Selasa, Maret 31

Empathy menemukan ide bisnis



Oleh:
Tri rizky maulana (41618110069) @R21-TRI

Apa itu empati ?
Untuk bisa membahas empati lebih jauh, kita harus mengetahui arti kata empati terlebih dahulu. Empati berasal dari Bahasa Yunani emp├ítheia yang memiliki arti ketertarikan fisik. Empati adalah sikap yang kompleks karena empati merupakan kemampuan manusia untuk merasakan keadaan emosional orang lain. 
Secara umum, arti kata empati dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami orang lain dengan memposisikan diri sebagai orang lain tersebut. Dengan kata lain, empati berarti kemampuan manusia untuk bisa merespon keinginan orang lain yang tidak terucap secara lisan. Arti kata empati ini berbeda dengan pengertian simpati. Jika simpati lebih menitik beratkan pada perilaku yang “menurut kita baik”, maka empati adalah sikap yang “orang lain ingin kita lakukan”. Perbedaan arti antara empati dan simpati ini juga akan memengaruhi perbedaan tindakan yang akan kita ambil. Jika simpati biasanya hanya berhenti pada rasa iba, maka empati akan berlanjut pada tindakan membantu.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk berempati. Pertama, kita dapat berempati dengan mempertimbangkan pemikiran orang lain. Kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang dan apa yang akan dipikirkan saat kita berada di posisinya. Inilah yang disebut dengan empati kognitif. Kedua, kita dapat berempati dengan memfokuskan diri pada perasaan orang lain. Kita membayangkan seperti apa perasaan yang dimiliki saat berada di posisi orang tersebut. Inilah yang disebut dengan empati emosional. 
 
Empati kognitif dan empati emosional sama-sama memiliki manfaat bagi identitas, kerjasama, memberikan pengaruh dan memperluas pola pikir yang kita miliki. Kita akan lebih mudah untuk mengerti keadaan yang dialami seseorang saat membayangkan diri sendiri dalam situasi tersebut. Tentu saja, ini akan sangat menguntungkan jika kita memiliki kemampuan empati kognitif dan empati emosional. Kita akan mampu untuk mengerti dan menghargai pemikiran serta perasaan yang dimiliki orang lain. Ini memampukan kita untuk tidak menjadi orang yang egois. Yang terpenting adalah tindakan. Jika memiliki kemampuan untuk berempati secara kognitif maupun emosional, itu tidak akan berarti jika kita tidak melakukan tindakan nyata. Semua rasa empati yang kita miliki harus tercermin dalam tindakan nyata yang penuh dengan belas kasih. 
 
Tindakan berempati berarti memahami perjuangan yang dihadapi oleh rekan kerja, bersedia untuk menawarkan bantuan atau menghargai perbedaan pendapat yang dimiliki orang lain. Empati juga dapat tercermin dalam tindakan saat kita mampu berdebat dengan cara yang sehat dan menemukan solusi terbaik. Berempati juga dapat dicerminkan dengan mempertimbangkan pendapat rekan kerja lain dan memberikan saran yang dapat membantu tim mencapai kesuksesan. 
 
Orang lain mungkin tidak akan dapat mengingat tindakan yang kita buat, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita membentuk perasaan mereka. Dengan memiliki empati, kita dapat memastikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat menciptakan perasaan positif yang akan diingat dalam jangka panjang. Dengan begitu, kita akan mampu membangun hubungan positif dan menghasilkan hal yang positif juga. Tentu saja, ini akan berdampak baik bagi organisasi dan diri kita sendiri.
 
Jadi, siapapun dan apapun posisi kita cobalah untuk selalu memiliki empati dan menunjukkannya dalam tindakan nyata. Kita harus memiliki empati saat menyampaikan ide yang dimiliki atau saat bekerja sama dengan tim. Dengan begitu, kita akan mampu bekerjasama dengan baik dan mencapai tujuan yang dimiliki. Hasil lainnya? Kita akan dipandang sebagai orang yang memiliki nilai. Kita juga akan memiliki pola pikir yang lebih luas yang dapat membantu mencapai tujuan pribadi. Yuk, mulai sekarang, kita melatih diri untuk berempati dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar