November 10, 2022

PENGARUH MOTIVASI KERJA KARYAWAN DAN CARA MENINGKATKANNYA


Oleh : Tasya Reviana Azhari (@V28-TASYA)


ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang pengaruh motivasi kerja karyawan dan cara meningkatkannya. Latar belakang dari artikel ini yaitu banyaknya karyawan yang tidak memiliki motivasi dalam bekerja, sehingga tidak maksimal dalam mengerjakan pekerjaannya dan membuat tujuan perusahaan tidak kunjung tercapai. Artikel ini disusun bertujuan agar setiap orang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik setelah meningkatkan motivasi bekerja, sehingga tujuan perusahaan dan tujuan yang dimiliki para karyawan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Kata Kunci : Pengaruh, Motivasi Kerja, Aspek, Jenis, Faktor Motivasi


PENDAHULUAN

Seseorang melakukan suatu pekerjaan atau suatu kegiatan karena adanya motivasi. Motivasi pada hakekatnya adalah keadaan mental seseorang yang mendorong tindakan (aktivitas/aktivitas) dan memberikan kekuatan (energi) yang mengarah pada pencapaian kebutuhan. Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat untuk bekerja.

Motivasi atau semangat kerja sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti atasan/manajer, rekan kerja, fasilitas fisik, adat/aturan, penghargaan, jenis pekerjaan dan tantangan. Hasrat dan keinginan manusia sebagai motivator adalah sesuatu yang tidak dapat diamati tetapi hanya dapat disimpulkan. Organisasi yang fokus pada klien (pelanggan) tanpa fokus terlebih dahulu pada karyawan ibarat bangunan tanpa pondasi, tanpa kerangka yang kuat dan responsif untuk menahan konflik internal. Beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam bekerja adalah motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja. 

Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja karyawan, sedangkan faktor keterampilan dan lingkungan kerja memiliki hubungan tidak langsung dengan kinerja. Baik faktor kemampuan maupun lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan, sehingga perlu mulai membangun dan meningkatkan motivasi kerja untuk meningkatkan kinerja. Karyawan diberikan kesempatan untuk memelihara dan memelihara motivasi kerja. Pemberdayaan sebagai sarana berwirausaha bagi orang lain, penanaman rasa memiliki (ownership), bentuk kerja berdasarkan komitmen (keterlibatan) dan upaya melibatkan orang lain (partisipasi) berpengaruh positif dalam menjaga dan memelihara motivasi kerja.


PEMBAHASAN

Menurut Wexley dan Yukl dalam As'ad (2002) Motivasi berarti pemberian/penimbulan motif dan hal/keadaan yang menimbulkan motif, sedangkan Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, dimana kuat atau lemahnya motivasi kerja seorang karyawan ikut andil dalam menentukan besar kecilnya prestasi yang dicapai.

Menurut Sondang P Sagian (2008:138), Motivasi kerja merupakan kemampuan dalam membentuk keahlian dan keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Miftahun dan Sugiyanto (2010), motivasi kerja adalah suatu usaha yang dapat menimbulkan suatu perilaku, mengarahkan perilaku, dan memelihara atau mempertahankan perilaku yang sesuai dengan lingkungan kerja dalam organisasi. 

Menurut Pinder (2013), motivasi kerja adalah seperangkat kekuatan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang yang mendorong untuk memulai berperilaku kerja, sesuai dengan format, arah, intensitas dan jangka waktu tertentu.

Menurut Steiner dan Berelson dalam Siswanto Sastrohadiwiryo, Motivasi kerja memiliki arti sebagai sikap mental dan keadaan kejiwaan manusia yang memberikan energi, menggerakkan/mendorong kegiatan dan mengarah/menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Motivasi Kerja adalah sesuatu yang mendorong seseorang (baik berasal dari dalam maupun dari luar diri seseorang), sehingga seseorang tersebut akan memiliki semangat, keinginan dan kemauan yang tinggi serta akan memberikan kontribusi yang sebesar besarnya demi keberhasilan mencapai tujuan bersama.


Indikator Motivasi Kerja

Berdasarkan definisi Motivasi Kerja menurut Sondang P. Siagian (2008:138), terdapat 8 indikator motivaso kerja yang terdiri dari :

1. Daya Pendorong

Daya pendorong adalah semacam naluri, yang berupa suatu dorongan kekuatan untuk menggerakkan seseorang dalam berperilaku guna mencapai tujuan. Cara yang digunakan individu dapat berbeda beda sesuai dengan latar belakang kebudayaannya masing-masing.

2. Kemauan

Kemauan adalah dorongan untuk melakukan sesuatu karena terstimulasi/terpengaruh dari luar (orang lain atau lingkungan). Kemauan mengindikasikan adanya reaksi tertentu sebagai akibat adanya tawaran dari orang lain.

3. Kerelaan 

Kerelaan adalah suatu bentuk persetujuan atas permintaan orang lain agar dirinya mengabulkan permintaan tersebut tanpa merasa adanya keterpaksaan (ikhlas).

4. Membentuk Keahlian 

Membentuk keahlian adalah proses penciptaan atau pembentukkan, proses mengubah kemahiran seseorang dalam suatu bidang ilmu tertentu.

5. Membentuk Keterampilan

Keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil/prestasi tertentu. Untuk membentuk keterampilan membutuhkan gerakan motorik dan juga penguasaan fungsi mental yang besifat kognitif.

6. Tanggung Jawab

Tanggung jawab berarti suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan, baik berupa hak dan kewajiban ataupun kekuasaan, Tanggung jawab diartikan secara umum sebagai kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu.

7. Kewajiban

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan atas sesuatu yang dibebankan kepadanya. Misalnya dalam bidang kerja, setiap orang akan diberikan tugas-tugas yang harus diselesaikan.

8. Tujuan

Tujuan merujuk pada pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang, dimana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk mewujudkannya.


Jenis-jenis Motivasi Kerja 

Menurut Hasibuan (2013), terdapat dua jenis motivasi kerja, yaitu: 

  1. Motivasi positif. Dalam motivasi positif pimpinan memotivasi (merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi di atas prestasi standar, dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat. Insentif yang diberikan kepada karyawan di atas standar dapat berupa uang, fasilitas, barang, dan lain-lain.
  2. Motivasi negatif. Dalam motivasi negatif, pimpinan memotivasi dengan memberikan hukuman bagi mereka yang bekerja di bawah standar yang ditentukan. Dengan motivasi negatif semangat bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu yang panjang dapat berakibat kurang baik.

Menurut Wibiasuri (2014), terdapat tiga jenis bentuk motivasi kerja, yaitu: 

  1. Materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan itu berupa uang atau barang yang memiliki nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misal: kendaraan, rumah dan lain-lainnya. 
  2. Non-materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan berupa barang/benda yang tidak ternilai, jadi hanya memberikan kepuasan/kebanggaan rohani saja, Misalnya: medali, piagam, bintang jasa dan lain-lainnya. 
  3. Kombinasi materiil dan non materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan itu berupa materiil (uang atau barang) dan non materiil /medali dan piagam) jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan/kebanggaan rohani.


Aspek-aspek Motivasi Kerja

Menurut Munandar (2001), aspek-aspek motivasi kerja adalah sebagai berikut:

1. Adanya kedisiplinan dari karyawan 

Yaitu, sikap tingkah laku atau perbuatan pada karyawan untuk melakukan aktivitas-aktivitas kerja yang sesuai dengan pola-pola tertentu. Keputusan-keputusan dan norma-norma yang telah ditetapkan dan disetujui bersama baik tulis maupun lisan serta sanggup menerima sanksi bila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan.

2. Imajinasi yang tinggi dan daya kombinasi 

Membuat hasil kerja dan kombinasi ide-ide atau gambaran disusun secara lebih teliti atau inisiatif sendiri bukan ditiru dan bersifat konstruktif sehingga membentuk suatu hasil atau produk yang mendukung pada kualitas kerja yang lebih baik.

3. Kepercayaan diri 

Perasaan yakin yang dimiliki karyawan terhadap kemampuan dirinya. Daya berpikir positif dalam menghadapi kenyataan yang terjadi serta bertanggung jawab atas keputusan yang dapat diambil sehingga dapat menyelesaikan masalahnya dengan tenang.

4. Daya tahan terhadap tekanan 

Reaksi karyawan terhadap pengalaman emosional yang tidak menyenangkan yang dirasakan sebagai ancaman atau sebab adanya ketidak-seimbangan antara tuntutan dan kemauan yang dimiliki, dan tekanan tersebut diselesaikan dengan cara tersendiri yang khas bagi masing-masing individu.

5. Tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan 

Suatu kesadaran pada individu untuk melaksanakan kewajiban atau pekerjaan, diiringi rasa keberanian menerima segala risiko, inisiatif yang besar dalam menghadapi kesulitan terhadap pekerjaan dan dorongan yang besar untuk menyelesaikan apa yang harus dan patut diselesaikan.


Asas-asas Motivasi Kerja 

Menurut Hasibuan (2013), asas motivasi kerja terdiri dari asas mengikutsertakan, komunikasi, pengakuan, wewenang yang didelegasikan dan perhatian timbal balik. Adapun penjelasan asas-asal motivasi kerja adalah sebagai berikut:

A. Asas mengikutsertakan 

Asas mengikutsertakan maksudnya mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan ide-ide, rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan cara ini, bawahan merasa ikut bertanggung jawab atas tercapainya tujuan perusahaan sehingga moral dan gairah kerjanya akan meningkat.

B. Asas komunikasi 

Asas komunikasi maksudnya menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai, cara mengerjakannya, dan kendala yang dihadapi. Dengan asas komunikasi, motivasi kerja bawahan akan meningkat. Sebab semakin banyak seseorang mengetahui suatu soal, semakin besar pula minat dan perhatiannya terhadap hal tersebut. Jika seorang pemimpin secara nyata berikhtiar untuk senantiasa memberikan informasi kepada bawahannya, ia akan berkata, "saya rasa Saudara orang penting, saya hendak memastikan bahwa Saudara mengetahui apa yang sedang terjadi". Dengan cara ini, bawahan akan merasa dihargai dan akan lebih giat bekerja.

C. Asas pengakuan 

Asas pengakuan maksudnya memberikan penghargaan dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya. Bawahan akan bekerja keras dan semakin rajin, jika mereka terus-menerus mendapat pengakuan dan kepuasan dari usaha-usahanya. Dalam memberikan pengakuan/pujian kepada bawahan hendaknya dijelaskan bahwa dia patut menerima penghargaan itu, karena prestasi kerja atau jasa-jasa yang diberikannya. Pengakuan dan pujian harus diberikan dengan ikhlas di hadapan umum supaya pengakuan/pujian itu semakin besar.

D. Asas wewenang yang didelegasikan 

Asas wewenang yang didelegasikan adalah mendelegasikan sebagian wewenang serta kebebasan karyawan untuk mengambil keputusan dan berkreativitas dan melaksanakan tugas-tugas atasan atau manajer. Dalam pendelegasian ini, manajer harus meyakinkan bawahan bahwa karyawan mampu dan dipercaya dapat menyelesaikan tugas-tugas itu dengan baik. Misalnya dengan mengatakan, "Ini suatu pekerjaan, Saudara dapat mengambil keputusan sendiri bagaimana harus melakukannya". Dengan tindakan ini manajer menyatakan secara jelas bahwa bawahan itu cakap dan penting. Asas ini akan memotivasi moral/gairah bekerja bawahan sehingga semakin tinggi antusias.

E. Asa perhatian timbal balik 

Asas perhatian timbal balik adalah memotivasi bawahan dengan mengemukakan keinginan atau harapan perusahaan di samping berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan bawahan dari perusahaan. Misalnya, manajer minta supaya karyawan meningkatkan prestasi kerjanya sehingga perusahaan memperoleh laba yang lebih banyak. Apabila laba semakin banyak, balas jasa mereka akan dinaikkan. Jadi ada perhatian timbal balik untuk memenuhi keinginan semua pihak. Dengan asas motivasi ini diharapkan prestasi kerja karyawan akan meningkat.


Faktor Pendorong Motivasi Kerja 

Menurut Wibowo (2014), terdapat tiga faktor pendorong utama motivasi kerja, yaitu:

A. Energize 

Energize adalah yang dilakukan pemimpin ketika mereka menetapkan contoh yang benar, mengkomunikasikan yang jelas dan menantang dengan cara yang tepat. Hal tersebut dilakukan dengan exemplify, communicate dan chalange. 

  1. Exemplify, adalah memotivasi dengan cara memulai memberi contoh yang baik. 
  2. Communicate, merupakan sentral kepemimpinan termasuk bagaimana pemimpin berbicara, mendengar dan belajar. 
  3. Challenge, adalah tantangan yang disukai orang. Pemimpin dapat mencapai tujuan karena menghubungkan tujuan dengan pemenuhan keinginan.

B. Encourage 

Encourage adalah apa yang dilakukan pemimpin untuk pendukung proses motivasi melalui pemberdayaan, coaching dan penghargaan. Encourage dilakukan dengan cara empower, coach dan recognize. 

  1. Empower, merupakan proses dimana orang menerima tanggung jawab dan diberi kewenangan untuk melakukan pekerjaannya. 
  2. Coach, merupakan kesempatan bagi pemimpin untuk mengenal bawahannya secara pribadi dan menunjukkan bagaimana dapat membantu pekerja dalam mencapai tujuan pribadi dan organisasi. 
  3. Recognize, alasan tunggal yang paling kuat mengapa orang bekerja, di samping keperluan penghasilan.

C. Exhorting 

Exhorting adalah bagaimana pemimpin menciptakan pengalaman berdasarkan pengorbanan dan inspirasi yang menyiapkan landasan dimana motivasi berkembang. Exhorting dilakukan melalui sacrifice dan inspire. 

  1. Sacrifice, suatu ukuran pelayanan yang paling benar dengan menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri. 
  2. Inspire, merupakan turunan motivasi, apabila motivasi datang dari dalam maka bentuknya adalah self-inspiration.


Bentuk Motivasi Kerja 

Menurut Siswanto (2005), Pada umumnya bentuk motivasi yang sering dianut perusahaan meliputi empat unsur utama, yaitu kompensasi bentuk uang, pengarahan dan pengendalian, penerapan pola kerja yang efektif, serta kebajikan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

A. Kompensasi bentuk uang 

Salah satu bentuk yang paling sering diberikan kepada tenaga kerja adalah berupa kompensasi. Kompensasi yang diberikan kepada tenaga kerja biasanya berwujud uang. Kompensasi sebagai kekuatan untuk memberi motivasi selalu memiliki reputasi atau nama yang baik, dan memang sudah selayaknya demikian. Meskipun kurang tepat sama sekali bahwa semua orang akan berbuat apa saja untuk meningkatkan pendapatan. Namun, selama beberapa dekade terbukti bahwa hampir semua orang akan berbuat apa saja untuk mencegah agar sumber pendapatan mereka tidak diambil orang lain.

B. Pengarahan dan pengendalian 

Pengarahan maksudnya menentukan apa yang harus mereka kerjakan atau tidak mereka kerjakan. Sedangkan pengendalian maksudnya menentukan bahwa tenaga kerja harus mengerjakan hal-hal yang telah diinstruksikan. Sebenarnya dua hal tersebut sebagai perangsang telah berkembang dan dianut oleh berbagai perusahaan sejak berabad-abad lamanya. Hingga kini hal tersebut masih digunakan para manajer untuk memotivasi para tenaga kerja. Fungsi pengarahan mencakup berbagai proses operasi standar, pedoman, dan buku panduan, bahkan Management By Objective (MBO)/ manajemen berdasarkan sasaran. Fungsi pengendalian mencakup penilaian kerja, pemeriksaan mutu, dan pengukuran hasil kerja.

C. Penetapan pola kerja yang efektif 

Pada umumnya, reaksi dari kebosanan kerja akan menghambat produktivitas kerja. Karena manajemen menyadari bahwa masalahnya bersumber pada cara pengaturan pekerjaan, mereka menanggapinya dengan berbagai teknik, beberapa diantaranya efektif dan yang lain kurang efektif. Teknik tersebut, antara lain:

  1. Memperkaya pekerjaan, yaitu penyesuaian tuntutan pekerjaan dengan kemampuan tenaga kerja. 
  2. Manajemen partisipasi, yaitu penggunaan berbagai cara untuk melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan (decision making) yang mempengaruhi pekerjaan mereka. 
  3. Mengalihkan perhatian para pekerja dari pekerjaan yang membosankan kepada instrumen (alat) waktu luang untuk istirahat atau sarana lain yang lebih fantastis.
D. Kebajikan 

Kebajikan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang diambil dengan sengaja oleh manajemen untuk mempengaruhi sikap atau perasaan para tenaga kerja. Dengan kata lain, kebajikan adalah usaha untuk membuat tenaga kerja bahagia. Tenaga kerja yang tidak bahagia bebas membentuk serikat pekerja, untuk itu manajemen secara resmi perlu melakukan tawar-menawar. Dengan cara ini, usaha untuk membahagiakan para tenaga kerja jauh lebih ditonjolkan daripada sebelumnya. Manajemen tenaga kerja menyadari dan berusaha sungguh-sungguh untuk merangsang dan memelihara sikap positif itu pada setiap kegiatan perusahaan.


Cara meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

1. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Suasana tempat kerja sangat penting bagi karyawan. Maka, buatlah ruang kerja yang nyaman, dipenuhi semangat dan energi positif. Dengan memberikan kebebasan pada setiap karyawan untuk mengatur meja kerja dengan ornamen yang mereka inginkan asalkan tidak berlebihan. Selain itu, menciptakan iklim kerja positif bisa dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang disegani, tidak menjadi pemimpin yang arogan, dan menerapkan servant leadership.

2. Menerapkan Cara Berkomunikasi Efektif

Meningkatkan motivasi kerja dapat dilakukan dengan membangun komunikasi efektif di tempat kerja. Dengan cara mengadakan diskusi secara langsung, atau komunikasi secara tatap muka. Dengan begitu kita dapat memahami gaya komunikasi masing-masing individu di dalam perusahaan.

3. Memberi Apresiasi Atas Prestasi

Menghargai kinerja pekerja Anda akan memperkuat keterlibatan mereka dalam mencapai tujuan yang ditargetkan perusahaan. Apresiasi tidak harus selalu dengan reward atau hadiah. Apresiasi dapat diberikan dengan cara mengucapkan rasa terima kasih secara langsung kepada karyawan atau tim yang telah berkontribusi dan juga memberikan pujian yang tulus dari hati untuk disampaikan kepada seluruh anggota tim bahwa mereka telah melakukan kerja yang sangat baik.

4. Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan

Kesejahteraan karyawan tidak melulu soal bonus, tunjangan atau keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan saja. Kesejahteraan karyawan juga bisa dicapai dengan tidak memberikan beban target di luar kemampuan karyawan. Meningkatkan kesejahteraan karyawan, juga bisa dalam bentuk memberikan pelatihan manajemen, memberi paket kursus pengembangan diri, atau mengadakan webinar yang mendukung peningkatan skill dan kemampuan karyawan. Hal ini tidak saja menguntungkan karyawan, namun sudah pasti memberi dampak positif pula bagi peningkatan kinerja bisnis.

5. Memberikan Kepercayaan dan Rasa Hormat

Dengan cara memberi kebebasan pada karyawan untuk mengatur beban kerja mereka sendiri dan menentukan siklus kerja yang membuat mereka nyaman dan bekerja lebih produktif serta memberi tanggung jawab kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugas baru agar mereka merasa diperhitungkan dan diberi kesempatan untuk berkembang.


KESIMPULAN

Dalam bekerja, sangat diperlukan semangat dan motivasi kerja yang tinggi. Upaya untuk meningkatkan semangat kerja tidak terlepas dari motivasi. Motivasi yang berarti dorongan atau daya penggerak merupakan hal yang penting bagi setiap orang, terlebih bagi orang yang ingin bertahan di suatu karier, untuk mengembangkan karier bahkan untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi. Tanpa motivasi kerja yang tinggi, tidak mungkin akan mencapai prestasi kerja yang tinggi. 

Motivasi kerja merupakan stimulus atau rangsangan bagi setiap pegawai untuk bekerja dalam menjalankan tugasnya. Dengan motivasi yang baik maka para pegawai akan merasa senang dan bersemangat dalam bekerja sehingga mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan yang signifikan pada diri organisasi. Motivasi dilaksanakan bukan dari atasan saja, tetapi juga dari diri sendiri yang mana motivasi tersebut diartikan sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melaksanakan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan yang diharapkan. Tidak ada alasan untuk tidak memiliki semangat dalam bekerja, apapun kondisinya dalam bekerja. Untuk membina motivasi diri dalam bekerja, awali dengan niat untuk beribadah, kemudian syukuri pekerjaan saat ini, dan miliki mental juara agar memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan yang terbaik.  


DAFTAR PUSTAKA

Erisandi, D. (2015). Motivasi kerja pegawai. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI.

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/MENJAGA%20MOTIVASI%20KERJA_0.pdf

Motivasi Kerja : Pengertian, Indikator, & Cara Meningkatkannya! (2022, April 18). Payroll, ESS, and Talent Management. https://www.linovhr.com/motivasi-kerja/

Riadi, Muchlisin. (2020). Motivasi Kerja (Pengertian, Jenis, Aspek, Asas, Bentuk dan Faktor Pendorong). https://www.kajianpustaka.com/2020/08/motivasi-kerja.html

Wicaksono, P. (2021). 5 Langkah Tepat Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan. QuBisa. https://www.qubisa.com/article/meningkatkan-motivasi-kerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.