Rabu, April 1

Empati Dalam Menemukan Ide Bisnis

Untuk bisa membahas empati lebih jauh, kita harus mengetahui arti kata empati terlebih dahulu. Empati berasal dari Bahasa Yunani empátheia yang memiliki arti ketertarikan fisik. Empati adalah sikap yang kompleks karena empati merupakan kemampuan manusia untuk merasakan keadaan emosional orang lain.
Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain. Setiap orang membutuhkan keterampilan empati untuk beradaptasi, membuat keputusan yang baik, berkolaborasi secara efektif dan berkembang.
Mengembangkan rasa empati atau kepedulian juga penting berkenaan dengan usaha menumbuhkan jiwa wirausaha. Rasa empati yang tinggi akan membantu kita menghasilkan karya yang tidak hanya dapat dinikmati dan menguntungkan diri sendiri tetapi juga dapat dinikmati dan menguntungkan sesama.

Tahap pertama dalam pola pikir ini adalah memiliki empati dalam memahami permasalahan. Yang harus diingat akan design thinking bahwa empati memainkan peran penting di dalamnya. Jangan membuat asumsi. Cobalah untuk membenamkan diri dalam lingkungan agar Anda memiliki pemahaman pribadi yang mendalam akan masalah yang ada. Ini jauh lebih penting daripada asumsi yang Anda buat. Singkatnya, seseorang yang memiliki design thinking, haruslah mampu untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain. Seorang desainer perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna.

Dalam dunia WIRAUSAHA Mengembangkan rasa empati atau kepedulian penting berkenaan dengan usaha menumbuhkan jiwa wirausaha. Rasa empati yang tinggi akan membantu kita menghasilkan karya yang tidak hanya dapat dinikmati dan menguntungkan diri sendiri tetapi juga dapat dinikmati dan menguntungkan sesama.
Prof. Philip Kotler, yang dijuluki Bapak Marketing Modern, memberikan nasihatnya kepada para pebisnis di Indonesia; “Think customers and you’ll be save. – Rengkuhlah para pelanggan Anda supaya bisnis Anda bisa tetap berlangsung baik.” Keunggulan bisnis seperti itu lebih menjamin kesuksesan dan pasti sulit dibajak pesaing manapun.

Empati dalam diri memiliki banyak manfaat bagi kesuksesan. Berikut 5 manfaat utama yang dihasilkan jika kita memiliki empati.

1. Identitas.
Empati memengaruhi identitas diri. Kita cenderung menilai diri dengan memerhatikan orang-orang yang menghabiskan waktu bersama dengan kita. Nah, saat memiliki empati, kita dapat mengetahui jelas siapa dan seperti apa kita.
2. Kerjasama.
Empati bermanfaat untuk meningkatkan kerjasama tim. Empati juga membantu tim dapat melakukan hal bersama secara efektif.
3. Inovasi.
Empati dapat memperluas wilayah dan juga pola pikir yang dimiliki seseorang serta mampu untuk menguji ide-ide baru yang belum diketahui sebelumnya. Inilah yang menjadi bagian dalam proses menciptakan inovasi. Tentu saja, membuat inovasi sangatlah penting bagi kemajuan karier. Inovasi membuat kita terus bertumbuh dan mengalami peningkatan. Kita tidak akan pernah mengalami kebuntuan bahkan kemunduran karier.
4. Memberikan pengaruh.
Selain bermanfaat bagi komunitas, empati juga menghasilkan manfaat bagi individu. Empati dapat meningkatkan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menunjukkan siapa kita, memberikan pengaruh bagi orang lain dan membuat kita mampu untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.
5. Empati dan tindakan.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk berempati. Pertama, kita dapat berempati dengan mempertimbangkan pemikiran orang lain. Kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang dan apa yang akan dipikirkan saat kita berada di posisinya. Inilah yang disebut dengan empati kognitif. Kedua, kita dapat berempati dengan memfokuskan diri pada perasaan orang lain. Kita membayangkan seperti apa perasaan yang dimiliki saat berada di posisi orang tersebut. Inilah yang disebut dengan empati emosional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar