Minggu, September 5

pemanfaatan bonggol pisang menjadi makanan sosis naga

oleh  : RADIUS BAGAS YOGA SIWANTORO (
@S12-RADIUS)

Abstrak

Tanaman pohon pisang merupakan tanaman ke dalam tanaman herbal , Tanaman ini termasuk dari divisi spermatophyta, kelas monocotyledonae, family musaceae, spesies Musa sp. Pisang pertama kali ditemukan di dataran Afrikadi teluk Guines, di Cina dan di India pada 300 tahun SM. Produksi pisang setiap tahun semakin meningkat. Indonesia merupakan negara yang memproduksi pisang sebanyak 6,20% dari total produksi dunia. Di Indonesia hampir semua bagian pada pisang yang terdiridari batang, daun, bunga, akar, bonggol (tunas) dan buah dapat dimanfaatkan.

Bonggol pisang adalah batang tanaman pisang yang berupa umbi batang. Bonggol pisang muda dapat di manfaatkan untuk sayur. Selama ini bonggol pisang kurang begitu di manfaatkan oleh masyarakat padahal bonggol pisangmempunyai kandungan zat gizi yang relatif baik, Bonggol pisang mengandung gizi yang cukup tinggi dengan komposisi yang lengkap. Menurut Direktorat Gizi,(2005)bonggol pisang mengandung gizi yang cukup tinggi dengan komposisi lengkap. Dalam 100 gram bonggol pisang kering terkandung 245,0 kalori, 3,4 g protein, 0,0lemak, 66,20 g karbohidrat danmineral seperti Ca, P dan Fe, Vitamin B1 dan Vitamin C

Pendahuluan

Dimasa sekarang , pohon pisang hanya dimanfaatkan buahnya , jantung pisang , dan daunnya , sedangkan dengan batang dan bonggol hanya dibuang begitu saja , seperti kita tahu di masa pandemi kita harus memiliki ide kreatif agar yang semula menjadi sampah kita bisa olah menjadi bahan baku yang memiliki nilai jual dan sudah dimodifikasi , yang dianggap tabu jadi peluang usaha ,

Pembahasan

Disini kita memfaatkan bonggol pohon pisang sebagai bahan baku dalam pembuatan menjadi sosis , dengan langkah awal kita membersihkan terlebih dahulu bonggolnya dan yang diguanakan adalah bagian dalam nya yang tidak kontak langsung dengan tanah dan teksture dari bagian yang inti tidak terlalu keras dan sedikit memiliki rasa yang manis , setelah dibersihkan kemudian kita cincang dari bonggol tersebut atau boleh digiling agar halus tetapi saat digiling juga kita campurkan dengan aneka bumbu atau rempah – rempah di dalamnya agar saat hasil akhir sudah memiki rasa kemudian setalah nya kita masukan ke plastic yang aman yang bentuk nya meneyrupai sosis pada umumnya kemudian kita rebus ke dalam air yang matang , setelah dengan perhitungan yang sesuai dan sudah matang semua , kita angkat dan kita taruh ke dalam air es dan kita diamkan dan kemudian jadi dalam pembuatan sosis dari bonggol pohon pisang , dan SosNag ialah singkatan sosis naga yang artinya hidangan ini termasuk kedalam hidangan pendamping yang tergolong ke dalam hidangan pedas , tetapi tingkat kepedasan dapat direquest oleh pembeli saat proses pembakaran.

 

 

Target pasar

Pada produk ini kita menargetkan ke semua kalangan mengapa demikian karena kita membuat produk dengan bahan baku yang boleh dikatakan “sampah” pada masyarakat umum , kita olah degan benar dan dengan pencampuran bahan – bahan pendukung yang baik dan sudah diseleksi kualitasnya agar teripta makanan yang enak , dengan demikian makanan tersebut siap dihidangkan dengan harga yang tergolong kedalam kategori murah atau terjangkau tetapi apabila soal rasa kita berani dicoba dengan produk yang lain , dari kalangan remaja atau sampai orang tua bahkan anak – anak dapat menikmati makanan tersebut dengan tingak kepedasan mulai dari tidak pedas sama sekali sampai yang ekstra pedas tergantung permintaan dari pelanggan , inilah yang ingin kita targetkan semua orang dapat menikmati tanpa harus khawatir dengan harga yang mahal

Lokasi dan fasilitas pendukung

Di produk sosnag ini kita akan berusaha menyediakan tempat yang nyaman dan mudah untuk dituju atau dengan kata lain lokasi yang strategis , nyaman dalam hal ini dengan tempat yang seperti di pedesan ada saung – saung sambil menugu hidangan yang sedang dibakar pelanggan dapat bernostalgia dengan tempat – tempat yang nyaman yang biasanya di pedesaan sehingga pelanggan bisa sambil nongkrong saat malam minggu atau di hari weekend , dan salah satu tujuan kita adalah membuat salah satu tempat atau destinasi tempat nongkrong , karena dengan kepenakan saat beraktivitas juga perlu tempat untuk nongkrong namun sekarang sedang berada di masa pandemi kita juga menerapkan prokes yang dianjurkan oleh pemerintah . dan fasilitas pendukung kita juga menyediakan wifi gratis kepada pelanggan saat menunggu hidangannya sedang dalam proses masak dapat menikmati fasilitas yang kita berikan .

Strategi Promosi

 Sekarang adalah masa dimana semua menggunakan media sosial , maka promosi kita mengguanakan media sosial juga , dengan kita promosi melalui Instagram , facebook , atau pun media sosial yang lain , namun perlu digaris bawahi bahwa cara mempromosikan yang lama juga kita gunakan yaitu lewat mulut ke mulut atau dari pelanggan yang lain mengajakan temannya untuk ikut gabung karena cara tersebut juga salah satu media promosi yang ampuh , jadi di produk kita ingin menonjolkan rasa yang enak maka pelanggan secara tidak langsung juga menjadi mitra kita dalam promosi dengan mengasi pandangan tempat nongkrong yang menawarkan makanan modern dari bahan yang digolong antimainstream , dan dengan rasa penasaran tersebut maka akan terniat untuk mencoba dan apabila menyukai yang kita hidangkan maka akan otomatis menawarkan ke teman yang lain

Mind mapping 

 



Logo



 

Kesimpulan

Pada masa pandemi sekarang harus bagaimana kita berfikir kreatif agar kita dapat menjadi pribadi yang produktif dan bagaimana memanfaatkan sesuatu yang dirasa hal yang mustahil menjadi suatu barang yang banyak orang yang menyukai dan memebrikan peluang bisnis kepada kita

 

Dikutp dari

1.      http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/2754/3/BAB%20II.pdf

2.      file:///C:/Users/X441U/AppData/Local/Temp/22651-1-44202-1-10-20160727.pdf

3.      https://media.neliti.com/media/publications/125342-ID-kualitas-nutrisi-silase-limbah-pisang-ba.pdf

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.