November 11, 2022

Memelihara Motivasi Kerja Karyawan untuk Meningkatkan Kinerja



Oleh: Vanie Cahyani Rachmanindya (@V29-VANIE)

 

PENDAHULUAN

            Motivasi sangat penting dalam dunia kerja atau organisasi untuk dianalisis motivasi karyawan diperlukan agar mereka dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Menurut Marwansyah (2010:116), menyatakan bahwa “motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja”. Diperkuat dengan pernyataan dari Robbins dalam jurnal Zunaidah dan Budiman (2014:45) menyatakan bahwa motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seseorang individu untuk mencapai tujuannya.

Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh motivasi yang diterapkan dalam perusahaan bersangkutan. Dan di dalam organisasi juga berpengaruh. Nilai-nilai perusahaan dan oganisasi tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan (Zunaidah dan Budiman,2014:46). Adanya penurunan motivasi berpengaruh terhadap kinerja hal ini membuktikan bahwa adanya hubungan antara motivasi dengan kinerja.

Tingkat motivasi sangat berhubungan dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu, organisasi harus memotivasi karyawan mereka untuk kinerja terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Dikutip dari jurnal internasional menurut Zameer et.al (2014:293). Hal ini didukung oleh Menurut McClelland et.al. dalam jurnal Zunaidah dan Budiman (2014:49) menyatakan bahwa ada hubungan antara motivasi dan berprestasi dengan pencapaian kinerja. Artinya, pimpinan, manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja tinggi, dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. (Mangkunegara, 2009:67), kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Standar pekerjaan dapat ditentukan dari isi suatu pekerjaan, dapat dijadikan sebagai dasar penilaian setiap pekerjaan (Bangun, 2012:233).

PEMBAHASAN

Pengertian Motivasi Kerja

            Terdapat beberapa pengertian motivasi dari beberapa ahli seperti yang diungkapkan oleh Hasibuan dalam Sunyoto (2012:191), motivasi berasal dari kata lain movere yang berarti dorongan atau daya penggerak motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Menurut Mangkunegara (2009:93), motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya. Motivasi dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri (drive arousal). Menurut Marwansyah (2010:116), menyatakan bahwa “motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja”.(Lathofah and Wahjuadi 2015).

            Faktor motivator (motivators) merupakan faktorfaktor yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri atau dengan hasil-hasil yang berasal darinya – seperti peluang promosi, peluang pengembangan diri, pengakuan, tanggung jawab dan pencapaian (Robbins, 2008:228). Motivasi terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Motivasi intrinsik, yaitu motivasi dari dalam diri seseorang; seseorang melakukan sesuatu karena ia ingin melakukannya.
2. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri seseorang. Seseorang melakukan sesuatu untuk memenangkan suatu hadiah yang khusus ditawarkan untuk perilaku tersebut.

            Motivasi yang tinggi dalam diri seseorang ditandai dengan munculnya keinginan untuk memperoleh hasil kerja yang memuaskan dalam melaksanakan pekerjaan, karena dengan motivasi kerja guru akan berupaya memperoleh prestasi kerja, memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan selalu mencari inovasi baru.(Ermita 2019)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Timpe (1993) faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu:
1.Kinerja baik dipengaruhi oleh dua faktor :
a. Internal (pribadi)
· kemampuan tinggi
· kerja keras

b. Eksternal (lingkungan)
· pekerjaan mudah
· Nasib baik
· bantuan dari rekan-rekan
· pemimpin yang baik

2. Kinerja jelek dipengeruhi dua faktor:
a. internal (pribadi)
· kemampuan rendah
· upaya sedikit

b. eksternal (lingkungan)
· pekerjaan sulit
· Nasib buruk
· rekan-rekan kerja tidak produktif
· pemimpin yang tidak simpatik

Memelihara Motivasi Kerja

            Motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action/activities) dan memberikan kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan, atau mengurangi ketidakseimbangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Dorongan atau semangat kerja oleh Ravianto, (2008) sangat dipengaruhi oleh faktor atasan/pimpinan, teman kerja, sarana fisik, kebijakan/aturan, imbalan, jenis pekerjaan, dan tantangan.

Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Menurut Barelson dan Steiner dikatakan bahwa istilah motif sebagai suatu keadaan di dalam diri seseorang (inner state) yang mendorong, mengaktifkan, atau mengerahkan (karenanya “motivasi”), dan mengarahkan atau menyalurkan perilaku ke arah tujuan. Motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadi penyebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar, Hadari Nawasi, (1997:351).

KESIMPULAN

            Motivasi kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dengan adanya motivasi kerja maka karyawan akan lebih memiliki keyakinan dalam bekerja. Kinerja karyawan juga sangat berpengaruh terhadap suatu pekerjaan, dengan adanya kinerja atau prestasi kerja maka karyawan akan semangat dalam bekerja. Pengaruh motivasi dan kinerja karyawan dalam suatu perusahaan adalah dengan adanya motivasi kerja membuat karyawan menjadi lebih semangat bekerja, dan natinya akan berdampak baik terhadap pekerjaan dan nantinya akan mendapatkan reward yaitu prestasi terhadap kinerja karyawan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Marwansyah. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, Alfabeta, Bandung.

Zameer, Hashi; Ali,Shehzad and et.al. 2014. The Impact of The Motivation on The Employees Performance in Baverage Industry of Pakistan. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Science, Vol. 4, No. 1, January 2014, Pp. 293-298.

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, 2009. Manajemen sumber daya manusia. Remaja Rosdakarya. Bandung

Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga

Sunyoto, Danang. 2013. Sumber Daya Manusia. CAPS. Yogyakarta

Marwansyah. 2010. Mananajemen Sumber Daya Manusia, Alfabeta, Bandung 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.