Selasa, Maret 20


 KEWIRAUSAHAAN
BERPIKIR MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KREATIF DAN INOVATIF


@Startup-K04


Garibaldi @K21-Garibaldi
Idham Rizqi Fajri @K04-Idham
Aldiansyah Amir @K15-Aldiansyah Amir




UNIVERSITAS MERCU BUANA
2018


Abstrak
Semua inovasi dimulai dengan ide-ide kreatif. Kreativitas adalah titik awal untuk sebuah inovasi. Kreativitas diperlukan, tetapi bukan merupakan kondisi yang harus ada untuk melakukan sebuah inovasi. Inovasi adalah implementasi dari inspirasi kreatif. Kreativitas ditandai dengan kemampuan untuk membuat dan menciptakan sesuatu menjadi bentuk yang baru, untuk menghasilkan sesuatu melalui keterampilan imajinatif. Kreativitas juga merupakan sikap, kemampuan untuk menerima perubahan dan kebaruan, keberanian untuk bermain dengan ide dan berbagai kemungkinan, dan fleksibilitas dalam cara pandang.
Kata Kunci: Kreatif, Kreativitas dan Inovasi
  

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide baru dengan menggabungkan, mengubah, atau memodifikasi ide yang telah ada. Sejumlah ide kreatif dapat menakjubkan dan brilian atau sederhana dan praktis, dan ada juga ide yang belum pernah terpikirkan sebelumnya (Okpara, 2007).
Setiap ide adalah hasil dari pemikiran dan setiap produk adalah manifestasi dari ide seseorang. Para pemikir yang kreatif adalah orang yang melihat suatu masalah sebagai suatu kesempatan untuk meningkatkan dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lebih baik. Apapun tujuannya, berpikir adalah alat yang sangat diperlukan dalam kehidupan semua wirausaha sukses. Banyak hal yang dinikmati saat ini adalah hasil pemikiran kreatif yang tidak terjadi secara kebetulan. Contoh, Bill Gate menciptakan komputer, Graham Bell menciptakan telepon, Michael Faraday memikirkan listrik, Isaac Newton memikirkan hukum fisika dari ilmu pengetahuan, dan Wright Brothers yang menghasilkan pesawat terbang.
Innovative genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration” (Thomas Edison). Dari pernyataan Thomas Edison tersebut, seorang jenius inovasi hanya membutuhkan satu persen inspirasi, namun untuk berhasil mewujudkan idenya dibutuhkan 99 persen kucuran keringat. Artinya, ide yang cemerlang sekalipun tidak akan berhasil jika tidak didukung dengan usaha yang maksimal. Inovasi membutuhkan usaha terus-menerus untuk mewujudkan ide-ide baru.Inovasi didefinisikan sebagai “menambahkan sesuatu yang baru terhadap suatu produk atau proses yang ada” (Okpara, 2007). Produk atau proses yang telah dibuat sebelumnya mungkin telah berlangsung cukup baik. Ketika dilakukan perubahan agar produk atau prosesnya menjadi lebih baik, maka saat itu terjadi inovasi. Inovasi adalah keberhasilan dalam mengeksploitasi ide-ide baru (Okpara, 2007).

1.2 Manfaat Penulisan
1.                  Dengan adanya artikel ini dapat memberikan kesempatan kepada penulis untuk membahas mengenai ilmu-ilmu yang diterima selama masa perkuliahan ke dalam praktek lapangan.
2.                  Sebagai bahan informasi bagi pembaca apabila akan mengadakan penelitian lebih lanjut.
3.                  Meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang Berpikir mengembangkan kreativitas dan inovatif.
4.                  Menumbuhkan dan meningkatkan motivasi untuk lebih berpikir kreatif dan inovatif
. 
Permasalahan
1. Bagaimana cara Berpikir Mengembangkan Keterampilan Kreatif & Inovatif ?

2. Apa itu kreatif dan inovatif dalam kewirausahaan?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mengembangkan Keterampilan Kreatif & Inovatif
Kreativitas merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Namun, kemampuan ini berbeda dari satu orang terhadap orang  lainnya.  Kemampuan dan bakat merupakan dasarnya, tetapi pengetahuan dari lingkungannya dapat juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Selama ini ada anggapan yang salah mengenai orang yang kreatif. Ada yang mengatakan hanya orang jenius/pintar saja yang memiliki kreativitas. Kreativitas bukanlah suatu bakat misterius yang diperuntukkan hanya bagi segelintir orang. Mengingat kreativitas merupakan suatu cara pandang yang sering kali justru dilakukan secara tidak logis. Proses ini melibatkan hubungan antar banyak hal dimana orang lain kadang-kadang tidak atau belum memikirkannya.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu mengembangkan kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas dan inovasi sebagaimana dikemukakan oleh James L. Adams (1986) :
a. Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi, dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air teh kemudian dibotolkan menjadi teh botol yang harum dan segar rasanya. Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara  pandang kita yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah ada. Dari sini kita coba melihat mereka dengan cara pandang yang baru dan berbeda.  Orang yang kreatif akan memiliki intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena tersebut.  Hubungan ini nantinya dapat emperlihatkan ide-ide, produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh, kita dapat melakukan latihan dengan melihat hubungan antara pasangan-pasangan: suami-istri, kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta manajer de-ngan buruh.
b. Pengembangan Perspektif Fungsional
Kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari benda dan orang. Seseorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan mem-bantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya, sering secara tidak sadar kita menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ketemu. Cara lain, kita harus me-mulainya dari cara pandang yang nonkonvensional dan dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah kursi, batang korek api, dan lain-lain.

