Maret 21, 2022

Mengembangkan Bisnis dengan Ide Teknopreneurship dan Sosiopreneurship bisa sambil beramal?

 Oleh : Rizky Dana Wahyu Putra

(@T09-Dana)


Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman, berkembang pula bentuk entrepreneur. Seperti sociopreneur, technopreneur, ecopreneur, serta intrapreneur. Mengembangkan bisnis dengan ide tersebut cukup menarik, apalagi bisa sambal beramal, mungkin asing terdengar. Salah satu bentuk dari entrepreneurship yang banyak diminati dan dijalankan oleh para wirausaha adalah sociopreneurship. Sederhananya, sociopreneurship merupakan bisnis yang bergerak di bidang sosial untuk membantu sesama. Keberadaan dari bisnis sociopreneurship telah banyak berdiri di Indonesia. Berdasarkan data dari CNN Indonesia, per tahun 2018 telah terdapat sebanyak 340.000 bisnis sociopreneurship di Indonesia. Pertumbuhan bisnis sosial nantinya akan semakin bertambah apalagi telah didukung oleh kemajuan teknologi.

Pendahuluan

Bagi sebagian pebisnis, technopreneurship dan sociopreneurship adalah suatu istilah yang cukup asing dan relatif baru untuk masyarakat di Indonesia. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika ide baru dalam hal bisnis ini masih belum menjadi sasaran kebanyakan pebisnis. Padahal bisnis berbasis teknologi ini memiliki kesempatan serta kemungkinan untuk menjadi lebih besar dalam masa-masa ke depan. Hal ini didukung oleh kemajuan jaman yang menuntut segala hal jauh lebih cepat, lebih mudah, serta lebih terorganisir lewat jaringan internet. Sehingga memiliki bisnis yang menggunakan dasar teknologi maupun digital merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan lebih jauh.

Pembahasan

A. Pengertian

Technopreneurship sendiri merupakan usaha membentuk bisnis yang baru dengan jalan melibatkan teknologi sebagai dasar landasannya. Dengan kata lain bisnis yang satu ini mengandalkan kemajuan teknologi dan berbasis digital dalam melakukan operasional bisnisnya sehari-hari. Maka dari itu tentu saja cukup susah jika ingin memisahkan antara technology dan enterprenuership di dalamnya. Karena dalam technopreneurship, kedua hal ini menjadi satu dan saling mendukung untuk memastikan keberhasilan jalannya bisnis atau usaha. Tanpa dukungan teknologi dan dunia digital, tentu jenis bisnis seperti ini tidak dapat mencapai tujuannya secara maksimal.

Sedangkan, sociopreneurship adalah usaha yang menggabungkan 2 konsep antara bisnis dengan aksi sosial. Tujuan dari sociopreneurship tidak lain adalah untuk melancarkan sejumlah aksi sosial dan kemanusiaan kepada sesama agar nantinya mampu meraih keberhasilan dan membuat kedua belah pihak merasa diuntungkan. Bentuk bisnis satu ini sangat cocok bagi seseorang yang mempunyai jiwa bisnis dan sosial tinggi karena dapat mengimplementasikan passion dalam satu bidang. Ketika menjalani bisnis sociopreneurship, seorang sociopreneur harus berani bersikap bijak dalam mengambil berbagai risiko karena usaha untuk menciptakan dampak positif bagi orang lain tentunya harus dilakukan secara tepat dan membutuhkan waktu tidak sedikit agar manfaat dan nilai gunanya bisa dirasakan secara bersamaan.

B. Manfaat

Apapun bentuk bisnis umumnya akan dapat memberikan manfaat bagi pelaku maupun sekitarnya, demikian juga dengan menjadi seorang technopreneurship dan Sociopreneurship. Secara umum pelaku bisnis di bidang ini dapat memperoleh manfaat menarik seperti yang tertera berikut di bawah ini.

1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Tentu saja apapun bentuk bisnis yang menjadi pilihan, semua mampu memberikan potensi lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya. Demikian juga mengupayakan bentuk bisnis yang satu ini, tentu membantu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dengan lebih mudah.

2. Technopreneurship Adalah Bisnis Yang Membutuhkan Modal Yang Lebih Kecil

Salah satu keunggulan yang merupakan sisi positif dari memulai bisnis semacam ini yaitu modal yang diperlukan. Karena kebanyakan bisnis dengan basis technopreneurship ini tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk mewujudkannya. Dengan sedikitnya sumber daya yang dibutuhkan di awal, serta kemudahan serta sistem yang sederhana, otomatis modal yang diperlukan tidak banyak. Oleh sebab itu bagi pengusaha dengan modal terbatas, metode ini bisa menjadi salah satu ide yang menarik.

