Februari 04, 2024

finacial mangement behabour

 Dari penelitian yang mendapatkan hasil yang berbeda tersebut, maka dimungkinkan untuk dilakukan penelitian kembali dengan variabel financial attitude dan uang saku dengan Financial Management Behavior dan variabel Minat sebagai variabel intervening di kalangan mahasiswa. Penelitian sebelumnya menguji dengan menggunakan income sebagai variabel independen, namun dalam penelitian ini income diganti dengan uang saku karena kebanyakan mahasiswa belum memiliki penghasilan sendiri dari hasil bekerja maupun investasi yang dilakukan, tetapi mahasiswa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari pemberian orang tua atau bisa dikatakan uang saku. Selain itu penelitian ini menjadi berbeda karena menambahkan variabel minat sebagai variabel intervening yang dalam penelitian-penelitian terdahulu belum diuji. TAM (Technology Acceptance Model) mengemukakan perilaku yang kuat seseorang dibentuk oleh minat dan sikap untuk bertindak. Dari uraian terebut di atas dapat dirumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: a) Bagaimana pengaruh financial attitude terhadap financial management behavior? b) Bagaimana pengaruh financial attitude terhadap minat mengelola keuangan? c) Bagaimana pengaruh uang saku tehadap minat mengelola keuangan? d) Bagaimana pengaruh uang saku terhadap financial management behavior? e) Bagaimana pengaruh minat mengelola keuangan terhadap financial management behavior? f) Bagaimana pengaruh financial attitude terhadap financial management behavior melalui minat mengelola keuangan? g) Bagaimana pengaruh uang saku terhadap financial management behavior melalui minat mengelola keuangan? Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh financial attitude terhadap financial management behavior, mengetahui pengaruh financial attitude terhadap minat mengelola keuangan, mengetahui pengaruh uang saku tehadap minat mengelola keuangan, mengetahui pengaruh uang saku terhadap financial management behavior, mengetahui pengaruh minat mengelola keuangan terhadap financial management 5 behavior, dan mengetahui pengaruh financial attitude dan uang saku terhadap financial management behavior melalui minat mengelola keuangan. TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Financial Management Behavior Financial management behavior adalah kemampuan seseorang dalam mengatur perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, dan penyimpanan dana keuangan sehari-hari. Munculnya financial management behavior, merupakan dampak dari besarnya hasrat seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan tingkat pendapatan yang diperoleh (Kholilah dan Iramani, 2013). Financial management behavior seseorang dapat dilihat dari empat hal (Dew & Xiao, 2011) yaitu: a) Konsumsi adalah pengeluaran oleh rumah tangga atas berbagai barang dan jasa. Financial management behavior seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia melakukan kegiatan konsumsinya seperti apa yang dibeli seseorang dan mengapa ia membelinya (Ida dan Dwinta,2010). b) Arus kas merupakan indikator utama dari kesehatan keuangan yaitu ukuran kemampuan seseorang untuk membayar segala biaya yang dimilikinya, manajemen arus kas yang baik adalah tindakan penyeimbangan, masukan uang tunai dan pengeluaran. Arus kas dapat diukur dari apakah seseorang membayar tagihan tepat waktu, memperhatikan catatan atau bukti pembayaran dan membuat anggaran keuangan dan perencanaan masa depan (Hilgert & Hogarth, 2003), c) Tabungan dapat didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi dalam periode tertentu. Karena seseorang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, uang harus disimpan untuk membayar kejadian tak terduga. Investasi yakni mengalokasikan atau menanamkan sumber daya saat ini dengan tujuan mendapatkan manfaat di masa mendatang (Henry, 2009), d) Komponen terakhir dari financial management behavior adalah credit management atau manajemen utang. Manajemen utang adalah kemampuan seseorang dalam memanfaatkan utang agar tidak membuat anda mengalami kebangkrutan, atau 6 dengan lain kata yaitu atau pemanfaatan utang untuk meningkatkan kesejahteraannya (Sina, 2014). Financial management behavior berhubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang mengenai cara manajemen keuangan yang dimiliki (Ida dan Dwinta, 2010). Tanggung jawab keuangan adalah proses manajemen uang dan aset lainnya dengan cara yang dianggap produktif. Terdapat beberapa elemen yang termasuk dalam manajemen uang yang efektif, seperti pengaturan anggaran dan pengeluaran, serta menilai perlunya dana cadangan untuk kondisi darurat dan tabungan masa depan, yaitu dana pensiun, asuransi, dan investasi. Tugas utama manajemen uang adalah proses penganggaran. Anggaran bertujuan untuk memastikan bahwa individu mampu mengelola kewajiban keuangan secara tepat waktu dengan menggunakan penghasilan yang diterima dalam periode yang sama. Dalam melakukan financial management behavior diperlukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang (Yulianti dan Silvy, 2013). Media pencapaian tujuan tersebut dapat melalui tabungan, investasi atau pengalokasian dana. Tanpa menerapkan sikap yang baik dalam manajemen keuangan, sulit untuk memiliki surplus keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk tabungan masa depan atau modal untuk berinvestasi. Oleh karena itu, dengan financial management behavior yang baik, individu dapat terhindar dari perilaku konsumerisme yang tidak terbatas. Dengan financial management behavior individu dapat merencanakan dan mengatur dengan lebih baik keuangan yang dimiliki dengan proporsi yang seimbang. Setiap individu memiliki financial management behavior yang berbeda. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi keuangan dan target yang ingin dicapai oleh masing-masing individu. Menurut Mien dan Thao (2015) dan Kholilah dan Iramani (2013) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi financial management behavior diantaranya, financial attitude dan income atau dalam hal ini adalah uang saku. Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan 7 Menurut Ajzen (1991) minat telah didefinisikan dalam TRA/TPB yaitu sekumpulan usaha seseorang untuk mencapai suatu tujuan. TPB dan TAM (Technology Acceptance Model) memiliki kesamaan, yaitu mengemukakan bahwa perilaku yang kuat seseorang dibentuk oleh minat dan sikap untuk bertindak. Theory of Reasoned Action menjelaskan bahwa perilaku dilakukan karena individu mempunyai minat atau keinginan untuk melakukannya. Terkait dengan Theory of Planned Behaviour Model, minat perilaku adalah minat seseorang untuk melakukan perilaku diprediksi oleh sikapnya terhadap perilakunya dan bagaimana dia berfikir. Tumbuhnya minat dipengaruhi oleh beberapa kondisi diantaranya adalah: a) Status Ekonomi, b) Pendidikan dan c) Tempat tinggal (Sigit, 2006). Menurut Muhib dan Saleh (2004) dalam Utami (2011), faktor-faktor yang dapat menimbulkan minat terhadap sesuatu dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bersumber dari dalam diri individu yang bersangkutan (bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian) dan yang berasal dari luar individu (lingkungan keluarga, lingkungan sosial, dan lingkungan masyarakat). Faktor lingkungan justru mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap berkembangnya minat seseorang. Financial Attitude Financial Attitude mengacu bagaimana seseorang merasa tentang masalah keuangan pribadi, yang diukur dengan tanggapan atas sebuah pernyataan atau opini, Herdjiono dan Damanik (2016). Setiap individu yang selalu menerapkan financial attitude dalam kehidupannya akan mempermudah individu tersebut dalam menentukan perilaku dalam hal keuangan, seperti mengelola keuangan, menyusun anggaran pribadi dan membuat keputusan berinvestasi yang tepat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa financial attitude seseorang juga berpengaruh terhadap cara seseorang mengatur perilaku keuangannya. Furnham (1984) menyatakan indikator dalam mengukur Financial attitude sebagai berikut, yaitu: a) Obsession, merujuk pada pola pikir seseorang tentang uang dan persepsinya tentang masa depan untuk mengelola uang 8 dengan baik; b) Power, merujuk pada seseorang yang menggunakan uang sebagai alat untuk mengendalikan orang lain dan menurutnya uang dapat menyelesaikan masalah; c) Effort, merujuk pada seseorang yang merasa pantas memiliki uang dari apa yang sudah dikerjakannya; d) Inadequacy, merujuk pada seseorang yang selalu merasa tidak cukup memiliki uang; e) Retention, merujuk pada seseorang yang memiliki kecenderungan tidak ingin menghabiskan uang; f) Security, merujuk pada pandangan seseorang yang sangat kuno tentang uang seperti anggapan bahwa uang lebih baik hanya disimpan sendiri tanpa ditabung di bank atau untuk investasi. Uang Saku Uang saku adalah uang yang diberikan untuk membeli sesuatu yang dibutuhkan oleh para pelajar dalam memenuhi kebutuhan seperti makan, minum, pakaian, kos dan lain sebagainya. Uang saku dapat diberikan secara harian, mingguan ataupun bulanan (Lermitte dan Jennifer, 2004, dalam Marteniawati 2012). Uang saku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya uang yang dibawa untuk keperluan sewaktu-waktu. Uang saku merupakan bentuk tanggung jawab, sehingga perlu disertai dengan penanaman nilai uang pada anak, sehingga uang yang diberikan oleh orang tua dapat digunakan atau dimanfaatkan sebaik mungkin. Uang saku yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pilihan produk atau jasa yang akan dibelinya (Aviva, 2016). Pengembangan Hipotesis Pengaruh Financial Attitude terhadap Financial Management Behavior Financial Attiude juga terkait dengan kesulitan keuangan yang seringkali dihadapi oleh anak muda (Lim & Teo, 1997). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa financial attitude seseorang juga berpengaruh terhadap cara seseorang mengatur perilaku keuangannya. Dalam melakukan perilaku manajemen keuangan diperlukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang (Yulianti dan Silvy, 2013). Media 9 pencapaian tujuan tersebut dapat melalui tabungan, investasi, atau pengalokasian dana. Tanpa menerapkan sikap yang positif dalam manajemen keuangan, sulit untuk memiliki surplus keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk tabungan masa depan atau modal untuk berinvestasi. Menurut Herdjiono & Damanik (2016) semakin orang memiliki sikap positif terhadap keuangan maka semakin baik pula perilaku manajemen keuangan yang ia miliki. (Amanah, Rahadian, & Iradianty, 2016)Amanah, Rahadian, & Iradianty (2016) juga mengatakan dengan financial attitiude yang baik maka seseorang akan lebih baik pula dalam berbagai pengambilan keputusan terkait manajemen keuangannya. Hal yang sama diutarakan oleh (Lianto & Elizabeth, 2017) yakni semakin baik financial attitude yang dimiliki seseorang maka akan semakin bijak pula cara pengelolaan keuangan yang ia miliki. Financial Attitude yang baik dan dapat mengaplikasikannya dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan (Listiani, 2017). Rustiaria (2017) juga berpendapat bahwa semakin tinggi sikap positif seseorang terhadap keuangan, maka akan semakin baik pula perilaku keuangannya. Dewi (2017) juga mengatakan bahwa financial attitude berpengaruh positif terhadap perilaku manajemen keuangan. Begitu pula yang dikatakan oleh (Permana, 2014) bahwa fnanancial attitude berpengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan. Selain itu ketika seseorang memiliki sikap terhadap keuangan dan menganggap keuangan penting, maka ia akan berusaha melakukan tindakan yang ia anggap akan menghindarkan dia dari masalah keuangan. Uraian di atas menunjukkan bahwa financial attitude yang positif yang dimiliki mahasiswa akan lebih meningkatkan perilaku untuk mengelola keuangannya dengan baik. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah : H1 : Financial attitude berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior 10 Pengaruh Financial Attitude terhadap Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Menurut Furnham (1984), sikap keuangan membentuk cara orang menggunakan dan menyimpan uang. Pemikiran jangka pendek serta tidak adanya kemauan untuk menabung merupakan faktor-faktor sikap yang dapat menimbulkan masalah keuangan (Madern & Schors, 2012). Remalya (2016) menyatakan sikap membuat orang-orang masuk ke dalam pikiran dari menyukai atau tidak menyukai, bergerak menuju atau jauh dari hal tersebut. Sikap yang positif atau menyukai terhadap perilaku pengelolaan keuangan, akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku pengelolaan keuangan. Hasil penelitian Salim (2003), Albari dan Liriswati (2004) serta Sigit (2006) menunjukkan bahwa sikap berpengaruh terhadap minat. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa dengan sikap keuangan yang positif akan semakin berminat untuk mengelola keuangan dengan baik. Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah: H2 : Financial attitude berpengaruh positif terhadap Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Pengaruh Uang Saku terhadap Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Terdapat kemungkinan yang lebih besar individu dengan sumber dana (income) yang tersedia akan menunjukkan perilaku manajemen keuangan yang lebih bertanggung jawab, mengingat dana (income) yang tersedia memberi mereka kesempatan untuk bertindak secara bertanggung jawab (Ida dan Dwinta, 2010). Income yang diperoleh mahasiswa adalah dari orang tua yang disebut dengan Uang Saku. Dengan uang saku yang terbatas membuat mahasiswa ingin selalu merencanakan atau mengelola keuangannya dengan baik supaya uang saku yang diberikan orang tua akan mencukupi semua kebutuhannya. 11 Hasil penelitian Yunita (2016) dan Andreas (2017) menyatakan bahwa uang saku berpengaruh terhadap minat. Uraian di atas menunjukkan bahwa mahasiswa dengan uang saku yang terbatas akan lebih berminat untuk mengelola keuangannya dengan baik. Dengan demikian hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah : H3 : Uang Saku berpengaruh positif terhadap Minat mengelolaan Keuangan Pengaruh Uang Saku terhadap Financial Management Behavior Uang saku merupakan bentuk tanggung jawab, sehingga perlu disertai dengan penanaman nilai uang pada anak, sehingga uang yang diberikan oleh orang tua dapat digunakan atau dimanfaatkan sebaik mungkin. Uang saku yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pilihan produk atau jasa yang akan dibelinya (Aviva, 2016). Hal ini akan mendorong penerima uang saku untuk meningkatkan pengelolaan keuangannya. Robb & Woodyard (2011) menyebutkan bahwa semakin tinggi pendapatan yang dimiliki seseorang maka akan semakin besar pula peluang ia untuk melunasi tagihan kartu kredit yang ia miliki, atau bisa dikatakan semakin tinggi pendapatan maka semakin kecil kemungkinan mengalami masalah keuangan. Individu dengan pendapatan lebih akan memperlihatkan perilaku manajemen keuangan yang lebih bertanggung jawab (Hilgert & Hogarth, 2003). Herdjiono & Damanik (2016) serta Ida & Dwinta (2010) juga berpendapat bahwa pendapatan yang semakin tinggi diharapkan akan menunjukkan perilaku manajemen keuangan yang semakin bertanggung jawab pula. Sehingga semakin besar uang saku atau income mahasiswa, maka diharapkan mahasiswa akan lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan dikarenakan tersedianya uang untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Uraian di atas menunjukkan bahwa dengan tersedianya uang saku yang diterima mahasiswa akan lebih meningkatkan perilaku untuk 12 mengelola keuangannya dengan baik. Dengan demikian hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah : H4 : Uang Saku berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior Pengaruh Minat mengelola keuangan terhadap Financial Management Behavior Elizabeth (1993) mengatakan bahwa pada semua usia, minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas perilaku. Seseorang dengan keinginan yang tinggi terhadap pengelolaan keuangan akan berperilaku lebih teratur dalam mengelola keuangan dan dapat memanfaatkan uangnya dengan baik. Seseorang yang memiliki minat yang tinggi terhadap pengelolaan keuangan akan berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangannya. Siti et al (2012) dan Desi (2016) menyatakan bahwa Minat berpengaruh terhadap perilaku. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan seseorang dengan minat yang tinggi untuk mengelola keuangan akan lebih baik perilaku pengelolaan keuangannya. Dengan demikian hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah: H5 : Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior Pengaruh Financial Attitude terhadap Financial Management Behavior melalui Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Financial attitude mempengaruhi minat perilaku pengelolaan keuangan yang selanjutnya akan mempengaruhi financial managenent behavior. Individu yang memiliki sikap keuangan yang positif akan cenderung memiliki minat untuk melakukan pengelolaan keuangan secara lebih bijak dengan perilaku manajemen keuangan yang baik. Financial 13 attitude akan membentuk cara orang dalam menyimpan, dan menggunakan uang. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa seseorang dengan financial attitude yang positif akan memiliki minat yang tinggi untuk mengelola keuangan dan akan lebih baik juga perilaku pengelolaan keuangannya. Dengan demikian hipotesis ke5a dalam penelitian ini adalah: H5a : Financial Attitude berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior melalui Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Pengaruh Uang Saku terhadap Financial Management Behavior melalui Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Salah satu faktor lain yang memiliki kontribusi terhadap keputusan seseorang dalam financial management behavior adalah uang saku. Kondisi uang saku (income) yang terbatas akan mempengaruhi minat perilaku pengelolaan keuangan yang selanjutnya akan mempengaruhi financial managenent behavior. Individu dengan keuangan yang terbatas akan cenderung memiliki minat yang tinggi untuk melakukan pengelolaan keuangan secara lebih efisien dengan perilaku manajemen keuangan yang lebih baik. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa seseorang dengan uang saku yang terbatas akan memiliki minat yang tinggi untuk mengelola keuangan akan lebih efisien dan akan lebih baik juga perilaku mengelola keuangannya. Dengan demikian hipotesis 5b dalam penelitian ini adalah: H5b : Uang saku berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior melalui Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan 14 Model Penelitian X Z (Intervening) Y H1 (+) H2 (+) H4(+) H5 (+) H3 (+) H4 (+) Gambar 1 Model Penelitian METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian explanatori dikarenakan dalam penelitian ini menggunakan data yang telah dikumpulkan dari responden untuk menguji suatu hipotesis. Dilihat dari tujuan penelitian, maka penelitian ini merupakan penelitian kausal dikarenakan penelitian ini meneliti pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi dan Sampel Pupulasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika Dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana. Sampel yang digunakan minimal sebanyak 105 berdasarkan perhitungan Maholtra (2004) yakni 5 kali indikator yang digunakan, dimana dalam penelitian ini indikator yang digunakan adalah sebanyak 21 pertanyaan. Data yang dikumpulkan bersumber pada data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survey yakni dengan menyebarkan kuesioner. Financial Attitude Minat Perilaku Pengelolaan Keuangan Uang Saku Financial Management Behavior 15 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dari responden dengan menyebarkan kuesioner dengan metode convenience sampling sebanyak 165 kuesioner. Teknik convenience sampling merupakan metode sampling dengan memilih sampel dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai dan diakses. Dengan pertimbangan tersebut kemudian peneliti menyebarkan kuesioner di wilayah universitas serta ke kelas-kelas. Namun metode ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya : memungkinkan tidak akuratnya hasil penelitian, karena sampel yang “sedapatnya”, tidak ditentukan hasil penelitian ini bisa diterapkan ke sampel lain, hasil analisis data memiliki tingkat generalisasi yang rendah dan juga sangat rawan terjadinya bias. Dari 165 kuesioner yang dibagikan, yang kembali dan memenuhi syarat untuk digunakan lebih lanjut sebanyak 150 kuesioner, sehingga sudah memenuhi syarat minimal sampel yakni 105 responden. Pengukuran konsep Berdasarkan landasan teori dan hipotesis penelitian, terdapat beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu financial attitude, uang saku, minat mengelola keuangan dan financial management behavior. Kuesioner variabel financial attitude mengadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Pankow (2003), variabel minat pengelolaan keuangan mengadopsi dari penelitian Ajzen (1991). Sedangkan untuk financial management behavior, memodifikasi dari penelitian Kholifah & Iramani (2013). Tabel 1 Definisi Operasional Variabel dan Indikator Empirik Variabel Definisi Operasional Indikator Empirik 1. Financial Attitude Pandangan, pendapat atau penilaian mengelola keuangan. (Pankow, 2003) 1. Perencanaan pengeluaran keuangan. 16 2. Menyisihkan uang adalah baik. 3. Penghematan terhadap uang membuat lebih nyaman. 4. Perencanaan Keuangan. 