Sabtu, Agustus 13

Menjadi Pengusaha Sejak Kuliah Seperti Adi Nata

Andi  adalah seorang yang memiliki semangat juang yang tinggi, sifat pantang menyerah, berinovasi, menyukai tantangan, dan kerja keras. Andi terjun dibidang wirausaha dimulai sejak 2008 saat menyandang status mahasiswa, karena keadaan ekonomi keluarga. Menjual donat keliling kampus dan juga menjadi guru privat Matematika dan Fisika SMA merupakan bidang bisnis yang pertama kali ia geluti saat menjadi mahasiswa. Dia pernah mendapatkan sekitar Rp12 juta dalam 3 bulan dari hasil menjual donat dan menjadi guru privat. Namun, jumlah uang itu belum bisa mencukupi salah satu biaya yang dibutuhkan keluarganya pada saat itu. Sehingga ia harus memutar otak untuk mendapatkan jumlah biaya kebutuhan keluarganya. Karena Andi adalah orang yang suka bergaul akhirnya ia ketemu dengan seorang peternak di Jawa Tengah. Andi mulai terinspirasi dan mulai tertarik dengan dunia peternakan saat itu. Mulanya dia bekerjasama dengan peternak di Garut, Cirebon, Wonosobo, dan beberapa wilayah di pulau jawa dengan menjual ternak mereka dengan modal kepercayaan yang dijalinnya.
Andi melihat potensi bisnis peternakan yang menurutnya dapat menjanjikan masa depannya. Hal ini membuatnya nekat meminjam uang Rp. 8 juta dari kerabatnya untuk modal membeli kambing betina 4 ekor dan kambing jantan 1 ekor. Andi mulai beternak kambing. Dalam 1 tahun kambingnya melahirkan 2 ekor namun tiap bulannya anak kambingnya mati karena kurangnya ilmu yang dimiliki tentang peternakan. Yang pada akhirnya ia menjual sisa kambingnya, saat itu Idhul Adha. Andi yang memiliki sifat pantang menyerah walupun dia belum memiliki ilmu di bidang peternakan, dia kembali nekad meminjam uang lagi sebanyak Rp80 juta untuk mengganti kambingnya itu dan membeli 100 ekor domba untuk mengembangkan usaha peternakan domba.
Seiring berjalannya waktu, dia tidak mau lagi usahanya gagal karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang usaha peternakan akhirnya ia pun berusaha mengembangkan bisnisnya dan juga berusaha mengejar ketertinggalannya dalam dunia akademik. Mengembangkan bisnisnya tidaklah mudah, Andi berusaha menimba ilmu mulai dari mengikuti lokakarya, kuliah singkat, kursus dan lain sebagainya, dia belajar dari siapa pun karena baginya setiap orang memberi berkah.
Setelah mendapatkan ide dari Ibu penjual Gulai Kambing kemudian andi membuka usaha dengan nama Aqiqah Catering itu masakan domba siap saji yang sudah dibungkus (box) langsung dijual. Dari sinilah usahanya mulai berkembang dan omsetnya juga bertambah besar. Sekarang perbulannya Andi bisa menjual 100 ekor ternaknya, satu ekor harganya sekitar Rp1 juta, belum lagi cateringnya yang sudah di bungkus menjadi masakan siap saji. Kita bisa kalkulasikan sendiri berapa penghasilan Andi. Memiliki banyak bidang usaha salah satunya bergerak dibidang usaha peternakan yang diberi nama Raja Aqiqah dan bidang-bidang usaha lainnya. Menantarkan Andi sukses seperti sekarang ini.
Andi juga pernah memenangkan penghargaan dari Honda Youth Starcup Icon 2011 yang digelar oleh Honda bekerjasama dengan Marketees, dia terpilih menjadi salah satu juara kategori mahasiswa bidang industri dalam ajang nasional Wirausaha Muda Mandiri. Andi menyingkirkan sekitar 3900-an kontesan dari seluruh Indonesia. Andi berhak mendapatkan hadiah berupa tropi, uang tunai Rp50 juta, dan training Bank Mandiri selama setahun.

Namun karena sifat Andi yang menyukai tantangan, ia pun mencoba melebarkan sayap bisnisnya dan pada tahun 2011 dia menggeluti bidang properti. Dia pernah dalam satu bulan membeli 5 rumah kemudian direnovasi setelah itu dia jual. Andi juga berbisnis di biro perjalanan haji dan umroh bersama artis kondang (Neno Warisman), sahamnya sekitar 20%.

Dari kisah diatas bisa kita dapatkan bahwa dalam perjalanan menjadi seorang wirausahawan banyak sekali tantangan, kesulitan dan bahkan kegagalan yang dihadapi oleh Andi Nata, namun pribadi Andi yang kokoh membuat dia bisa melewati semua cobaan dan berhasil menjadi seorang wirausahawan sukses. Menjadi seorang wirausahawan yang sukses tidak lepas dari pribadi wirausahawan tersebut, oleh karena itu kesuksesan itu dipengaruhi oleh pribadi diri sendiri.
Oleh karena itu kita harus bangun pribadi kita agar kita tidak goyah ketika usaha yang kita jalani gagal, untuk membangun kepribadian pertama kita harus mengenal diri sendiri dimulai dari karakter sampai bakat dan kemampuan, lalu kita harus mempersiapkan diri atas perubahan sikap mental untuk mengahadapi ketidakpastian, harus selalu mengatakan “BISA!”, siap kerja keras, dan berani mengambil resiko tanpa mengalami kerugian.

Ketika kita pribadi telah terbentuk selanjutnya kita harus mempersiapkan keterampilan secara softskill seperti mampu menjaga reputasi, kemampuan komunikasi untuk memperluas jaringan, naluri untuk mengenal peluang dan memliki kemampuan persuasi juga negosiasi, jika pribadi telah dibangun dan keterampilan softskill telah dikuasai, maka mulailah kita membuka jalan usaha kita untuk merealisasikan mimpi menjadi nyata seperti kisah Andi Nata diatas.

daftar pustaka : http://www.kesuksesan.info/2016/02/kisah-sukses-peternak-domba-merangkap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.