Jumat, September 29

Inovasi Tenologi Biodiesel Menggunakan Minyak Daur Ulang


Reporter : Anna, Yuliani, Kharisma dan Rizky
@Startup H08 -


Dunia universitas adalah dunianya anak bangsa untuk berkreasi. Penulis ­- ingin berbagi pengalaman dalam acara / event yang diselenggarakan oleh IYIA yang bertema Colouring the Word in Innovation ‘Differen Nation, One Vision’.  di kampus Universitas Mercu Buana, Meruya Selatan pada Jumat, 22 September 2017 lalu.
Tidak teralu banyak yang kami kunjungi, namun hampir semua stand yang ada disana sangat menarik. Peserta yang berkompstisi dalam acara tersebut mulai dari anak usia SD hingga perguruan tinggi. Kemudian pesertanya juga tidak hanya dari Negara kita, ada yang berasal dari India, Negara eropa, dan lain-lain. Namun karena ingin lebih menggali informasi dengan leluasa kami mencari peserta yang berkewarganegaraan Indonesia juga, dan kami pun menemukannya.

Yang membuat kami tertarik di awal adalah poster dari inovasiya. Kemudian setelah melihat alatnya kami pun penasaran, ‘alat apa itu? Dan untuk apa?’. Dari sinilah kami melakukan sedikit wawancara. Stand ini berjudul Eco-Diesel yang ditampilkan oleh Mochammad Wahyu Muharyanto, ST. Waw.. dia sudah memiliki gelar sarjana..! Tentunya dia memang sudah lulus dari Universitas Brawijaya, tahun ini. Namun dia tidak membentuk semua ini dengan sendirian ada, Moh. Rizal, Dindies, dan Hidayatul. Usaha yang sukses tidak akan berjalan sukses tanpa bantuan dan kerjasama dari sekitar tentunya. Selanjutnya mari kita kenal lebih lanjut temuan inovasinya.



Eco-Diesel adalah biodiesel yang berasal dari minyak bekas pakai atau minyak jelantah yang melalui proses pemurnian dan proses Transesferifikasi proses. Namun didalam prosesnya juga ditambahkan methanol.  Kelebihan pembuatan Eco-Diesel yaitu:
-          tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sebagai penyaring limbah minyak goreng.
-          Dapat mengurangi kebutuhan sawit setiap tahunnya.
-          Peralatanya mudah digunakan, murah dan ramah lingkungan.
Proses
            Terdapat dua proses yang harus dilalui yang pertama adalah proses penyaringan dan yang kedua proses pembuatan minyak goreng yang sudah disaring untuk diubah menjadi biodiesel


1.      Proses Pertama (penyaringan)


- pertama, isi minyak goreng bekas ke kotak no 1 (berbentuk seperti aquarium)
-  kemudian aquarium yang dihubungkan dengan selang bening yang terdapat katup atau keran antara aquarim dan selang menuju pipa titrasi (umumnya dipakai pada uji asam-basa).
- di dalam pipa diberi 1/3 karbon aktif yang terbuat dari serabut kelapa.
- kemudian keluaran nya berupa minyak jernih.

 

2.      Proses Transesterifikasi 

Dalam hal transesterifikasi, kita tidak mengetahui lebih banyak karena alatnya tidak dibawa oleh peserta. Namun sesuai ilustrasi gambar diatas, minyak dimasukkan kedalam botol yang kemudian diberi kondensor dan diletakkan thermometer untuk suhunya dan kemudian botol tersebut dimasukkan kedalam kotak pemanas ultrasonic yang berisi air. Prosesnya berlangsung selama 3 jam hingga kemudian berubah menjadi biodiesel.

 kenang kenangan dari kami
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar