Maret 21, 2022

Meningkatkan Keunggulan Variasi produk/Jasa Dengan Kreatifitas dan inovasi


Oleh : MUHAMMAD IQBAL (@U29-IQBAL)


A.    PENDAHULUAN

     Kreativitas dan inovasi mempunyai peranan yang penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Seringnya banyak kesuksesan yang didapat oleh pebisnis diawali dengan kreativitasnya menemukan inovasi pengembangan produk bisnisnya. Daya kreativitas tersebut selayaknya dilandasi dengan cara berpikir yang maju, ide baru, dan berbeda dibandingkan produk-produk yang telah ada. Jika pebisnis mampu memaksimalkan kreativitas untuk melahirkan sebuah inovasi, maka bisnis yang dikelola akan mampu pula tampil berbeda dibandingkan dengan bisnis serupa lainnya. 

     Seringnya orang keliru memahami arti kreatif dan inovatif. Dua hal ini cukup berbeda walau saling berkaitan. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Jadi kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif menjadi sia-sia  karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada tindakan nyata.

Graham Wallas, dalam bukunya "The Art of Thoughts" menyatakan bahwa sebelum terciptanya sebuah inovasi, ada proses kreatif yang harus dilakukan, yaitu:

 1. Tahap Persiapan

Ini adalah mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data atau informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, dan bertanya pada orang lain. 

 

2.    2.  Tahap Inkubasi

Pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut. Masalah tersebut diendapkan dulu. 

3.     3.  Tahap Iluminasi

Tahap ini merupakan tahap munculnya inspirasi atau gagasan baru.

4.      4. Tahap Verifikasi

Ini adalah tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhadap realitas. Di sini diperlukan pemikiran yang meliputi proses divergensi (pemikiran kreatif) dan proses konvergensi (pemikiran kritis).

 

 

PEMBAHASAN

 

B.   Pengertian Inovasi Produk / Jasa

 

     Inovasi produk dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan pelaku usaha pembuat produk untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan produk yang diproduksi selama ini. Produk yang dikembangkan tidak selalu dalam bentuk barang, tetapi bisa berupa peningkatan pelayanan. Menurut UU nomor 19 tahun 2002 bahwa inovasi merupakan suatu rangkaian pengembangan dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam sebuah produk. Inovasi suatu produk ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya adalah adanya feedback dari pelanggan, kombinasi hal yang sebelumnya sudah ada, hingga penemuan baru. Proses inovasi ini harus terus dilakukan sehingga produk menjadi terus berkembang, memiliki peningkatan, hingga mencapai kesempurnaan, yang bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

     Pemasaran sebagai suatu proses sosial yang didalamnnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain . Dengan itu dalam menjual produk/jasa harus memiliki jenis-jenis  produk/jasa agar konsumen tidak merasakan kebosanan dan selalu mendapatkan inovasi baru.

Dengan adanya variasi produk/jasa tentunya mendapatkan permintaan pasar dari konsumen.. Dalam teori ekonomi mikro, permintaan adalah menerangakn tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga. Faktor-faktor terpenting dalam penentuan permintaraan antara lain :

-        --  Harga barang itu sendiri

-      --    Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut

-     --     Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat

-     --     Ciri rasa masyarakat

-     --     Ramalahan mengenai keadaan masa yang akan datang.

 

C.   Tujuan Inovasi Produk / Jasa

     Tujuan Inovasi Produk Dalam kehidupan, inovasi itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia dan memperoleh banyak keterampilan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk produk juga, tujuan tertentu harus dicapai dalam inovasi produk. Berikut ini beberapa tujuan  inovasi  produk:

1. Peningkatan Kualitas

Secara umum, tujuan  inovasi yang baik di segala bidang  adalah untuk meningkatkan kualitas, termasuk yang berkaitan dengan produk. Selama waktu produk yang dibuat akan menjadi usang karena tidak dapat memenuhi kebutuhan saat ini. Diharapkan produk mengalami inovasi untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

2. Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Kebutuhan seseorang sebagai pribadi selalu ada. Pelanggan terus mencari perbaikan dari pemilik bisnis mereka untuk memenuhi kebutuhan semua pelanggan mereka. Tuntutan pelanggan ini  memaksa pemilik bisnis untuk berinovasi produk mereka. Salah satu yang nyata adalah salah satu produk layanan shuttle yang banyak digunakan.

3. Menciptakan Pasar Baru Di Komunitas

Tujuan lain dari inovasi produk adalah untuk menciptakan pasar baru bagi masyarakat. Produk inovatif memberikan fitur dan perkembangan terkini yang  menarik minat masyarakat. Saat orang membeli produk terbaru. Inovasi tidak selalu membawa perkembangan lebih lanjut, tetapi juga dapat membawa fungsionalitas yang berkurang.

 

4. Perubahan Produk atau Layanan

Beberapa pemilik bisnis, termasuk pengusaha mobil, sering menghentikan atau menghentikan produk dan layanan lama. Upaya menghentikan  atau menarik produksi produk yang sudah ada di pasaran bertujuan untuk melakukan inovasi dengan menukarkan produk tersebut dengan produk yang lebih baik.

6. Meningkatkan Efisiensi Produk

Inovasi  produk juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensinya. Produk inovatif dapat melakukan pekerjaan dengan benar tanpa  membuang waktu. Hal yang sama berlaku untuk produk berupa aplikasi layanan antar-jemput. Aplikasi yang awalnya hanya  digunakan untuk pemesanan jasa jemput dan antar  berkembang pesat saat ini.

 

D.   Meningkatkan Pengembangan Produk / Jasa

     Pengembangan produk adalah strategi dan proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan produk, memperbaiki produk lama atau memperbanyak kegunaan produk ke segmen pasar yang ada dengan asumsi pelanggan menginginkan unsur-unsur baru mengenai produk.


     Pengembangan produk adalah proses perubahan yang dilakukan terhadap produk yang sudah ada sekaligus proses pencarian inovasi untuk menambah nilai terhadap barang lama dengan mengkonversikannya ke dalam produk tersebut. Dengan adanya pengembangan produk berarti perusahaan sudah memahami tentang kebutuhan dan keinginan pasar.

 

 

      Jenis-Jenis Pengembangan Produk 

Setiap perusahaan harus mempunyai strategi dalam melakukan pengembangan produk. Hal ini bertujuan agar produk yang akan dikembangkan dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan konsumen yang sudah ada tetap tertarik dengan penawaran yang diberikan oleh suatu perusahaan serta menarik konsumen baru. Menurut Kotler dan Keller (2008), strategi pengembangan produk terdapat beberapa jenis, yaitu:

1.   Memperbaiki yang sudah ada. Dalam hal ini perusahaan menggunakan teknologi dan fasilitas yang ada untuk membuat variasi dan memperbaiki produk yang ada. Dalam menggunakan cara ini perusahaan tidak memiliki resiko besar, karena hanya akan melakukan perubahan yang menyeluruh. 

     Memperluas lini produk. Jenis pengembangan produk dilakukan perusahaan dengan cara menambah item pada lini produk yang sudah ada atau menambah lini produk baru.

   Menambah produk yang ada. Perusahaan dalam hal ini menambah atau memberikan variasi pada produk yang telah ada dan juga memperluas segmen pasar dengan melayani berbagai macam konsumen atau pembeli yang memiliki selera yang berbeda-beda. 

  Meniru strategi pesaing. Pada cara ini perusahaan meniru kebijakan pesaing yang dianggap menguntungkan, seperti halnya penetapan harga. 

     Menambah lini produk. Biasanya perusahaan memerlukan dana besar dalam penambahan produk baru yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan lini produk yang telah ada. Karena produk yang belum pernah diproduksi sebelumnya, serta dalam hal penggunaan fasilitas-fasilitas untuk mempromosikannya memerlukan proses yang baru pula.

 

E.     Tahapan Proses Pengembangan Produk 

     Pengembangan produk baru bukan merupakan hal yang mudah bagi perusahaan yang menjalankannya. Proses pengembangan produk untuk setiap perusahaan juga berbeda, tergantung produk serta tingkat kompleksitasnya, dan umumnya kegiatan-kegiatan ini lebih membutuhkan daya analisis intelektual dan manajemen organisasi.

     Perusahaan harus menyadari bahwa dalam pelaksanaan pengembangan produk, kemungkinan perusahaan mengadakan perubahan-perubahan ciri-ciri khusus produk, meningkatkan mutu produk, menambah tipe produk, dan mengubah ukuran produk untuk memuaskan pasar. Pada saat perusahaan mengalami kemunduran dan menghadapi persaingan yang cukup tinggi, maka kebijaksanaan produk khususnya pengembangan produk merupakan salah satu alternatif jika kebijaksanaan non produk seperti promosi, penentu harga serta saluran distribusi tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk dapat menjamin kesinambungan produk di pasar.

Menurut Simamora (2000), terdapat delapan tahap yang harus dilalui dalam pengembangan produk baru, yaitu:



 

F.    Kesimpulan

     Pembahasan diatas bisa diterapkan di dalam bisnis usaha kita agar tidak salah dalam memilih barang atau produk, kualitas dan keunggulan produk aatau jasa merupakan suatu hal yang banyak dan dibutuhkan oleh pelanggan. Jika Anda menjual suatu barang dengan kualitas yang bagus dan pelayanan yang ramah, pelanggan pasti akan menyukainya dan membeli kembali.

 

 

Referensi :

Modul 3 kewirausahaan

https://accurate.id/marketing-manajemen/inovasi-produk/

https://www.kajianpustaka.com/2020/03/pengembangan-produk.html

https://majoo.id/blog/detail/pentingnya-kreativitas-dan-inovasi-dalam-memenuhi-kebutuhan-pasar

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.