September 12, 2022

PERENCANAAN STRATEGI YANG EFEKTIF.

 

PERENCANAAN STRATEGI YANG EFEKTIF.


Oleh : Ryan Setya Rama@V17-RYAN

ABSTRAK

Wirausaha merupakan sarana untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran.Sebagian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Dengan menumbuhkan wirausaha muda dapat menjadi salah satu cara untuk membantu ekonomi keluarga dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai jalan keluar untuk mengurangi tngkat pengangguran karena para pemuda di harapkan dapat menjadi wirausaha pemuda terdidik yang mampu merintis usahanya sendiri. Untuk mengembangkan suatu usaha, para wirausaha harus menjalankan strategi secara penuh seperti menjalankan strategi pemasaran dan manajemen yang tepat sasaran

Kata Kunci : Wirausaha, pemimpin, Strategi.

PENDAHULUAN

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan ang berbuat sesuatu. Wirausahawan didefenisikan sebagai seseorang yang dengan gigih berusaha untuk menjalankan sesuatu kegiatan bisnis dengan tujuan untuk mencapai hasil yang dapat dibanggakan.7 Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Jadi wirausahawan mandiri adalah seorang yang menjalankan wirausaha harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah dalam usahanya.

Strategi merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan perusahaan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan. Dengan demikian strategi merupakan proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. Strategi dicapai untuk mencapai tujuan tertrntu, artinya arah dari semua keputusan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu sebelum menentukan strategi,perlu dirumuskan tujuan yang jelas serta dapat diukur keberhasilanya.

PEMBAHASAN

Dalam lingkungan bisnis yang semakin ketat, sebuah usaha harus memiliki keunggulan kompetittf agar dapat mempertahankan keberlanjutan usaha dan memenangkan persaingan. Fungsi paling kritis yang dilakukan oleh para pemimpin perusahaan untuk bisnisnya adalah menentukan dan mengelola perencanaan strategis. Pemimpin perusahaan harus dapat menciptakan strategi yang efektif, dalam arti bahwa strategi tersebut dapat mendorong terjadinya keselarasan antara perusahaan dengan lingkungannya dan juga dengan pencapaian tujuan strategisnya.

Keunggulan kompetitif adalah sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan kecil dari para pesaingnya dan memberikan posisi yang unik di pasar sehingga lebih unggul dari para pesaingnya. Dalam membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan diperlukan strategi yang matang, memetakan berbagai kompetensi dari perusahaan tersebut sehingga mampu mengembangkan kompetensi inti yang unggul. Kompetensi inti ini adalah serangkaian kemampuan yang unik yang dikembangkan oleh perusahaan dalam bidang-bidang utama seperti: kualitas, layanary inovasi, fleksibilitas, kecepatan dan lain sebagainya yang lebih dari pada para pesaingnya.

Pengembangan Strategi Entrepreneurship

1.     Orientasi Strategis

Dalam membentuk strategi suatu perusahaan, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada penggunaan peluang terhadap sumber daya yang tersedia. Perubahan teknologi, perubahan kemampuan serta kemauan konsumen untuk membayar lebih tinggi harga barang atau jasa yang diinginkan, dan perubahan gaya hidup serta perubahan politik seperti adanya peraturan-peraturan baru akan menarik perusahaan ke dalam pola tingkah laku kewirausahaan. Sedangkan faktor-faktor yang akan menarik perusahaan ke dalam pola tingkah laku administratif adalah faktor kontrak social, artinya perusahaan bertanggung jawab untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia, dan faktor kriteria pengukuran prestasi perusahaan yang masih dilihat dari volume penjualanya dan bukan dari kemampuannya memanfaatkan peluang.

2.     Komitmen terhadap Peluang

Perbedaan seorang yang berjiwa wirausaha dengan yang tidak berjiwa wirausaha adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain, mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Perusahaan yang memiliki action-orientation sehingga mereka selalu membuat klaim lebih dahulu terhadap pelanggan dan pegawai, memiliki proses pengambilan keputusan yang cepat. serta cepat pula dalam membuat komitmen dan dalam menarik diri dari suatu bisnis. disebut sebagai perusahaan yang memiliki pola tingkah laku kewirausahaan. Sedangkan, perusahaan yang memiliki strategi negosiasi yang lambat sehingga mereka lambat membuat suatu komitmeti, melakukan penelitian dan analisa yang mendalam untuk mengurangi risiko, memiliki proses pengambilan keputusan yang bertingkat-tingkat, disebut sebagai perusahaan dengan tingkah laku administratif.

3.     Komitmen Terhadap Sumber Daya

Stevenson memaparkan bahwa para wirausaha untuk mendapatkan hasil maksimal dengan sumber daya minimal. Tekanan dari dunia internasional untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien akan mendorong perusahaan ke arah pola tingkah lake kewirausahaan. Sedangkan, pelaku ekonomi terdorong ke arah pola tingkah laku administratif bila muncul dorongan untuk mengurangi risiko dengan jalan menyediakan lebih banyak sumber daya sesuai dengan kebutuhan untuk sebuah sistem perencanaan yang lebih konservatif.

4.     Kontrol Terhadap Sumber Daya

Selanjutnya Stevenson mengatakan, bahwa pola tingkah laku kewirausahaan mencakup kemampuan untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki orang lain seperti keahlian-keahliannya, ide-idenya, dan bakat-bakatnya serta memutuskan sumberdaya apa saja yang akan diperlukan perusahaan. Faktor-faktor yang mendorong pola tingkah laku kewirausahaan di dalam mengawasi penggunaan sumber daya adalah penggunaan yang terus meningkat terhadap sumber daya yang terspesialisasi, serta mengurangi risiko usangnya sumber daya dengan jalan menghindari pemilikan sumber daya. Faktor-faktor yang mendorong pola tingkahlaku administratif adalah status yang ditentukan oleh jumlah sumber daya yang dimilikinya dan struktur industri yang mendorong terjadinya pemilikan sumber daya.

5.     Kebijakan Balas jasa

Dalam lingkup ini Stevenson berpendapat bahwa kebijakan balas jasa, faktor-faktor yang mendorong pola tingkah laku kewirausahaan adalah harapan-harapan individu serta persaingan kemampum yang ahirnya menciptakan sistem balas jasa yang adil di dalam perusahaan. Sedangkan, kesukaran di dalam mengukur kontribusi yang telah diberikan seseorang, serta keengganan para pemegang saham untuk memberikin imbalan yang tinggi akan menciptakan pola tingkah laku administratif yang tidak mendorong kreativitas dan bisa memudarkan semangat kewirausahaan dalam organisasi.

Entrepreneur merupakan sumber daya yang langka yang dimotivasi oleh tiga hal:

1)     Suatu sistem balas jasa moneter atas usahanya, sebagian berkaitan langsung dengan kuantitas dari output dan sebagian tidak.

2)     Suatu system reward/punishment, yang berkaitan dengan prilaku produktivitas.

3)     Suatu mekanisme interpersonal approval/ disapproval antara individu dan kelompok dalam hierarki yang berbeda.

 

Dalam merencanakan sebuah usaha, diharapkan tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi harus berorientasi jauh ke depan, bukan hanya masalah waktu, tetapi juga kecenderungan terhadap inovasi, juga kecenderungan yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemi ini.Wawasan untuk mampu merespon peristiwa-peristiwa yang muncul, juga harus dimiliki oleh wirausahawan. Seorang wirausahawan harus mempunyai visi masa depan, tentang tindakan yang hendak dilakukan dan hasil yang ingin dicapai. Sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara waktu, melainkan untuk selamanya. Oleh karena itu, faktor kontinuitasnya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Seorang wirausahawan harus menyusun pe[1]rencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan

KESIMPULAN

Tujuan utama pelaksanaan strategi adalah perusahaan dapat melibatkan secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal, Strategi pemasaran mempunyai peran yang sangat penting untuk keberhasilan usaha perusahaan pada umumnya dan bidang pemasaran pada khususnya. Disamping itu strategi yang menetapkan harus ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan yang selalu berubah. Dengan demikian strategi pemasaran dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah apa yang akan dilakukan perusahaan. Tanpa adanya strategi pemasaran yang tepat, maka akan sulit untuk menjual suatu produk bahkan mengembangkan bisnismu. Apalagi mengingat saat ini, jumlah pesaing yang sudah semakin tinggi di berbagai bidang bisnis. Alasan lain yang menunjukkan pentingnya strategi pemasaran adalah semakin kerasnya persaingan yang dihadapi oleh perusahaan pada umumnya

DAFTAR REFERENSI

http://repository.radenintan.ac.id/5019/1/Skripsi%20Lengkap.pdf

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kewirausahaan/

https://core.ac.uk/download/pdf/234690819.pdf

https://osf.io/kn4bq/download/?format=pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.