Kamis, Agustus 4

Menerapkan Sikap Mental Bisnis Orang Cina

Dalam menjalankan usaha perdagangan, orang Cina mempunyai tata cara yang tidak formal dan tidak birokratis. mereka menjadikan perdagangan semudah mungkin. hal ini yang menjadikan budaya pragmatis dalam perdagangan orang Cina. sebagai contoh, transaksi/ order yang bernilai miliaran di medan cukup dilakukan dengan secarik kertas, sehingga prosesnya tidak rumit, namun atas kepercayaan menjadi dasar penting dalam berusaha. orang Cina juga termasuk pekerja keras, karena pengaruh ajaran kongucu. walaupun mereka sudah berhasil tetap akan bekerja keras. oleh sebab itu tidak ada kesuksesan yang kemudian berhenti. orang Cina bekerja tidak cukup 8 sampai 10 jam sehari, tetapi justru 16 sampai 18 jam. mereka bukan penggila kerja tetapi mereka adalah pekerja keras, dan mempunyai semangat kerja yang tinggi. orang Cina juga mempunyai sifat yang konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan, serta tidak pernah lari dari tujuan atau tidak fokus, dan apabila pada suatu tujuan tercapai, maka usaha tidak akan pernah berhenti karena akan ada tujuan lain yang ingin di capai. orang Cina meyakini bahwa bidang perdagangan inilah yang dapat menjadikan kaya, meningkatkan taraf hidup dan kesenangan, selain menjadi dinamis dalam mengarungi kehidupan.
Berikut adalah falsafah bisnis orang cina :
"Pedangan yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali."
falsafah ini mengajarkan kepada kita untuk tidak putus asa. apabila gagal, maka kita tidak boleh berhenti. kegagalan seharusnya menjadi pendorong untuk mecapai keberhasilan selanjutnya.

Berikut adalah budaya bisnis orang cina :
"Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, mereka biasanya tidak akan berfikir panjang untuk melakukannya. pengalaman dan kemahiran tidak penting kerena dapat dipelajari."
budaya ini menujukan bahwa inti usaha orang cina adalah berdagang. dan untuk berdagang tidak terlalu membutuhkan ilmu dan teori yang rumit, yang penting mau bekerja keras dan belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman.
Sistem dan Seni Bisnis Cina

secara singkat sistem bisnis orang cina dapat dijelaskan sebagai berikut :
orang cina mengizinkan pelanggannya membuat pilihan sendiri tanpa ada tekanan dari pemilik.
sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas
pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi oleh potongan harga dan kemudahan kredit.
pekerja dalam sistem bisnis cina bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis.
Berikut seni bisnis orang cina :
berwirausaha penuh dengan persaingan yang keras dan dilakukan dengan berbagai macam cara.
dalam berwirausaha diperlukan adanya kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan sikap fleksibel.
seni berdangang orang cina selalu mengutamakan win-win solution.
pengusaha baru rajin bekerja, ramah, dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat.
pengusaha harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang sehat.
Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina

Berikut adalah rahasia keberhasilan orang cina :
beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman di tempat lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
dalam sistem sosial orang cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. cara menunjukan penghormatan kepada orangtua adalah mengkat derajat keluarga adalah kaya, dengan cara berdagang.
uang jangan dijadikan penghalang. asal ada kemauan disitu pasti ada jalan, yang terpenting adalah harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Cara Bisnis Orang Cina

untuk menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
bekerja minimal 18 jam sehari
harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.
tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat dan kehendak orang banyak.
bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat yang tinggi, dan pantang menyerah.
citra dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
lebih suka mempekerjakan sanak keluarga sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
akan merasa rendah diri jika gagal hidup  mandiri dan hanya mendapatkan gaji sepanjang hidupnya.
sebagian keuntungan harus di simpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi di luar dugaan, sebagaian digunakan untuk modal kerja.
Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis. Inilah Beberapa rahasia kaum Tionghoa menjadi pengusaha sukses secara singkat!

1. Terlibat sejak dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.

2. Administrasi dan pembukuan yang baik
Sangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang. Sebab mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan yang baik membuat arus kas berjalan lancar.

3.  Dua puluh persen biaya hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari penghasilan mereka. Bila punya pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya hidup hanya Rp 2 juta saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.

4. Berani ambil risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat pengusaha Tionghoa lebih berani mengambil risiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari kamus mereka.

5.  Survei dan belajar
Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan bertanya dan belajar kepada siapa pun untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan dimulainya. Mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti membuat usaha mereka cepat meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.

6. Pelayanan terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum, jangan membuat toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa pelayanan yang memuaskan, dijamin pelanggan akan pindah ke toko sebelah.

7. Memelihara relasi
Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal sederhana yang acap dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski tak selalu berharga mahal, namun tetap akan meninggalkan kesan baik bagi pelanggannya, sehinga mereka ingin selalu kembali ke toko tersebut.

Sumber     :
http://www.pesona.co.id/karier.uang/keuangan.bisnis/tujuh.rahasia.sukses.pengusaha.tionghoa/004/003/
http://monicaiza1.blogspot.com/2013/06/bab-3-menerapkan-sikap-mental-bisnis.html
Ilustrasi Gambar :http://blog.indometalgoth.com/2012/12/tanggal-tahun-baru-china-imlek-2013.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.