5. Khawatir membelanjakan uang. 6. Memiliki uang tersendiri Sumber : (Pankow, 2003)(Nababan & Sadalia, 2013) Dengan modifikasi 2. Uang Saku Uang yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan biasanya untuk anak-anak yang belum mempunyai penghasilan dan jumlahnya tidak terlalu besar. (Departemen Pendidikan Nasional, 2008) Jumlah uang saku 3. Minat Pengelolaan Keuangan Ketertarikan atau perasaan suka yang dimiliki seseorang terhadap mengelola keuangan yang mendorong seseorang untuk mengetahui, 1. Akan melakukan survey harga 2. Selalu ingin pengeluaran lebih kecil dari 17 mempelajari lebih dalam dan melakukannya. (Ajzen, 1991) penerimaan 3. Akan selalu menabung 4. Ingin selalu membayar tagihan 5. Ingin selalu menunda pembelian barang 6. Akan selalu mengevaluasi pengeluaran 7. Ingin selalu membuat batas pengeluaran. Sumber : Ajzen (1991) Dengan modifikasi 4. Financial Management Behavior Kemampuan seseorang dalam mengatur perencanaan, penganggaran, pengelolaan, pengendalian, dan penyimpanan dana keuangan sehari-hari. (Kholifah dan Iramani, 2013) 1. Telah melakukan survey 2. Pengeluaran lebih kecil dari penerimaan 3. Sudah menabung 4. Membayar tagihan 5. Sering menunda pembelian barang 6. Mengevaluasi pengeluaran 7. Membuat batas pengeluaran Sumber: Kholifah dan Iramani (2013) 18 Dengan modifikasi Teknik Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu angket apabila valid jika pernyataan pada angket mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut (Ghozali 2005). Uji validitas menggunakan teknik corrected item-total correlation diolah dengan program SPSS. Jawaban responden dari waktu ke waktu yang konsisten dapat dikatakan reliabel di dalam suatu kuesioner (Ghozali 2005). Uji reliabilitas dilakukan dengan teknik cronbach’s alpha. Uji Asumsi Klasik Penelitian ini menggunakan data primer atau mengolah sendiri. Ada beberapa langkah untuk menguji model yang akan diteliti sebagai berikut: Pertama uji normalitas, bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Deteksi normalitas dilakukan dengan melihat grafik Normal Probability Plot (Ghozali, 2005). Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut: 1) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas, 2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Kedua, uji linearitas dengan fungsi untuk melihat hubungan yang linear atau tidak secara signifikan antar kedua variabel. Ketiga uji multikolinearitas dengan fungsi menguji apakah adanya korelasi antar variabel independen pada model regresi (Ghozali, 2005). Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika ada tolerance lebih dari 10% atau VIF kurang dari 10 maka dikatakan tidak ada multikolonieritas. Keempat, uji heteroskedastisitas untuk mencari tahu 19 perbedaan regresi yang terjadi antara varience residual satu ke pengamatan yang lain, jika tetap dapat disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2005). Untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat digunakan metode grafik Scatterplot yang dihasilkan dari output program SPSS, apabila pada gambar menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi adanya heteroskedastisitas pada model regresi (Sugiyono, 2010) Uji Hipotesis Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Path analysis. Path analysis digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel tak bebas dan seberapa jauh variabel bebas tersebut mempengaruhivariabel tak bebas (Ghozali, 2009). Path analysis merupakan penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Ghozali, 2002) Gambar 2 Model Jalur Path Analysis ANALISIS DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana yang berjumlah 150 orang dengan menggunakan metode convenience sampling. Gambaran umum data karakteristik responden sebagai berikut: Tabel 2 Deskripsi Karakteristik Responden X1 X2 X3 Y 20 No. Keterangan Jumlah Persentase (%) 1 Semester 1 16 10,67 2 Semester 3 29 19,33 3 Semester 5 30 20,00 4 Semester 7 30 20,00 5 Semester > 7 45 30,00 JUMLAH 150 100,00 1 Program Studi Manajemen 60 40,00 2 Program Studi Akuntansi 40 26,67 3 Program Studi Ilmu Ekonomi 35 23,33 4 Program Studi D3 Sekretaris 15 10,00 JUMLAH 150 100 1 Asal : Jawa 84 56,00 2 Asal : Sulawesi 21 14,00 3 Asal : Kalimantan 19 12,67 4 Asal : Papua 12 8,00 5 Asal : NTT 14 9,33 JUMLAH 150 100,00 1 Kos 95 63,33 2 Ikut Orang tua 55 36,67 JUMLAH 150 100,00 1 Biaya Kos < Rp. 500.000 103 68,67 2 Biaya Kos Rp. 500.000 – Rp. 745.000 45 30,00 3 Biaya Kos Rp. 750.000 – Rp. 1.945.000 2 1,33 4 Biaya Kos > Rp. 2.000.000 0 0 JUMLAH 150 100,00 1 Uang Saku Harian 21 14,00 2 Uang Saku Mingguan 34 22,67 3 Uang Saku Bulanan 95 63,33 JUMLAH 150 100,00 1 Uang Saku < Rp. 500.000 2 1,33 2 Uang Saku Rp. 500.000 – Rp. 950.000 32 21,33 3 Uang Saku Rp. 1.000.000 – Rp. 1.450.000 86 57,33 4 Uang Saku Rp. 1.500.000 – Rp. 18 12,00 21 1.950.000 5 Uang Saku > Rp. 2.000.000 12 8,00 JUMLAH 150 100,00 1 Transportasi : Kendaraan Umum 44 29.33 2 Transportasi : Sepeda Motor 68 45,33 3 Transportasi : Mobil 32 21,33 4 Transportasi : Lain-lain 11 7,33 JUMLAH 150 100,00 1 Pengeluaran terbesar : Konsumsi 93 62,00 2 Pengeluaran terbesar : Fashion 31 20,67 3 Pengeluaran terbesar : Pulsa 8 5,33 4 Pengeluaran terbesar : Jalan bersama Teman 18 12,00 JUMLAH 150 100,00 1 Uang sisa digunakan untuk : Tabungan 77 51,33 2 Uang sisa digunakan untuk : Belanja 37 24,67 3 Uang sisa digunakan untuk : Jalanjalan 32 21,33 4 Uang sisa digunakan untuk : Lainlain 4 2,67 JUMLAH 150 100,00 Sumber : Data Primer yang diolah Berdasarkan Tabel 2, dari 150 responden yang paling mendominasi adalah mahasiswa lebih dari semester 7 yakni sebanyak 45 responden atau 30% dan mahasiswa program studi Manajemen paling mendominasi, yakni sebanyak 60 responden atau 30% serta berasal dari Jawa sebanyak 84 responden atau 56%. Sebanyak 63,33% atau 95 responden merupakan mahasiswa yang mengeluarkan biaya kos, dari 63,33% responden yang kos, yang paling banyak membayar kamar kos dengan biaya di bawah Rp 500.000 per bulan yakni sebanyak 68,67% atau 103 responden, dimana 57,33% atau 86 respoden diantaranya menerima uang saku sekitar Rp.1.000.000 – Rp. 1.450.000. Transportasi terbanyak yang digunakan adalah sepeda motor, yakni sebanyak 45,33% atau 68 responden. Uang Saku yang diterima oleh 22 mahasiswa secara bulanan tersebut 62% atau 93 responden mengatakan bahwa pengeluaran terbesar adalah untuk konsumsi atau makan. Sebanyak 51,33% atau 77 responden mengatakan bahwa apabila ada uang sisa mereka gunakan untuk Tabungan. Uji Validitas dan Realibilitas Uji Validitas Data dengan sampel 150 responden dilakukan uji validitas dan uji realibilitas terlebih dahulu. Uji validitas menggunakan teknik corrected item-total correlation diolah dengan program SPSS. Item yang dinyatakan valid yaitu item yang nilai rhitung lebih besar dari rtabel dan bernilai positif (Ghozali, 2009). Pada penelitian ini, terdapat 4 variabel yakni Financial Attitude (FA), Uang Saku (US), Minat (M), dan Financial Management Behavior (FMB). Hasil uji validitas dan uji realibilitas dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Data dan Reliabilitas Variabel Indikator Uji Validitas Uji Realibilitas FA1 0,843 FA2 0,506 FA3 0,778 Financial Attitude FA4 0,644 0,888 FA5 0,808 FA6 0,655 M1 0,734 M2 0,501 M3 0,726 Minat M4 0,673 0,894 M5 0,748 M6 0,755 M7 0,731 23 FMB1 0,978 Financial FMB2 0,924 Management FMB3 0,871 Behavior FMB4 0,914 0,978 FMB5 0,897 FMB6 0,873 FMB7 0,967 Sumber : Data Olahan SPSS, 2016 Berdasarkan Tabel 3 di atas, nilai rhitung seluruhnya lebih besar dari rtabel=0,189, dimana kriteria rtabel pada tingkat signifikan=0,01 dan (n-2 =150 - 2= 148) yang artinya data dari keempat variabel adalah valid. Uji Reliabilis Uji reliabilitas yang digunakan pada penelitian ini adalah Cronbach’s Alpha, dimana suatu variabel dapat dikatakan realibel apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih dari 0,60 (Priyatno, 2014). Pada tabel 3, yang memperlihatkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha if Item Deleted memiliki nilai lebih besar dari 0,60 sehingga keempat variabel ini reliabel. Analisis Deskriptif Statistik Analisis dalam uji statistik deskriptif variabel Financial Attitude, Uang Saku, Minat dan Financial Management Behavior dilakukan terhadap 21 jawaban responden. Hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai skor dengan keseluruhan variabel yang dilihat berdasarkan nilai minimum, maximum, mean dan standard deviation. Tabel 4 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Financial Attitude 150 2,00 5,00 4,152 0,598 Uang Saku 150 2,00 5,00 3,240 0,841 24 Minat Mengelola keuangan 150 2,00 5,00 4,304 0,631 Financial Management Behavior 150 2,00 5,00 4,230 0,853 Sumber : Data Olahan SPSS, 2016 Keterangan: Mean di bawah 2,610 adalah dalam kategori sangat rendah, imterval 2,610 sampai 3,200 untuk kategori sangat rendah, interval 3,210 sampai 3,800 untuk kategori sedang,interval 3,810 sampai 4,400 untuk kategori tinggi dan interval 4,410 sampai 5,000 masuk dalam kategori sangat tinggi Deskriptif statistik dari nilai mean variabel financial keuangan yaitu sebesar 4,152, nilai tersebut terletak pada interval 3,810–4,400 yang berarti sebagian responden memiliki sikap keuangan yang tinggi. Kemudian nilai mean variabel Uang saku adalah 3,240 yang terletak pada interval 3,210- 3,800 yang artinya sebagian responden memiliki uang saku sedang. Sedangkan nilai mean dari variabel minat adalah 4,304 yang terletak pada interval 3,810 – 4,400 yang artinya sebagian responden memiliki minat yang tinggi terhadap mengelola keuangannya, dan nilai mean untuk variabel financial management behavior adalah 4,230 yang terletak pada interval 3,810 – 4,400 yang berarti sebagian responden memiliki perilaku mengelola keuangan yang tinggi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Deteksi normalitas dilakukan dengan melihat grafik Normal Probability Plot (Ghozali, 2005). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Gambar 3. Berdasarkan Gambar 3, dapat dilihat bahwa data menyebar di sekitar dan mengikuti 25 arah garis diagonal, maka model regresi dinyatakan telah memenuhi asumsi normalitas. Gambar 3 Uji Normalitas Uji Multikolinieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) FA 0,978 1,022 US 0,990 1,010 M 0,979 1,022 a. Dependent Variable: FMB Sumber : Data Olahan SPSS, 2016 26 Tabel 5 di atas memperlihatkan bahwa nilai Tolerance lebih besar dari 10% dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak terdapat multikolonieritas. Uji Heteroskedastisitas Untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat digunakan metode grafik Scatterplot, apabila pada gambar menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi adanya heteroskedastisitas pada model regresi (Sugiyono, 2010). Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4 Uji Heteroskedastisitas Gambar 4 memperlihatkan titik-titik yang menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi. Uji Hipotesis Hasil Uji Path Analysis Analisis jalur (Path Analysis) digunakan untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model causal) yang ditetapkan berdasarkan teori, dan menentukan hubungan tiga variabel atau lebih (Ghozali, 2016). Pengujian ini untuk membuktikan pengaruh dari Financial Attitude, Uang Saku dan Minat yang diprediksi mempengaruhi variabel dependen, yaitu Financial Management Behavior, dengan kriteria pengujian jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak, sedangkan jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. Berdasarkan jumlah n = 150, dengan df = n-2 yaitu 148 27 diperoleh ttabel sebesar 1,976 dengan nilai sig. 0,05. Hasil uji-t dapat dilihat pada Tabel 6 berikut: Tabel 6 Hasil Uji Hipotesis Dependen Independen Minat mengelola keuangan(X3) Financial Management Behavior (Y) B thit Sig. B thit Sig. Financial Attitude (X1) 0,134 1,556 0,022 0,298 2,768 0,006 Uang Saku (X2) -0,046 -0,754 0,042 0,078 2,027 0,006 Minat Mengelola Keuangan (X3) - - - 0,454 4,461 0,000 Konstanta 3,896 1,292 R 2 0,021 0,187 Fhit 1,593 11,220 Sig. F 0,207 0,000 Sumber : data primer yang diolah (2018) Berdasarkan Tabel 6, dapat dinyatakan bahwa variabel Financial Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Mangement Behavior, diketahui nilai signifikansinya adalah 0,006 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima atau terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Financial Attitude terhadap Financial Management Behavior. Selanjutnya hasil pengujian variabel Financial attitude terhadap minat pengelolaan keuangan, menunjukkan bahwa signifikansi adalah 0,022 < 0,05). sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua (H2) diterima atau terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Financial Attitude terhadap Minat Mengelola Keuangan. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa Uang saku berpengaruh positif terhadap minat mengelola keuangan. Dapat dilihat pada tabel 6 menunjukkan bahwa signifikansinya adalah 0,042 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga (H3) diterima atau terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Uang Saku terhadap Minat mengelola Keuangan. Hipotesis keempat menyatakan bahwa Uang Saku berpengaruh 28 positif terhadap Financial Management Behavior, dapat diketahui signifikansinya adalah 0,006 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat (H4) diterima atau terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Uang Saku terhadap Financial Management Behavior. Selanjutnya hasil pengujian variabel Minat mengelola keuangan terhadap Financial Management Behavior diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kelima (H5) diterima atau terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Minat mengelola keuangan terhadap Financial Management Behavior. Gambar 5 Diagram Jalur Financial Attitude, Uang Saku dan Minat terhadap Financial Management Behavior Pada gambar 5 menunjukkan bahwa variabel financial attitude berpengaruh terhadap minat mengelola keuangan, dan minat mengelola keuangan juga berpengaruh terhadap financial management behavior, sehingga hipotesis ke 5a di terima, artinya financial attitude berpengaruh positif terhadap financial management behavior melalui minat mengelola keuangan. Selanjutnya pada gambar 5 juga menunjukkan bahwa variabel uang saku berpengaruh terhadap minat mengelola keuangan, dan minat mengelola keuangan juga berpengaruh terhadap financial management 0,022 0,042 Financial Attitude Uang Saku Minat Financial Management Behavior 0,006 0,006 0,000 29 behavior, sehingga hipotesis ke 5b di terima, artinya uang saku berpengaruh positif terhadap financial management behavior melalui minat mengelola keuangan. PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data, variabel financial attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Management Behavior. Hal ini sejalan dengan penelitian (Herdjiono dan Damanik, 2016) yang menyatakan financial attitude mempengaruhi financial management behavior. Ketika seseorang memiliki pandangan atau anggapan mengenai mengelola keuangan yang positif maka ia akan melakukan tindakantindakan yang menghindarkan ia dari kekurangan keuangan di masa depan seperti menabung dan melakukan penghematan di masa sekarang. Ketika seseorang memiliki pandangan atau anggapan mengenai keuangan yang relatif tinggi seperti ia merasa bahwa kondisi keuangan seseorang dimasa depan itu tidak tentu, maka ia akan berusaha melakukan tindakan-tindakan yang menghindarkan dia dari kekurangan keuangan di masa depan dengan cara menabung dan juga melakukan penghematan di masa sekarang. Hal inilah yang bisa dikatakan bahwa sikap atau pandangan seseorang terhadap mengelola keungan dapat mempengaruhi perilaku atau tindakan seseorang dalam mengelola keuangannya. Variabel uang saku juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior. Dengan tersedianya uang saku yang diterima mahasiswa akan lebih meningkatkan perilaku untuk mengelola keuangannya dengan baik. Uang saku yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pilihan produk atau jasa yang akan dibelinya (Aviva, 2016). Hal inilah yang akan mendorong penerima uang saku untuk meningkatkan pengelolaan keuangannya, sehingga dapat dikatakan uang saku dapat mempengaruhi financial management behavior. Hasil pengujian hipotesis juga menunjukan financial Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mengelola keuangan. 30 Minat mengelola keuangan akan terbentuk setelah seseorang menentukan sikap mengenai mengelola keuangan. Pemikiran jangka pendek serta tidak adanya kemauan untuk menabung merupakan faktor-faktor sikap yang dapat menimbulkan masalah keuangan (Madern dan Schors, 2012). Sikap yang positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan akan meningkatkan keinginan seseorang untuk melakukan perilaku pengelolaan keuangan yang baik. Hal inipun sejalan dengan hasil penelitian Salim (2003), Albari dan Liriswati (2004) serta Sigit (2006) yang menyatakan bahwa sikap berpengaruh terhadap minat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan juga dari variabel uang Saku terhadap minat perilaku pengelolaan. Income yang diperoleh mahasiswa adalah dari orang tua, disebut dengan Uang Saku, dalam jumlah yang terbatas membuat mahasiswa ingin selalu merencanakan atau mengelola keuangannya dengan baik supaya uang saku yang diberikan orang tua akan mencukupi semua kebutuhannya. Terdapat kemungkinan yang lebih besar individu dengan sumber dana (income) yang tersedia akan menunjukkan perilaku manajemen keuangan yang lebih bertanggung jawab, mengingat dana (income) yang tersedia memberi mereka kesempatan untuk bertindak secara bertanggung jawab (Ida dan Dwinta, 2010). Hasil penelitian Yunita (2016) dan Andreas (2017) juga menyatakan bahwa uang saku berpengaruh terhadap minat perilaku mengelola keuangan. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan dari Minat terhadap Financial Management Behavior. Seseorang dengan keinginan yang tinggi terhadap pengelolaan keuangan akan berperilaku lebih teratur dalam mengelola keuangan dan dapat memanfaatkan uangnya dengan baik. Hal inilah yang bisa dikatakan minat yang tinggi berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan. Elizabeth (1993) menyatakan bahwa pada semua usia, minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas perilaku. Siti et al (2012) dan Desi (2016) juga menyatakan bahwa 31 Minat berpengaruh terhadap perilaku. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan seseorang dengan minat yang tinggi untuk mengelola keuangan akan lebih baik perilaku pengelolaan keuangannya. Dalam penelitian ini Financial Attitude berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior yang dimediasi variabel Minat mengelola keuangan. Seseorang dengan Financial Attitude yang positif akan memiliki minat yang tinggi untuk mengelola keuangan akan lebih baik perilaku pengelolaan keuangannya. Variabel uang saku juga berpengaruh positif terhadap Financial Management Behavior yang dimediasi variabel Minat mengelola keuangan. Individu dengan keuangan yang terbatas akan cenderung memiliki minat untuk melakukan pengelolaan keuangan secara lebih efisien dengan perilaku manajemen keuangan yang baik. KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Financial Attitude dan uang saku dapat mendorong Financial Management Behavior. Dan financial Attitude dan uang saku dapat mendorong minat pengelolaan keuangan. Selanjutnya Minat pengelolaan keuangan dapat mendorong Financial Management Behavior. Dan financial attitude dan uang saku dapat mendorong financial management behavior melalui minat pengelolaan keuangan. Implikasi Praktis Hasil penelitian ini memberikan implikasi pada mahasiswa agar financial management behavior baik maka mahasiswa perlu memiliki minat yang tinggi terhadap financial management behavior. Untuk memiliki minat yang tinggi mahasiswa perlu memiliki financial attitude yang positif. Namun dalam penelitian ini masih banyak mahasiswa yang ternyata belum mempunyai minat yang tinggi terhapat financial 32 management behavior, sehingga ke depan mahasiswa perlu menumbuhkan minat terhadap financial management behavior. Saran Penelitian ini tidak terlepas dari beberapa keterbatasan, maka diharapkan penelitian yang akan datang, sampel yang digunakan lebih banyak sehingga hasil dari analisis dari penelitian yang didapatkan akan lebih akurat. Diharapkan ada penelitian lanjutan dengan aspek yang sama dengan menambahkan variable yang menyangkut aspek tersebut, untuk lebih mengetahui variabel-variabel lain di luar variabel yang telah diteliti, seperti variabel lingkungan yang mempengaruhi Financial Management Behavior dan Minat perilaku pengelolaan keuangan. DAFTAR PUSTAKA Albari., & Anita Liriswati. (2004). Analisis Minat Beli Konsumen Sabun Cair Lux, Biore dan Lifebuoy di Kotamadya Yogyakarta Ditinjau dari Pengaruh Sikapnya setelah Melihat Iklan di Televisi dan Norma Subyektif. Jurnal Strategi dan Bisnis, 9. (2), 215 – 239. Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50, 179-211. Amanah, E., Rahadian, D., & Iradianty, A. (2016). Pengaruh Financial Knowledge, Financial Attitude dan External Locus of Control Terhadap Personal Financial Management Behavior Pada Mahasiswa S1 Universitas Telkom. E-Proceeding of Management, 3(2), 1228–1235. Andreas, Y.H.W. (2017). Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup terhadap Minat Menabung (Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma). Aviva, Y. N. (2016). Pengaruh Peran Orang Tua dan Uang Saku Terhadap Minat Menabung Siswa Madrasah Aliyah Islamiyah AT- 33 Tanwir Bojonegoro. Tesis. UIN Sunan Ampel Surabaya. Desi, M. (2016). Pengaruh Persepsi Pengetahuan tentang Produk terhadap Keputusan Membeli Produk Tabungan Syariah (Studi Kasus pada Nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Ciputat, Tangerang Selatan). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dew, J., & Xiao, J. J. (2011). The Financial Management Behavior Scale : Development and Validation. Journal of Financial Counseling and Planning, 22(1), 43–59. Dewi, R. S. (2017). Pengaruh Financial Attitude, Financial Knowledge, Pendidikan Orang Tua dan Parental Income Terhadap Financial Management Behavior Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta. Dugas. (2001). Debt smothers young Americans, (13), 1–2. Elliehausen, Gregory, E. Christopher.L, & Michael E. S, (2007). The Impact of Credit Counseling on Subsequent Borrower Behavior. Journal of Consumer Affairs, 41(1), 1-28 Elizabeth, H. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Auditor. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 15(1), 13-28. Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen. Semarang: Badan. Penerbit Universitas Diponegoro. Foster, T.W. (2008). Depressions, anxiety, and attitude toward retirement as predictors of wellness for workers nearing retirement. Dissertation. Kent State University College and Graduate School of Education, Health, and Human Service Ghozali, I. (2002). Aplikasi Analisis Mulivariate Dengan Program SPSS



Tidak ada komentar:

Posting Komentar