Kamis, Maret 8

Cari Segala Hal yang Membangun Minat Berwirausaha


Oleh: Lutfi Bayhaqi                           @L18-Lutfi
          Fauzi Fathiyakan                     @L19-Fauzi
          Muhammad Abi Haykal          @L25-Abi
          @Startup-L07


ABSTRAK                                                       
          Untuk membentuk budaya kewirausahaan kita perlu mengetahui motivasi seseorang untuk lebih mempercepat terbentuknya budaya kewirausahaan. Walaupun sebenarnya faktor yang paling mendorong untuk menciptakan peluang usaha yakni melalui personal itu sendiri. Visi yang paling efektif dan membangun krativitas dalam memulai usaha dengan pertanyaan “Why”, bukan “How” yang selama ini menjadi stigma dalam mindset masyarakat di negri ini. Riset mengatakan efek pada minat siswa untuk menjadi entrepreneur, dorongan sendiri adalah variabel terkuat mempengaruhi minat berwirausaha. Disamping itu dorongan juga terbukti bahwa ada perbedaan minat seseorang terlebih mahasiswa terhadap kewirausahaan di kalangan orang tua yang berprofesi sebagai pengusaha dan bukan pengusaha.
Kata kunci: Kewirausahaan, motivasi, faktor motivasi, dan niat,

PENDAHULUAN
          Menurut Rachbini (2002), kewirausahaan (entrepreneurhip) merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok wirausahawan ini. Peter Drucker (1993) menyatakan bahwa seluruh proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung dari orang yang menyebabkan timbulnya perubahan tersebut yakni sang “entrepreneur”. Kebanyakan perusahaan yang sedang tumbuh dan yang bersifat inovatif menunjukan suatu jiwa (spirit) entrepreneur. Korporasi-korporasi berupaya untuk mendorong para manajer mereka menjadi orang-orang yang berjiwa entrepreneur, universitas-universitas sedang mengembangkan program-program entrepreneurhip, dan para entrepreneur individual menimbulkan perubahanperubahan dramatik dalam masyarakat. Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh negara Jepang ternyata disponsori oleh para entrepreneur yang berjumlah 2 % tingkat sedang, berwirausaha kecil sebanyak 20% dari jumlah penduduknya. Inilah kunci keberhasilan pembangunan negara Jepang (Heidjrachman Ranu, 1982). Sayangnya, jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat untuk menopang perekonomian, sehingga persoalan wirausaha ini menjadi persoalan yang mendesak bagi suksesnya pembangunan perekonomian di Indonesia.
          Karena ada entrepreneurship program yang didirikan pemerintah untuk medorong tingkat kerwirausahaan sejak 2009 , negara kita mulai menggalakkan dan menyebarkan pengetahuan tentang kewirausahaan secara lebih luas. Dari mulai Sekolah menengah, hingga perguruan tinggi menjadi sasaran untuk memberikan motivasi dan pengetahuan tentang pentingnya berwirausaha. Hal ini bertujuan agar saat mereka lulus dan terjun langsung ke masyarakat, mereka memiliki cukup ilmu dan mental menjadi seorang entrepreneur. Mereka tidak lagi canggung untuk menghadapi dunia bisnis maupun pekerjaan yang sulit didapatkan. Sehingga, jumlah pengangguran di Indonesia dapat berkurang dan tentu saja para sarjana  perguruan tinggi tidak lagi menjadi pengangguran yang menyalahkan pendidikan mahal yang mereka lalui selama duduk di bangku perkuliahanperguruan tinggi tidak lagi menjadi pengangguran yang menyalahkan pendidikan mahal yang mereka lalui selama duduk di bangku perkuliahan.

