Sabtu, September 11

Sumberdaya Manusia dan Manajemen untuk Memulai Usaha Furniture

                                                          Oleh :

                                       Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@So9-BAYOE)

Pengelolaan SDM

PENDAHULUAN

Sumber daya manusia adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan usaha apapun karena kualitas dari hal tersebut sangatlah menentukan kinerja dari suatu perusahaan. Pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu investasi bagi perusahaan karena diperlukan biaya untuk mendukung hal tersebut, namun sejalan dengan hal tersebut, manfaat yang didapat oleh perusahaan juga besar karena pekerja dan karyawan yang dimiliki menjadi professional dan handal dalam mengerjakan segala pekerjaan di perusahaan tersebut.

Dengan demikian pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi penentu keberhasilan dalam suatu perusahaan atau unit usaha, terutama dalam era globalisasi dimana para pesaing tidak hanya berasal dari dalam negeri saja tetapi juga berasal dari luar negeri yang ikut serta meramaikan dan berkompetisi untuk menarik minat dari konsumen. Persaingan yang semakin ketat inilah yang membuat para pelaku usaha harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas di perusahaannya sehingga memiliki proses produksi yang baik. Proses produksi biasanya dikaitkan dengan produktivitas, dimana bila produktivitas meningkat maka akan diikuti dengan peningkatan kinerja dari perusahaan. Maka proses pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dari perusahaan agar dapat meningkatkan persaingan dari perusahaan itu sendiri dan meningkatkan brand dari perusaan tersebut. Pengelolaan sumber daya manusia dengan berdaya guna akan mampu mencapai tujuan organisasi. Secara operasional, tujuan organisasi mencakup pada tujuan masyarakat (societal objective); tujuan organisasi (organization objective); tujuan fungsi (functional objective); dan tujuan personal (personal objective). Suatu departemen sumber daya manusia harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan, mempergunakan, dan memelihara sumber daya manusia supaya fungsi organisasi dapat berjalan dengan seimbang (Sedarmayanti, 2009).

Keterampilan mengelola sumber daya manusia

Keterampilan memahami orang lain, berempati, berkomunikasi, memotivasi, memberi contoh dan menjadi teladan bagi orang lain serta berelasi dengan pelanggan secara baik. Sumber daya manusia adalah manusia yang dapat menjalankan pekerjaan untuk sebuah bisnis. Kontribusi manusia dalam proses produksi bisa merupakan kemapuan fisik, misalnya untuk menjalankan mesin pabrik dan lain-lain, serta kemampuan mental misalnya untuk memikirkan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam bisnis dan untuk memotivasi pekerja lain.

Cara  meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi, dapat dilakukaan dengan cara sebagai berikut:

(1)   Program kompensasi yang memadai Hal ini menyangkut kompensasi yang sesuai kepada karyawan yang memiliki prestasi yang baik. Kompensasi mengandung arti tidak sekedar hanya dalam bentuk finansial saja, seperti yang langsung berupa upah, gaji, komisi, dan bonus serta tidak langsung asuransi, bantuan sosial, uang cuti, uang pensiun, dan pendidikan, tetapi juga bentuk bukan finansial. Bentuk ini berupa pekerjaan dan lingkungan pekerjaan. Bentuk pekerjaan berupa tanggung jawab, perhatian, kesempatan dan penghargaan, sementara bentuk lingkungan pekerjaan berupa kondisi kerja, pembagian kerja, sttatus dan kebijakan. Jika dikelola denga baik, kompensasi membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dan memperoleh, memelihara, dan menjaga karyawan dengan baik. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, karyawan yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan perusahaan dan untuk melakukan penepatan kembali tidaklah mudah

(2) Keamanan kerja Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil maupun nonmateril. Keamanan kerja yang dimaksud di sini adalah bagaimana perusahaan dapat menjamin kelangsungan kerja paa karyawan.

(3)    Jadwal kerja yang fleksibel Waktu yang fleksibel berarti bahwa kepada pekerja diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri waktu masuk dan waktu pulang kantor. Jadwal kerja yang fleksibel ini diberlakukan agar yang bersangkutan dapat mengatur penggunaan waktunya sedemikian rupa sehingga ketentuan jam kerja itu dapat dipenuhinya dengan tepat, sekaligus dapat mengalokasikan sisa waktunya untuk berbagai kepentingan pribadi dan keluarga dengan baik. Seperti istirahat, untuk keluarga dan penunaian kewajiban sosial.

Planning Perencanaan untuk melakukan perekrutan pegawai sangat diperlukan oleh setiap perusahaan dan setiap perusahaan memiliki tolak ukur yang berbeda – beda dalam merekrut pegawai yang bertujuan untuk mendapatkan karyawan dengan potensi yang tinggi dan dapat memanjukkan perusahaan pada nantinya. Perekrutan yang dilakukan misalnya dengan memasang iklan di surat kabar dengan kriteria yang dicantumkan dan bisa juga dari mulut ke mulut.

Organizing Membagi tugas kepada bawahan dengan tujuan agar sebuah pekerjaan dapat selesai tepat waktu.Pembagian tugas tersebut sesuai dengan kemampuan serta keahlian masing – masing orang.

Actuating Pengarahan dalam perusahaan dalam dilakukan dengan pelatihan saat masuknya pegawai baru serta pelatihan rutin agar tugas yang dikerjakan dapat terarah dengan benar dan jelas sedangkan untuk pegawai lama pengarahan dilakukan setiap seminggu sekali melalui rapat kerja bersama, dimana manajer SDM menegaskan kembali tugas dan tanggung jawab serta mengevaluasi kinerja masing – masing staf.

Controlling Pengontrolan dalam bidang sumber daya manusia ini bertujuan untuk mengendalikan kinerja perusahaan agar tetap stabil.Pengendalian yang dilakukan misalnya pada karyawan yang belum paham betul terhadap tugasnya, membuat perusahaan harus memberikan pelatihan penuh agar dapat bekerja dengan baik.


Kepemimpinan dan Manajemen Wirausaha

Manajemen Kewirausahaan

a.       Pengertian Manajemen Kewirausahaan

Manajemen berasal dari bahasa inggris management, akar katanya adalah manage yang mengandung arti mengatur, mengurus, melaksanakan dan mengelola.

Menurut Steinhoff dan John F. Burgess, wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugastugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu beroientasi kepada pelanggan.

Kata wirausaha berkaitan dengan kegiatan usaha atau kegiatan bisnis pada umumnya. Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki kemampuan menilai peluang-peluang usaha (bisnis) yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat untuk meraih keuntungan di masa depan. Terdapat ciri umum yang selalu ada dalam diri wirausahawan, yaitu kemampuan mengubah sesuatu menjadi lebih baik atau menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, atau berjiwa kreatif dan inovati.

Jadi Manajemen Kewirausahaan adalah pendayagunaan potensi ekonomis secara kreatif, inovatif, dan dengan keberanian menghadapi resiko untuk mendapatkan laba yang berguna mensukseskan program dalam organisasi pendidikan. Sehingga kewirausahaan dapat juga dikatakan sebagai unsur dalam pendidikan untuk memperlancar proses pendidikan bukan sebagai media mendapatkan keuntungan secara berlebihan.

Sifat Kepemimpinan Wirausaha

Sifat benar benar ada pada diri individu dengan seluruh pribadi manusia yaitu mempunyai eksistensi dalam diri pribadi. Sifat (trait) oleh Allport (1951) adalah system neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresi secara sama. Sedangkan sikap (attitude) berhubungan dengan sesuatu objek yaitu memberikan penilaian menerima atau menolak (tingkah laku) terhadap objek yang dihadapi (Suryabrata, 1986:242). Mengacu pada pemahaman tersbut, maka sifat kepemimpinan memang ada dalam diri masing-masing individu yang tampak menurut kodrat kepemimpinannya secara khas.

Namun menurut Alma (2002:41) sekarang ini sifat kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dialatih. Ini tergantung pada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang ia pimpin. Pada dasarnya ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti, dipercaya oleh bawahannya. Namun adapula pemimpin yang tidak disenangi bawahan, atau ia tidak senang kepada bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya secara berlebihan tetapi ia tidak punya waktu untuk itu, akhirnya ia senantiasa menanamkan kecurigaan pada bawahannya itu. Sifat kepemimpinan semacam ini akan berakibat tidak baik bagi sekolah yang dipimpinnya. Struktur bathin (mental structure) ada pada tiap kepribadian pemimpin mencerminkan keselarasan emosi dengan tingkah lakunya, sehingga seorang pemimpin itu dapat diketahui apakah ia seorang yang egois yang menunjukkan kebenaran hanya ada pada dirinya, atau seorang yang bijaksana yang mampu merespons aspirasi.

Pemimpin yang mampu merespon aspirasi, tetapi mempunyai keteguhan hati akan strategi manajemen yang dimilikinya dengan antusiasme yang tinggi terkandung dalam dirinya jiwa wirausaha yang digunakannya untuk mengatasi berbagai permasalahan organisasi yang muncul dan mampu mencarikan solusi dengan baik. Kepemimpinan wirausaha merupakan seorang pemimpin yang visioner dengan kemampaun kepemimpinan yang baik, mumpuni dan handal. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain untuk melakukan perintah atau permintaan yang diberikannya.



REFERENSI

http://repo.iain-tulungagung.ac.id/12086/5/BAB%20II.pdf

https://media.neliti.com/media/publications/36077-ID-pengelolaan-dan-pengembanganusaha-furniture-pada-aspek-pemasaran-cv-megahtama-c.pdf

http://digilib.unimed.ac.id/902/1/Full%20Text.pdf





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.