Desember 04, 2022

BRAND IDENTITY

BRAND IDENTITY

 

PENDAHULUAN

Dalam konsep marketing brand memiliki nilai yang sangat besar dan melebihi functional benefit yang ditawarkan brand kepada konsumennya. Jadi di dalam sebuah brand terdapat value-value tertentu yang bisa membuat orang loyal terhadap brand tersebut. Di era marketing yang baru ini tidak hanya lagi service dan kualitas produk yang dijual melainkan dampak dari penjualan produk brand tersebut terhadap lingkungan sekitar itu bagaimana.

Brand juga menjadi identitas perusahaan untuk memasarkan produknya, Identitas perusahaan tercermin melalui logo, nama, dan tampilan lain yang digunakan perusahaan yang terdapat pada kemasan produk, seragam, dan sebagainya. Identitas perusahaan juga dapat berupa non fisik seperti nilai-nilai dan filosopi perusahaan, pelayanan, gaya kerja dan komunikasi. Tujuannya adalah untuk membedakannya dengan perusahaan lain.

 

PEMBAHASAN

Brand identity merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen agar menjadi efektif, identitas merek perlu beresonansi dengan konsumen, membedakan merek dari pesaing, dan mewakili sebuah organisasi dari waktu ke waktu (Ghodeswar, 2008).

Brand identity menimbulkan pengakuan, memperkuat perbedaan dan membuat ide-ide besar yang dapat diakses. Brand identity mengambil elemen-elemen yang berbeda dan menyatukannya ke dalam seluruh system (Wheeler, 2017).

Elemen brand adalah upaya visual bahkan kadangkala fisik yang bertindak mengidentifikasi dan mendeferensiasi suatu produk atau jasa perusahaan. Elemen brand formal di antaranya nama,jenis logo, dan slogan bersatu membentuk identitas visual suatu brand atau perusahaan (Kotler & Pfoertsch, 2008).

Menurut (Kotler & Keller, 2009), terdapat enam kriteria utama dalam memilih brand identity:

1.      Memorability: bentuk elemen merek harus dengan mudah dikenali dan dapat dengan mudah diingat kembali.

2.      Meaningfulness: dapat dijabarkan dengan jelas arti dari elemen merek tersebut secara dekriptif dan juga secara persuasif tentang hubungannya terhadap sebuah produk.

3.      Likable: bentuk,warna atau nama harus dirumuskan secara menarik agar dapat mendapatkan perhatian konsumen dan juga memiliki nilai estetika yang baik.

4.      Transferable: sebuah elemen merek sebaiknya bisa digunakan untuk kepentingan bisnis yang lebih besar lagi. Sebuah elemen merek juga harus dapat digunakan lintas geografi.

5.      Adaptability: kriteria kelima untuk elemen merek adalah memiliki lintas waktu yang fleksibel, atau dapat dengan mudah dilakukan pembaruan atau update.

6.      Protectability: hasil pilihan merek tersebut harus dilindungi secara hukum maupun citra kompetitif secara internasional.

 

REFERENCES:

Ghodeswar, B. M. (2008). Building brand identity in competitive markets: a conceptual model. Journal of Product & Brand Management, 17(1), 4–12.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran. edisi.

Kotler, P., & Pfoertsch, W. (2008). Dalam B2B brand management. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Wheeler, A. (2017). Designing brand identity: an essential guide for the whole branding team. John Wiley & Sons.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.