu berlandaskan visi mereka yang ada dalam pasar c. Organisasi yang datar dan kecil d. Proses belajar interaktif, yaitu dalam suatu unit organisasi yang inovasi, proses belajar dan penelitian dari ide-ide mengabaikan fungsi tradisional dalam suatu organisasi.

 

9. Mengembangkan Keunggulan Diferensiasi dan Positioning Bisnis dengan Kreativitas dan Inovasi.

Dalam bisnis perlu diciptakan berbagai perbedaan (diferensiasi) atau membuat usaha baru yang selalu berbeda dengan usaha yang sudah ada. Usaha yang dijalankan harus menciptakan positioning khusus dalam kegiatannya, misalnya dalam hal komoditi yang digeluti, pelayanannya dan sebagainya. Diferensiasi dan Positioning dapat dilakukan dalam hal: a. Produk, harus diciptakan model, kualitas, desain yang khusus yang berbeda dengan produk lain. Misalnya perusahaan kue, dapat membuat kue yang berbeda dalam rasa, bentuk, warna, ukuran dan sebagainya. b. Pelayanan, dengan memberikan perlakuan yang istimewa, antar jemput dan sebagainya. c. Menciptakan kemudahan-kemudahan. d. Harga yang sesuai dengan kondisi konsumen yang dilayani. e. Memberikan jaminan yang meyakinkan kepada konsumen. f. Berbagai ragam produk, sehingga dapat memberikan banyak pilihan bagi pelanggan. g. Memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi, agar konsumen tidak merasa waswas atau ragu dengan produsen atau penjual. h. Membuka ruang hubungan komunikasi yang mudah dan murah bagi setiap orang yang ingin mengetahui informasiperusahaan. Misalnya komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu: telepon bebas pulsa, fax, email, HP dan sebagainya. i. Rasa kekeluargaan dan persahabatan atau memberikanyang lebih baik. (Alma, 2017).

 

C. METODE PENELITIAN

Kajian ini merupakan sebuah kajian literature yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif, terkait dengan pentingnya kreativitas dan inovasi untuk seorang wirausaha. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil dan apa yang dihasilkannya diminati oleh konsumen, seharusnya seorang pengusaha memperhatikan kualitas barang dan jasa produksinya. Dalam meningkatkan kualitas produknya diperlukan kreativitas dan inovasi. Dimana kreativitas itu adalah menemukan ide-ide baru dalam mengembangkan usahanya. Sedangkan inovasi adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat diterapkan di dalam menghasilkan produk dan jasanya. Dengan kreativitas dan inovasi diharapkan wirausaha dapat menangkap peluang yang ada dan menghasilkan laba yang layak.

 

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

Beberapa dari hasil penelitan menguatkan bahwa kreativitas dan inovasi mempunyai hubungan atau korelasi yang kuat ditunjukan dengan beberapa penelitian dibawah:

 

Kreativitas menurut (Rusdiana, 2014) adalah sebagai keahlian untuk membuat ide-ide baru dan menemukan metode-metode baru dalam melihat suatu masalah dan peluang. Jadi kreativitas merupakan keahlian seseorang dalam membuat ide-ide atau gagasan-gagasan dengan berpikir kreatif untuk membuatsesuatu yang baru. Sehingga ide yang ditemukan tersebut dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat dan menciptakan peluang untuk menghasilkan laba dari usahanya tersebut. Wirausaha yang kreatif akan dapat membuat peluang menjadi sesuatau yang menghasilkan dan juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru Inovasi menurut Goman (Rusdiana, 2014) adalah penerapan secara praktis ide kreatif.

Inovasi dapat diwujudkan dengan adanya kreativitas yang cukup tinggi. Kreativitas adalah kemampuan untuk menerapkan sesuatu yang baru ke dalam kehidupan kita. Banyak perusahaan yang maju dan berkembang sampai detik ini karena melakukan kreativitas dan inovasi. Banyak waralaba dari luar negeri yang telah menerapkan hal ini dalam bisnisnya bertahan sampai hari ini, Contoh sederhana adalah seorang wirausaha menjual singkong keju, setelah tes pasar pelanggan begitu menyukainya, sehingga terjual habis.

