Rabu, Maret 11

Kewirausahaan dari perspektif psikologi

Tinjauan kewirausahaan dari perspektif psikologi lebih terfokus pada pertanyaan mengapa secara individual ada orang dapat yang memanfaatkan peluang? Mengapa yang lain tidak? Mengapa ada pengusaha yang sukses? Mengapa ada yang tidak sukses?

Melihat sebuah peluang menjadi awal suatu ide untuk menancapkan sebuah roda usaha. Namun, hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan upaya eksploitasi peluang sehingga menciptakan keuntungan yang menjanjikan. Dalam hal ini, tidak semua orang mampu melihat peluang usaha.

Terdapat beberapa karakteristik kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi dirinya dalam cara mengorganisasikan peluang wirausaha. Kepribadian yang berbeda akan menunjukkan perbedaan cara dalam menghadapi tantangan meski berada dalam situasi yang sama.

Shane (2003) mengelompokkan karakter psikologis yang mempengaruhi mengapa seseorang lebih memanfaatkan peluang dibandingkan yang lain dalam 4 aspek yaitu:
1. Kepribadian
2. Motivasi
3. Evaluasi diri
4. Sifat-sifat kognitif


  • Kepribadian dan motivasi, sendiri berpengaruh terhadap tindakan seseorang dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan tindakan memanfaatkan peluang. Bahkan ketika sekumpulan orang dihadapkan pada peluang yang sama, mempunyai ketrampilan yang hampir sama, dan informasi yang sama, maka orang dengan motivasi tertentu akan memanfaatkan peluang, sementara yang lain tidak.

  • Motivasi, sebagian besar entrepreneur dimotivasi oleh keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri.

  • Evaluasi diri, ada dua macam yang pertama yaitu Locus of control didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang bahwa ia mampu mengendalikan lingkungan disekitarnya. Dan yang kedua yaitu Self Efficacy adalah kepercayaan seseorang pada kekuatan diri dalam menjalankan tugas tertentu.

  • Karakteristik kognitif, merupakan faktor yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan membuat keputusan. Dalam mengembangan peluang kewirausahaan, seorang entrepreneur harus membuat keputusan positif mengenai sesuatu yang belum pernah pahami, dalam ketidakpastian, dan informasi yang terbatas. Dalam membuat keputusan positif tersebut dibutuhkan karakteristik kognitif yang membantu entrepreneur untuk memetakan cara bagaimana memanfaatkan peluang wirausaha.






Sumber:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar