Minggu, Desember 18

Snack Garing

PERENCANAAN USAHA SNACK GARING 

I. Pendahuluan
 Saat ini makanan ringan atau snack telah berkembang pesat dan menjadi kegemaran banyak orang, baik jenisnya, cita rasa maupun kemasannya.
Produk makanan ringan dapat diproduksi dari berbagai macam bahan baku. Selain enak, makanan ringan ini juga tergolong mudah dan menjadikan omset dengan penjualan yang cukup tinggi. Pembuatan snack ini masih terbatas pada usaha kecil atau industri rumah tangga dengan ditunjukkan untuk pasaran lokal. Umumnya dijual melalui pedagang perantara. Namun seiring dengan perkembangan jaman, bisnis ini bisa diperjual belikan dengan melalui media sosial secara online. Diharapkan produk ini dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. II. Konsumen Target pasar yang bisa dibidik adalah dari semua kalangan, baik anak-anak, remaja, orang dewasa sampai instansi yang membutuhkan makanan ringan untuk dijajakan di kantornya. Biasanya konsumen menginginkan produk dengan jumlah sedikit. Hal ini dikarenakan kami menjual dengan harga satuan.

 III. Bagaimana Memulai Bisnis
 Untuk menjalankann peluang bisnis ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, antara lain: Modal utamanya adalah cita rasa yang enak dan pas di lidah konsumen. Sehingga konsumen memiliki kesan baik terhadap suatu makanan yang sudah dikenalinya. Menjalin kerjasama dengan supllier bahan baku yang memberikan harga murah tanpa harus mengesampingkan kualitas bahan yang digunakan. Memiliki tenaga kerja yang kreatif dan inovatif agar tidak ketinggalan jaman dan dapat mengikuti selera pasar. Selalu melakukan pengontrolan produk, hal ini penting dilakukan untuk mendapatkan pelayanan yang memuaskan bagi para konsumen. Mampu melihat peluang yang ada untuk dijadikan tempat yang strategis.

IV. Keuntungan Bisnis
Setiap manusia yang hidup pasti membutuhkan makan,kebutuhan akan makanan sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Maka dari itu pebisnis yang bergerak di bidang kuliner tidak perlu takut untuk bersaing, asalkan tetap menjaga kualitas produk dan cita rasa yang enak. Terlebih lagi ketika sudah banyak dikenal. Maka dengan sendirinya konsumen akan datang mencari-cari demi untuk memenuhi kebutuhan perut atau sekedar untuk memanjakan lidah.

 V. Kendala Bisnis
Beberapa kendala yang sering dialami oleh pelaku bisnis kuliner adalah salah satunya bahan makanan yang memiliki kualitas baik dengan tanpa menggunakan bahan pengawet akan cepat kadaluwarsa dan tidak tahan lama serta memiliki tekstur yang mungkin mudah hancur. Hal ini akan merubah bentuk yang sudah sedemikian rupa ingin ditampilkan oleh pelaku bisnis menjadi berubah terutama dengan pengirimin melalui media online. Oleh karena itu batasan jangkauan pengiriman sangat diperhitungkan demi kenyamanan customer.

VI. Strategi Pemasaran
 Adapun strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk adalah bisa dengan mengikuti pameran UKM yang diadakan oleh instansi pemerintah atau pun swasta. Selain itu bisa juga dengan menitipkan produk ke toko-toko yang menjual berbagai olahan makanan, supermarket, dan lain sebagainya. Melalui hal tersebut, kita bisa menambah jaringan bisnis, mengenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat, dan memperluas peluang pasar yang dimiliki.

VII. Kunci Sukses
Setiap orang yang mau berusaha untuk menjadi sukses pasti memiliki kunci suksesnya tersendiri. Berikut beberapa kunci sukses yang bisa ditanamkan agar terwujud. Pertama kita harus memiliki niat dan bersungguh-sungguh menjalankannya. Karna keyakinan yang kuat berasal dari keinginan yang kuat juga. Sehingga betapa pun ketatnya persaingan tidak akan menggoyahkan diri untuk berbalik ke belakang. Melainkan terus maju ke depan. Kedua memiliki mental juara dan merapkan fokus. Karna pelaku bisnis yang bergerak fi bidang kuliner ini jumlahnya tidaklah sedikit. Asalkan kita fokus menjalankannya serta bermental juara maka halangan seberat apapun pasti berhasil dilalui.

 VIII. Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi snack sebanyak 100 buah
 - Proses produksi dilakukan di rumah, tanpa menyewa tempat usaha

 Modal awal
Plastik ukuran 1kg (@7.000 x 2 pack)    Rp. 14.000,-
 Plastik ukuran 2kg (@8.000 x 2 pack)    Rp. 16.000,-
Streples (@5.000 x 3 buah)                      Rp. 15.000,-
Isi streples (@3.000 x 2pack)                   Rp. 6.000,-
Snack beraneka macam (@3.500 x 100) RP. 350.000,- +
                                                           Total. Rp. 410.000,-

Biaya Penyusutan
Peralatan mengalami penyusutan setelah masa pemakaian sebagai berikut:
 Plastik ukuran 1kg (1x pemakaian) Rp. 7.000,-
 Plastik ukuran 2kg (1x pemakaian) Rp. 8.000,-
Streples (36 bulan)                           Rp. 10.000,-
 Isi streples (3 minggu)                    Rp. 4.000,- +
                                                 Total. Rp. 29.000,-

 Biaya produksi per bulan
Bahan baku.                           Rp. 350.000,-
 Biaya telepon.                       Rp. 100.000,-
Biaya transportasi.                Rp. 120.000,-
Biaya promosi.                       Rp. 100.000,-
Biaya penyusutan.                 Rp. 29.000,- + 
                                      Total. Rp. 699.000,-

Omset per bulan
 Penjualan snack garing (@15.000 x 100 buah) Rp. 1.500.000,-

Laba bersih per bulan
 Rp. 1.500.0000 - Rp. 699.000 = Rp. 801.000,-

Return of investment (ROI)
 (Modal awal + biaya produksi) : laba bersih per bulan. ± 2 bulan

 Semoga informasi bangkitkan usaha mikro dengan memproduksi makanan ringan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan menjadi salah satu inspirasi bisnis yang bisa dijalankan untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.