Menurut Hadiyati (2011) wirausaha atau entrepreneur adalah berasal dari kata wira dan usaha. Wira artinya kesatria, gagah berani, luhur, sedangkan usaha adalah suatu kegiatan yang produktif.. Umumnya wirausaha tidak bekerja di sektor pemerintah, tetapi bekerja di perusahaan sendiri. Jadi wirausaha menciptakan usaha sendiri yang baru yang inovatif dengan risiko yang ada dan memanfaatkan peluang-peluang, serta menghadapi persaingan, sehingga usahanya tumbuh menjadi besar. Untuk mendapatkan peluang wirausaha harus mempunyai berbagai skill dan ilmu pengetahuan yaitu kemampuan untuk menghasilkan produk dan jasa baru, menghasilkan nilai tambah baru, merintis usaha baru atau teknik baru dan mengembangkan perusahaan baru (Rusdiana, 2014).

Menurut Saragih, (2017) kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif dan teliti melihat peluang serta selalu terbuka untuk menerima setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa usahanya terus berkembang.

Mustikawati (2014) memberikan kesimpulan bahwa, melalui proses inovasi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sentra Malang, terbukti mampu mengembangkan produk baru serta melakukan pengembangan pada pasar sehingga dapat bertahan hidup. Inovasi yang telah dilakukan dipergunakan sebagai dasar dalam berbisnis untuk meningkatkan keunggulan kompetif dalam jangka panjang.

Penelitian Hadiyati (2011) menyimpulkan bahwa kreativitas dan inovasi berpengaruh secara simultan terhadap kewirausahaan dengan variabel inovasi yang mempunyai pengaruh yang lebih besar.

 

E. SIMPULAN

Dua kata yang selalu bergandengan dalam dunia bisnis yaitu kata kreativitas dan inovasi. Kreativitas yaitu berkaitan dengan ditemukannya ide-ide baru tentang suatu produk dan inovasi adalah bagaimana cara mengimplementasikan kreativitas tersebut. Sebuah produk akan di beli oleh pelanggan tergantung dari produk itu dapat memenuhi selera pelanggannya atau tidak. Misalnya bentuknya, warnanya, ukurannya, fitur-fiturnya juga harga dan pelayanannya disesuaikan dengan selera pelanggannya, Produk harus diciptakan dengan berbagai perbedaan (diferensiasi) dengan usaha sejenis, sehingga konsumen dapat memilih dan memilah mana produk yang baik menurutnya. Usaha yang dijalankan juga harus menciptakan positioning khusus untuk konsumen yang dilayaninya. Contoh untuk usaha dibidang kuliner, harus punya diferensiasi dan positioning dalam kegiatannya, seperti perbedaan dalam rasa, bentuk, warna, ukuran dan sebagainya. Dalam keadaan seperti sekarang ini seorang pengusaha juga harus dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualan produk dan jasanya, yaitu penjualan lewat online, sehingga jangkauan pemasarannya lebih luas lagi. Maka hal tersebut akan dapat meningkatkan keuntungannya dan perusahaan bisa survive ditengah pandemi Covid 19.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Alma, B. (2017). Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: Alfabeta.

 

Hadiyati, E. (2011). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 13(1).

 

Mustikawati, R. I. & T. I. (2014). Orientasi Kewirausahaan,Inovasi dan Strategi Bisnis Untuk Meningkatkatkan KinerjaPerusahaan (Studi pada UKM Sentra Kabupaten Malang). Jurnal Ekonomi Modernisasi, 10(1).

 

Rusdiana. (2014). Kewirausahaan Teori dan Praktek. Bandung: Pustaka Pustaka.

 

Saragih, R. (2017). Membangun Usaha Kreatif, Inovatif dan Bermanfaat melalui Penerapan Kewirausahaan Sosial,. Jurnal Kewirausahaan, 3(2).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.