PEMBAHASAN
          Hubungan faktor-faktor motivasi sangat erat dengan minat. Faktor-faktor motivasi berpengaruh dengan timbulnya minat seseorang untuk mengambil tindakan atau mencapai tujuan. Dalam penelitian ini kerangka pemikiran teoritisnya menggambarkan tentang pengaruh dari faktorfaktor motivasi yang di wakili oleh toleransi akan resiko, keberhasilan diri dalam berwirausaha, dan kebebasan dalam bekerja pada minat berwirausaha. Menurut Gerry Segal, Dan Borgia, dan Jerry Schoenfeld (2005), toleransi akan resiko, keberhasilan diri dalam berwirausaha dan kebebasan dalam bekerja memiliki pengaruh positif terhadap minat berwirausaha.
          Menurut Adi Sutanto (2000), beberapa faktor-faktor yang memotivasi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu keinginan merasakan pekerjaan bebas, keberhasilan diri yang dicapai, dan toleransi akan adanya resiko. Kebebasan dalam bekerja merupakan sebuah model kerja dimana seseorang melakukan pekerjaan sedikit tetapi memperoleh hasil yang besar. Berangkat kerja tanpa terikat pada aturan atau jam kerja formal, atau berbisnis jarang-jarang tetapi sekali mendapat untung, untungnya cukup untuk dinikmati berbulan-bulan atau cukup untuk sekian minggu kedepan. Keberhasilan diri yang dicapai merupakan pencapaian tujuan kerja yang diharapkan, yang meliputi kepuasan dalam bekerja dan kenyamanan kerja. Toleransi akan resiko, merupakan seberapa besar kemampuan dan kreativitas seseorang dalam menyelesaikan besar kecilnya suatu resiko yang diambil untuk mendapatkan penghasilan yang diharapkan. Semakin besar seseorang pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinanya terhadap kesanggupan mendapatkan hasil dari keputusanya dan semakin besar keyakinanya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain beresiko.
Pengaruh Toleransi Akan Resiko Terhadap Minat Berwirausaha
       Praag dan Cramer (2002) secara eksplisit mempertimbangkan peran resiko dalam pengambilan keputusan seseorang untuk menjadi seorang entrepreneur. Rees dan Shah (1986) menyatakan bahwa perbedaan pendapatan pada pekerja individu yang bebas (entrepreneur) adalah tiga kali lipat dari yang didapat oleh individu yang bekerja pada orang lain, dan menyimpulkan bahwa toleransi terhadap resiko merupakan sesuatu yang membujuk untuk melakukan pekerjaan mandiri (entrepreneur).
*Toleransi akan resiko berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha.
Pengaruh Keberhasilan Diri Dalam Berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha
Gurol dan Atsan (2006) mendefinisikan keberhasilan berwirausaha sebagai pendorong keinginan seseorang untuk menjadi entrepreneur, karena persepsi keberhasilan sebagai hasil menguntungkan atau berharap untuk berakhir melalui pencapaian tujuan dari usahanya. Artinya, jika seseorang mencapai tujuan usaha yang diinginkan melalui prestasi, ia akan dianggap berhasil. Indikator keberhasilan yang sesungguhnya bukanlah apa yang dicapai, tetapi apa yang dirasakan.
*Keberhasilan diri dalam berwirausaha berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha.
Pengaruh Merasakan Kebebasan Dalam Bekerja Terhadap Minat Berwirausaha
          Menurut Hendro (2005) pengaruh Merasakan Kebebasan Dalam Bekerja Terhadap Minat Berwirausaha Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaannya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri.
*Keinginan merasakan kebebasan dalam bekerja berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha.
Terdapat Perbedaan Minat Berwirausaha Dari Tiap Latar Belakang Pekerjaan Orang Tua
          Hal ini juga akan membahas tentang perbedaan minat berwirausaha dilihat dari pekerjaan orang tua nya. Menurut Duchesnau et al. (dalam Riyanti, 2003), wirausaha yang berhasil adalah mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang juga wirausaha, karena memiliki banyak pengalaman yang luas dalam dunia usaha. Lebih lanjut Staw mengemukakan bahwa ada bukti kuat wirausaha memiliki orang tua yang bekerja mandiri atau berbasis sebagai wirausaha. Kemandirian dan fleksibilitas yang ditularkan oleh orang tua seperti itu melekat dalam diri anak-anaknya sejak kecil. Sifat kemandirian yang kemudian mendorong mereka untuk mendirikan usaha sendiri. Dapat disimpulkan bahwa latar belakang orang tua membuat perbedaan dalam minat maupun motivasi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan, maka hipotesis penelitian ini,
*Terdapat perbedaan minat untuk berwirausaha dari tiap latar belakang pekerjaan orang tua mahasiswa.

