September 27, 2022

PROSES INOVASI DALAM “PRODUCT DEVELOPMENT” KEWIRAUSAHAAN

 

Oleh: Sahlevi Ariputra (@V04-SAHLEVI)

Menurut (Kotler & Keller, 2009), Product development adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang. Mengembangkan konsep produk menjadi produk fisik untuk meyakinkan bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat diwujudkan.

Menurut (Simamora, 2000), pengembangan produk adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan lini produk yang berhasil secara komersial.

Lemahnya inovasi produk dan pengembangan pasar harus segera diatasi, agar akselerasi perkembangan perusahaan lebih cepat. Inovasi produk diperlukan agar perusahaan bisa lebih optimal dalam memanfaatkan fenomena global. Karena itu harus melakukan inisiatif akselerasi luar biasa dalam pengembangan produk. Inovasi produk menjadi kunci perusahaan untuk lebih kompetitif dan lebih berkembang dengan cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Tujuan Product Development:

Menurut (Kotler & Keller, 2009), tujuan product development adalah

1.      Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai investor, yaitu dengan menawarkan produk yang lebih baru dari pada produk sebelumnya.

2.      Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, yaitu dengan jalan menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang baru. Bentuknya bisa bertambah terhadap lini produk yang sudah ada maupun revisi terhadap produk yang telah ada.

Menurut (Alma, 2018), terdapat beberapa alasan yang membuat entrepreneurship melakukan product development, yaitu:

1.      Untuk memenuhi keinginan konsumen.

2.      Untuk menambah omzet penjualan.

3.      Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi.

4.      Untuk memenangkan persaingan.

5.      Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama.

6.      Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan.

7.      Untuk mencegah kebosanan konsumen.

8.      Untuk menyederhanakan produk pembungkus.

 

Strategi Product Development

Menurut (Fandy, 2008), terdapat tiga strategi product development, yaitu:

1.      Strategi peningkatan kualitas. Produsen dapat meningkatkan daya tahan produk atau dengan meningkatkan kehandalan dan kecepatan pelayan terhadap konsumen.

2.      Strategi peningkatan keistimewaan. Produk Ada empat indikator yang dapat meningkatkan keistimewaan suatu produk, seperti kualitas bahan yang dipakai, keanekaragaman, kenyamanan dalam pemakaian suatu produk bagi penggunaannya dan aksesoris tambahan.

3.      Strategi peningkatan gaya produk. Produsen bisa meningkatkan nilai suatu produk dari segi pemilihan warna produk tersebut, rancangan atau desain yang menarik dan yang terakhir adalah kemasan yang dapat memberi nilai tambah bagi produk tersebut.

 

Faktor Pendukung Product Development

Menurut (Stanton, 1996), faktor pendorong atau pendukung pengembangan produk adalah sebagai berikut:

1.      Perkembangan Teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan terciptanya sarana produksi yang baru untuk dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membuat dan menyempurnakan produk, sehingga kualitas produk menjadi lebih baik dan jumlah produksi yang diperoleh akan dapat ditingkatkan.

2.      Perubahan Selera Konsumen. Perubahan ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, tingkat perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, serta kesetiaan konsumen terhadap produk yang bersangkutan.

3.      Persaingan. Adanya persaingan yang kuat di antara perusahaan yang sejenis akan menyebabkan perusahaan berusaha untuk selalu mengembangkan produknya dengan harapan dapat menyaingi volume produksi pesaing.

4.      Adanya Kapasitas Produk Berlebihan. Dengan meningkatkan kapasitas mesin-mesin yang dimiliki perusahaan, maka perusahaan berusaha untuk menggunakan kelebihan kapasitas tersebut dengan jalan memproduksi perusahaan.

5.      Siklus Hidup Produk yang Pendek. Siklus kehidupan produk yang pendek mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan produknya, sehingga konsumen tidak bosan dengan produk-produk yang diproduksi perusahaan.

6.      Adanya Keinginan untuk Meningkatkan Laba. Perusahaan mempunyai keinginan untuk memperkuat posisi produknya di pasar, sera untuk memperluas pasar.

 

Faktor Penghambat Product Development

Menurut (Kotler & Keller, 2009), terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terhambatnya proses pengembangan produk, yaitu:

1.      Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu.

2.      Pasar yang terbagi-bagi karena persaingan yang ketat.

3.      Kendala sosial dan pemerintah.

4.      Mahalnya proses pengembangan produk baru.

5.      Kekurangan modal.

6.      Waktu pengembangan yang lebih singkat.

 

References:

Alma, B. (2018). Manajemen pemasaran dan pemasaran jasa.

Fandy, T. (2008). Strategi pemasaran. Yogyakarta: Andi.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran. edisi.

Simamora, H. (2000). Manajemen Pemasaran Internasional Jilid II.

Stanton, W. J. (1996). Prinsip-prinsip pemasaran. Edisi Tujuh. Jakarta: PT Erlangga.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.