Jumat, Agustus 5

HIMPITAN EKONOMI, MENELISIK PELUANG USAHA

Tepat 5 tahun lalu saya duduk di bangku SMA saat itu saya kelas X, singkat cerita orang tua saya mengalami pemutihan oleh perusahaan tempat orang tua bekerja, terlanjur memasuki sekolah namun tingkat ekonomi yang tidak sama seperti sebelumnya membuat orang tua saya berpikir bagaimana melanjutkan sekolah saya sampai tuntas disamping itu saya adalah seorang anak tunggal.

Berawal dari kebiasaan membuat atau memasak camilan di rumah yaitu cilok, akhirnya mama saya memiliki ide kenapa tidak dijadikan peluang usaha aja ya? Akhirnya tanpa perlu pemikiran panjang, mama saya mengajak saya untuk membuat cilok di rumah dan diperdagangkan di sekolah, memang awal mula saya merasa malu, jujur sangat tidak terbiasa dengan hal menjajakan barang dagangan, namun mama saya memiliki trik sebelum menjual, beliau bilang “nak, bawa aja dulu untuk percobaan teman-temanmu”, akhirnya saya terbujuk dan membawa beberapa sampel untuk teman-teman saya mencobanya, sesampai di sekolah langsung saja saya tawarkan kepada teman sekelas dan saya kaget karena respon teman rasa dari cilok tersebut sangat lezat, bumbu kacang yang membuat rasa masakan itu sangat berbeda dibandingkan dengan cilok lain yang dijual di sekolah, saya pun akhirnya memberanikan diri mengatakan, hey teman itu untuk dicoba ya besok-besok saya mau jual dengan harga terjangkau pas sekali dengan kantong anak sekolah saat itu. Hanya dengan Rp 500/pcs, cara pemesanan pun saya mulai tulis di buku agar tidak lupa sesampainya di rumah, saya merasa senang sekaligus haru karena pesanan meningkat tajam diawal perkenalan makanan ini. Modal yang tidak banyak namun menghasilkan untung yang sangat layak diperhitungkan untuk meneruskan usaha seperti ini, saat itu usaha mama saya mendapatkan keuntungan sekitar 300 persen dari modal usaha, angka yang sangat fantastis untuk memulai usaha baru.
Hal ini tentu saja berawal dari niat dan kemauan usaha agar pekerjaan yang dilakukan selalu lancar dan membawa keberkahan. Berikut konsepsi wirausaha:
1. Yuk rencanakan modal
Ketika berbisnis, tidak mungkin kamu tidak membutuhkan dana, sekecil apapun kamu pasti membutuhkan dana atau modal. Kamu butuh modal berapa? Pangsa pasarnya siapa saja? Dijual dimanakah? Sedikit demi sedikit atau apakah langsung besar?
2. Mau dipasarkan kemana?
Tentang pemasaran, apakah kamu berniat menitipkannya di warung-warung atau hanya akan dijual kepada teman-teman sebayamu saja.
3. Catat semua pendapatan dan pengeluaran

Catat semua pendapatan yang masuk, baik dari modal awal, kelebihan kembalian sampai pendapatan hasil jualan, diperlukan perhitungan secara rinci untuk memudahkan kita menghitung hasil akhir. Begitupun sebaliknya kamu bisa menghemat pengeluaran dengan mencatat semua pendapatan usaha yang masuk.

daftar pustaka:
Ratih Pratiwi, Amanda. 2016. Ting! Yes! aku bisa berbisnis. Jakarta: Elex Media Komputindo
http://berbisnisrumahan.com/strategi-pemasaran-bisnis-rumahan.html 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar