Maret 21, 2022

Perbedaan dari Entrepreneurship, Technopreneurship, Sociopreneurship

Perbedaan dari Entrepreneurship, Technopreneurship, Sociopreneurship


Oleh : Sandy Faizal Harist

(@T10-Sandy)

Seiring dengan bermunculannya banyak preneur baru, terdapat istilah - istilah lainnya seperti entrepreneurship, technopreneurship, dan sociopreneurship. Pada dasarnya istilah tersebut merupakan konsep dari kewirausahaan dalam menjalankan suatu usaha. Tetapi, terdapat sebuah perbedaan yang menjadi ciri khas dari masing-masing istilah tersebut.

Lantas, apa sih pengertian dan masing-masing karakteristik dari ketiga istilah lainnya di atas? Berikut adalah ulasan lengkap dari ketiga istilah diatas.

Entrepreneurship

Jika diartikan secara harfiah, entrepreneurship dapat didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki usaha dan mengelolanya secara mandiri dengan berbagai inovasi serta ide yang diimplementasikan ke dalam usahanya.

Sedangkan entrepreneur adalah seseorang yang menjalankannya dan kerap disebut sebagai pengusaha atau wiraswasta. Yaitu, orang yang memiliki usaha sendiri dan mengelola usahanya sendiri dengan ide atau konsep yang baru. Sehingga entrepreneur memiliki kebebasan dalam menentukan budaya kerja, jadwal, bahkan seragam yang digunakan. Karena memiliki kebebasan tersebut maka risiko pun ditanggung sepenuhnya sendiri, ada lima tahapan penting bila ingin menjadi seorang entrepreneur yaitu: 

·       Memutuskan (decision), 

·       Memulai (start),  

·       Membangun (build) sebuah bisnis, 

·       Memasarkan (promote),

·       Mewujudkan ( operate and realized ) apa yang akan dijual atau tawarkan kepada konsumen.

Technopreneurship

Techopreneurship sendiri adalah sebuah konsep kewirausahaan dengan menggunakan teknologi sebagai kunci utama dalam mengolah produk dan layanannya. Biasanya seorang technopreneur memperkenalkan teknologi baru dan membuat teknologi lama menjadi tergantikan.

Dengan konsep kewirausahaan seperti ini, maka dibutuhkan beberapa keterampilan atau kemampuan pendukung untuk bisa menjadi seorang technopreneur, diantaranya kreatif, inovatif, mampu menuangkan ide secara benar, paham akan segala jenis risiko yang mungkin dihadapi, dan sebagainya.

Daya unggul dari technopreneurship bisa dilihat dari kemutakhiran atas produk yang berhasil diciptakan. Biasanya, produk-produk tersebut akan bertahan dalam jangka waktu lama apabila memiliki nilai ketergantungan atas dasar tersedianya berbagai kebutuhan hidup manusia. Misalnya saat ini usaha ojek sudah tidak lagi kuno seperti dulu, saat ini usaha ini memenfaatkan teknologi untyk membuat aplikasi online sehingga usaha 100% lebih maju dan dapat berkembang dibandingkan dengan sistem ojek sebelumnya.

Selain itu, dilihat dari konsep dasar wirausahanya yang memanfaatkan teknologi sudah dapat dipastikan produk-produk usaha menampilkan sajian praktis, efisien, dan memudahkan mobilisasi masyarakat.

Memahami technological entrepreneurship atau technopreneurship dapat juga dilakukan dengan mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang mempunyai keterkaitan dengan proses pembentukan perjuangan berbasis teknologiIgor Prodan (2007) mengidentifikasi, elemen itu yaitu :

1. Technological entrepreneur;

2. Universities;

3. Corporation;

4. Capital;

5. Market/costumers;

6. Government; and

7. Advisor

Sociopreneurship

Berdasarkan namanya, sociopreneurship adalah kewirausahaan yang mengusung konsep berwirausaha namun di sisi lain bergerak dalam bidang sosial. Jadi, bisa dikatakan jika tujuan utama dari sociopreneurship tidak hanya berfokus pada pencarian keuntungan, tetapi mengejar tujuan dalam hal perwujudan serangkaian kegiatan sosial pula.  Oleh karena nya sociopreneur dapat melihat peluang usaha yang ada di sekitarnya tersebut yang dapat menghasilkan keuntungan dan memiliki fungsi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Makna dari kegiatan sosial di sini adalah bagaimana wirausaha mampu menciptakan ide dan inovasi bisnis untuk menciptakan suatu usaha, di mana tujuan untuk bisa mencapai keuntungan bisa berjalan beriringan dengan serangkaian usaha dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.

Contoh bisnis yang mengajak para konsumennya untuk melihat dan menyadarkan keadaan social yang terjadi di lingkungan , missal tour pada desa miskin, tour pada kampung idiot atau tour pada kelompok fisibel yang tujuannya untuk aspek sosial, dana dari tour ini yang kemudian akan disumbangkan untuk sosial.

Kewirausahaan bisa mereduksi jumlah kemiskinan dan membuka lapangan kerja. Disinilah, alasan mengapa sociopreneurship bisa menjadi solusi, Karena selain bersifat sustainable pada perekonomian, sociopreneurship bisa memperlihatkan solusi efektif dan taktis terhadap permasalahan perekonomian Indonesia.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai ketiga istilah dalam kegiatan wirausaha, bisa disimpulkan bahwa perbedaan mendasar terletak pada konteks dan tujuan wirausahanya. Ketiga hal tersebut mempunyai konteks berbeda serta tujuan yang hendak diraih.

Jika entrepreneurship ialah jiwa wirausaha yang terdapat pada diri seseorang yang terepresentasikan melalui sikap dan perilakunya dalam menggapai tujuan maka lain halnya dengan technopreneurship yang merupakan cabang dari entrepreneurship yang mengusung konsep pada aspek teknologi, demikian juga dengan sociopreneurship yang menciptakan aspek sosial.

Ketiga konsep berwirausaha di atas meskipun mempunyai konsep dan tujuan berbeda dimana perbedaannya yang paling menonjol adalah penggunaan sumber daya dan fokus yang dituju, tetapi ketiganya sama-sama mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat ketika menggunakannya.

Referensi :

https://emiten.com/info/perbedaan-technopreneurship-sociopreneurship-ecopreneurship/#:~:text=Jika%20technopreneurship%20mengusung%20konsep%20pada,mengenai%20konsep%20peduli%20terhadap%20lingkungan.

https://medium.com/@nandazmann/perbedaan-entrepreneur-intrapreneur-technopreneur-sociapreneur-dan-ecopreneur-57e220a802b5

http://mgt.unida.gontor.ac.id/taukah-anda-perbedaan-intrapreneur-entrepreneur-technopreneur-sociapreneur-dan-ecopreneur/

Modul 3 KWH 2


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.