Selasa, Maret 31

EMPATI DALAM BISNIS


Aditya Bagus sixtyanto (46119110136)
@R39-ADITYA







PENGERTIAN EMPATI
Untuk bisa membahas empati lebih jauh, kita harus mengetahui arti kata empati terlebih dahulu. Empati berasal dari Bahasa Yunani empátheia yang memiliki arti ketertarikan fisik. Empati adalah sikap yang kompleks karena empati merupakan kemampuan manusia untuk merasakan keadaan emosional orang lain.
Secara umum, arti kata empati dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami orang lain dengan memposisikan diri sebagai orang lain tersebut. Dengan kata lain, empati berarti kemampuan manusia untuk bisa merespon keinginan orang lain yang tidak terucap secara lisan. Arti kata empati ini berbeda dengan pengertian simpati. Jika simpati lebih menitik beratkan pada perilaku yang “menurut kita baik”, maka empati adalah sikap yang “orang lain ingin kita lakukan”. Perbedaan arti antara empati dan simpati ini juga akan memengaruhi perbedaan tindakan yang akan kita ambil. Jika simpati biasanya hanya berhenti pada rasa iba, maka empati akan berlanjut pada tindakan membantu.
Selain pengertian secara umum, beberapa ahli juga memiliki definisi tersendiri untuk terminologi empati. Empati menurut para ahli tentunya memiliki arti yang berbeda-beda, meskipun begitu semua definisi tersebut mengerucut pada satu pemikiran besar yang sama.
Kohut mendefinisikan empati sebagai suatu proses di mana seseorang berpikir mengenai kondisi orang lain yang seakan-akan dia berada pada posisi orang lain itu. Kohut juga melakukan penguatan atas definisinya tersebut dengan mengatakan bahwa empati adalah kemampuan berpikir objektif tentang kehidupan terdalam dari orang lain.


Sementara itu, Carl Rogers menawarkan dua konsepsi mengenai arti kata empati. Pertama, Rogers mendefinisikan empati sebagai kemampuan untuk melihat kerangka berpikir internal orang lain secara akurat. Kedua, dalam memahami orang lain tersebut individu seolah-olah masuk dalam diri orang laun sehingga bisa merasakan dan mengalami sebagaimana yang dirasakan dan dialami oleh orang lain, namun tanpa kehilangan identitas dirinya sendiri. Kedua definisi Rogers merupakan pemikiran yang sangat penting karena mengandung pengertian meskipun individu menempatkan dirinya pada posisi orang lain, namun ia harus tetap melakukan kontrol diri atas situasi yang ada, tidak dibuat-buat dan tidak hanyut dalam situasi orang lain.

ASPEK EMPATI
Sebagai sebuah sikap yang kompleks, proses pembentukan empati melewati berbagai aspek yang akan berbeda pada tiap individu. Setidaknya terdapat dua aspek yang berpengaruh pada proses penciptaan empati. Kedua aspek tersebut adalah empati kognitif dan empati afektif.

a)      Empati Kognitif
Empati kognitif merupakan sikap empati yang muncul atas dasar pemikiran seseorang. Seorang individu biasanya mempelajari sebuah pola yang terjadi ketika orang lain merasa sedih, senang, ataupun marah melalui reaksi yang ditunjukkan melalui ekspresi dan body language

b)      Empati Afektif
Empati afektif merupakan sikap empati yang muncul atas dasar emosi atau perasaan seseorang. Empati afektif dapat terjadi secara langsung maupun didapatkan sebagai hasil dari empati kognitif. Sebagai hasil dari empati kognitif, empati afektif muncul sebagai respon yang lebih mendalam. Sementara itu, empati afektif juga dapat muncul secara langsung melalui penularan emosi. Penularan emosi ini dapat terjadi melalu verbal (kata-kata), pra-verbal, dan isyarat non verbal. Meskipun begitu, empati afektif memiliki proses yang jauh lebih rumit. Hal-hal dalam diri seorang individu seperti sifat sombong dan cuek dapat menghalangi munculnya empati afektif meskipun ia dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh orang lain melalui kemampuan kognitifnya.



 CARA MEMBANGUN EMPATI

1.     Belajar mendengarkan orang lain
2.     Bersikap membuka diri
3.     Berikan afeksi secara fisik
4.     Fokuskan perhatian pada kondisi di sekitar Anda
5.     Jangan menilai
6.     Berikan bantuan

Cara Membangun Empati Kepada Orang Asing
1.     Tumbuhkan rasa ingin tahu kepada orang yang belum Anda kenal
2.     Jadilah sukarelawan
3.     Tantanglah prasangka Anda sendiri
4.     Gunakan imajinasi
5.     Praktekkan berempati dengan mengalami sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar