Sabtu, Agustus 6

9 Cara Berbisnis ala Orang Cina

Orang cina terkenal hemat, sebelum kaya mereka hanya makan bubur. Bandingkan dengan anak pribumi pada umumnya, di mana anak-anak yang belum berpenghasilan diperlengkapi dengan fasilitas handphone, motor, mobil, dan serta selalu disediakan makan enak, mendapat cukup banyak uang jajan, dan memperoleh segala keperluan yang dibutuhkan dengan mudah. Gaya hidup anak-anak muda ini sangat konsumtif, jauh berbeda dengan cara bisnis cina. Oleh karena itu, untuk berhasil memperbanyak menabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Setiap keuntungan jangan dihabiskan untuk keperluan yang bersifat konsumtif tetapi sebaiknya untuk ditabung guna menghadapi masa sulit dan meningkatkan modal kerja. Dengan prinsip ini maka bisnis berkembang dengan pesat.

1. Usaha keras, berani mencoba & tak takut gagal, mulai dengan apa adanya.
2. Mengumpulkan informasi dan belajar.
3. Melakukan perencanaan.
4. Membina relasi.
5. Kemampuan administrative dan inventory control.
6. Kemampuan pemasaran.
7. Mendelegasikan.
8. Mendiversifikasi.
9. Mengolah keuangan

9 poin tersebut merupakan cara bisnis orang cina. Sikap positif, pantang menyerah, dan bekerja keras untuk mencapai sesuatu adalah tradisi orang cina. Perjalanan seribu kilometer dari langkah pertama, jika kita yakin kita akan menang, majulah perang. Jika tidak yakin, mundurlah dulu untuk menyusun kekuatan agar kita yakin bisa menang. Kata tersebut adalah pepatah dari negeri cina. Semangat positif untuk mencapai sesuatu sangatlah diperlukan, jika kita tidak bersemangat dalam mencapai keinginan, maka apatislah kita dalam menjalani keinginan tersebut. Untuk mencapai sukses orang cina harus berdagang. Bekerja keras  dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan, dan hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha, dan keyakinan.

Mengutip sumber dari: id.netlog.com/irvandpoetra/blog/blogid=141140
Daftar pustaka: Kewirausahaan: Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda/Suharyadi, Arissetyanto Nugroho, Purwanto S.K., Maman Faturohman -Cetakan Kedua-Jakarta: Salemba Empat, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.