Kamis, Maret 8

HUBUNGAN WIRAUSAHA DENGAN POLA BERPIKIR

@Proyek-L01, @Startup-L03, @L07-Almira, @L09-Yulia, @L10-Rebekka
 Oleh :
1. Almira Septemi Yuna
2. Yulia Puspitasari
3. Rebekka Oktavia Nainggolan





ABSTRAK  

Berwirausaha merupakan cita-cita hampir setiap manusia. Berbagai alasan yang menjadikannya sebagai seorang yang terjun dalam dunia kewirausahaan, seperti : tidak ingin terikat dengan orang lain, bisa mewujudkan kreatifitas, ingin mandiri atau apapun itu alasannya terbutkti dengan meningkatnya presentase jumlah wirausahawan setiap tahunnya. Namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwa semua itu diakibatkan atas dasar motivasi ingin berwirausaha dan didorong oleh pola pikir yang artinya pandai mencari peluang.

KATA KUNCI : Berwirausaha, entrepreneur, motivasi, pola pikir, peluang.

PENDAHULUAN

            Seorang entrepreneur atau wirausahawan selalu dianjurkan untuk memiliki pola pikir yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Mindset atau pola pikir pada seseorang dalam mewujudkan mimpinya dalam melakukan wirausaha kadang seing berubah, karena banyak sekali orang yang takut akann hal-hal yang belum pernah mereka coba, padahal menurut Dweck menerjemahkan mindset sebagai kepercayan mengenai siapa kita dan apa kemampuan kita, maka dari itu kita terlebih dahulu harus mengenal kemampuan kita dan kita harus yakin atau percaya kepada kemampuan diri kita sendiri, karena banyak sekali orang yang ragu akan kemampuan dirinya yang dapat mengurungkan niat mereka untuk mewujudkan mimpinya menjadi wirausaha, dalam hal ini kita harus mengubah mindset kita dengan cara mengetahui atau mempelajari pengetahuan baru tentang bagaimana kita harus mempunyai pola pikir yang inovatif, karena dengan berpikiran innovatif kita dapat menciptakan hal yang baru dalam berwirausaha.

            Di luar konteks usaha dan sekedar mencari keuntungan, seseorang entrepreneur juga akan selalu berusaha untuk menjalin silaturahmi dengan semua orang, memperkaya ilmu dengan lebih banyak mengamati dan mendengarkan, serta peka terhadap peluang, melihat segala seuatu dari segi positif, mengubah kata tidak bisa menjadi bisa, sulit menjadi mudah, mustahil menjadi mungkin, itulah sebagian ciri pola pikir yang dimiliki oleh seorang wirausaha.

PERMASALAHAN

1.Pengertian kewirausahaan menurut para ahli?
2. Sikap yang harus dimiliki dalam berwirausaha?
3. Apa yang dimaksud pola berpikir dalam berwirausaha?
4. Contoh kasus dalam berwirausaha?


PEMBAHASAN

1. Pengertian kewirausahaan menurut para ahli
Menurut Thomas W Zimmerer, kewirausahaan ialah penerapan keinovasian & kreativitas untuk memecahkan masalah & memanfaatkan berbagai peluang yang dihadapi orang lain setiap hari.
Menurut Raymond, wirausaha ialah seseorang yang inovatif, kreatif dan mampu mewujudkannya kreatifitasnya agar meningkatknya kesejahteraan diri di lingkungan dan masyarakat.
Dan Menurut Kasmir, wirausaha ialah seorang yang berjiwa pemberani yang berani mengambil resiko untuk membuka sebuah usaha di berbagai kesempatan yang ada.

2.Sikap yang harus dimiliki dalam berwirausaha?
2.1 Percayalah pada diri sendiri lebih dari bagimana orang lain mempercayai fakta
2.2 Cintai apa yang anda lakukan, karena sukses berawal dari kecintaan anda dalam pekerjaan anda
2.3 Cobalah untuk menjadi orang yang bijaksana
2.4 Jangan kalah dengan ketakutan anda, Tunjukan siapa anda yang sebenarnya!
2.5 Tukar sifat malas dan suka menunda dengan motivasi
2.6 Lebih banyak bersabar demi mencapai kesuksesan
2.7 Anda harus konsisten dan penuh keuletan
2.8 Anda harus lapar pengetahuan yang berkaitan dengan bidang usaha anda. Jangan pernah merasa bosan.

