Minggu, Juni 3

Keuntungan Dalam Memanfaatkan Teknologi Dalam Berwirausaha


KELOMPOK @Startup-K05
PROYEK @Proyek-K04
PENULIS:
l (@K14-Aditya)
l (@K25-Hendra)
l (@K05-Frais)

Abstrak :
Dalam era modern saat ini kita dituntut untuk mengikuti zaman , untuk saat ini sudah memasuki di era digital . Perkembangan bisnis di era globalisasi saat ini menimbulkan persaingan yang       cukup ketat. Setiap hari nya muncul pelaku bisnis yang memperkenalkan bidang usahanya sehingga dunia bisnis semakinkompetitif. Perubahan yang luar biasa dalam persaingan,
produksi, pemasaran, pengelolaan sumberdaya manusia danpenanganan transaksi antar perusahaan dengan pelanggan danperusahaan dengan perusahaan lain, menyebabkan pengukuran kinerjaperusahaan menjadi hal yang penting bagi manajemen untukmelakukan evaluasi terhadap performa perusahaan dan perencanaantujuan di masa mendatang.

Kata Kunci:
 E-commrence, internet, Digital

Latar belakang :

Dalam berwirausaha kita dituntut untuk memanfaatkan semua teknologi yang ada sekarang ini, itu dikarenakan seiring berjalannya waktu dan jaman, teknologi juga berkembang dengan pesat sehingga kita sebagai wirausahawan harus melakukan inovasi dalam berwirausaha dengan menggunakan teknologi tersebut. Dimana kebutuhan masyarakat saat ini juga semakin meningkat  dan persaingan di dunia bisnis semakin ketat dan sulit

Rumusan masalah :
 Apa itu e-commerence ?
Apa  keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional ?

Pembahasan :

Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005):
E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.
Kalakota dan Whinston (1997) melihat e-commerce dalam 3 pandangan berikut:
Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), mengatakan:
Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional
Ada beberapa keunggulan E-Commerce dibandingkan bisnis konvensional, antara lain :

1.Faktor
Modal yang dibutuhkan untuk membangun  sebuah toko online relatif lebih kecil dibandingkan dengan bisnis konvensional. Untuk membangun suatu usaha / bisnis konvensional, kita harus mempunyai modal yang besar untuk pembelian / penyewaan tempat, renovasi, furnitur, dan lain-lain. Dan apabila Anda ingin membangun cabang di tempat lain, maka biaya yang dibutuhkan  juga akan lipat ganda.  
Sedangkan untuk E-Commerce, Anda cukup membayar jasa untuk membangun website yang terhitung sangat murah jika dibandingkan dengan modal awal yang harus dikeluarkan untuk membuka sebuah toko.  Khususnya, jika Anda menyewa jasa kami, Limpingen Soft Comp, maka hanya dengan harga minimal Rp.1.250.000,- Anda sudah dapat memiliki sebuah toko online!
2. Faktor Waktu Usaha
Dengan menggunakan website, toko Anda dapat buka non-stop 365 x 24 jam! Promosi  produk dan jasa Anda pun bisa ditayangkan terus menerus. Anda tidak perlu membayar biaya iklan yang mahal yang biayanya dihitung per detik tayangan. Proses pemesanan pun dapat dilakukan setiap saat baik hari kerja, hari Sabtu / Minggu, maupun hari besar. Tidak ada kata libur, cuti atau  izin sakit bagi toko online! Sekalipun Anda sedang tertidur lelap, toko online Anda tetap setia bekerja untuk Anda!

3.Faktor Jangkauan Bisnis

Bisnis konvensional sangat dibatasi oleh faktor ruang. Pasaran Anda pun hanya dapat bersifat lokal, bahkan dalam jarak / jangkauan yang sangat terbatas di daerah tertentu saja. Sedangkan dengan E-Commerce, bisnis Anda tidak hanya mempunyai pasaran regional, bahkan dapat menjangkau seluruh tanah air dan membuka peluang menjadi bisnis internasional!

4. Faktor Biaya Operasi
Pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan oleh suatu bisnis konvensional tentulah tidak kecil. Baik untuk biaya penyewaan tempat, gaji karyawan ( terlebih-lebih jika jumlah karyawan Anda banyak ), biaya listrik dan air, biaya untuk alat tulis kantor ( ATK ), dan lain-lain. Sedangkan untuk mempertahankan suatu toko online, Anda cukup membayar biaya tahunan yang terhitung sangat teramat murah! Bahkan, untuk tahun pertama, Anda dibebaskan dari biaya penyewaan domain dan hosting oleh perusahaan kami!

Kita dapat coba menghitung-hitung. Andaikata pengeluaran Anda untuk penyewaan sebuah ruko kecil adalah Rp.1.5000.000,-/bulan, gaji 1 karyawan  Rp.750.000,-/ bulan, biaya listrik dan air Rp.250.000,-/bulan. Maka total pengeluaran minimun Anda sebulan adalah Rp.2.500.000! Sedangkan jika yang Anda miliki adalah sebuah toko online, Anda bisa menggunakan Rp.2.500.000,- tersebut untuk membiayai website Anda selama minimal 10 tahun! Sungguh menakjubkan, bukan?!

5.Faktor Media interaktif

Desain grafis, teks, image, suara, dan video di website mampu menampilkan informasi produk dan jasa dengan sangat lengkap dan menarik, tanpa memerlukan ongkos / biaya cetak brosur, atau melalui berbagai media massa lainnya. Sebagai contoh, untuk pengiklanan di radio, surat kabar atau televisi, semakin banyak informasi yang Anda masukkan pada media tersebut, semakin besar pula biaya yang harus Anda keluarkan. Sedangkan untuk website, jumlah informasi yang dapat Anda masukkan sangat banyak, bahkan tidak terbatas ( tergantung kapasitas hosting Anda ). Informasi yang Anda masukkan tersebut juga dapat diubah kapanpun sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya ketika ada peluncuran produk baru atau perubahan harga, dan lain sebagainya. Sehingga, website bersifat jauh lebih aktual dan interaktif, selain membantu Anda menghemat biaya Anda!

Contoh E-Commerce
Seluruh kegiatan jual-beli yang menggunakan internet sebagai media penghubungnya adalah kegiatan e-commerce. Untuk yang besar, anda bisa merujuk pada semakin besarnya toko online seperti Bhinneka, Lazada, Olx, Berniaga, Bejubel, Kaskus FJB, dan masih banyak sekali. Sekarang orang juga banyak yang menggunakan Facebook dan Twitter untuk mempromosikan produk mereka, dan hasilnya relatif efektif meningkatkan penjualan. Kegiatan e-commerce tidak hanya berupa transaksi jual beli di toko online, melainkan juga semua transaksi keuangan di bank yang memanfaatkan internet sebagai medianya.

Kesimpulan :

dalam era digital ini, sebagai seorang yang berwirausaha kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada seperti memanfaatkan semua teknologi demi kepentingan berwirausaha, itu dikarenakan seiring berjalannya waktu dan perkembangan yang semakin pesat juga para pesaing yang semakin hari selalu menciptakan inovasi, teknologi juga berkembang dengan sangat cepat  sehingga kita sebagai wirausahawan harus melakukan kreasi dalam berwirausaha dengan menggunakan teknologi tersebut. Dimana kebutuhan masyarakat saat ini juga semakin meningkat  dan persaingan di dunia bisnis semakin ketat dan sulit. sehingga tidak heran banyak para wirausahawan sekarang yang mengikuti perubahan bisnis yang bukan hanya karena tuntutan jaman tetapi juga karena teknologi yang semakin harus mengubah bisnis keranah yang lebih baik lagi.

Contoh kasus :




Ahmad Zaky tak mengenal kata menyerah. Meskipun gagal dalam beragam usaha, ia tetap yakin pada dirinya. Mulai dari melamar pekerjaan ditolak, jualan mie ayam yang bangkrut hingga buka software yang gagal total. Ia mencoba lagi dan membuka usaha baru, buka lapak.com namanya. Ia pun sukses bersama lapak barunya ini pada usia 25 tahun.

Itulah sosok Achmad Zaky. Menurutnya, meraih sukses bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan, kesabaran, keberanian menanggung risiko, dan mengikuti perkembangan zaman.  

Pada tahun 2011, secara resmi bukalapak.com lahir. Saat itu, penduduk Indonesia sedang keranjingan media social dan belanja online. Zaky membaca peluang tersebut. Ia pun maju selangkah, bukan sekadar membuat website toko online, tapi lebih dari itu. Ia dan temannya Nugroho Herucahyono pun merintis start up Bukalapak.com.

Ia membuka website e-commerce berbasis marketplace consumer-to-consumer (C2C) untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) menjual barang dagangannya. Siapa saja bisa buka usaha di platform ini. Itulah layanan online marketplace. Awalnya ia mengajak pedagang-pedagang di mall bergabung, tapi ditolaknya. Ia pun kemudian mengajak pelaku usaha kecil.