c. Gunakan Akal
Fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan telah dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an.  Otak bagian kanan dipakai untuk hal-hal seperi analogi, imajinasi, dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja-kerja seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah, dan lain-lain. Meski secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam kerjanya ia harus saling berhubungan. Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan anlitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap-tahap implementasi. Jadi, bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkankemampuan kedua belah otak kita tersebut.

d. Hapus Perasaan Ragu-Ragu
             Perasaan ragu hanya akan menghambat aksi dalam memulai sesuatu, dan tidak akan membawakan hasil apapun, maka lepaskan ragu tersebut dan yakinlah pasti bisa.

2.2 Kreatif dan Inovatif dalam kewirausahaan

Tahukah kamu, apa yang dimaksud kreatif dan inovatif ? kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Kemampuan untuk menciptakan tersebut dinamakan kreatifitas. Sedangkan inovatif adalah bersifat memperkenalkan atau mengembangkan hal-hal baru dinamakan inovasi.

Antara kreatif dan inovatif biasanya memiliki keterkaitan dan biasanya pula dimiliki oleh orang yangmemiliki jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan dan pengendalian kreatifitas dan inovasi yang ada dalam diri kita sendiri, ada sedikit tips untuk menggali kreatif dan inovatif kita, yaitu :

1. Ubahlah cara berpikir Anda dari negatif ke positif. Semakin positif cara berpikir Anda, membuat Anda semakin percaya diri dan optimis dalam mengembangkan sisi kreatifitas.
2. Jangan Takut untuk mencoba hal baru. Sebaiknya kita memiliki rasa yang ingin tahu, karena dengan rasa ingin tahu yang kita miliki maka rasa untuk mencoba hal yang baru akan lebih mudah, Hal-hal yang baru membuat kita akan lebih bisa meningkatkan kreatifitas, bahkan menggali kreatifitas kita.
3. Percaya DiriSyarat ini merupakan syarat wajibnya, apabila kita ingin menggali kreatifitas kita kita sebaiknya memiliki jiwa yang selalu confident (PD), dengan rasa PD, maka kita nantinya dapat melalukan hal-hal baru dengan mudah tanpa adanya rasa takut salah atau takut jelek, dll.
4. BerdoaDengan usaha yang kita lakukan, tanpa diiringi dengan doa kita tidak dapat melakukannya, kesuksesan yang besar di nilai dari usaha dan doa yang kita lakukan.
5. Hadapi ketakutan gagal. Orang-orang kreatif adalah mereka yg gagal ratusan kali. Tapi mereka mengambil pelajaran dari kegagalan itu sebagai peluang untuk mencoba lagi dengan cara yg berbeda dan mungkin lebih baik. Kegagalanlah yg secara langsung menyebabkan kreatifitas.

CONTOH KASUS

Keberhasilan Tokopedia menjadi salah satu situs marketplace terbaik di Indonesia tidak lepas dari kerja keras William Tanuwijaya. Sebelum bisa berada di posisinya sekarang, perjuangan besar harus dilakukan pria yang saat ini berumur 35 tahun ini.
William Tanuwijaya tidaklah lahir dari keluarga berada. Ia lahir dari ayah seorang pegawai swasta dan ibu yang merupakan ibu rumah tangga. Lahir dan besar di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara membuat William tidak banyak mengenal dunia luar sejak kecil.

Hal inilah yang membuat almarhum ayah dan paman William bertekad besar agar anaknya bisa mendapat penghidupan yang lebih baik. Setelah mena
matkan bangku SMA, William hijrah ke Jakarta untuk menempuh bangku pendidikan tinggi.
"Saya lahir dan besar di Pematang Siantar. Almarhum ayah dan paman saya ingin saya punya hidup lebih baik. Saya waktu itu diberikan izin pergi merantau dari Sumatera Utara ke Tanjung Priok naik kapal empat hari tiga malam, untuk kuliah di Jakarta," tutur William dalam acara Entrepreneur Wanted di Institut Teknologi Surabaya, Rabu (15/3/2017).
Perjuangan besar sudah lekat di hidup William sejak ia duduk di bangku kuliah. Di tahun kedua William mengenyam pendidikan di universitas, ayahnya jatuh sakit dan divonis mengidap kanker. Sebagai anak laki-laki dalam keluarga, William tidak punya pilihan lain selain menggantikan posisi ayahnya sebagai tulang punggung keluarga.
"Demi bisa dapat uang, akhirnya saya cari-cari kerja sambil kuliah. Pekerjaan pertama saya adalah operator warnet untuk shift malam, saya harus bekerja dari 9 malam dampai 9 pagi. Tapi itu jadi berkah tersendiri buat saya, karena dari jadi penjaga warnet itulah saya jatuh cinta dengan dunia internet," kata William.
Kini, William tak lagi duduk di bilik warnet. Ia sudah menjelma menjadi pengusaha sukses. Menurut SimilarWeb, Tokopedia kini menjadi situs asal Indonesia yang paling populer bagi netizen Indonesia, mengalahkan Twitter dan Wikipedia.
Data AppAnnie di tahun lalu menunjukkan bahwa aplikasi Tokopedia adalah aplikasi yang paling sering digunakan oleh penggemar jual beli online se-Indonesia. Total pengguna aktifnya dua kali lipat lebih besar dibandingkan pemain e-commerce lain.

Membangun Tokopedia

Setelah lulus dari bangku kuliah, William sempat bekerja di satu perusahaan di Jakarta. Namun di tahun 2007, William melihat peluang yang akhirnya memberikan ia inspirasi untuk membangun Tokopedia.
Idenya tersebut muncul setelah ia melihat tidak adanya rasa percaya masyarakat untuk membeli lewat internet, terlebih karena banyaknya penipuan transaksi.
Dari situ, William melakukan riset mengenai usaha internet yang seakan-akan menjadi 'sarana' kriminal. William merasa internet seharusnya menjadi akses berguna untuk mempermudah segalanya, termasuk kegiatan jual-beli.
"Saya berpikir, kalau ada yang bangun model bisnis serupa tapi bisa menggaransi rasa nyaman konsumen berarti hal itu akan sangat dibutuhkan. Dari sana saya mau buat perusahaan semacam ebay," cerita William.

Sulit cari modal dan tenaga kerja

Setelah berdiri, tantangan lain kembali harus dihadapi william dan rekannya dalam membangun tokopedia. William mengungkapkan, saat awal berdiri ia sangat sulit mencari pemodal yang mau berinvestasi di ide miliknya. Beberapa investor juga meragukan kredibilitas Wiliam yang berasal dari keluarga seadanya dan bukan lulusan kampus ternama luar negeri.
"Rata-rata mereka menanyakan latar belakan saya dan menagapa saya begitu optimis bisa berhasil menjalankan bisnis ini, sementara belum ada bisnis serupa di Indonesia. Saya butuh waktu dua tahun hingga akhirnya mendapat modal yang saya butuhkan," tutur Wiliam.
Selain modal, William juga mengaku sulit mendapat Sumber daya manusia berkualitas yang mau bekerja di Tokopedia. Ia menuturkan, pernah menawarkan lowongan kerja Tokopedia dengan mengikuti jobfair di salah satu kampus, namun tidak ada yang datang untuk mendaftar.
"Saya dan partner saya berdiri dua hari lamanya untuk menawarkan Tokopedia, tapi tidak ada satupun mahasiswa yang daftar. Mereka lebih memilih bekerja di bank atau perusahaan lain."
"Tapi ada saja kesempatan ketika kita mau usaha. Setelah tokopedia berjalan, ada orang Indonesia lulusan luar negri yang rela pulang untuk bisa bekerja di Tokopedia," lanjut William.

Titik balik kesuksesan

Berkat kerja kerasnya, Tokopedia saat ini sudah memiliki lebih dari 1000 pegawai. Ia juga berhasil untuk memberikan penghidupan yang lebih baik pada penjual yang menempatkan barangnya di Tokopedia.
Ada lebih dari satu juta penjual di Tokopedia yang berasal dari berbagai kalangan. William mengungkapkan, ia berharap tokopedia akan terus mampu membantu masyarakat Indonesia mendapat perataan ekonomi lewat internet.
"Belajar dari pengalaman saya mengenai bagaimana sulitnya membangun kepercayaan di awal, filosofi kami di Tokopedia adalah untuk terus berusaha memberikan kesempatan kepada setiap individu di Indonesia untuk memulai bisnis dengan mudah dan gratis."




KESIMPULAN
Kreativitas merupakan bahan bakunya.  Inovasi merupakan hasil komersial. Jadi, sesuatu yang baru belum tentu  inovasi jika yang dihasilkan itu tidak merupakan sesuatu yang lebih baik. Inovasi dalam bisnis yang menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas  adalah hasil dari tindakan yang bersedia memikul resiko. Insya Allah, setiap perjuangan dan kekalahan akan meningkatkan keahlian, kemampuan, dan dapat mempertebal keyakinan.


DAFTAR PUSTAKA
  • ·      https://bwfitri.files.wordpress.com/2011/12/ebook-modul-kewirausahaan-untuk-mahasiswa.pdf (diakses pada tanggal 18 maret 2018)
  • Carol  Kinsey  Goman.   1999,   Kreativitas  Dalam  Bisnis, Binarupa Aksara, Jakarta.
  •        Kao, John. 1989. Entrepreneurship, Creativity and Organization, Taxs, Cases and Readings,  Englewood cliffs, New Jesey,Prentice Hall.
  • ·         Kuratko,  Donal F.  and  Richard  M,  Hodgets, 1995.  Entrepreneurship, A. Contemporary Approach, 3rd edition, the Dryden Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar