Sabtu, Agustus 6

Kreatifitas dan inovasi dalam berwirausaha



    Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing).
    Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added), dan hal ini merupakan sumber peluang bagi wirausaha
    Meningkatnya daya saing yang semakin berat dalam berwirausaha, bukan menjadikan hambatan bagi pelaku usaha,tetapi justru menjadikan dorongan untuk megeluarkan kreatifitas dan inovasi yang menjadikan nilai produk yang ditawarkan menjadi lebih menarik dan memiliki nilai tinggi walapun dengan bahan yang baku yang sederhana.

    Tidak cukup dengan hanya menawarkan kuaitas dan harga yang bersaing, tetapi seorang wirausaha dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk menjadikan suatu produk mempuyai nilai lebih dibandingkan produk lain.
     Produk yang memiliki harga tinggi tidak serta merta karena berasal dari tinggi rendahnya bahan dasar, akan tetapi bisa juga berasal dari nilai kreatifitasnya, inovasinya, dan tingkat kesulitannya. Biasanya produk yang mempunyai nila kreatifitas dan inovasi yang tinggi berasal dari bahan baku yang berharga murah, bahkan ada yang dari beasal dari limbah. Dengan menggunakan kreatifitas dan inovasi akan meningkatkan suatu produk menjadi bernilai.
    Mengapa seorang wirausaha memerlukan kreatifitas dan inovasi?
§       Agar memiliki keunggulan dibanding dengan pesaing dan mempertahankan eksistensi usaha, maka harus terus berupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kreativitas sangat diperlukan oleh setiap wirausaha.
§         Seorang wirausahawan harus memastikan bahwa kreativitas yang telah usang, harus ada solusi yang lebih kreatif lagi.
§          Para peneliti telah mengatakan bahwa kreatifitas menyangkut keputusan-keputusan tentang apa yang anda inginkan, dan bagaimana anda melakukannya dengan lebih baik.
§      Jadi, urutan tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil akhir yang diharapkan. Sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi kreatif. 

Kisah SuksesWirausaha Kreatif Batok Kelapa

Limbah tidak selamanya hanya menjadi sampah. Dengan sedikit kreatifitas, barang yang tak bernilai dapat diubah menjadi 'mesin penghasil uang'. Salah satu contohnya adalah cangkang atau batok kelapa.

Batok kelapa yang tidak memiliki nilai, masih dapat disulap menjadi barang yang bermanfaat, salah satunya adalah dibakar untuk menjadi arang. Tetapi ternyata, cangkang kelapa ini masih dapat diubah menjadi barang yang lebih bernilai dari sekedar arang saja.

Adalah Ade Sumarno, seorang pria berumur 27 tahun yang sukses menyulap batok kelapa ini menjadi berbagai barang kerajinan batok kelapa unik. Mulai dari barang keperluan sehari hari sampai hiasan rumah yang mempunyai nilai seni.

Ade Sumarno mulai menggeluti bisnis ini sejak tiga tahun lalu. Awalnya, Ade mengubah limbah kelapa tersebut menjadi pernak pernik untuk ucapan terima kasih di pernikahan. Bentuknya bermacam macam, mulai dari sendok, garpu, asbak dan lainnya.

"Modalnya tidak banyak, hanya perlu batok kelapa, alat potong seperti gergaji, lem dan ampelas saja," tuturnya kepada detikFinance saat ditemui di tempat kerjanya, Bandung, Minggu (6/11/2011).

Ade pun mulai melebarkan usahanya dengan mencoba menggali kreatifitasnya supaya dapat memberi nilai tambah bagi usahanya tersebut. Ade pun mulai mencoba membuat pajangan serta hiasan rumah dari batok kelapa tersebut.

Telah beberapa pajangan Ade hasilkan, berbentuk gajah, kuda bahkan mahluk mitologi yang hanya ada dalam dongeng, yaitu naga. Ade mengaku dapat menerima pesanan untuk hiasan rumah tersebut, tidak hanya bentuk yang telah ada, tapi tergantung keinginan pelanggan.

"Semua model juga dapat tergantung keinginan. Bisa model becak atau motor Harley (Davidson). Binatang lain juga dapat tidak hanya kuda atau naga," kata wirausaha muda ini.

Untuk waktu pengerjaan, Ade mengatakan, tergantung dari bentuk serta tingkat kerumitan pemesanan. Ade mencontohkan, pengerjaan model naga yang cukup rumit membutuhkan waktu sekitar dua minggu, sementara model kuda yang lebih sederhana dapat di rampung hanya sekitar empat hari saja.

Harga yang ditawarkan pun beragam, sesuai dengan tingkat kesulitan dan hasil akhirnya. Ade menjual pajangan dan hiasan batok kelapa mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta.

Saat ini, Ade yang belum mempunyai toko sendiri, menjajakan barang dagangannya dengan menitip di galeri galeri seni sampai gerai gerai di stasiun dan hotel. Tetapi, Ade mengaku pembelian paling sering dilakukan oleh orang asing melalui pemesanan.

"Kebanyakan yang beli memang dari luar. Mereka biasanya telepon ingin model seperti apa. Nanti sesudah selesai langsung dikirim," ujarnya.

Selain itu, wirausaha muda ini saat ini sedang mencoba untuk mengkolaborasi buah karyanya itu dengan medium keramik. Salah satunya adalah merangkai batok kelapa yang sudah dipotong di atas papan keramik berukuran 30x30 cm.

Menurutnya, keramik tersebut dapat disusun di tembok sehingga menjadi hiasan dinding yang cukup menawan. Bahkan, Ade mengaku pernah menerima pesanan dari salah satu direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghias seluruh dinding kamar mandinya dengan ornamen batok kelapa tersebut.

Atas jerih payahnya tersebut, Ade dapat meraup omzet sekitar Rp 10-20 juta per bulan. Uang yang cukup besar tersebut awalnya hanya dari modal yang sangat kecil, bahkan tidak sampai jutaan rupiah.

"Dari satu karung batok kelapa itu tidak sampai Rp 100 ribu. Itu isinya sekitar 10 kg, bisa jadi puluhan bentuk akhirnya," tambahnya.

Sumber : ukmkecil.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.