3. Apa yang dimaksud menguah pola pikir dalam berwirausaha?
3.1 Mereka secara bersemangat, selalu mencari peluang-peluang baru
3.2 Mengeksplor berbagai kesempatan dengan pendekatan atau disiplin yang tidak biasa
3.3 Mereka secara efektif hanya mengeksplor peluang terbaik dan menjauhi berlelah-lelah dengan mengejar setiap kesempatan
3.4 Mereka fokus pada eksekusi, terutama eksekusi yang adaptif
3.5 Mereka menyatukan energy setiap orang dalam domain mereka.


4. Contoh kasus dalam berwirausaha?
 




Beliau lahir di Jakarta, 19 Desember 1976. Saat ini menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik PT. Veritra Sentosa Internasional merangkap sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an, serta Pimpinan Pengajian dan Sekolah Bisnis Wisata Hati.

Pada pertengahan tahun 2013 lebih tepatnya di tangggal 10 juli, beliau menggagas berdirinya TRENI yang diilhami oleh keprihatinan pada banyaknya aset negara yang sedikit demi sedikit diambil alih oleh kapitalis asing, terlebih dengan banyaknya toko kelontong dan toko tradisional yang mulai tergusur oleh toko retail modern yang mulai menjamur dimana-mana. Rakyat kecil sedikit demi sedikit kehilangan mata pencaharian. Yusuf Mansur memiliki ide untuk menciptakan software penjualan pulsa dan all-payment gateaway yang lazim dimiliki oleh toko retail modern dapat pula dimiliki oleh pemilik toko kelontong tradisional. Harapannya adalah sebuah toko kelontong sederhana dapat melayani penjualan pulsa GSM/CDMA All operator, penjualan Token Listrik Prabayar, pembayaran tagihan listrik abonemen, tagihan telfon rumah, tagihan internet, TV Kabel, PDAM & tiketing sehingga memiliki nilai tambah dimata konsumen & tambahan penghasilan bagi pemiliknya.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut Yusuf Mansur memilih sistem pemasaran dengan skema Network Marketing untuk memasarkan software ini. Terbukti bahwa sistem yang menjadikan pemasarnya sebagai bintang iklan adalah sistem pemasaran terbaik yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat. Yusuf Mansur juga memiliki visi untuk menjadi perusahaan network marketing terbaik di Indonesia, sehingga pasar network Indonesia tidak lagi dimonopoli oleh MLM asing.

Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya hotel Prodeo dua kali dikarenakan terlilit hutang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya salah satunya di bidang informatika. Namun justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah. Setelah mengalami masa kelam, Yusuf Mansur mulai bangkit kembali sampai sesukses saat ini.


KESIMPULAN
            Banyak sikap yang harus dimiliki dalam berwirausaha salah satunya adalah mengubah pola pikir. Dimana salah satu sikap dalam berwirausaha ini memiliki manfaat yang sangat besar salah satunya adalah pandai mencari peluang dalam kesempatan. Dan dari pengalaman ustadz Yusuf Mansur pula kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap peluang usaha bukan hanya semata-mata memperoleh keuntungan yang besar, namun seberapa manfaatnya kita bagi kehidupan orang lain.


DAFTAR PUSTAKA
Irwan. (2015). Makalah Kewirausahaan Mindset Entreppreneurship. http://irwandidcc.blogspot.co.id/2015/01/maklah-keirausahaan-mindset.html?m=1
Khan, Harry. (2012). 7 Alasan Memilih Berwirausaha. http://harykhan.blogspot.co.id/2012/09/7-alasan-memilih-berwirausaha.html?m=1
Susanto, Bob. (2015). 30 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Lengkap. https://www.google.co.id/amp/successbefore30.co.id/8-sikap-yang-harus-dimiliki-untuk-menjadi-pengusaha-sukses/amp/
Putra, Chandra Negara. (2016). 8 Sikap yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Pengusaha Sukses. http://www.spengetahuan.com/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html
Krisna, Asep Dwipayana. Profil Founder PT Veritra Sentosa Internasional (VSI)

1 komentar: