Rabu, Agustus 3

Berawal dari cemilan untuk keluarga



saya akan bercerita tentang pengalaman pribadi saya dengan berwirausaha pada tahun 2007, berawal dari keluara yang sangat suka sekali dengan cemilan makanan ringan, saya dan keluarga membuat kripik singkong yang awalnya untuk di kosumsi hanya untuk keluarga saya saja. Saya mengisi waktu luang sekolah saya dengan membuka  usaha kripik singkong bersama ibu dan kakak saya yang dijual di warung-warung kecil di sekitaran tempat tinggal saya berada. Untuk gambaran seperti di bawah ini:



Untuk membeli bahan pokok utama seperti singkong itu sulit-sulit gampang, karena tergantung musim. Faktor yang pertama yaitu ketika musim hujan, kualitas singkong tersebut menurun dan harganya pun ikut naik. Untuk faktor yang kedua yaitu ketika sedang belanja singkong di pasar jangan dateng di atas jam 07.00 pagi, di karenakan saya akan mendapatkan kualitas singkong yang tidak begitu baik. Karena kualitas singkong yang baik itu sedikit karena sudah diambil oleh pembeli yang dateng dari subuh bahkan dari larut malam.

Untuk belanja singkongnya itu sendiri sekitar jam 04.00 sampai dengan 05.00 Pada waktu itu saya keliling tiap warung ke warung dengan menggunakan sepada motor. Dengan 1 pack plastik besar dengan isinya 20 bungkus kecil-kecil. Untuk satuan di warungnya di jual dengan Rp 1000. Dengan seiringnya waktu berjalan  penjualan naik secara bertahap tiap tahun ke tahun. Namun setelah usaha kripik singkong saya berjalan selama 5 tahun, usaha kripik saya gulung tikar di karenakan hal yang pertama adalah harga bahan baku yang naik seperti minyak goreng, singkong, plastik, gas, dan bumbu-bumbu. Untuk hal yang kedua yaitu persaingan usaha yang sangat ketat. sekian pengalaman pribadi dari saya, terima kasih.

sumber


diib.ui.ac.id/seminar-motivasi-inovasi-dan-kewirausahaan-2/

hedisasrawan.blogspot.com
yulianti311.blogspot.com/2009/01/artikel-kewirausahaan  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar