November 10, 2022

MOTIVASI KERJA KARYAWAN UNTUK UNSUR SUATU TUJUAN

 


Laykha Fitriani Az Zahra (@V12-LAYKHA)

ABSTRAK

Artikel ini membahas lebih dalam tentang apa itu motivasi kerja, teori-teori motivasi kerja, ciri-ciri motivasi kerja dan Memotivasi Karyawan Melalui Keterikatan Karyawan (Employee Engagement). Motivasi dapat dipandang sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling, dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang atau keinginan untuk mencurahkan segala tenaga karena adanya suatu tujuan. Seperti yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2009:61). Motivasi muncul dari dalam diri manusia karena dorongan oleh adanya unsur suatu tujuan. Tujuan ini menyangkut soal kebutuhan dapat dikatakan bahwa tidak akan ada suatu motivasi apabila tidak dirasakan adanya suatu kebutuhan.

Kata kunci: motivasi, teori, ciri

 

PENDAHULUAN

Sumber daya manusia yang baik sangat berpengaruh dalam kegiatan perusahaan. Oleh karena itu pembinaan dan pengarahan sangatlah penting untuk diberikan kepada para karyawannya. Selain pelatihan dan pendidikan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, manajemen juga setidaknya juga perlu memberikan suatu motivasi kepada para karyawan, agar mereka merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan diperhatikan oleh manajemen, sehingga para karyawan pun dapat memberikan kontribusi yang baik kepada perusahaan atau organisasi.

Dengan adanya pemberian motivasi atau perhatian langsung dari manajemen atau perusahaan. Karyawan dapat meningkatkan potensi serta meningkatkan kualitas mereka. Harapan lain bagi karyawan adalah adanya peluang untuk meningkatkan karir ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan dari perusahaan itu sendiri, keuntungan yang dapat diambil adanya loyalitas karyawan karyawan terhadap perusahaan dapat ditingkatkan, selain keluar￾masuknya karyawan dapat ditekan, karyawan juga akan bekerja dengan bersemangat dan bergairah karena mereka merasa ikut bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaan.Pemberian motivasi itu bukan hanya dari perhatian dan penghargaan, tetapi juga dapat diberikan dengan cara punishment atau berupa hukuman dan teguran. Jika hal ini tidak diperhatikan oleh manajemen maka akan sangat berdampak pada penurunan prestasi kerja para karyawan, sehingga mereka akan cendrung untuk bermalas-malasan dalam bekerja.

PEMBAHASAN

Motivasi Kerja

Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Dorongan tersebut terdiri dari dua komponen, yaitu: arah perilaku kerja (kerja untuk mencapai tujuan), dan kekuatan perilaku (sebagai kuat usaha individu dalam bekerja). Motivasi meliputi perasaan unik, pikiran dan pengalaman masa lalu yang merupakan bagian dari hubungan internal dan eksternal perusahaan. Motivasi muncul dari dalam diri manusia karena dorongan oleh adanya unsur suatu tujuan. Tujuan ini menyangkut soal kebutuhan dapat dikatakan bahwa tidak akan ada suatu motivasi apabila tidak dirasakan adanya suatu kebutuhan. Motivasi dapat dipandang sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling, dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang atau keinginan untuk mencurahkan segala tenaga karena adanya suatu tujuan. Seperti yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2009:61).

Menurut Robbins (2008:222) motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seseorang individu untuk mencapai tujuan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa;

1).    Motivasi kerja merupakan bagian yang urgen dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk pencapaian tujuan atau sasaran yang ingin dicapai,

2).    Motivasi kerja mengandung dua tujuan utama dalam diri individu yaitu untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadi dan tujuan organisasi, dan

3).    Motivasi kerja yang diberikan kepada seseorang hanya efektif manakala di dalam diri seseorang itu memiliki kepercayaan atau keyakinan untuk maju dan berhasil dalam organisasi

Teori-Teori Motivasi Kerja

Terdapat beberapa teori yang membahas tentang motivasi kerja salah satunya teori kebutuhan dari Abraham Maslow. Bagi Maslow Setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hierarki dari tingkat yang paling dasar sampai pada tingkatan yang paling tinggi. Abraham maslow membagi kebutuhan manusia atas lima kebutuhan yaitu:

1).    Kebutuhan fisiologis

Yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas dan seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.

2).    Kebutuhan rasa aman

Yaitu kebutuhan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan hidup.

3).    Kebutuhan untuk merasa memiliki

Yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafialisasi, berinteraksi dan kebutuhan mencintai dan dicintai

4).    Kebutuhan harga diri

Yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.

5).    Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri

Yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide memberi penilaian dan kritikan terhadap sesuatu.

Ciri-Ciri Motivasi Kerja

Menurut Anoraga terdapat empat ciri motif yakni sebagai berikut:

a)      Motif adalah Majemuk

Dalam suatu perbuatan sebenarnya tidak hanya mempunyai satu tujuan tetapi beberapa tujuan yang berlangsung bersama-sama.

b)      Motif dapat Berubah-ubah

Motif bagi seseorang sering kali mengalami perubahan. Hal ini disebabkan keinginan manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan atau kepentingannya.

c)      Motif dapat berbeda-beda bagi individu

Dua orang yang melakukan pekerjaan yang sama ternyata memiliki motif yang berbeda.

d)      Beberapa motif tidak disadari oleh individu

Banyak tingkah laku manusia yang tidak disadari oleh pelakunya, sehingga beberapa dorongan yang muncul karena berhadapan dengan situasi yang kurang menguntungkan, lalu ditekan di bawah sadarnya. Dengan demikian kalau ada dorongan dari dalam yang kuat menjadikan individu yang bersangkutan tidak bisa memahami motifnya sendiri.

Dari semua motif tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap orang dapat memiliki motif yang berbeda-beda dan terkadang motif yang timbul tidak disadari oleh individu tersebut selain itu motif mereka juga bisa berubah-ubah dan tidak hanya ada satu motif namun terdapat beberapa motif yang berlangsung bersamaan.

Memotivasi Karyawan Melalui Keterikatan Karyawan (Employee Engagement)

Keterikatan karyawan adalah komitmen emosional karyawan pada organisasi dan tujuannya. Komitmen emosional ini berarti karyawan benar- benar peduli tentang pekerjaan dan perusahaan mereka. Mereka tidak bekerja hanya untuk gaji, atau hanya untuk promosi, tetapi bekerja atas nama tujuan organisasi (Blessing White, 2011). Perusahaan akan lebih memaksimalkan potensi setiap individunya untuk mencapai tujuan dari perusahaan, sedangkan karyawan akan mencari kepuasan individu untuk memaksimalkan kinerja mereka untuk perusahaan tersebut. Teori ini lebih dikenal dengan “X Model of Engagement” yang terdiri dari lima unsur yang mendasar. Employee Engagement akan bisa dicapai ketika karyawan dapat mencapai kepuasan kerja maksimum sementara pada saat yang sama mereka memberikan kontribusi yang signif kan terhadap tujuan organisasi secara keseluruhan.

 

KESIMPULAN

Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Motivasi kerja merupakan bagian yang urgen dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk pencapaian tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, Motivasi kerja mengandung dua tujuan utama dalam diri individu yaitu untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadi dan tujuan organisasi, Motivasi kerja yang diberikan kepada seseorang hanya efektif manakala di dalam diri seseorang itu memiliki kepercayaan atau keyakinan untuk maju dan berhasil dalam organisasi Dengan adanya pemberian motivasi atau perhatian langsung dari manajemen atau perusahaan. Karyawan dapat meningkatkan potensi serta meningkatkan kualitas mereka. Harapan lain bagi karyawan adalah adanya peluang untuk meningkatkan karir ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan dari perusahaan itu sendiri, keuntungan yang dapat diambil adanya loyalitas karyawan karyawan terhadap perusahaan dapat ditingkatkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bahri, S., & Nisa, Y. C. (2017). Pengaruh Pengembangan Karir Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 18(1), 9-15.

Kang Atep Afia Channel. Motivasi Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Kesejahteraan Karyawan. 2022. [Video]. Diakses melalui https://youtu.be/JhRLJOMeAZk

Manurung, T. M. S., & Harni, B. (2008). Kajian Motivasi Kerja dan Produktivitas Karyawan. Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR), 8(2), 103-114.

Modul perkuliahan Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.