Senin, Agustus 8

Belajar Bisnis Dari Orang Tionghoa

Sudah menjadi rahasia umum jika orang tionghoa banyak menguasai perekonomian di Indonesia. Orang tionghoa di Indonesia lebih banyak berniaga ketimbang berpolitik. Orang tionghoa biasanya bekerja lebih keras ketimbang orang lain disekitarnya. Moto orang Tionghoa dalam kerja keras yang sering saya dengar adalah “Kita harus bisa memindahkan gunung” dan “Kita harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras dari mereka.”



Tidak betul jika ada yang mengatakah bahwa semua orang Tionghoa lebih hebat dari ras manapun dalam bidang bisnis. Dari setiap suku pasti selalu ada yang menjadi pedagang dan menjadi kaya. Mengapa orang Tionghoa di Indonesia lebih banyak yang sukses di bidang bisnis? karena mereka
berkumpul. Jika kita berkumpul dengan pedagang maka kita lebih cenderung menjadi pedagang. Jika kita berkumpul dengan karyawan maka kita lebih cenderung menjadi karyawan. Orang Tionghoa di Indonesia jumlahnya sedikit dan mereka cenderung berkumpul, karena sebagian besar anggota perkumpulan mereka memiliki profesi sebagai pedagang maka sampai sekarang hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Coba lihat di negara China, di sana orang Tionghoa yang jadi gelandangan, pengemis, bahkan penjahat juga banyak. Saya harap apa yang saya tulis ini bisa membangkitkan siapa pun untuk mengubah mindset. Siapa pun bisa sukses berbisnis asalkan ada kemauan dan terus menerus belajar.


etika menjalani hidup sebagai pedagang tentunya ada modal yang harus dikeluarkan dan juga ada risiko yang harus ditanggung ketika gagal. Pedagang tidak memiliki penghasilan tetap... kadang omzet banyak, kadang sedikit, bahkan kadang tidak ada omzet sama sekali. Hal tersebut sangat
tidak disukai oleh sebagian besar orang sehingga sebagian besar orang tersebut lebih memilih profesi lain yang menjanjikan penghasilan tetap, meskipun sedikit.


Orang Tionghoa cenderung dikatakan lebih memiliki nyali. Hal tersebut boleh dikatakan benar namun perlu diingat bahwa hal tersebut bisa dilatih. Caranya melatih adalah dengan memfokuskan apa yang kita lakukan pada keuntungan yang bisa diraih. Ketika kita bisa melihat keuntungan tersebut
maka hal berikutnya adalah kita harus memiliki dua buah pemikiran, yaitu jangan takut dan jangan menyesal. Kita tidak boleh takut untuk bertindak. Apa pun hasilnya kita tidak boleh menyesal.

Sumber :
http://visimediapustaka.com/artikel-buku/134-rahasia-sukses-bisnis-orang-tionghoa
http://id.netlog.com/irvandpoetra/blog/blogid=141140

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.