Rabu, Maret 7

MENJADI MAHASISWA SEKALIGUS PENGUSAHA





MENJADI MAHASISWA SEKALIGUS PENGUSAHA





Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pola pikir dapat berperan penting  dalam memperluas mind set seseorang/kelompok dalam bidang wirausaha.

Kata kunciMotivasi, Mindset, dan Pola Pikir Berwirausaha

Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk menjadi pengusaha. Proses termotivasinya seseorang dengan orang lain untuk menjadi pengusaha berbeda-beda, ada yang karena faktor kebetulan, ajakan teman, memanfaatkan bakat, keterampilan atau pendidikan yang diperolehnya, dan karena memahami apa yang dibutuhkan oranglain. Sebenarnya bangsa Indonesia memiliki dasar spirit dan keterampilan yang unik di masing-masing daerah. Sebagai bangsa Indonesia jangan biarkan bangsa lain mengelolah sumber daya dan kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun.
Mengalahkan Mitos
Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya pada mitos-mitos terkait kewirausahaan. Berikut ini beberapa mitos yang selalu kita dengar di tengah masyarakat :
  1. Wirausaha merupakan bakan & keturunan
  2. Pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir
  3. Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk
  4. Pengusaha adalah selalu sebagai investor
  5. Pengusaha membutuhkan keberuntungan
  6. Pengusaha harus selalu sukses dan tidak boleh gagal
  7. Pengusaha adalah sama seperti penjudi

Mengubah Pola Pikir
Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan tidak mudah. Perubahan bukanlah kata yang menakutkan dan membahayakan. Mengubah pola pikir memerlukan keberanian dan kerelaan.
Menurut McGrath dan MacMillan (2000) ada lima karakteristik yang umumnya dimiliki oleh pengusaha:
  1. Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru
  2. Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat
  3. Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang laun yang belum jelas
  4. Pengusaha berfokus pada pelaksanaan
  5. Pengusaha mengikutsertakan energy setiap orang yang berbeda dalam jangkauan mereka
Memotivasi Berprestasi
Semakin seseoang meyakini bahwa dirinya dapat mengelolah berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan satu prestasi. Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
  1. Berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuan
  2. Dapatmendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada
  3. Mempunyai perilaku yang agresif dalam mengejar tujuan atau berorientasi pada tujuan dan hasil
  4. Mau belajar dari pengalaman
5.     Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus
Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
1.     Mau kerja keras (capacity for hard work)
2.     Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3.     Penampilan yang baik (good appearance)
4.     Yakin (self confidence)
5.     Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6.     Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7.     Ambisi untuk maju (ambition drive)
8.     Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Kisah Insipiratif Pengusaha Muda
1.     Mohamad Faisal Hidayat
Faisal memulai usaha penjualan susu pada awal 2013. Dengan uang Rp1,3 juta ia nekat menyewa kios di Jalan Cempaka, Sekaran, tidak jauh dari kampusnya. Tak disangka, usaha penjualan susu dengan merek “Its Milk” itu sukses. Pada bulan pertama saja ia bisa mengantongi keuntungan Rp5 Juta. Keuntungan itulah yang digunakan untuk melunasi sewa kios. Sukses dengan satu outlet tak membuat faisal berpuas diri. Ia berusaha membangun outlet “Its Milk” lain. Hasilnya, dalam waktu 3,5 tahun saja ia telah memiliki 15 outlet di 13 kabupaten/kota yang tersebar di lima provinsi. Selain di Jawa Tengah, ia juga membuka outlet di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lombok (NTB). Jika dirata-rata ia bisa membuka satu outlet baru per dua setengah bulan. Dengan 15 outlet yang dimilikinya, omzet bisnisnya semakin besar. Dalam sebulan, omzetnya bisa lebih dari Rp1 Miliar. Satu outlet dengan outlet lain mengumbang omzet yang beragam. Outlet yang sepi hanya beromzer Rp30 juta, tapi outletnya yang ramai omzetnya bisa mencapai Rp400 Juta.
Faisal bukan berasal dari keluarga berada. Orang tuanya pernah usaha kecil-kecilan, daro berdagang Tamiya, buka rental playstation, jual beras, ikan, bahkan pernah jualan tampah. Bapaknya juga pernah jadi pemborong tempat pelelangan ikan. Tapi usaha itu belum membuahkan hasil karena ditipu. Menurut faisal, kondisi ekonomi keluarganya kurang sehat sejak terjadi krisis moneter. Oleh karena itu Faisal memotivasi dirinya untuk berjuang supaya bisa bertahan hidup dan meneruskan kuliahnya serta bisa menyekolahkan adik terakhirnya. Dan yang membuat bangga ia bisa membeli mobil keluarga seperti yang diinginkannya sejak lama.

2.     Fahrur Rozi Nasution
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bernama Fahrur Rozi Nasution. Dia sudah meraup ratusan ribu rupiah dari berbisnis on-line. Awal dia mengenal bisnis on-line dari seminar wirausaha. Dari seminar itu dia mendapat ilmu tentang cara berbisnis on-line dan keuntungannya. Mahasiswa Teknik Informatika ini pun tertarik untuk bisnis on-line sejak Maret 2011 hingga kini. Alasannya karena bisnis on-line itu menantang dan ingin menambah uang saku. “Saya anaknya suka tantangan, jadi karna bisnis on-line itu menantang, saya pun tertarik, meski tujuan utamanya tetap mencari uang tambahan,” Ungkapnya. Bisnis on-line ternyata tidak mengganggu kuliahnya karena dia menjadwal untuk on-line saat malam hari.


3.     Muhammad Abdul Aziz Alwa
dia juga mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dia mulai berbisnis on-line sejak 2008. Awal mula mengenal internet, dia langsung mencoba-coba berbisnis on-line dengan belajar otodidak lewat membaca buku dan info dari Google. Mahasiswa TI ini awalnya mencoba peruntungan di web yang mengiming-imingi penghasilan berjuta-juta per bulan. Ternyata dia tertipu, tetapi tidak terlalu banyak. Setelah kuliah, dia mencoba freelance. Dari sinilah dia mendapat uang untuk pertama kali dari bisnis on-linenya. Bisnis onlinenya bergerak di sector reseller penjualan jam tangan. Saat itu, penjualannya sepi sehingga dia beralih ke penjualan kaos couple. Keuntungan dari penjualan ini sangat memuaskan. Tapi kendalanya, update design kaos couple nya terlalu cepat sedangkan koneksi internetnya lambat.
Setelah itu, dia mengenal situs Kaskus yang menyediakan paket lengkap layanan jual beli. Mengetahui trending penjualan yang laku keras adalah jam tangan. Bisnis online jam tangan di Kaskus inilah yang berlanjut sampai sekarang. penghasilan yang dia dapatkan mencapai 1 juta lebih tiap bulannya. Dia sudah bisa membeli motor, laptop dan HP dari uangnya sendiri yang didapat dari bisnisnya. Selain di Kaskus, dia juga menawarkan barang dagangannya melalui Facebook.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar