Jumat, Agustus 5

BRANDING “WARUNG” TIDAK MEMBUAT WAROENG STEAK RESTORAN YANG “MURAHAN”



Pria yang sekarang sudah memiliki empat orang anak itu mengatakan, terkadang seseorang lupa dengan impiannya. Padahal, impian tersebut harus tertanam kuat, tak boleh pergi kemana-mana. “Karena impian itu sama dengan niat,” tutur Jody. Namun, impian itu mustahil akan berbuah keberhasilan jika tak dibarengi dengan kerja keras dan keyakinan pada Sang Pencipta. Berangkat dari prinsip itu, Jody pun memberanikan diri untuk memulai usahanya kala itu.
Strategi awal Jody ialah membangun branding usaha dengan menyasar kawula muda dan mahasiswa yang tidak begitu banyak duit. Dengan nama tersebut Jody berharap bahwa stigma mahal yang melekat pada menu Steak tak lagi ada. Oleh karenanya nama warung identik dengan harga yang murah.


Tahun pertama adalah tahun tersulit, pembeli masih sepi karena warung itu belum terkenal. Selain itu, masyarakat juga masih menganggap steak makanan mahal. ”Pembeli memberi masukan agar warung saya lebih disukai. Saya dengar masukan mereka,” ujarnya.
Jody membuat spanduk besar dengan warna mencolok di depan gerainya. Di spanduk dicantumkan harga steak yang murah. Ia juga mempromosikan warungnya lewat selebaran. Tidak butuh lama, warung Jody mulai ramai pembeli dari kalangan mahasiswa dan pelajar. ”Malah kami mulai kewalahan,” ujarnya.
Kala itu, Waroeng Steak and Shake baru punya 10 hotplate dan lima meja. Saat ramai, tak jarang pembeli terpaksa menunggu meja kosong. Bahkan, Jody beberapa kali terpaksa mengambil hotplate setelah pembeli selesai makan tetapi masih duduk di meja. Sebab, hotplate akan dipakai untuk memenuhi pesanan pembeli lain.
Pelan-pelan, Jody menambah peralatan. Ia juga merekrut pegawai untuk melayani pembeli yang semakin banyak. ”Setahun sejak buka di Demangan, kami membuka satu cabang lagi,” ujarnya.
Pada tulisan saya yang pertama sudah dibahas tentang sikap Jody yang merupakan sikap dan ciri-ciri dari wiarusahawan. Nah pada tulisan yang kedua ini Jody mengambil langkah:
1.      Mengubah mimpi menjadi visi.
Visi adalah impian yang ingin kita capai dalam waktu tertentu. Setiap mimpi harus dapat diterjemahkan dalam sasaran-sasaran tertentu guna memudahkan pencapaiannya.
2.      Menyusun rencana strategi
Untuk mewujudkan mimpi diperlukan adanya rencana strategis. Rencana strategis menyangkut rencana menpai tujuan dalam kurun waktu tertentu dengan mempertimbangkan factor eksternal dan internal. Faktor internal adalah kemampuan keuangan, budaya perusahaan, struktur organisasi, dan proses produksi, sedangkan factor eksternal adalah selera konsumen dan tren pasar, kondisi persaingan dan kebijakan pemerintah.
3.        Menetapkan rencana jangka pendek
Sesudah membuat rencana strategis, maka perlu membuat rencana jangka pendekndengan waktu satu tahun yang dapat dipecah dalam semester atau trisemester. Dalam menyusun rencana jangka pendek, diperlukan perencanaan yang sesuai dengan kaidah SMART, yaitu:
S adalah singkatan dari ‘specific.’ Artinya, sasaran pribadi Anda harus jelas. Sulit mengambil langkah-langkah praktis bila tujuan Anda tidak jelas.
M adalah singkatan dari measurable. Artinya, sasaran pribadi Anda harus terukur. Ada yang membuat ukuran berupa waktu, kualitas, uang, dan ukuran lainnya sesuai dengan kebutuhan.
A adalah singkatan dari aggressive. Artinya, tujuan Anda cukup menantang dan ada perkembangan dalam kurun waktu tertentu. 
R adalah singkatan dari realistics. Artinya, Anda memiliki waktu untuk membaca 25 halaman setiap hari.
T adalah singkatan dari time-bound. Artinya, tujuan Anda akan dicapai dalam kurun waktu tertentu.
4.        Menjalankan usaha
Setelah membuat rencana jangka pendek, maka perlu dibuat rencana operasi yaitu membuat struktur organisasi, menentukan pekerjaan, hak dan tanggung jawab setiap orang dengan jelas serta melaksanakan pengawasan atas jalannya pekerjaan sehingga mutu pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.
Ingin tahu cerita selanjutnya? Baca disini......

Sumber:
Hari W, Laksono. 2013. Ekonomi. Bisnis dan Keuangan. Gagal Jadi Arsitek, Sukses Berbisnins Steak. Diambil dari: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/08/08323684/Gagal.Jadi.Arsitek..Sukses.Berbisnis.Steik (1 Agustus 2016)
Puri. 2016. Jody Broto Suseno dan Warung Kesuksesan Akhirat. Diambil dari: http://www.dream.co.id/orbit/jatuh-bangun-jody-broto-suseno-rintis-bisnis-steak-160210y/memegang-prinsip-spiritual-company-g6a.html (1 Agustus 2016)
Budiarto, Yosi. 2011. S.M.A.R.T (5 LANGKAH MENETAPKAN TUJUAN) Diambil dari: http://youth-bible-notez.blogspot.co.id/2011/10/smart.html (1 Agustus 2016)
Suharyadi, Arissetyanto Nugroho, dkk. 2004. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. (1 Agustus 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar