Maret 21, 2022

Menjadi Entrepreneur Saat Pandemi

Oleh : Gilang Ramadhan

(@T07-Gilang)

 



Pengertian Entrepreneurship

Entrepreneurship (kewirausahaan) adalah suatu proses penerapan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai serta kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan cara melihat peluang dari berbagai resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan.

Istilah entrepreneurship berasal dari bahasa Inggris yang diserap dari bahasa Prancis yaitu entreprende yang berarti petualang, pencipta dan pengelola usaha. Sedangkan entrepreneur adalah seseorang yang mengorganisir dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha. Entrepreneurship adalah segala hal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan mengembangkan usaha mereka.

Dalam bahasa Indonesia, entrepreneurship diterjemahkan sebagai kewirausahaan, sedangkan entrepreneur diterjemahkan sebagai wirausaha atau wiraswasta. Entrepreneurship adalah kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

            Menurut Prijosaksono dan Bawono (2005), entrepreneurship (wirausaha) sanggup diartikan melalui 3 kata berikut: destiny, courage, action. Ketiga kata tersebut merupakan kata-kata yang penting dalam membangun sikap dan sikap wirausaha dalam diri seseorangDestiny berarti takdir, yang bergotong-royong lebih merupakan tujuan hidup kita, bukan nasib.Tujuan dan misi hidup kita yaitu fondasi awal untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses.. Dengan mempunyai tujuan hidup (life purpose) yang jelas, kita sanggup mempunyai semangat (spirit) dan sikap mental (attitude) yang diharapkan dalam membangun sebuah perjuangan yang sanggup memberi nilai tambah dalam kehidupan kita. Keberanian (courage) untuk memulai dan menghadapi tantangan yaitu sikap awal yang kita perlukan. Dalam kewirausahaan, keberanian untuk mulai dan mengambil resiko yaitu syarat mutlak. Impian dan keinginan yang besar, kemudian ditambah dengan kreativitas yang diwujudkan dengan keberanian untuk mencoba dan melaksanakan (Action) langkah pertama yaitu awal kesuksesan seorang wirausahawan sejati

Kewirausahaan pada dasarnya adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

Sifat-sifat Entrepreneurship 

Menurut Alma (2008), seorang entrepreneur memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Percaya diri. Sifat utama dari percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang ambing oleh pendapat dan saran orang lain, melainkan menggunakan sebagian saran tersebut sebagai masukan. 
  2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Sifat seorang entrepreneur tidak mengutamakan Prestige dahulu melainkan fokus kepada prestasi yang ingin dicapai. 
  3. Pengambilan resiko. Ciri pengambilan resiko berpengaruh penting dalam dunia wirausaha yang penuh dengan resiko dan tantangan.Hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa bagaimana seorang entrepreneur mengambil sebuah resiko dengan penuh pertimbangan.
  4. Kepemimpinan. Dalam diri seorang entrepreneur mutlak memiliki jiwa kepemimpinan.Seorang pemimpin yang baik harus mendengar saran dan kritik dari bawahannya demi kemajuan kinerja perusahaan. 
  5. Keorisinilan. Yang dimaksud dengan orisinil disini adalah seorang entrepreneur tidak hanya mengekor kepada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ide yang orisinil dan mampu merealisasikan ide tersebut. 
  6. Berorientasi kepada masa depan. Seorang entrepreneur haruslah perspektif, mempunyai visi kedepan.Sebab, sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara tetapi untuk selamanya.Untuk menyiapkan visi yang jauh kedepan, entrepreneur perlu menyusun perencanaan dan strategi yang matang. 
  7. Kreativitas dan inovasi. Kreativitas merupakan kemampuan mengembangkan ide yang baru, dan menemukan cara yang baru dalam melihat peluang ataupun problem yang akan dihadapi. Inovasi adalah kemampuan untuk menggunakan solusi kreatif dalam mengisi peluang sehingga dapat membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Manfaat Entrepreneurship 

Menurut Zimmerer dkk (2008), terdapat beberapa manfaat dari entrepreneurship, yaitu sebagai berikut:          

  1. Peluang mengendalikan nasib sendiri. Memiliki atau memimpin perusahaan memiliki kebebasan dan peluang bagi entrepreneur untuk mencapai tujuan penting baginya. Entrepreneur ingin mencoba menenangkan hidup mereka dan mereka menggunakan bisnis mereka untuk mewujudkan keinginan itu. 
  2. Peluang melakukan perubahan. Semakin banyak entrepreneur yang memulai bisnis karena mereka melihat peluang untuk melakukan perubahan yang menurut mereka penting. Entrepreneur mempunyai cara untuk mengungkapkan wujud kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan mempunyai keinginan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. 
  3. Peluang untuk mencapai potensi sepenuhnya. Bagi entrepreneur tidak banyak perbedaan antara bekerja dan bermain,keduanya sama saja. Mereka mengetahui bahwa batasan terhadap keberhasilan mereka adalah segala hal yang ditentukan oleh kreatifitas, antusias dan visi mereka sendiri. 
  4. Peluang untuk meraih keuntungan tanpa batas. Walaupun uang bukan daya dorong utama bagi entrepreneur, keuntungan dari bisnis merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan perusahaan. Menurut penelitian dari Thomas Stanley dan William Danko, kebanyakan dari entrepreneur mencapai dua pertiga dari jutawan Amerika, sehingga entrepreneur adalah termasuk orang yang makmur. 
  5. Peluang berperan dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha. Pemilik bisnis menyukai kepercayaan dan pengakuan yang diterima dari pelanggan yang telah dilayani dengan setia. Peran penting yang dimainkan dalam lingkungan setempat serta kesadaran bahwa kerja memiliki dampak nyata dalam meluncurkan fungsi ekonomi merupakan sebuah imbalan. 
  6. Peluang melakukan sesuatu yang disukai dan bersenang-senang dalam mengerjakannya. Kebanyakan entrepreneur yang berhasil memilih dalam bisnis tertentu, sebab mereka tertarik dan menyukai pekerjaan tersebut. Mereka membuat kegemaran mereka menjadi pekerjaan mereka dan mereka senang bahwa mereka melakukannya.

 

Tahapan Manjadi Entrepreneurship 

Proses entrepreneurship diawali dengan suatu aksioma, yaitu adanya tantangan, dari tantangan kemudian timbul gagasan, kemauan dan dorongan untuk berinisiatif, yang tidak lain adalah berfikir kreatif dan bertindak inovatif sehingga tantangan tadi teratasi dan terpecahkan. Menurut Suryana (2006), tahapan atau langkah-langkah entrepreneurship pada seseorang adalah sebagai berikut:

a. Tahap memulai 

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat tantangan atau peluang usaha baru dan dilanjutkan dengan kemungkinan dan adanya keinginan untuk membuka usaha baru. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa atau usaha yang lain.

b. Tahap melaksanakan usaha 

Dalam tahap ini seorang entrepreneur mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: menjalankan bentuk usaha, pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.    

c. Tahap mempertahankan usaha 

Tahap di mana entrepreneur berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis untuk mengatasi segala masalah dan hambatan dalam menjalankan usahanya. Entrepreneur yang berhasil adalah yang mampu mempertahankan usahanya dari segala hambatan, tantangan, dan masalah yang ada sehingga usahanya dapat berjalan dengan lancar.

d. Tahap mengembangkan usaha 

Tahap ini adalah di mana entrepreneur berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan dan inovasi untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Dalam perkembangannya bisa dengan memperbanyak relasi, memperbarui metode dan sistem, memperbarui produk yang dihasilkan, memperbesar dan memperluas usaha, menambah kualitas, menambah pelayanan, menambah tenaga kerja. Dalam tahap ini entrepreneur melakukan kontribusi ekonomi dalam jangka panjang terhadap manusia, alam dan lingkungan. Dari manfaat pengembangan usaha ini dapat diperoleh secara jelas, kontribusi untuk masalah lapangan kerja, yaitu akan ada penambahan tenaga kerja.

Menjadi Entrepreneur Saat Pandemi

Di balik banyak sektor usaha yang terpuruk, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia menjadi peluang baru untuk memunculkan wirausahawan atau entrepreneur-entrepeneur baru.  Banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang harus mem-PHK para pekerjanya imbas adanya Covid ini, dan tentu sulitya mencari pekerjaan di tegah pandemi, membuat masyarakat tidak memiliki pilihan selain membangun usahanya sendiri. Banyak UMKM baru yang bermunculan selama pandemi menjadi sisi positif yang dapat diambil dari pandemi. Kemampuan untuk melihat peluang serta keberanian untuk mengambil risiko melahirkan para entrepeneur baru di masa pandemi ini.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, banyak contoh kasus UMKM yang beradaptasi dan berinovasi dapat bangkit dan pulih dari dampak pandemi. "Kebutuhan lapangan kerja baru bagi masyarakat & perbaikan kesejahteraan tetap krusial, di sinilah peran wirausaha dibutuhkan," tegas MenkopUKM Teten Masduki dalam pembukaan Festival Kewirausahaan Astra 2021 secara daring, di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Menurut MenkopUKM, saat ini UMKM mendominasi terhadap postur pelaku usaha. Jumlah UMKM lebih dari 64 juta unit atau 99,9% dari populasi pelaku usaha, menyumbang penyerapan tenaga kerja hingga 97%, dan kontribusi terhadap PDB sebesar 61%. Namun menurutnya, rasio kewirausahaan Indonesia masih rendah di 3,47% atau masih di bawah negara-negara ASEAN seperti Thailand (4,26%), Malaysia (4,74%), dan Singapura (8,76%). 

Ia menegaskan, dalam RPJMN 2020-2024, penguatan kewirausahaan, UMKM dan Koperasi masuk ke dalam Agenda I Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, dengan target indikator rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,9% pada 2024 dan pertumbuhan wirausaha sebesar 4% pada 2024. "Kementerian Koperasi dan UKM menaruh perhatian serius terhadap upaya peningkatan jumlah kewirausahaan atau entrepreneurship di Indonesia. Saat ini, Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional (PKN) telah memasuki tahapan final, yaitu proses pengundangan. Rancangan PerPres PKN ini diharapkan mendorong akselerasi penciptaan wirausaha baru di Indonesia," kata Teten.

Berwirausaha dapat menjadi pilihan strategis bagi para kaum milenial. Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Menurutnya, laporan BPS menunjukkan populasi Indonesia terbesar adalah anak muda, masing-masing gen milenial dan gen z karakternya berbeda. Proyeksi di 2024, total Gen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z sebanyak 65% atau 174,79 juta orang. Jumlah tersebut dapat menjadi sasaran pembangunan kewirausahaan

 

Referensi

Modul 3 Kewirausahaan 2 “Perbedaan Entrepreneurship, Teknopreneurship dan Sosiopreneurship;Manfaat Pengembangan Teknopreneurship dan Sosiopreneurship; Mengembangkan Ide Teknopreneurship, Sosiopreneurship, Industri Kreatif, Implementasi Start Up dan E-Commerce pada Usaha Modern” Universitas Mercu Buana.
https://www.kajianpustaka.com/2020/01/entrepreneurship-pengertian-sifat-manfaat-dan-tahapan.html
https://kemenkopukm.go.id/read/bangkit-dari-pandemi-covid-19-menkopukm-ajak-milenial-berwirausaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.