Maret 31, 2022

Management Mutu

RIUSMAWATI PUTRI M (@T21-PUTRI)

41219120025

Abstrak

Pengelolaan sumber daya manusia adalah merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pendidikan secara umum. Oleh karena itu fungsi-fungsi dalam pengelolaan sumber daya manusia harus dilaksanakan secara optimal sehingga kebutuhan yang menyangkut tujuan individu, perusahaan, organisasi ataupun kelembagaan dapat tercapai. Disamping itu dengan prosedur pengelolaan sumber daya manusia yang baik diharapkan kekurangan dan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu yang terkait dengan kemampuan daya saing dapat teratasi.

Pendahuluan

Era globalisasi adalah era yang sedang dihadapi oleh setiap bangsa pada saat ini dan merupakan era di mana dunia menjadi terbuka dan ini menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk semakin sadar akan adanya keterbukaan juga menuntut kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai insan berbudaya. Pengaruh budaya global tersebut secara disadari maupun tidak, pada suatu saat akan sampai kepada setiap bangsa di dunia, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Oleh karenanya, apapun unsur yang terkandung di dalam era global tersebut menuntut kesiapan suatu bangsa dalam menghadapinya, khususnya kesiapan sumber daya manusianya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang merupakan ciri era globalisasi secara eksponensial akan mengubah dengan sangat cepat cara dan gaya hidup manusia, yaitu dari masyarakat prehistoris kepada suatu masyarakat postindustri. Kondisi semacam itu secara jelas menuntut suatu bangsa untuk mempersiapkan sumber daya manusianya, khususnya melalui bidang pendidikan. Melihat fenomena pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia saat ini, perlu kiranya dilakukan reformasi pendidikan, yaitu mempersiapkan pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia Indonesia untuk dapat berkompetisi dalam abad 21 atau abad milenium ketiga yang ditandai oleh adanya persaingan global yang sangat ketat. Jikalau salah satu upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul ini adalah ditempuh melalui pendidikan, maka sudah barang tentu bangsa Indonesia akan selalu tertinggal dengan bangsa lain di dunia. Jadi fenomena bahwa pemerintah Indonesia masih memandang pendidikan dengan sebelah mata harus mulai direformasi. Pemerintah seyogyanya mulai memiliki polical will untuk memprioritaskan pendidikan dalam pembangunan yang sedang digalakkan saat ini, sebagai wahana untuk mempersiapkan sumber daya manusia.

Fungsi Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Pengelolaan sumber daya manusia pada dasarnya merupakan deskripsi dari administrasi atau manajemen pendidikan dengan setting proses administrasi atau manajemen pendidikan yang didesain untuk saling berkaitan antara tujuan individu maupun organisasi. Menurut Castetter (1981:3) proses administrasi atau manajemen tersebut meliputi planning, recruitment, selection, induction, appraisal, development, compensation, bargaining, security, continuity, and information. Sedangkan Randall (1987:29) fungsi-fungsi tersebut ke dalam proses sumber daya manusia yang meliputi manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. Bagi suatu organisasi, pengelolaan sumber daya manusia menyangkut keseluruhan urusan organisasi dan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu seluruh komponen atau unsur yang ada di memfokuskan pada perencanaan yang menyangkut penyusunan staff, penetapan program latihan jabatan dan lain sebagainya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan jangka pendek dan jangka panjang dari suatu organisasi tersebut, khususnya yang menyangkut kesiapan sumber daya manusianya.

 

Manajemen Mutu

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan terhadap sumber daya yang terlibat untuk mencapai suatu tujuan.

Manajemen mutu adalah kegiatan merencanakan, mengendalikan dan mengawasi semua aktivitas dan kerja yang harus diselesaikan untuk mempertahankan mutu yang diinginkan. Ini termasuk penentuan kebijakan mutu, pembuatan dan penerapan perencanaan penjaminan mutu serta pengendalian dan peningkatan mutu. Mutu atau kualitas ditekankan pada suatu keadaan yang baik dan dapat memuaskan keinginan yang diharapkan. Ini juga disebut dengan total quality management (TQM). Manajemen mutu berfokus pada tujuan jangka panjang melalui implementasi jangka pendek. Kesuksesan jangka panjang perusahaan berasal dari kepuasan dan loyalitas pelanggan.

TQM mewajibkan semua pemangku kepentingan dalam bisnis bekerja sama untuk meningkatkan proses, produk, layanan dan budaya perusahaan. Contoh manajemen mutu dalam dunia nyata adalah penerapan sistem Kanban oleh Toyota. Kanban adalah sinyal yang menciptakan reaksi berantai atau tindakan tertentu. Toyota menggunakan cara ini untuk mengimplementasikan proses inventaris just-in-time (JIT) dalam jalur perakitan dengan memberi kartu fisik yang memiliki nomor inventaris. Sebelum suku cadang dipasang di mobil, kartu tersebut dilepaskan dan dipindahkan ke supply chain untuk meminta suku cadang lain yang sama. Ini cara perusahaan untuk menjaga persediaan barang yang cukup untuk pelanggan tanpa harus menimbun aset yang tidak diperlukan.

Entrepreneurial leadership

kepemimpinan kewirausahaan merupakan gaya kepemimpinan layaknya seorang pengusaha. Pemimpin berupaya menginspirasi pekerja dengan visi tentang apa yang dapat mereka capai bersama. Pemimpin jenis ini biasanya akan berusaha untuk mencapai tujuan bersama melalui inovasi dan optimalisasi risiko. Mereka juga berusaha untuk mengambil keuntungan setiap ada peluang dan untuk mengelola lingkungan organisasi yang dinamis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.