Perlahan tapi pasti, bisnis Zaky bersama rekannya pun semakin bersinar. Bukalapak semakin dikenal oleh khalayak luas. Jumlah karyawannya pun semakin bertambah dari 6 karyawan hingga pada tahun 2015 tercatat total karyawan BL (sebutan akrab Bukalapak) mencapai 90 orang.

Begitu pun dengan jumlah pengunjung, situs tersebut telah dikunjungi jutaan orang per harinya. Sedangkan, total pelapaknya sendiri telah mencapai lebih dari 500 ribu pelapak. Dari berbagai jenis usaha atau dagangan UKM ada di sini, dari jualan pakaian hingga makanan dan pelapaknya dari Aceh hinga Papua.

Prestasi Zaky telah membuatnya masuk ke dalam daftar 10 pengusaha muda di bawah 30 tahun yang paling berpengaruh di Asia Tenggara. Pada tahun 2014, nilai transaksi Bukalapak mencapai US$ 80 juta atau sekitar 1 triliun rupiah.

Atas prestasinya tersebut, pada 21 Juli 2016, Zaky mendapat Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Jambi. Menurut keterangan resmi Bukalapak, tanda kehormatan ini  diserahkan bertepatan dengan Hari Koperasi ke-69.

Tak hanya itu, pada tahun yang sama, ia juga menyabet penghargaan The Loyalty and Engagement Awards 2016, kategori The Best Use of Consumer Insight/Data Analytics dan The Best Use of Mobile, yang didapatkan di Singapura.


Itulah hasil perjuangan anak lulusan ITB. Zaky kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengambil jurusan Teknik Informatika pada tahun 2004. Peraih IPK 4.00 pada semester pertama ini sering mempraktikkan ilmunya dengan freelance membuat program software untuk dijual ke perusahaan-perusahaan.

Kecintaannya kepada dunia computer dan internet sudah mulai muncul saat kecil. Seelumnya, Zaky saat di sekolah menengah, ia  mengikuti Kompetisi Komputer di Olimpiade Sains Nasional (OSN) mewakili sekolahnya, SMA Negeri I Solo. 

Pria kelahiran  Sragen, 24 Agustus 1986 ini, ternyata sejak SD sudah menaruh minat di dunia Komputer. Sang ayah sering membelikannya komputer dan juga buku-buku untuk pemrograman. Hal itulah yang kemudian ia ingat dan praktikan. 
Pebisnis e-commerce Indonesia pertama yang sukses dan berjaya di Asia Tenggara tersebut adalah Achmad Zaky, sang pemimpin bukalapak.com. Pada tahun 2014 kemarin, marketplace e-commerce Bukalapak ditaksir telah mencatatkan transaksi yang mencapai US$80 juta atau sekitar Rp 1 Triliun lebih. Dengan pencapaian ini ia dinobatkan sebagai pengusaha muda paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Dalam tiga tahun belakangan ini Bukapalak memang terus menunjukkan tren pertumbuhan dan berkembang yang signifikan sejak berdirinya pada tahun 2010. Pada awal berdirinya itu, Bukalapak yang dijalankan dari sebuah garasi kecil kini telah menjadi situs e-commerce paling populer di Indonesia dengan kunjungan lebih dari satu juta orang setiap harinya. Meski hanya bergerak pada bisnis C2C (Costumer to Costomer), Bukalapak telah memiliki lebih dari 200 penjual dan dukungan investor yakni Gree Ventures, Batavia, 500 Startups, dan Emtek Group.
Menurut Zaky, perkembangan Bukalapak tak lepas dari tren pasar e-commerce Indonesia yang terus bertumbuh. Kondisi ini juga didorong oleh pengguna #internet yang lebih dari 82 juta orang, atau sekitar 30 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Karena pertumbuhan ini, Zaky pun yakin untuk menarget Bukalapak untuk bisa naik delapan kali lipat pada tahun ini.

Daftar Pustaka :

Lim, Jeffrey B.Comp, M.C.S. 2009. E-commerce vs konvensional. Diambil dari: http://limpingen.com/index.php/blog/10-e-commerce/12-e-commerce-vs-bisnis-konvensional (24 mei 2018)

Saptiawan, Awan. 2000. E-commerce dan bisnis. Diambil dari: https://awansaptiawan.wordpress.com/about/ (23 mei 2018)

Kurniawan, Edi. 2016. pengertian dan perbedaan E-commerce dan E-business. Diambil dari: https://ediwordpressblog.wordpress.com/2016/02/22/pengertian-dan-perbedaan-e-commerce-dan-e-business/ (23 mei 2018)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar