Sabtu, Oktober 9

ANALISA PERAN KEPEMIMPINAN DALAM USAHA KECIL DAN MENENGAH INDUSTRI KREATIF

 Oleh : Siti Masitoh (@S19-SITI)

        I.            Latar Belakang

Perusahaan yang bergerak di kategori usaha kecil dan menengah membutuhkan fleksibilitas yang tinggi dalam pendirian dan pengembangan usahanya. Kejelian dan strategi bisnis yang tepat juga menjadi sebuah keharusan dalam mengembangkan usaha ini. Hal ini semua terkait dalam pola kepemimpinan yang diterapkan dalam sebuah usaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola dan karakter kepemimpinan yang tepat diterapkan dalam sebuah usaha yang berada di kategori usaha kecil dan menengah (UKM). Meskipun bentuk usaha dan jenis usaha dari UKM sendiri bermacam-macam, tetapi sekiranya ada beberapa karakter dan pola kepemimpinan yang dapat dijadikan contoh dari sebuah usaha.

 

      II.            Pembahasan

A.      Kepemimpinan



Kepemimpinan secara umum adalah sebuah kemampuan yang terdapat di dalam diri seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak tertentu untuk mencapai tujuan. Menurut Wahjosumidjo Kepemimpinan merupakan kemampuan dalam diri seseorang dan mencakup sifat-sifat, seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan. Kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari gaya, perilaku, dan kedudukan pemimpin bersangkutan dan interaksinya dengan para pengikut serta situasi. Kepemimpinan yang handal merupakan prasyarat untuk menjadi pemain utama dalam usaha kecil dan menengah ini. Kepemimpinan ini diperlukan untuk mengarahkan kreativitas yang dimiliki menjadi sesuatu yang berorientasi pada profit. Diperlukan sebuah keahlian manajemen tertentu sehingga kreativitas yang menjadi modal utama dalam sebuah usaha tetap tidak terhambat atau bahkan hilang.

Beberapa karakter yang dianggap penting dalam kepemimpinan seseorang yaitu :

1.       Pengetahuan. Pemimpin haruslah seseorang yang menguasi pengetahuan yang luas tentang bisnis maupun perusahaannya.

2.       Kepercayaan. Tidak melakukan micromanagement. Anda harus bisa menumbuhkan iklim kepercayaan antara Anda dan bawahan serta sebaliknya.

3.       Integritas. Seorang pemimpin harus mempunyai integritas agar dapat menumbuhkan kepercayaan di antara karyawan dan rekan bisnisnya.

4.       Standar. Pemimpin yang baik haruslah memberikan tauladan.

5.       Ketegasan. Pemimpin akan dinilai dari ketegasannya dalam mengambil sebuah keputusan.

6.       Keteguhan. Pendapat seorang pemimpin harus diwarnai keteguhan yang membentuk kepercayaan para bawahannya.

7.       Optimisme. Situasi tidak selalu ideal tapi pemimpin berusaha untuk mencari solusi dari kondisi yang ada.

8.       Prestasi. Pemimpin memiliki daftar keputusan yang dapat menjadi rujukan keberhasilan di bidangnya

9.       Visi. Pemimpin diharapkan untuk merumuskan tujuan-tujuan yang akan menuntun diri dan organisasinya ke arah tertentu.

10.   Kewibawaan. Pemimpin harusnya memiliki aura kewibawaan pada busana, kendaraan atau hal-hal yang ada di sekelilingnya.

2

Ada beberapa gaya kepemimpinan :

1.      Kediktatoran.

Ciri-cirinya :

a. Tidak diperkenankannya pertanyaan.

b. Pengetahuan adalah kekuatan.

c.  Tidak boleh ada kesalahan.

 

2.      Demokrasi Relatif.

Ciri-cirinya :

a.       Partisipasi.

b.      Mendorong perdebatan.

c.       Pemimpin mempunyai kekuasaan memveto.

 

3.      Kemitraan.

Ciri-cirinya :

a.      Kesejajaran antara pemimpin dan bawahan.

b.      Visi kelompok. Semua anggota berpartisipasi dalam pembuatan keputusan dan penetuan arah unit.

c.       Berbagi tanggung jawab antara pemimpin dan anggota kelompok.

 

4.       Transformasional.

Ciri-cirinya :

a.       Kharisma.

b.      Keputusan yang diambil berdasarkan pada keyakinan.

c.       Membangkitkan rasa hormat dan pengabdian dalam tiap anggota tim.

d.      Pujian terbuka. Sering memberikan pujian secara terbuka, anggota tim menjadi semakin percaya diri pada kemampuan mereka.

e.      Inspirasi. Pemimpin tranformasional adalah sumber inspirasi dari para anggota timnya.

Tipe lain yang ada dalam kategorisasi kepemimpinan adalah entrepreneurial leadership (kepemimpinan yang berjiwa kewirausahaan).     Persamaan     dan     perbedaan     antaraentrepreneurial leadership dan transformasional leadership adalah :

Melihat dari beberapa karakter di atas, sangat penting untuk mengamati bahwa kepemimpinan merupakan “nahkoda” untuk “kapal” bisnis yang dijalankan. Tanpa adanya kepemimpinan yang efektif maka bisnis yang dijalankan tidak akan dapat bertahan dalam menghadapi dinamika bisnis yang fluktuatif seperti sekarang.

Kepemimpinan juga tidak bisa dipisahkan dari visi dan misi dari suatu perusahaan. Semakin jelas dan jernih visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan, semakin baik bagi pembentukan moral dan budaya kerja dari para anggotanya. Visi dan misi ini tentu harus dikaitkan dengan nilai-nilai utama (core values) dari perusahaan tersebut. Tanpa adanya serangkaian visi dan misi yang jelas maka arah dan orientasi perusahaan menjadi tidak jelas.

 

B.      KEWIRAUSAHAAN/ENTREPRENEURSHIP


Karakter lain yang sering tergambar dalam industri ini adalah adanya corak kewirausahaan yang kental dalam usaha- usahanya. Menghindari pola produksi massal (mass production), usaha yang berkembang di bidang kreatif biasanya berskala kecil hingga menengah (small medium enterprise). Dalam menjalankan usaha-usaha ini, peran pemimpin menjadi faktor utama dalam mensintesiskan kekuatan tim di dalamnya supaya usahanya dapat tetap adaptif dalam situasi yang terus menerus berubah.

Pengertian wirausaha (entrepreneur) menurut Wikipedia

adalah :

 

An entrepreneur is an owner or manager of a business enterprise who makes money through risk and initiative.[1][note 1] The term was originally a loanword from French and was first defined by the Irish-French economist Richard Cantillon. Entrepreneur in English is a term applied to a person who is willing to help launch a new venture or enterprise and accept full responsibility for the outcome. Jean-Baptiste Say, a French economist, is believed to have coined the word "entrepreneur" in the 19th century - he defined an entrepreneur as "one who undertakes an enterprise, especially a contractor, acting as intermediatory between capital and labour".

Penjelasan dari Wikipedia merujuk pada ciri khas dari seorang wirausahawan yaitu kepemimpinan yang baik dan kemampuannya membuat sebuah tim yang solid dan mendukung. Wirausaha adalah pengusaha karena ia mempunyai kejelian dalam melihat sisi peluang yang tidak terlihat oleh orang lain. Tetapi ia juga seorang pemimpin karena ia mempunyai kemampuan untuk memotivasi dan mengarahkan tim yang dimilikinya untuk meraih tujuannya.

Ada 3 bentuk dasar dari seorang wirausaha :

 

1.        Social entrepreneur : penguasaha wirausaha di bidang sosial termotivasi oleh hasrat untuk membantu, memperbaiki dan mentranformasikan kondisi sosial, lingkungan, edukasi dan ekonomi. Ia termotivasi oleh keinginan emosional untuk merubah sebuah status quo daripada keuntungan (profit).

2.        Serial entrepreneur : pengusaha wirausaha ini adalah mereka yang secara rutin/berkala mengajukan ide-ide baru dan memulai bisnis baru. Mereka adalah individu yang suka mengambil resiko dan biasa pulih dari kesalahan-kesalahan bisnis.

3.        Lifestyle entrepreneur: pengusaha ini menempatkan hasrat (passion) sebelum keuntungan (profit) saat memulai bisnisnya. Ia adalah individu yang mengkombinasikan ketertarikan dan minat personal dengan kemampuan agar dapat melanjutkan bisnisnya. Model bisnis yang dicobanya diharapkan untuk berkembang dalam jangka waktu panjang.

Ada beberapa karakter yang melekat kuat dalam seorang  pemimpin/wirausaha yang tangguh. Hal itu antara lain :

1.        Mempunyai locus of control yang tinggi. Artinya bahwa dia adalah seseorang yang lebih bersandar pada daya juangnya sendiri daripada faktor nasib, takdir atau apapun di luar dirinya.

2.        Mempunyai high energy level. Artinya bahwa ia sangat passionate dan memperlihatkan energi antusiasme yang tinggi dalam kerja.

3.        Mempunyai high need of achievement. Artinya ia mempunyai kebutuhan yang tinggi akan keberhasilan.

4.        Tolerance of ambiguity. Artinya ia mempunyai toleransi yang cukup dalam situasi ambiguitas.

5.        Self confidence. Seorang wirausahawan haruslah mempunyai rasa percaya diri yang kuat.

6.        Passion dan action orientation. Mempunyai hasrat yang besar terhadap bidang bisnis yang digeluti dan selalu berorientasi pada tindakan.

7.        Self relience and desire for independence. Mempunyai ketangguhan dan keinginan untuk mandiri.

8.        Flexibility. Dalam situasi bisnis yang berubah-ubah, seorang wirausaha harus dapat fleksibel dalam menghadapinya.

 

Mental/karakter kewirausahaan (entrepreneur) dapat dimiliki oleh mereka yang bekerja di sebuah perusahaan (bukan miliknya) ataupun di bisnis yang dimilikinya sendiri. Tetapi ada perbedaan-perbedaan kecil yang dapat membedakan diantara keduanya :

 

Pertama, keduanya adalah orang-orang yang mempunyai hasrat tinggi di dalam area yang digelutinya. Tetapi bagi mereka yang bekerja di perusahaan, hasrat ini berasal dari kehendak untuk mengadakan perubahan yang dirasa perlu sehingga perusahaan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Bagi sang wirausaha sejati, hasrat tinggi ini berasal dari ide dan ego mereka yang merupakan cikal bakal dari usaha mereka tersebut.

 

Kedua, mereka berdua visioner. Tapi bagi pemimpin perusahaan, visi mereka lebih terfokus pada arah perushaan sedangkan bagi wirausahawan lebih pada kesempatan yang ada.

Ketiga, keduanya terkadang keras kepala dan single-minded. Sang wirausahawan akan sangat fokus pada bisnis dan aktivitas di dalamnya dan akan sangat terobsesi untuk mewujudkannya. Pandangan yang lain akan diabaikan bila ia tidak merasakan hal itu dalam intuisinya. Seorang pemimpin perusahaan akan merasa terobsesi dengan perusahaannya tapi ia akan sangat berpedoman dari tehnik-tehnik manajemen yang sudah pernah dicoba dan divalidasi.

Pada dasarnya, perusahaan-perusahaan yang besar saat ini adalah perusahaan yang kecil pada awalnya. Apple dan Microsoft berawal dari sebuah usaha yang dibuat di garasi Steve Jobs dan Bill Gates, Teh Botol Sosro dimulai dari proses marketing yang sangat sederhana. Dilihat dari sudut ini, sebetulnya setiap perusahaan dimulai atau diawali dari semangat kewiraushaan yang tinggi. Namun seiring perkembangan waktu, perusahaan-perusahaan tadi “kehilangan” jiwa kewirausahaannya. Perusahaan-perusahaan ini dalam perkembangannya menjadi “dinasaurus”: besar, susah bergerak dan karenanya rentan untuk punah dalam jaman yang sangat cepat bergerak.

Pengusaha wirausaha juga diperlukan karena kontribusi mereka yang tetap dalam siklus ekonomi yang seringkali menemui lonjakan dan penurunan. Dalam fenomena krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997, banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, properti dan pabrikan yang mengalami kehancuran. Tetapi fakta menunjukkan perusahaan-perusahaan kecil yang berskala UKM-lah yang menyelamatkan perekonomian Indonesia. Pengusaha-pengusaha ini mampu tetap bertahan karena mereka memakai bahan baku dalam nege4ri, berorientasi pada ekspor, tenaga kerja yang efisien (tidak terlalu banyak) sehingga mempunyai biaya tetap yang kecil.

Pengusaha kewirausahaan juga diperlukan guna mengurangi angka pengangguran yang masih begitu besar di Indonesia. Dengan   adanya   pengusaha-pengusaha   yang   bergerak   di

bidang   kewirausahaan,   angka   ini   diharapkan   berubah.

Apalagi kenyataan menunjukkan bahawa sebagian besar pengusaha kewirausahaan ini bergerak di bidang yang padat karya dan bukan padat modal. Ini semakin menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja, khususnya mereka yang tidak memiliki pendidikan ataupun keterampilan (skill) yang tinggi.

Faktor ini juga menjadi perhatian dari bisnis perbankan. Saaat ini kita dapat melihat begitu banyak bank-bank yang menyediakan kredit mikro kepada para pengusaha kecil. Ini memperlihatkan bahwa trend kucuran kredit ke para pengusaha besar juga mengalami perubahan. Jumlah kredit yang relatif kecil, tingkat pengembalian yang baik serta adanya kesempatan untuk mengembangkan bisnis di ranah yang biasanya tidak terlihat oleh pengusaha besar menjadikan bidang kewirausahaan menjadi begitu menarik. Melihat dari beberapa faktor diata, kewirausahaan sangat penting untuk bisa dijadikan tulang punggung perekonomian.

 

        III.            KESIMPULAN

Indonesia saat ini sedang memasuki gelombang awal dari kebangkitan kembali UKM. Dari sekian banyak kota-kota yang merespon perkembangan ini dengan cukup baik, Minimnya infrastruktur dan kepedulian pemerintah untuk men-support potensi kreatif ini telah menjadi perhatian dari berbagai kalangan. Pola hubungan yang saling mendukung antara akademisi, pelaku bisnis berbasis kreatif dan pemerintah belum bisa benar-benar bersinergi.

Aturan-aturan serta tindakan fasilitasi dari pihak pemerintah masih belum maksimal dalam pembangunan struktur baik infrastruktur maupun suprastruktur yang mendukung hal ini. Akibat tidak langsung dari fenomena ini adalah adanya tindakan “migrasi” besar-besaran dari para insan kreatif ke tempat-tempat lain yang dinilai lebih kondusif terhadap perkembangan mereka. Dari pantuan di beberapa blog yang membahas tentang perekonomian kreatif, para insan kreatif banyak yang “berkelana” ke tempat-tempat lain di Indonesia dan bahkan ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lainnya. Faktor lain yang menghambat adalah terbatasnya akses dari lembaga keuangan terhadap para pebisnis kreatif ini yang mempengaruhi tingkat kegairahan berusaha di bidang ini. Ide-ide yang muncul seringkali tidak menjadi operasional ketika mereka harus berhadapan dengan permasalahan modal. Beban pikiran untuk bisa memenuhi kewajiban mereka kepada lembaga keuangan ini jelas menjadi penghambat bagi para pebisnis pemula ini.

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

https://salamadian.com/pengertian-kepemimpinan/

https://simple.wikipedia.org/wiki/Entrepreneur

https://ejournal.stiesa.ac.id/jurnal.php?detail=jurnal&file=02%20dimensia%20vol%2010%20no%202%20bisma%20analisa%20peran%20kepemimpinan.pdf&id=60&cd=0b2173ff6ad6a6fb09c95f6d50001df6&name=02%20dimensia%20vol%2010%20no%202%20bisma%20analisa%20peran%20kepemimpinan.pdf

 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.