CONTOH KASUS


Related image
          Siapa yang tidak kenal Warren Buffett. Dia adalah sosok miliuner yang sukses dengan jumlah kekayaan hampir Rp 1.000 triliun. Data Forbes terakhir mencatat total kekayaan menempatkan Buffett sebagai orang ke tiga paling kaya di dunia. Pria berusia 84 tahun ini memiliki kekayaan setidaknya USD 73,3 miliar atau sekitar Rp 932 triliun. Kekayaan terus bertambah lantaran kecerdikan Buffett dalam menganalisis pergerakan investasi secara tajam, serta sifatnya yang tidak gentar dan keinginan untuk mendobrak norma-norma bisnis tradisional.
Buffett terkenal dengan bisnis investasinya di berbagai sektor di pasar modal melalui perusahaan investasinya Berkshire Hathway. Saham Warren Buffet juga terkenal sangat mahal di pasar modal.
Dilansir dari lifhack.org, hal yang paling mengesankan dari Buffet adalah dia sudah bisa mendapatkan USD 53.000 atau Rp 689 juta saat masih berusia 16 tahun. Berkat kerja keras dan tidak mudah menyerah, Buffet kini berhasil masuk jajaran 5 besar orang terkaya di dunia.
Namun demikian, tahukan Anda bagaimana perjuangan Warren Buffett mencapai kekayaan? Berikut kisahnya:
Pada usia 6 tahun, Buffett sudah memulai bisnis pertamanya yaitu dengan menjual permen karet. Usia terus bertambah, Buffett remaja juga sedikit berbeda dengan pria seumurnya. Dia lebih memilih mencari uang dengan jadi pengantar koran. Ia bahkan pernah menjadi penjual bola golf, penjual popcorn, penjual perangko dan menjual barang bekas.
Di tahun 1951-1954, Buffet mendapatkan gelar Master seusai menempuh studinya di Columbia Graduate Business School. Setelah banyak berkonsultasi dengan orang yang dianggapnya sebagai guru pasar modal, Warren Buffett kembali untuk mengelola dana milik orang-orang kaya di sana. Perusahaan yang dibangun ini akhirnya dijual dan dibubarkan.
Namun, meski perusahaannya dijual dan ditutup, Warren Buffett tidak berdiam diri, Warren Buffett tetap bekerja dan berupaya untuk meraih kesuksesan, sehingga akhirnya pada tahun 1965 ia membeli saham Berkshire Hartaway. Setelah mengelolanya selama 3 tahun, Warren Buffett berhasil menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperoleh tidak dibiarkan menjadi dana tentang; ia menginvestasikan uang perusahaan dengan membeli utilitas, perusahaan permata, perusahaan asuransi, serta makanan..
Di tangan Warren Buffett, perusahaan terus mengalami kemajuan. Para pemegang saham dapat tersenyum karena selama lebih dari 34 tahun mereka dapat memperoleh tingkat pengembalian tahunan sekitar 24,7 persen. Kini, setelah 46 tahun saham Berkshire Hartaway mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Bill Gates, pernah mengadakan janji temu dengan Warren Buffet. Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet.
Warren Buffett adalah investor dan pengusaha Amerika yang masuk dalam daftar orang terkaya sedunia. Akan tetapi, hidupnya selalu penuh dengan kesederhanaan. Ia pernah berkata
"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".



KESIMPULAN

        Hal diatas adalah faktor-faktor yang paling kuat menjadi motivasi seorang untuk memulai langkahnya dalam berwirausaha. Dari role model yang dijelaskan, untuk menjadi seorang wirausaha yang ungguk yakni tidak mudah, membangun mental dan bersifat visioner merupakan modal keyakinan utama dalam meraih kesuksesan.


DAFTAR PUSTAKA
Drucker, Peter. 1996. Inovasi dan Kewiraswastaan. Erlangga. Jakarta.
Segal, Gerry, Borgia and Jerry Schoenfeld. 2005. The Motivation To Become An Entrepreneur. International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research. Vol. 11 No 1. Emerald Group Publishing Limited. USA.
Susanto, Adi. 2000. Kewirausahaan. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Hendro. 2005. How to become a smart entrepreneur and to start a new business. Penerbit Adi. Yogyakarta.
Merdeka,com. 2015. Kisah Miliuner Warren Buffet yan tak Banyak Diketahui Orang.   Dalam https://www.merdeka.com/uang/kisah-miliuner-warren-buffett-yang-tak-banyak-diketahui-orang.html Diakses pada 8 Maret 2018





19 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. @L20-Nabila
    @Startup-L06

    Bagaimana cara membangun motivasi yang paling efektif menurut kalian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut kami, membangun sebuah motivasi dalam berwirausaha merupakan sebuah keharusan. Bagaimana membangunnya itu yang utama adalah berani mengambil sebuah resiko untuk mendapat pengalaman, tetapi tetap bijak dalam memilih langkah.

      Hapus
  3. @L09-Yulia, @startup-L03

    Jika motivasi sangat erat hubungannya dengan minat? Lalu faktor apa yang membuat seseorang telah memiliki minat atau niat berwirausaha namun tidak terlaksana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor paling besar yakni adalah modal, mengapa orang-orang memikirkan modal? Padahal uang bukan segalanya, banyak startup yang memulai usahanya dengan menawarkan jasa, yang mana ini merupakan alternatif dari usaha usaha dibidang barang

      Hapus
  4. @L08-Rizky
    @Startup-L04
    Kl semua faktor udah kita punya, tp modal berupa uang belum ada gimana? Harus menunggu sampai ada uang atau gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kami jawab diatas, uang itu bukan segala galanya dalam membangun usaha. Sebagai enterpreneur tanpa modal dana, kita dapat memulai bisnis jasa, contoh yang paling kecil, jika kita punya keahlian, misal menjahit dan memperbaiki alat elektronik, mengapa tidak memulai dari kita sendiri. Jangan pikir kedepan dulu yang penting percaya dengan usaha kita

      Hapus
  5. @L27-Bendy, @Startup-L10
    Artikel ini sangat membantu dalam memberi motivasi untuk memulai usaha.
    Bagaimana membangun motivasi jika kita mengalami kegagalan dalam usaha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pertama kita lakukan yakni evaluasi sejauh mana diri kita sudah memulai, dan apabila dalam perjalanan terdapat salah pengambilan langkah, dapat dijadikan pelajaran dan direncanakan untuk lebih baik dan percaya diri

      Hapus
  6. @L12-Arif
    @startup-L04
    bagaimana jika usaha kita udah maju tapi tiba-tiba ada saingan anda yang bersaing dalam usaha yang sama , apa yang anda lakukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rejeki itu ditangan Allah kok kak, menurut kami Allah sudah mennggarisi setiap pintu rezeki bagi setiap orang, maka dari itu tidak usah takut :)

      Hapus
  7. @L39-Lestari, @Starup-L13
    Kemandirian dan fleksibilitas yang dimaksud dalam motivasi berwirausaha itu seperti apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemandirian itu maknanya dalam menjadi seorang enterpreneur haruslah independen, artinya apa? Artinya adalah jangan pernah bergantung terhadap siapapun, walaupun ada orang lain disekitar kita siap selalu membantu

      Untuk fleksibilitas kuncinya yakni jadilah seorang yang mampu menbangun komunikasi yang baik dengan orang banyak, itu dapat menjadi modal yang baik karena integritas kita dengan orang lain menjadi luas

      Hapus
  8. @L38-Daffa, @Starup-L13
    Jika saya sudah mempunyai ciri ciri menjadi seorang pengusaha, terus saya juga selalu beribadah dan juga saya tidak pernah menyakiti ibu saya, bahkan sering meminta doa kepada ibu saya, tetapi saya tidak kunjung menjadi sukses, bagaimana solusi anda untuk masalah ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanya pada diri anda sendiri dan pada Tuhan apa selama ini anda pernah berbuat kesalahan pada orang lain selain keluarga? Karna sukses itu sebuah proses yang bukan semudah membalikan tangan tanpa datang ujuk ujuk

      Hapus
  9. @L17-Humairoh, @Startup-L06

    Kan kata anda,"kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok wirausahawan", kenapa bisa seperti itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin hal yang paling menggambarkan hal tersebut yaitu era MEA, saat ini negara lain sudah bebas dalam melangsungkan bisnis, banyak negara yang menjadikan negara kita sebagai tujuan invasi dalam membangun situasi ekonomi yang menguntungkan golongan sepihak dan maka dari itu perlu ditanamkan bahwa kita sebagai anak bangsa dapat menjadi pemain, bukan hanya penonton yang rela negaranya habis dihisap negara yang lebih superior bidang ekonominya

      Hapus
  10. @L32-Maulani
    @Starup-L11

    Artikel ini sangat bermanfaat, lalu menurut kalian bagaimna para wirausaha tersebut menghadapi persaingan sekarang yang semakin berkembang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau tidak mau sebagai enterpreneur modern kita perlu mempelajari alur persaingan disektor perdangang sebagai sebuah peluang walaupun sekecil mungkin, apalagi generasi kita adalah generasi yang sudah terima jadi dari para pejuang bangsa terdahulu

      Hapus