Oktober 09, 2022

PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN PELANGGAN DALAM KINERJA PEMASARAN

Oleh : Nur Qalby Nabila Haswadi (@V30-NABILA) 

ABSTRAK 

Tujuan  artikel ini dibuat  adalah  mendeskripsikan pengaruh  orientasi  pasar  dan orientasi pelanggan  terhadap  keunggulan  bersaing  dan  kinerja pemasaran. Kinerja bisnis merupakan faktor yang umum digunakan untuk mengukur dampak dari sebuah strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan.

Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dari produk yang dihasilkan dan melakukan orientasi pasar dan pelanggan agar dapat bertahan dalam persaingan yang ada. Orientasi pasar dan pelanggan di perlukan untuk mempertahankan pelanggannya atau untuk mendapatkan nilai superior dari pelanggan agar dapat meningkatkan kinerja pemasaran. Kesimpulan dari artikel ini adalah semakin tinggi orientasi pelanggan dan orientasi pesaing maka kinerja pemasaran pada bisnis yang dijalankan juga akan semakin meningkat.


Kata kunci : Orientasi pelanggan, orientasi pasar, kinerja pemasaran 


PENDAHULUAN

Di era perdagangan bebas dan persaingan global ini, menuntut setiap perusahaan untuk siap dan mampu menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Persaingan yang semakin ketat dan konsumen yang semakin kritis dalam memilih produk, menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dalam menghasilkan suatu produk, dengan kata lain perusahaan harus mampu menawarkan produk baru yang berbeda dan jauh lebih baik dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.

Beberapa penelitian yang terkait dengan kinerja pemasaran menyatakan bahwa kenaikan maupun penurunan kinerja pemasaran dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sering digunakan untuk mengukur dampak dari strategi yang diterapkan perusahaan (Fatmawati, Pradhanawati, & Ngatno, 2016). Apabila dikelola dengan baik, sebuah bisnis dengan orientasi pasar memiliki berbagai manfaat dimana salah satunya adalah dapat menjelaskan perbedaan-perbedaan kinerja yang dicapai oleh perusahaan. 

    Fatonah dan Nugroho (2017) mendeskripsikan bahwa kinerja pemasaran memiliki korelasi yang positif dengan performa bisnis. Kinerja pemasaran tidak hanya meningkatkan nilai dalam bisnis, tetapi juga dapat menarik perusahaan baru. Kinerja pemasaran mampu ditingkatkan melalui orientasi pelanggan, dengan cara mengumpulkan beberapa informasi tentang apa yang dibutuhkan pelanggan. Mempunyai komitmen tinggi untuk selalu memberikan pelayanan yang baik. Mampu menyelesaikan keluhan pelanggan dan perusahaan mengetahui tentang bagaimana cara untuk selalu dapat memuaskan pelanggan. Dengan adanya orientasi pelanggan, maka kinerja pemasaran akan mampu meningkat. (Fatonah, 2017)

    Orientasi pasar merupakan budaya perusahaan yang bisa membawa pada meningkatnya kinerja pemasaran, Hasil penelitian yang  dilakukan  oleh Udriyah et al.,(2019) menyatakan    bahwa    orientasi    pasar    dan inovasi memberikan pengaruh pada keunggulan  bersaing  dan  kinerja  pemasaran, begitu  pula  hasil  penelitian  yang  dilakukan oleh Satwika   &   Dewi   (2018) menyatakan bahwa  orientasi  pasar  dan inovasi  mampu meningkatkan keunggulan bersaing dan kinerja  pemasaran


PEMBAHASAN

Kinerja pemasaran dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel salah satunya adalah orientasi pasar. Secara definisi, orientasi pasar merupakan kemampuan perusahaan untuk mempelajari pelanggan dan pesaingnya dalam rangka mengantisipasi secara akurat respons yang diambil untuk menarik atau mempertahankan para pelanggannya. dapat disimpulkan bahwa orientasi pasar merupakan kemampuan perusahaan untuk mempelajari atau memahami kondisi pasar yaitu para pelanggan (memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan) dan para pesaingnya (memahami keunggulan dan kelemahan) untuk mempertahankan pelanggannya atau untuk mendapatkan nilai superior dari pelanggan agar dapat meningkatkan kinerja pemasaran. 

1. Orientasi Pasar

Narver dan Slater (1990) mendefinisikan orientasi pasar sebagai budaya organisasi yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan perilaku-perilaku yang dibutuhkan untuk menciptakan superior value bagi pembeli dan menghasilkan superior performance bagi perusahaan, apalagi dalam lingkungan yang bersaing ketat. Lebih lanjut Narver dan Slater (1995) menjelaskan bahwa perusahaan yang telah menjadikan orientasi pasar sebagai budaya organisasi akan berfokus pada kebutuhan pasar eksternal, keinginan dan permintaan pasar sebagai basis dalam penyusunan strategi bagi masing-masing unit bisnis dalam organisasi, dan menentukan keberhasilan perusahaan. Perusahaan yang telah menjadikan orientasi pasar sebagai budaya  organisasi  akan  berdasar  pada kebutuhan  dasar   eksternal, Tujuan akhir orientasi pasar adalah untuk memuaskan pelanggan. Ketika mereka sukses, perusahaan menciptakan nilai pelanggan yang sama atau lebih tinggi daripada harga. Pendekatan ini cocok untuk pasar di mana selera dan preferensi konsumen berubah dengan cepat dan tidak stabil.

Orientasi pasar sangat efektif dalam mendapatkan dan mempertahankan keunggulan (Slater, 1995)kompetitif yang dimulai dengan perencanaan dan koordinasi dengan semua bagian yang ada dalam organisai untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Oleh karena itu orientasi pasar harus menekankan analisis kebutuhan dan keinginan target pasar secara efisien dan efektif dibandingkan dengan pesaingnya dalam usaha untuk mencapai keunggulan bersaing.

2. Orientasi Pelanggan 

    Orientasi pelanggan merupakan sebuah usaha untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan beberapa informasi tentang apa yang dibutuhkan pelanggan. Mempunyai komitmen yang tinggi untuk selalu memberikan pelayanan yang baik. Mampu menyelesaikan keluhan pelanggan dan perusahaan mengetahui tentang bagaimana cara untuk selalu dapat memuaskan pelanggan. Dengan adanya orientasi pelanggan, maka kinerja pemasaran akan mampu meningkat (Dewi, 2018). 

    Menurut Verhess dan Meulenberg (2004) orientasi pelanggan dan pesaing dapat berpengaruh positif atau negatif pada orientasi kinerja, tergantung dari kewenangan pemilik dalam mengembangkan produk baru. Orientasi pesaing yang kuat memiliki pengaruh positif pada kinerja inkremental dan orientasi pelanggan yang kuat berpengaruh positif signifikan pada kinerja inovasi. Berdasarkan uraian tersebut menunjukan masih terjadi perbedaan hasil pengaruh orientasi pelanggan dan pesaing pada kinerja organisasi.

KESIMPULAN 

Orientasi  pasar  dan inovasi  mampu meningkatkan keunggulan bersaing dan kinerja  pemasaran, Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dari produk yang dihasilkan dan melakukan orientasi pasar dan pelanggan agar dapat bertahan dalam persaingan yang ada. Orientasi pasar harus menekankan analisis kebutuhan dan keinginan target pasar secara efisien dan efektif dibandingkan dengan pesaingnya dalam usaha untuk mencapai keunggulan bersaing. orientasi pelanggan dan pesaing dapat berpengaruh positif atau negatif pada orientasi kinerja, tergantung dari kewenangan pemilik dalam mengembangkan produk baru. Semakin tinggi orientasi pelanggan dan orientasi pesaing maka kinerja pemasaran pada bisnis yang dijalankan juga akan semakin meningkat dan sebaliknya semakin rendah orientasi pelanggan maka tingkat kinrtja organisasi akan semakin jelek atau buruk.


DAFTAR PUSTAKA 

Fatmawati, R. A. (2016). Pengaruh Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan Terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Pemasaran Pada Warung Angkringan Kota Semarang. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 351–362.

Fatonah, S. d. (2017). Meningkatkan Kinerja Pemasaran Batik Skala Kecil dan Menengah Di Surakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AUB, 27-28.

Slater, S. F. (1995). Market Orientation and the Learning Organization. journal of marketing , 63-74.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.