November 12, 2022

MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN YANG BAIK DALAM MENINGKATKAN CITRA PERUSAHAAN

 


Oleh: Fhiladelvia (@V25-Fhiladelvia)

ABSTRAK

Budaya perusahaan merupakan tombak perusahaan dalam meningkatkan citra perusahaan, citra yang diharapkan oleh perusahaan adalah wish image yaitu image yang yang diharapkan terbentuk oleh perusahaan yang sudah disiapkan dan dituju dan juga masuk dalam corporate image yaitu image atau citra yang dibentuk oleh perusahaan. Apabila budaya perusahaan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan, kemudian dilaksanakan dengan baik, maka akan melahirkan citra atau image perusahaan yang baik pula.

Kata Kunci : Budaya organisasi, citra perusahaan, identitas perusahaan

 

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk sosial, tentunya tidak lepas dari proses komunikasi. Proses komunikasi yang terjadi antar manusia membentuk berbagai kesepakatan. Berbagai jenis perjanjian ini dari waktu ke waktu menjadi norma, ritual, ide, gagasan, adat istiadat, dan kebiasaan orang-orang dalam kelompok tertentu. Norma, ritual, ide, gagasan, adat dan kebiasaan inilah yang biasa kita sebut budaya. Ketika komunikasi yang menghasilkan budaya ini berlangsung dalam suatu kelompok masyarakat atau organisasi, maka terbentuk pula budaya yang mengatur dan mengikat mereka dalam organisasi tersebut. Budaya yang terbentuk inilah yang selanjutnya kita sebut sebagai budaya organisasi atau perusahaan. Budaya organisasi atau perusahaan yang didalamnya terdapat unsur-unsur budaya seperti norma atau aturan, etiket, pengetahuan, teknologi, dll. menjadi sangat penting karena menciptakan identitas suatu perusahaan.

Identitas perusahaan adalah cara seseorang atau kelompok lain mengetahui organisasi/perusahaan/kelompok yang memiliki identitas tersebut. Selain itu, identitas menjadi cerminan (image) perusahaan dengan identitas tersebut. Identitas adalah bagian dari budaya. Dalam suatu organisasi, peran budaya organisasi memiliki dampak yang nyata terhadap perilaku anggota organisasi sebagai individu, kelompok atau secara keseluruhan. Budaya organisasi akan membentuk identitas setiap anggota dan keterikatannya dengan organisasi, karena nilai-nilai bersama yang melekat memudahkan setiap anggota organisasi untuk memahami setiap peristiwa dan aktivitas tindakan yang dilakukan oleh organisasi.


PEMBAHASAN

A. Budaya Organisasi

Edy Sutrisno (2010:2) dalam bukunya menyebutkan bahwa budaya organisasi didefinisikan sebagai seperangkat sistem nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, asumsi-asumsi, atau norma-norma yang berlaku, disepakati, dan diikuti, oleh para anggota suatu organsisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah organsisasinya.

Trujillo dan Pacanowsky dalam Morissan (2009:101) dalam mengemukakan sebuah teori bahwa budaya bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh organisasi, budaya adalah sesuatu yang merupakan organisasi itu sendiri. Memahami individu sebagai suatu unit individu adalah lebih penting daripada melakukan generalisasi terhadap perilaku atau nilai-nilai organisasi secara keseluruhan.

Fungsi Budaya Organisasi Robbin dalam Edy (2010 : 10) disebutkan bahwa budaya memiliki beberapa fungsi diantaranya:

  1. Budaya organisasi mempunyai suatu peran pembeda, hal ini berarti bahwa budaya organisasi merupakan identitas yang menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lainnya.
  2. Budaya organisasi akan membangun rasa memiliki identitas bagi para anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya organisasi akan mempermudah timbulnya komitmen pada satu yang lebih luas dari pada kepentingan diri individu.
  4. Budaya organisasi akan meningkatkan kemantapan sistem sosial.

B. Citra Perusahaan

Iman Mulyana (2003:1) dalam artikelnya menyebutkan bahwa citra menunjukkan kesan suatu obyek terhadap obyek lain yang terbentuk dengan memproses informasi setiap waktu dari berbagai sumber yang terpercaya. Citra perusahaan (corporate image) adalah gagasan/persepsi mental dari khalayak tertentu atas suatu perusahaan atau organisasi, yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman khalayak itu sendiri (Anggoro, 2000:36).

Citra perusahaan dapat dilihat dari empat elemen, diantaranya:

  1. Personality, merupakan keseluruhan dari karakteristik perusahaan yang dipahami oleh publik sasaran, seperti perusahaan yang dapat dipercaya, perusahaan yang memiliki tanggung jawab social.
  2. Reputation, merupakan hal-hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini oleh publik sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak lain, seperti kinerja keamanan transaksi sebuah bank.
  3. Value, merupakan nilai-nilai yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dengan kata lain budaya perusahaan seperti sikap manajemen yang peduli terhadap pelanggan, karyawan yang cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan pelanggan.
  4. Corporate Identity, merupakan komponen-komponen yang mempermudah pengenalan public sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna, slogan, dll.

C. Strategi Membangun Budaya Perusahaan

Strategi membangun budaya organisasi yang baik, antara lain:

1.     Menetapkan Nilai dan Tujuan Perusahaan

Budaya perusahaan nantinya akan berperan sebagai identitas yang melekat pada citra perusahaan. Oleh karena itu perlu kehati-hatian agar dapat menentukan nilai dasar yang kuat. Nilai dan tujuan ini kemudian dikembangkan ke dalam visi dan misi perusahaan. Sehingga, memiliki cakupan yang lebih konkrit dan komprehensif.

2.     Mengembangkan Sistem yang Berakar Pada Nilai

Sistem ini bermacam-macam, misalnya sistem hirarki, struktural organisasi, serta aturan-aturan yang berlaku di dalam instansi. Tahap ini merupakan tahap paling rumit dan memerlukan perencanaan  matang. Sebab perubahan yang mendadak dan tidak terstruktur dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan.

3.     Komunikasi, Sosialisasi, dan Pelatihan

Diperlukan komunikasi pada para karyawan mengenai sistem dan budaya yang diharapkan oleh perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan sosialisasi dan berbagai pelatihan. Tentunya untuk membentuk sebuah budaya tidaklah instan. Sosialisasi dan pelatihan harus dilakukan secara rutin dan bertahap untuk menanamkan budaya yang diinginkan oleh perusahaan. Transparansi gaya kerja dan budaya perusahaan juga diperlukan saat seleksi rekruitmen karyawan. Tujuannya untuk memfilter agar talenta yang terpilih selaras dengan budaya perusahaan.

4.     Memperhatikan Kesehatan Mental Setiap Orang

Kesehatan mental merupakan salah satu elemen paling penting dalam budaya organisasi yang baik, namun hal ini sering kali kurang diperhatikan oleh perusahaan. Tempat kerja merupakan tempat yang sangat rentan terhadap stress. Apabila perusahan membiarkan stress terjadi pada karyawannya, maka dapat mempengaruhi kondisi mental dan fisik karyawan tersebut dan pada akhirnya menurunkan kinerja mereka.

5.     Menanamkan Toleransi dalam Perusahaan

Dalam perusahaan, perbedaan merupakan suatu hal yang wajar. Perbedaan ini bisa berupa kepercayaan, budaya, sudut pandang, atau bentuk lainnya. Masukkan nilai toleransi ke dalam peraturan perusahaan, sehingga semua karyawan dapat saling menghargai dan tidak mendiskriminasi terhadap perbedaan yang ada.

6.     Menilai Karyawan Secara Objektif

Penilaian kinerja merupakan proses yang perlu dilakukan untuk memotivasi karyawan agar terus berkembang. Penilaian ini harus dilakukan berdasarkan kinerja dan pencapaian karyawan.

7.     Melakukan Quality Control

Perkembangan budaya yang tercipta terus dievaluasi apakah sudah sesuai dengan standar yang diharapkan. Manajemen dan pengkajian ulang budaya secara berkala perlu untuk memastikan budaya organisasi tetap sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

KESIMPULAN

Budaya mengekspresikan tujuan melalui nilai-nilai dan kepercayaan. Budaya memandu kegiatan melalui asumsi bersama dan norma kelompok. Karena membentuk sikap dan perilaku, budaya dapat menjadi energi menuju tujuan bersama. Itu tidak hanya mendorong karyawan untuk bekerja keras untuk mencapai target, tetapi merasa senang melakukannya. Organisasi dan seluruh bagian yang ada di dalamnya budaya berpedoman pada nilai-nilai perusahaan, sehingga seluruh kegiatan yang dilakukan memiliki tujuan mewujudkan nilai-nilai perusahaan itu sendiri yang menjadi citra yang diharapkan dari perusahaan. Sehingga budaya-budaya organisasi dijadikan sarana dalam membentuk citra perusahaan. Karena jika budaya organisasi yang dibentuk memiliki tujuan mewujudkan nilai-nilai perusahaan yang sudah menjadi citra yang diharapkan perusahaan, dilaksanakan dengan baik, dan apabila terwujud maka terwujud pula citra perusahaan yang diharapkan.


DAFTAR PUSTAKA

Anindita, K. (2022, Agustus 13). 7 Strategi Membangun Budaya Organisasi yang Baik. Retrieved from www.hashmicro.com: https://www.hashmicro.com/id/blog/budaya-organisasi-yang-baik/

Nafis, H. (2020). MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI. Jurnal Tunas Pendidikan3(1), 131-138.

Prabawa, A. (2011). Optimalisasi Budaya Organisasi Dalam Membangun Image Organisasi. Jurnal Ekonomika Universitas Wijayakusuma Purwokerto14(4), 23143.

Prasetya, W. (2021). Analisis Hubungan Budaya Perusahaan, Kualitas Layanan dan Citra Perusahaan. Jurnal Metris22(01), 37-48.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.