Senin, Maret 30

"Emphathy dalam menemukan ide bisnis"





IMPLEMENTASI DESIGN THINKING DALAM MEMBANGUN INOVASI MODEL BISNIS ...
Apa itu Emphaty?
Kemampuan untuk melihat dunia dari sisi orang lain, yang dapat kita dapatkan dari cara melihat Orang lain lihat, orang lain rasakan dan pengalaman yang sama dari orang lain Cara yang digunakan adalah mendekatkan diri dengan subyek .Dengan demikian kita akan mampu untuk menentukan Idea, pemikiran dan Kebutuhan. IDEO’s Human – Centred Design Toolkit menjelaskan bahwa empati adalah suatu pemahaman yang mendalam terhadap masalah dan realita dari kehidupan dari orang yang menjadi subyek pemecahan masalah . Identifikasinya melalui : ekspresi  obyek yang menjadi subyek yang kita amati.
          Ada 3 bagian penting Emphaty
1. Observe (amati) : mengapati perilaku User dan cara mereka berinteraksi  dengan lingkungan agar dapat memahami hal yang sebenarnya  dibutuhkan oleh mereka.
2. Engage (terlibat) : merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan pikiran dan nilai yang mereka pegang.
3. Immerse  (Merasakan Langsung ) ; merupakan cara untuk merasakan situasi yang user rasakan.
                     Pentingnya emphaty dalam berbisnis, emphati membantu  men desain pemikiran untuk mengatur asumsi dari si pemikir tentang permasakahannya.Pemikir bisa jadi memberikan masukan dari keingiannnya pada user, Informasi yang didapat memberikan masukan yang sangat baik bagi desainer meskipun waktu pengamatan singkat, lalu Terbangun rasa empati, pemahaman, pengalaman, pandangan. Empati dapat memperluas wilayah dan juga pola pikir yang dimiliki seseorang serta mampu untuk menguji ide-ide baru yang belum diketahui sebelumnya. Inilah yang menjadi bagian dalam proses menciptakan inovasi. Tentu saja, membuat inovasi sangatlah penting bagi kemajuan karier. Inovasi membuat kita terus bertumbuh dan mengalami peningkatan. Kita tidak akan pernah mengalami kebuntuan bahkan kemunduran karier. Seseorang dengan keterampilan empati yang kuat juga lebih produktif dan inovatif. Ini berarti jika Anda ingin meningkatkan efisiensi dan memperluas jumlah masalah yang dapat Anda pecahkan untuk pelanggan, Anda ingin mempekerjakan karyawan dengan "soft skill" yang kuat.

          Peneliti menemukan bahwa dengan Design Thinking, subjek penelitian dapat mengembangkan dan membuat produk sesuai dengan keinginan dan harapan pengguna. Ketika perusahaan telah memberikan gambar dan desain yang diperbaharui terus (update), hal tersebut akan memberikan nilai newness pada value propositions. Melalui empati, produk dapat disesuaikan dengan harapan pelanggan atau pengguna. Pada saat produkdidesain sesuai kebutuhan dan keinginan pengguna, maka perusahaan dapat menciptakan nilai customization. Nilai berikutnya yang dapat ditambahkan adalah performance. Sebagaimana dalam Design Thinking pada tahapan empathize, kedua informan membutuhkan kertas yang tebal agar produk tidak mudah sobek. Perusahaan dapat membuat produk kuat dan tidak mudah sobek agar dapat memberikan performa produk yang maksimal. Design Thinking juga dapat dijadikan problem solving, maka hal tersebut akan memberikan nilai getting the job done karena perusahaan memecahkan masalah pengguna melalui produk yang dibangun berdasarkan Design Thinking dan ketika permasalahan dapat diselesaikan akan membuat pekerjaan pengguna cepat terselesaikan. Value propositions lain yang dapat ditambahkan adalah deisgn. Melalui Design Thinking, perusahaan dapat menciptakan desain produk yang sesuai dengan harapan pengguna dan tentu menjadikan desain produk lebih baik dengan warna, gambar yang lebih beragam daripada desain sebelumnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar