Kamis, Maret 15

Beginilah Pola Pikir wirausaha

BEGINILAH POLA PIKIR WIRAUSAHA
@Proyek-L02, @Startup-L06, @L16-Mega, @L17-Humairoh, @L20-Nabila

Disusun Oleh :
Mega Puspitasari
Humairoh
Nabila Sopyan Aisya Putri

ABSTRAK
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya kita memiliki pola pikir, serta perlunya motivasi berprestasi dalam berwirausaha, dengan melihat faktor-faktor di sekeliling kita baik internal maupun eksternal serta memberitahu bagaimana karakteristik yang dimiliki oleh seseorang yang memiliki motivasi berprestasi

Keyword: kerja keras, pola pikir, keturunannya, lingkungan


PENDAHULUAN
Pola pikir (mindset) adalah cara memandang terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang kita lihat dan kita alami. pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. (Daru Setyo Nugroho, 2015) Semakin seseorang menyakini dirinya dapat mengelola berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan suatu prestasi. Gunakan konsep AKU, dimana A= Ambisi, K= Kekuatan atau Kelemahan, U= Usaha. Semua konsep AKU yang telah digambarkan diatas, usahakan direkam dalam pikiran alam bawah sadar kita, sehingga ibarat mengemudi sebuah mobil, kita tidak perlu berpikir lagi kapan harus menggunakan perseneling, rem, kopling, dan membelokkan setir mobil, yang semuanya secara otomatis dapat dilakukan  melalui gerakan-gerakan sistem(Jumanto,2012)

PERMASALAHAN
1. Bagaimana pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh seorang wirausaha ?
2. Bagaimana karakteristik individu yang memiliki motivasi berprestasi?
3. Apa saja faktor faktor pembentuk Motivasi berprestasi?

PEMBAHASAN

Menurut Neal Thornberry, Pola pikir wirausaha melibatkan beberapa kualitas, sebagai berikut :

1.Memiliki Locus of Control internal

   Locus of Control (lokus kendali) adalah istilah untuk menggambarkan bagaimana seseorang berpikir tentang kendali hidupnya. Seseorang yang memiliki kendali eksternal, adalah mereka yang merasa bahwa hidupnya dikendalikan oleh faktor-faktor diluar dirinya, seperti cuaca, kebijakan pemerintah, keluarga, pacar, peraturan kantor dan lain-lain. Sehingga mereka hanya punya sedikit sekali punya kontrol terhadap kehidupannya. Mereka cenderung pasrah, dan mengikuti ‘kehendak’ di luar dirinya

 2. Memiliki toleransi untuk ambiguitas

Beberapa ahli sering mengatakan bahwa salah satu blok kreativitas adalah keenganan untuk berbeda, kemalasan untuk mencari yang tidak biasa dan ketidakbersediaan untuk bermain-main dengan sesuatu yang menurut orang kebanyakan ganjil. Sebaliknya, seorang wirausaha memiliki toleransi untuk berbuat berbeda dan melanggar hal-hal yang dianggap pakem.

3. Konsistensi untuk selalu berkreativitas, membangun dan mengubah berbagai hal
Begitu seseorang berkecimpung dalam dunia wirausaha, maka seyogianya ia harus siap berenang dalam kreativitas. Hal ini sangat bisa dimaklumi,mengingat beberapa peluang bisnis, terutama yang pintu (entrance) untuk memulainya tidak sulit untuk dibuka (tidak butuh keterampilan khusus, tidak butuh modal besar dll), akan sangat mudah dipenuhi oleh para pemula (start-up). Sehingga yang tadinya bisnis baru tersebut berada di lautan biru (blue ocean) dalam waktu singkat ia harus berdarah-darah di lautan mera (red ocean) karena ratusan pesaingnya saling berebutan kue. Lalu bagaimana caranya bertahan dalam lautan darah seperti itu? Satu hal, yaitu konsistensi untuk selalu berkreativitas.  ( Henry Wibowo, 2011)

4. Rasa urgenitas yang tinggi.
Para tokoh bisnis sering mengatakan pameo ini “inovasi atau mati”. Apa artinya? Artinya adalah bahwa inovasi sudah merupakan sesuatu harga mati, ini adalah sesuatu yang urgen dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Mengapa? Karena kompetitor begitu banyak dan pasar sangat haus terhadap inovasi baru.

5. Perseverance
Mereka menjaga dan memelihara idenya untuk kemudian diwujudkan. Beberapa orang hanya berhenti pada level menemukan ide baru. Namun, para wirausahawan sejati, mereka memelihara, mengembangkan dan berusaha mewujudkan ide tersebut.

6  Optimis
Optimis, secara sederhana dapat diartikan sebagai lompatan dari satu aktivita ke aktivitas lain, tanpa kehilangan antusiasme. Optimis adalah juga bentuk keyakinan bahwa tujuan akan tercapai dan target akan terpenuhi dengan kekuatan sendiri.

Hampir senada dengan penjelasan dimuka, Rita dan Ian menjelaskan tentang Pola pikir wirausaha (Entrepreneurial Mindset) sebagai berikut:

- Mereka, secara bersemangat, selalu mencari peluang-peluang baru.
- Mengeksplor berbagai kesempatan dengan pendekatan/disiplin yang tidak biasa
- Mereka secara efektif hanya mengeksplor peluang terbaik dan menjauhi berlelah-lelah dengan mengejar setiap kesempatan
- Mereka fokus pada eksekusi, terutama eksekusi yang adaptif.
- Mereka menyatukan energi setiap orang dalam domain mereka

Apa itu motivasi berprestasi

Menurut Mitrani (Prastuti, 2006) motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk mengembangkan karier yang lebih baik dan adanya keinginan untuk mendapatkan pengakuan pada dirinya sendiri dan akan mendatangkan sukses. Motivasi dan disiplin diri mendapatkan proporsi yang besar untuk membentuk seseorang menjadi entrepreneur sejati, selain faktor bakat dan faktor lingkungan artinya, belum tentu seseorang yang memiliki bakat entrepreneur dapat menjadi seorang wirausahawan sejati. Seseorang yang telah banyak mengikuti kursus-kursus, pelatihan-pelatihan maupun kuliah yang membahas mengenai cara mengelola suatu bisnis atau apapun, tetap memerlukan motivasi dan disiplin diri dalam menjalankan usahanya (Tias,2009)

Karakteristik individu yang Memiliki Motivasi Berprestasi
1. Menyukai situasi atau tugas yang menuntut tanggung jawab pribadi atas hasil-hasilnya dan bukan atas dasar untung- untungan, nasib, atau kebetulan.
2. Memiliki tujuan yang realistis tetapi yang menantang dari tujuan yang terlalu
3. mudah dicapai atau terlalu besar resikonya.
4. Mencari situasi atau pekerjaan dimana ia memperoleh umpan balik dengan segera dan nyata untuk menentukan baik atau tidaknya hasil pekerjaannya.
5. Senang bekerja dan bersaing untuk mengungguli orang lain.
6. Mampu menangguhkan pemuasan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
7. Tidak tergugah untuk sekedar mendapatkan uang, status, atau keuntungan yang lainnya. Ia akan mencarinya apabila hal-hal tersebut merupakan lambang prestasi, suatu ukuran keberhasilan.

Faktor pembentuk motivasi berprestasi
Faktor interen

1.Kemampuan, adalah kekuatan penggerak untuk bertindak yang dicapai oleh manusia melalui latihan belajar.

2.Kebutuhan, adalah kekurangan yang artinya ada sesuatu yang kurang dan oleh karena itu timbul kehendak untuk memenuhi atau mencukupinya.

3.Minat, adalah suatu kecenderungan yang agak menetap dalam diri subjek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.

4.Harap dan keyakinan, merupakan kemungkinan yang dilihat untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu dari individu yang didasarkan atas pengalaman yang telah lampau.

Faktor eksteren

1. Situasional, keadaan yang mendukung atau malah menghambat individu dalam mencapai tujuannya.

2.Lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruhi pada motivasi berprestasi individu. Misalnya; lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan dimana ia berada (sosial).

KESIMPULAN

Sangat sulit untuk menempatkan peluang dalam tindakan jika anda mengantisipasi kegagalan di setiap kesempatan. Sekali lagi, sekitar diri anda dengan orang yang positif, memperoleh lebih percaya diri dalam keputusan anda dan hanya menempatkan lebih banyak praktek pola pikir wirausaha di tempat, untuk memberikan pandangan yang lebih optimis ketika datang dalam pengambilan keputusan bisnis anda.

DAFTAR PUSTAKA

1. Daru Setyo Nugroho pada https://www.kompasiana.com/darusetyonugroho/pola-pikir-mindset-wirausaha_552e61596ea834c65a8b4567 (di akses terakhir pada 15 Maret 2018)

2. Henry Wibowo pada http://kesos.unpad.ac.id/2011/09/27/pola-pikir-wirausaha/  ( di akses terakhir pada 15 Maret 2018)

3. Rita Gunther McGrath & Ian MacMillan. The Entrepreneurial Mindset: Strategies for Continuously Creating Opportunity in an Age of Uncertainty. Library of Congress. President and Fellows of Harvard College

4. Jumanto. D. 2012. Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)  pada  http://grafis2011ditajumanto.blogspot.co.id/2012/06/bab-4-mengubah-pola-pikir.html?m=0 (diakses terakhir pada 15 Maret 2018)

5. TIAS, DIYAH RETNO NING (2009) HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta pada http://eprints.ums.ac.id/4926/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar