Selasa, April 21

DESIGN THINKING


DESIGN THINKING

Untuk membuat desain sebuah solusi terutama yang dalam  bentuk sebuah produk atau aplikasi tentunya dibutuhkan metode yang akan menjadi arahan dalam proses pembuatan dan perancangan. Namun, dengan seiringnya pekembangan jaman, esensi dari proses desain semakin berubah dan berevolusi. Desain bukan hanya sekedar membuat sebuah produk atau aplikasi yang akan laku di pasaran, memiliki bentuk yang indah dan menarik, atau mudah untuk dibuat. Desain sekarang ini adalah mengenai, menciptakan sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna atau orang-orang.

Ada lima tahapan Design Thinking, yaitu:
1. Emphatize
Tahap pertama ialah untuk mendaptkan pemahaman empatik dari masalah yang ingin dipecahkan. Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Agar permasalahan customer yang benar-benar ingin diselesaikan dapat berjalan dengan lancar.
Output : Output dari Tahap Emphatize ini adalah data, insight, user persona, etc yang membuat kita dapat membuat sebuah produk yang benar benar dibutuhkan dan menyelesaikan permasalahan user kita
2. Define
Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Empathize, dianalisis dan disintensis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
Output : menentukan arahan langkah-langkah selanjutnya sehingga diharapkan nanti ide-ide yang dimunculkan sudah fokus dengan masalah utama yang dihadapi pengguna
3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Penting untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau solusi masalah di awal fase ide. Untuk tahap akhir ialah penyelidikan dan pengujian ide-ide tadi untuk menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang nantinya terjadi.

Output : memunculkan ide-ide dan juga pola pikir konvergen untuk melakukan klasifikasi dan pemilihan ide.
4. Prototype
Pada tahap ini akan dihasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil, atau fitur khusus yang ditemukan dalam produk, sehingga dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus.

Output : Prototype yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat dalam mengembangkan produk. Bisa jadi memvalidasi, ketergunaan produk, efisiensi, dan lainnya.
5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya.
Output: Produk dan layanan bisa menghasilkan solusi dengan tiga kriteria, Desirability, Feasibility, dan Viability
Daftar Pustaka

Murni, Telaumbua. 5 Tahap Design Thinking menurut Stanford (d.school). https://medium.com/@murnitelaumbanua98/5-tahap-design-thinking-menurut-stanford-d-school-e06f871c45c ( Diakses pada 21 April 2020)

 

Nina, Ivana.  Design Thinking agar Solusi Tidak Mubazir. https://ppm-manajemen.ac.id/id_ID/blog/artikel-manajemen-18/post/design-thinking-agar-solusi-tidak-mubazir-1616  (Diakses pada 21 April 2020)

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar