Oktober 30, 2022

MENAKLUKAN DUNIA PEMASARAN DENGAN STRATEGI MARKETING 4.0



Oleh : Marlina Christiaji (@V24-Marlina)


Abstrak

Era globalisasi seiringan dengan teknologi informasi yang berkembang dengan sangat pesat, perubahan pun terjadi dalam dunia industri yang ditandai berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif karena perkembangan teknologi informasi. Digital marketing menjadi salah satu media yang sering digunakan oleh pelaku usaha karena kemampuan baru konsumen dalam mengikuti arus digitalisasi, beberapa perusahaan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/dan beralih ke pemasaran modern. Pada dasarnya, pasar online tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan pasar offline, karena dalam marketing 4.0, keduanya malah mempunyai perannya masing-masing, dan peran tersebut sangat penting untuk melengkapi strategi markering 4.0.

Kata kunci : marketing, digital, strategi

PENDAHULUAN

    Era globalisasi seiringan dengan teknologi informasi yang berkembang dengan sangat pesat hal ini membuat masyarakat merubah banyak kegiatan yang semula masih tradisional menjadi digital. Perubahan pun terjadi dalam dunia industri yang ditandai berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif karena perkembangan teknologi informasi. Masyarakat sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/tradisional dan beralih ke pemasaran modern. Dengan digital marketing, komunikasi dan transaksi dapat dilakukan setiap waktu/real time dan mendunia. Tren belanja online dan digital marketing menjadi peluang produsen untuk menyambut era revolusi industri 4.0. Online shopping atau aktivitas berbelanja online menjadi gaya hidup baru bagi pengguna Internet. Komunikasi terbuka yang sejajar, datar, dan luas telah membuka kemungkinan tidak terbatas bagi komunikasi antar pengguna Internet, yang pada akhirnya juga membuka peluang bagi terjadinya transaksi menjual atau membeli.

    Dunia marketing semakin berkembang pesat. Jika dulu hanya dikenal era marketing 1.0 yang lebih fokus pada penjualan produk, maka dunia marketing saat ini sudah berkembang menjadi marketing 4.0. Dengan pemanfaatan kecanggihan teknologi yang ada, maka akan memudahkan penyampaian informasi keberadaan bisnis kepada masyarakat. Pada era industri 4.0 sebagian besar memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada namun menurut Marketing 4.0 interaksi secara offline tetap diperlukan. Hal ini dikarenakan untuk menarik konsumen sampai pada tindakan menganjurkan itu muncul, maka tetap dibutuhkan sentuhan dari produsen untuk menghasilkan pelayanan yang maksimal serta masih banyak masyarakat yang belum terlalu mengerti terhadap segala aktivitas yang dilakukan secara digital.

PEMBAHASAN

I. Pemasaran (Marketing)

    Pemasaran adalah sebuah bentuk kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan para pelaku usaha dalam meningkatkan usahanya sehingga dapat berkesinambungan dan mendapatkan keuntungan. Strategi pemasaran merupakan salah satu dari beberapa cara untuk memenangkan keunggulan dalam bersaing yang berkelanjutan baik dalam perusahaan yang memproduksi barang maupun jasa. Menurut Shinta (2011:1) pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. Menurut Kotler dan Keller (Noor, 2014:102) Pemasaran memiliki arti yang beragam. ‘Dari Sudut Manajerial, pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi. Saleh dan Said (2019:1) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

    Menurut Assauri (2015:81) Konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan didukung oleh kegiatan pemasaran terpadu yang diarahkan untuk memberikan kepuasan konsumen sebagai kunci keberhasilan organisasi dalam usahanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, konsep pemasaran merupakan orientasi perusahaan yang menekankan bahwa tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar, dan selanjutnya memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut sehingga dicapai tingkat kepuasan langganan yang melebihi dari kepuasan yang diberikan oleh para saingan. Dalam melakukan pemasaran sangat perlu pemahaman strategi untuk memaksimalkan kesuksesan aktivitas pemasaran dengan mengkombinasikan faktor-faktor yang berpengaruh bagi persaingan pemasaran, faktor-faktor yang akan mempengaruhi pemasaran, yaitu:

  • Product (produk) : Menurut Wangko (Marlius, 2017:59) Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatian, diminta, dicari, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
  • Price (harga) : Menurut Haryanto (Marlius, 2017:60) mendifinisikan harga dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan suatu moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Harga merupakan variabel yang dapat dikendalikan dan yang menentukan diterima atau tidaknya suatu produk oleh konsumen. Harga tergantung pada kebijakan perusahaan perusahaan dan harus memonitor harga barang, ditetapkan oleh para pesaing agar harga yang ditetapkan perusahaan tersebut tidak terlalu tinggi atau sebaliknya.
  • Place (tempat/saluran distribusi) : Menurut Kotler dan Keller (Fachriza dan Moeliono, 2017:142) saluran distribusi adalah organisasi-orgnisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi.
  • Promotion (promosi) : Menurut Mandey, (Marlius, 2017:60) promosi adalah sejenis komunikasi yang memberikan penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa.
II. Digital Marketing
    Digital marketing merupakan pengembangan dari marketing tradisional dimana marketing tradisional adalah suatu proses pemasaran melalui media komunikasi offline seperti melalui penyebaran brosur, iklan di televisi dan radio, dan lain sebagainya. Setelah maraknya internet dan kemudahan komunikasi yang ditawarkanya, maka penerapan marketing pada perusahaan mulai mengadopsi media internet, yang kemudian disebut sebagai digital marketing. Menurut Kotler & Keller (2008) Digital marketing menjadi salah satu media yang sering digunakan oleh pelaku usaha karena kemampuan baru konsumen dalam mengikuti arus digitalisasi, beberapa perusahaan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/dan beralih ke pemasaran moderen. Dengan digital marketing komunikasi dan transaksi dapat dilakukan setiap waktu/real time dan bisa di akses ke seluruh dunia, seseorang juga dapat melihat berbagai barang melalui internet, sebagian besar informasi mengenai berbagai produk sudah tersedia di internet, kemudahan dalam pemesanan dan kemampuan konsumen dalam membandingkan satu produk dengan produk lainnya. 
    Digital  Marketing  dapat  didefinisikan  sebagai  kegiatan  marketing  termasuk  branding yang menggunakan berbagai media berbasis web (Sanjaya & Tarigan, 2009). E-Marketing atau digital  marketing  diartikan  sebagai  penggunaan  teknologi  digital  untuk  mencapai  tujuan pemasaran  serta  upaya  pengembangan  atau  penyesuaian  konsep  pemasaran  itu  sendiri,  dapat berkomunikasi dalam cakupan global, dan mengubah cara perusahaan melakukan bisnis dengan pelanggan  (Ali,  2013). Digital  marketing  merupakan  pemasaran  dengan  menggunakan penerapan  teknologi  secara  digital.  Salah  satu  bentuk  marketing  digital  dengan  menggunakan media elektronik atau internet adalah internet marketing (e-marketing). E-Marketing merupakan suatu  proses  pemasaran  yang  menggunakan  teknologi  komunikasi  elektronik,  khususnya internet.  Peran  strategi  digital  marketing  dapat  menjadi  hal  yang  penting  dalam  mengikuti perkembangan  teknologi  digital  dan  mengembangkan  rencana  untuk  menarik  konsumen  dan mengarahkannya  pada  perpaduan  antara  komunikasi  elektornik  dan  komunikasi  tradisional (Chaffey, Chadwick, Mayer, & Johnston, 2009).

III. Marketing 4.0
    Marketing 4.0 secara harfiah adalah suatu pendekatan marketing yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antar pengusaha dan pelanggannya. Pada era seperti saat ini, kegiatan marketing tidak cukup dilakukan secara online saja. Namun juga dibutuhkan upaya pemasaran offline agar bisa memastikan bahwa konsumen benar-benar telah mendapatkan pelayanan yang memuaskan atas jasa atau produknya. Pada dasarnya, pasar online tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan pasar offline, karena dalam marketing 4.0, keduanya malah mempunyai perannya masing-masing, dan peran tersebut sangat penting untuk melengkapi strategi markering 4.0. 
    Marketing 4.0 tidak hanya menggabungkan toko offline dan online, namun juga memadukan style dan substace yang ada di baliknya. Sederhananya, selain suatu brand harus menerapkan strategi digital marketing yang bagus, mereka juga harus bisa menciptakan konten yang relevan, menarik dan terkini untuk para pelanggannya. Oleh karena itu, proses pembuatan konten tersebut harus menggunakan sentuhan manusia dalam proses menciptakannya. Walaupun Machine-to-machine dan juga artificial intelligence (kecerdasan buatan) telah dikembangkan guna meningkatkan kemajuan marketing 4.0, namun peran penting manusia memang tetap diperlukan untuk memperkuat atau meningkatkan engagement.
    Dunia marketing berevolusi dengan cepat hingga adanya marketing 4.0. Sebelum adanya strategi marketing 4.0, terlebih dahulu ada strategi marketing 1.0 hingga marketing 3.0, yaitu:
  • Marketing 1.0 : Saat konsep Marketing 1.0 dimulai, di era ini marketing hanya berfokus pada produk saja. Dalam era ini, pemasar tidak memperdulikan perasaan pelanggan, melainkan memberikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen saja. Era ini umumnya dikenal dengan “product centric era”. Tidak seperti sekarang ini, di era ini, pemasaran dilakukan secara tradisional, seperti melalui televisi dan radio. Karena media ini bersifat searah, maka perusahaan memiliki data yang sedikit untuk mengetahui umpan balik atau dampak dari iklan yang telah mereka buat. Maka dari itu, pada awal mula teori pemasaran ini, perusahaan hanya memfokuskan untuk memberikan produk dan layanan yang sangat berarti untuk konsumennya saja.
  • Marketing 2.0 : Pada era marketing 2.0, perusahaan mulai memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan strategi berdasarkan minat dan kebutuhan konsumen, dan mencapai segmentasi pasar tertentu, mulai dari jenis kelamin, usia, dan gaya hidup mereka. Di era ini, pemasar tidak hanya berkomunikasi dengan media tradisional saja, mereka sudah mulai aktif mempromosikan produk mereka di media sosial yang di mana, masyarakat dan konsumen dapat berpartisipasi secara langsung mengenai produk atau jasa yang mereka berikan. Dengan begitu, pemasar dapat mengetahui lebih lanjut perilaku konsumen, kebutuhan konsumen, target pasar, dan lain sebagainya. Dengan begitu, mereka dapat merancang sebuah strategi marketing yang sesuai dengan segmentasi mereka.
  • Marketing 3.0 : Pada era marketing 3.0, perusahaan sudah mulai memperlakukan orang hanya sebagai konsumen. Ini berarti, perusahaan mulai mendekati konsumen secara manusia seutuhnya, mereka mulai memahami pikiran, hati, dan jiwa konsumen. Pada dasarnya, Marketing 3.0 sama seperti Marketing 2.0 yang berorientasi pada konsumen, namun di era ini, perusahaan memiliki tujuan untuk memuaskan konsumen. Saat ini, konsumen sudah mulai resah dan bingung, mereka mencari perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan terdalam mereka, seperti keadilan sosial, ekonomi, lingkungan, visi, misi, dan nilai mereka. Konsumen tidak hanya mencari produk yang fungsional saja, tetapi juga emosional yang memenuhi kebutuhan mereka. Maka dari itu, di era ini perusahaan memiliki tujuan untuk memberikan solusi dan mengatasi masalah yang ada di dunia masyarakat. Mereka percaya bahwa konsumen adalah manusia seutuhnya yang kebutuhannya tidak boleh diabaikan.
  • Marketing 4.0 : Marketing 4.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan atau organisasi dan pelanggan. Konsep marketing ini tercipta untuk menggabungkan pemasaran digital dan pemasaran tradisional untuk hidup berdampingan dalam Marketing 4.0 dengan tujuan memenangkan advokasi pelanggan.
    Perkembangan teknologi menyebabkan customer path berubah. Jika dahulu pada customer path dikenal dengan 4A, yakni Aware, Attitude, Act, dan Act Again. Maka customer path pada era marketing 4.0  telah berubah menjadi 5A, yaitu:
  • Aware : Dalam kondisi ini, para audiens sudah mengenal akan produk dan brand yang dijual. Para audiens sudah sadar akan adanya sebuah brand atau produk yang dijual melalui iklan berbagai media tradisonal seperti brosur, iklan, atau spanduk. 
  • Appeal : Pada tahapan ini, para audiens sudah mulai merasa tertarik dengan produk yang dijual. Mereka mulai mempertimbangkan apakah mereka benar-benar butuh akan produk tersebut? Mereka juga akan memikirkan apa mereka harus membeli produk itu? 
  • Ask : Karena audiens sudah tertarik dengan produk yang dijual dan mereka telah melakukan pertimbangan, maka mereka akan mulai mempertanyakan atau mencari tahu berbagi informasi secara mendalam tentang produk yang mereka suka. Para audiens kemungkinan akan bertanya pada temannya yang sudah pernah beli, mencari informasi ulasan di internet, atau mencari tahu berbagai komposisi barang dan harganya. 
  • Act : Setelah ketiga tahapan diatas sudah terlewati, audiens akhirnya akan mulai berani untuk bertindak. Akhirnya, mereka membeli produk yang memang mereka suka. 
  • Advocate : Jika pelanggan merasa puas akan produk yang sudah dibelinya, maka mereka akan menjadi advocate atas produk yang dijual. Artinya, mereka akan mulai merekomendasikan produk yang sudah mereka beli. Caranya bisa bermacam-macam, seperti memberikan feedback, rekemondasi, atau berbagai ulasan online atau offline.
IV. Marketing 4.0 Untuk Keunggulan Pemasaran
    Tidak dapat dipungkiri, dengan adanya marketing 4.0 berhasil mengubah rencana periklanan perusahaan mana pun. Untuk beradaptasi dengan kenyataan baru ini, tidak cukup hanya dengan memiliki situs web perusahaan dan beberapa akun media sosial. Kini, pengusaha perlu memikirkan pembangunan merek, yang sejalan dengan semua elemen dan kemungkinan lingkungan digital. Tantangan terkait persaingan juga semakin meningkat karena Internet telah membuka pintu bagi banyak bisnis yang sebelumnya tidak ada. Alhasil, jangkauan pilihan bagi konsumen pun semakin luas. Bagi bisnis, persaingan juga akan semakin ketat. Konsekuensi lain dari momen ini adalah konsumen menjadi kurang pasif. Karena orang juga memiliki lebih banyak kekuatan untuk berbicara dan kesempatan untuk memberikan pendapat mereka, merek perlu memperhatikan “jawaban” konsumen.
    Keuntungan utama pemasaran digital atau digital marketing adalah bahwa audiens yang ditargetkan dapat dijangkau dengan cara yang lebih hemat dalam segi biaya serta terukur. Meningkatkan loyalitas brand juga merupakan kelebihan yang sangat terasa dari digital marketing ini. Beberapa keuntungan lain dari diterapkannya digital marketing 4.0 pada suatu usaha, yaitu:
  • Jangkauan Global : pemasaran secara online memungkinkan suatu brand untuk menemukan pasar baru dan memperkenalkannya secara global hanya dengan investasi kecil. 
  • Keterbukaan : dengan terlibat melalui media sosial dan mengelolanya secara hati–hati, suatu brand dapat membangun loyalitas dan menciptakan reputasi mudah untuk diajak berinteraksi langsung oleh para pelanggan. 
  • Mengikuti Trend Saat Ini : digital marketing memungkinkan para pemilik usaha untuk membuat campaign yang menarik menggunakan taktik pemasaran konten. Konten ini dapat memperoleh social currency yang diteruskan dari pengguna ke pengguna dan menjadi viral.
KESIMPULAN

    Pemasaran adalah sebuah bentuk kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan para pelaku usaha dalam meningkatkan usahanya sehingga dapat berkesinambungan dan mendapatkan keuntungan. Strategi pemasaran merupakan salah satu dari beberapa cara untuk memenangkan keunggulan dalam bersaing yang berkelanjutan baik dalam perusahaan yang memproduksi barang maupun jasa. Setelah maraknya internet dan kemudahan komunikasi yang ditawarkanya, maka penerapan marketing pada perusahaan mulai mengadopsi media internet, yang kemudian disebut sebagai digital marketing. Dunia pemasaran terus berkembang, dulu dikenal era marketing 1.0 yang berorientasi pada produk, kini dunia pemasaran sudah berkembang hingga era marketing 4.0. Marketing 4.0 merupakan suatu pendekatan marketing yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antar pengusaha dan pelanggannya. Pada era seperti saat ini, kegiatan marketing tidak cukup dilakukan secara online saja. Namun juga dibutuhkan upaya pemasaran offline agar bisa memastikan bahwa konsumen benar-benar telah mendapatkan pelayanan yang memuaskan atas jasa atau produknya. Marketing 4.0 berhasil mengubah rencana periklanan perusahaan mana pun.  Keuntungan utama pemasaran digital atau digital marketing adalah bahwa audiens yang ditargetkan dapat dijangkau dengan cara yang lebih hemat dalam segi biaya serta terukur.

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Philip, dkk., 2019. Marketing 4.0 Moving From Traditional To Digital. Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey Published simultaneously in Canada

Justin G. Longenecker, dkk., Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil, 2013, Salemba Empat, Jakarta

Jonathan Sarwono, K. Prihartono Perdagangan Online: Cara Bisnis di Internet, 2015, Elex media Komputindo, Jakarta.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2008). Manajemen Pemasaran (13 Jilid 1). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pradiani, T. (2017). Pengaruh Sistem Pemasaran Digital Marketing Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan. Jurnal Jibeka, 11(2), 46–53. Sanjaya, R., & Tarigan, J. (2009).

Creative Digital Marketing. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.