3. Tidak Memerlukan Kantor Fisik Yang Besar

Bisnis dengan basis dunia digital sudah pasti minim kebutuhan kantor fisik yang besar .Apalagi karena operasional sehari-hari mengandalkan dunia maya serta aplikasi internet. Maka dari itu secara tidak langsung hal ini juga membantu menghemat biaya untuk menyewa kantor atau memiliki kantor. Sehingga secara tidak langsung biaya operasional juga jauh lebih minim.

4. Dapat Dimulai Dari Mana Saja

Manfaat lain dari bisnis yang satu ini yaitu dapat dimulai kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu membangun suatu tempat fisik untuk mengelola dan menjalankan usaha untuk pertama kalinya.  Sehingga secara sistem jauh lebih mudah untuk dimulai dan dikembangkan.

Pastinya, usaha sociopreneur yang mengandung aksi sosial memiliki segudang manfaat. Adapun manfaat menjadi sociopreneur adalah sebagai berikut.

1.  Berbisnis Sambil Beramal. Pertama, manfaat sociopreneur adalah Anda bisa berwirausaha sambil beramal. Mengingat aktivitas socialpreneurship selalu melibatkan kesejahteraan orang lain, tentu hal ini sebagai peluang beramal sekaligus.

2.   Lebih Bertanggung Jawab Kepada Lingkungan. Kedua, manfaat sociopreneur adalah Anda lebih bertanggung jawab kepada lingkungan. Sebab visi utama berbisnis yang dijunjung mengutamakan kesejahteraan orang lain, maka Anda lebih perhatian dalam isu di sekitar lingkungan.

3.   Menghasilkan Kebermanfaatan Lebih Bagi Orang Lain. Menjadi sociopreneur artinya Anda juga memikirkan nilai sosial dari usaha agar bisnis Anda mampu membantu orang lain. Dengan usaha yang dijalankan, Anda tetap bisa menolong orang lain dan menjadikan bisnis bermanfaat bagi sekitar

C. Contoh Usaha Technopreneurship dan Sociopreneurship

 1. Tokopedia (Technopreneurship)

Salah satu bisnis dengan basis teknologi yang juga cukup sukses saat ini di Indonesia yaitu bisnis yang dikelola oleh Tokopedia. Melirik minat sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama pada masa pandemi sekarang ini, jual beli online merupakan ladang yang menjanjikan. Melalui teknologi yang didukung oleh smartphone, Tokopedia berhasil menggaet jutaan pelanggan dari seluruh Indonesia.

2. Bisnis Crowdfunding (Sociopreneurship)

Selanjutnya, contoh sociopreneur adalah bisnis crowdfunding.Usaha crowdfunding adalah dukungan dana untuk masyarakat UMKM atau usaha kecil dalam mengembangkan bisnis mereka. Contoh sociopreneur ini dapat menghasilkan suntikan dana dari banyak pihak sehingga bisa memberikan modal pada pelaku usaha mikro.

3. Klinik Sampah (Sociopreneurship)

Berikutnya, contoh usaha sociopreneur adalah mendirikan klinik sampah. Klinik sampah merupakan gerakan wirausaha sosial yang membantu masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah untuk memperoleh fasilitas kesehatan hanya dengan membayar melalui sampah. Contoh sociopreneur ini sangat kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebab, banyak orang dengan ekonomi menengah ke bawah tidak mampu dan memperoleh akses kesehatan memadai karena biaya yang besar.

 

Tips Menjadi Sociopreneur yang Baik

Rupanya manfaat menjadi sociopreneur sangat banyak ya. Jika tertarik menjadi sociopreneur juga, berikut ini beberapa tips menjadi sociopreneur yang dapat Anda lakukan.

1. Pilih Isu Sosial yang Ingin Diambil. Poin pertama tips menjadi sociopreneur adalah memilih isu sosial yang diambil. Ketika memutuskan menjadi sociopreneur, maka banyak masyarakat dan lingkungan sekitar akan terlibat sebagai dampak bisnis Anda. Sehingga Anda harus memiliki pemahaman terkait isu sosial yang diangkat.

    2. Lakukan Riset. Setelah menentukan isu sosial yang dipilih, langkah selanjutnya adalah melakukan riset. Sebelum eksekusi konsep sociopreneur Anda, coba perdalam lagi ilmu dan informasi terkait dengan isu sosial tersebut. Coba terjun ke lapangan langsung agar Anda bisa mendengar isu sosial langsung dari warga terlibat dan menentukan solusi paling tepat untuk memecahkan masalah mereka.

    3. Tentukan Target Pasar & Jenis Produk. Berikutnya, tips menjadi sociopreneur adalah menetapkan target pasar dan jenis produk. Apabila Anda telah memahami bidang sosial yang dipilih, maka Anda perlu mewujudkan solusinya dalam sebuah produk. Pada tahapan ini, Anda perlu memutuskan apa jenis produknya dan target pasar spesifik untuk produk tersebut.

    4. Susun Model Bisnis Kanvas. Cara menjadi sociopreneur adalah menyusun model bisnis kanvas. Adanya bisnis kanvas akan membuat usaha Anda lebih terarah ke depannya. Sebab bisnis kanvas menggambarkan bisnis sosial Anda secara detail. Mulai dari komponen bisnis, strategi pemasaran hingga jangkauan luas atas dampak yang diberikan.

    5. Buat Proposal untuk Pengajuan Pendanaan. Selanjutnya, tips menjadi sociopreneur adalah membuat proposal untuk mengajukan dana. Biasanya bisnis sosial memerlukan dana tidak sedikit. Sehingga disarankan untuk mengajukan dana kepada investor. Syarat pengajuan dana ke investor adalah menggunakan proposal. Supaya investor lebih tertarik, Anda harus membuat proposal pendanaan secara lengkap dan detail dengan desain bagus.

'    6. Seimbangkan Biaya Operasional, Profit, dan Sosial. Selanjutnya, cara menjadi sociopreneur adalah menyeimbangkan biaya operasional, profit, dan sosial. Hal ini penting dilakukan agar usaha sosial Anda mampu terus bertahan sehingga memberikan pengaruh dan dampak luas dalam jangka waktu panjang. Hindari untuk mengutamakan salah satu aspek. Karena tanpa adanya keuntungan, misi sosial Anda akan sulit terealisasi. Begitu pula bila terlalu fokus pada laba, maka aspek sosial dari usaha Anda akan hilang. Oleh sebab itu, seimbangkan antara laba dan kebermanfaatan saat mendirikan usaha sociopreneur.

    7. Promosikan Bisnis Secara Profesional. Terakhir, tips menjadi sociopreneur adalah mempromosikan usaha secara profesional.. Seperti pada bisnis umumnya, usaha Anda tetap perlu dipromosikan. Manfaatkanlah sebanyak mungkin platform pemasaran. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengajak banyak pihak atau komunitas bekerja sama dengan Anda. Semakin besar dukungan yang Anda dapat, akan semakin laku pula produk Anda dan semakin banyak kebermanfaatan dapat dihasilkan.

 

Penutup

Itulah tadi penjelasan mengenai cara mengembangkan bisnis Technopreneurship dan sociopreneurship. Secara sederhana, Technopreneurship dan sociopreneurship memberikan penjelasan mengenai konsep bisnis berlatar belakang sosial/teknologi  dengan memberikan pengaruh serta dorongan melalui sejumlah aksis sosial agar nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Agar bisnis bisa bertahan lama, ada baiknya untuk menciptakan sesuatu hal yang memang mempunyai nilai tambah lebih dibandingkan bisnis lainnya, misalnya mempunyai efek jangka panjang. Dengan demikian, masyarakat akan merasa tenang dan terbantu dengan adanya bisnis tersebut.

Referensi

https://sumut.idntimes.com/news/sumut/arifin-alamudi/tujuan-terpenting-sociopreneur-adalah-memberikan-manfaat-sosial/full

https://emiten.com/info/keistimewaan-dari-sociopreneurship/

https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/06/17/sociopreneur-adalah#:~:text=Pertama%2C%20manfaat%20sociopreneur%20adalah%20Anda,ini%20sebagai%20peluang%20beramal%20sekaligus.&text=Kedua%2C%20manfaat%20sociopreneur%20adalah%20Anda%20lebih%20bertanggung%20jawab%20kepada%20lingkungan.

https://www.bernas.id/79763-perbedaan-entrepreneur-intrapreneur-dan-technopreneur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.