Senin, Oktober 11

Literasi Bisnis dan Macam Literasi Bisnis di Era Globalisasi

Literasi Bisnis dan Macam Literasi Bisnis di Era Globalisasi

disusun 

Radius Bagas Yoga Siswantoro (@S12-RADIUS)



A.    Pendahuluan

Literasi bisnis merupakan hal penting, namun masih sulit didapatkan oleh pemilik usaha mikro yang beroperasi di wilayah jauh dari perkotaan. Ada berbagai edukasi yang dipelajari oleh para pelaku bisnis untuk mengangkat value dari produk contohnya adalah:

       Memperdalam swot

       Pentingnya manajemen pemasaran, karyawan, serta akuntasi perusahaan

ada 3 jenis literasi yang harus di kuasai untuk menunjang skill sebagai seorang pengusaha:

  1. Literasi digital
  2. Literasi data
  3. Literasi humaniora

B.      Pembahasan

1.Literasi digital



literasi digital adalah kemampuan dan wawasan seseorang dalam aspek pemanfaatan teknologi digital, alat komunikasi, membuat dan mengevaluasi informasi dengan sehat dan cermat serta patuh kepada hukum dalam kehidupan. 

elemen untuk mengembangkan literasi digital:

1.      Kultural, kemampuan untuk memahami berbagai konteks dalam dunia digital; 

2.      Kognitif, daya pikir dalam menganalisis dan menilai content;

3.      Konstruktif,  menciptakan ulang sesuatu dengan ahli dan aktual;

4.      Komunikatif, paham bagaimana sistem jaringan komunikasi digital; 

5.      Percaya diri dan bertanggung jawab;

6.      Melakukan hal baru dengan cara kreatif; 

7.      Kritis dalam melihat content; dan

8.      Bertanggung jawab secara sosial. 

Manfaat literais digital

·         Meningkatkan Produktivitas 

Dalam industri apapun, produktivitas adalah kunci dalam operasional perusahaan menghasilkan produk berkualitas. Penggunaan berbagai macam aplikasi dan software dalam perusahaan harus mulai dibiasakan di kalangan karyawan. Contoh software yang paling sering digunakan perusahaan adalah software HRD. Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dikelola oleh Human Resource Management (HRD), mulai dari rekrutmen, pencatatan data absensi, payroll bulanan, pembuatan laporan, penyusunan program kerja, dan sebagainya. Sistem dalam software HRD membantu HRD dalam mengelola SDM dengan output yang memuaskan secara kualitatif dan kuantitatif. 

 

·         Menaikkan Pendapatan

Teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan dalam perekonomian di seluruh dunia. Semakin banyak bisnis yang menyadari manfaat dari kemampuan digital. Banyak konsumen yang merupakan bagian dari masyarakat mulai familiar dengan menggunakan teknologi dalam berbagai kegiatan. Contoh kegiatan konsumen yang paling umum berkaitan dengan konsumsi produk adalah belanja online, melihat-lihat produk melalui media sosial, dan menuliskan pengalaman saat mengkonsumsi produk tersebut. Ketika perusahaan memiliki keterampilan digital yang memadai, bisnis dapat membangun hubungan dengan konsumen jauh lebih intens. Konsumen menjadi lebih banyak dan akhirnya meningkatan pendapatan.  

 

·         Cara Implementasi Literasi Digital

Dunia digital terus berkembang dan itulah mengapa perusahaan terus berupaya meningkatkan kemampuan digital, khususnya di kalangan karyawan. Dengan demikian karyawan dan perusahaan dapat bekerja dengan searah menuju visi dan misi perusahaan. Berikut beberapa cara untuk membantu menumbuhkan literasi digital dan terus mengikuti perkembangan digital yang bergerak cepat dan sangat beragam.

 

·      Nilai Keterampilan Digital Internal 

Ada kalanya perusahaan harus menilai tingkat keterampilan digital saat ini. Ini bukan untuk menakut-nakuti karyawan atau membuat mereka merasa kurang berharga. Akan tetapi, cara ini digunakan untuk mencari tahu cara membuat karyawan lebih selaras secara digital. Sebelum menawarkan pelatihan, perusahaan harus mengetahui tingkat kemampuan digital di dalam internal perusahaan.

 

·      Komunikasikan Nilai dan Tujuan Digital 

Jangan berasumsi bahwa setiap orang memiliki keterampilan digital yang tepat. Meskipun generasi muda seperti Milenial dan Gen Z biasanya tumbuh dengan teknologi, bukan berarti mereka paham benar bagaimana bertanggung jawab dalam pemanfaatannya. Saat karyawan melakukan kesalahan dalam penggunaan teknologi yang berkaitan dengan  perusahaan, itu akan mempengaruhi citra dan pandangan masyarakat terhadap perusahaan. Perusahaan perlu mengkomunikasikan dan mengedukasi mengapa perubahan digital menguntungkan, mempengaruhi kinerja, meningkatkan pengetahuan, dan meningkatkan produktivitas kerja. Perusahaan sukses menjadikan keterampilan digital sebagai bagian dari budaya perusahaan. 

2.  literasi data



  Data literasi merupakan sebuah skill penunjang dalam suatu organisasi. Menurut UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), arti literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

Langkah pertama dalam literasi data adalah kemampuan untuk berkomunikasi menulis dan membaca tentang data dalam konteks. Data penting karena apabila dipahami untuk menjadi dasar dalam membuat keputusan. Literasi data secara sederhana bisa dijadikan dasar dalam penentuan strategi bisnis bahkan peluang baru untuk dapat disinergikan dengan keputusan penting untuk masa depan bisnis anda.

Kemampuan untuk mengolah data adalah hal krusial yang harus dikuasai oleh pengusaha UMKM. Perlu diketahui, data yang Anda peroleh di lapangan dapat diolah menjadi informasi atau insights yang bisa menjadi input krusial untuk pengambilan keputusan bisnis.

Cerdas dalam pengolahan data akan berujung pada peningkatan performa penjualan. Tentu ini adalah yang Anda inginkan bukan? Namun, perlu diingat, salah dalam pengambilan dan pengolahan data justru bisa membuat bisnis Anda akan sulit berkembang.

 

3.         Literasi humaniora



Pada literasi humaniora, sumber daya manusia jadi fokus utama. Apabila sebelumnya Anda menekankan pentingnya penguasaan teknologi, bukan berarti Anda mengerdilkan aspek sumber daya manusia. Teknologi hanyalah alat untuk mempermudah kehidupan manusia. Teknologi bukanlah sebuah kepastian yang harus diandalkan terus menerus.

Dalam bisnis, contohnya adalah dalam layanan pelanggan. Interaksi antar manusia dan manusia yang baik adalah dasar yang kuat untuk membangun kepercayaan konsumen. Bila UMKM Anda ingin berdaya saing, maka gunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan manusia, bukan sebaliknya.

Teknologi harus dipakai untuk menunjang kebutuhan umat manusia. Artinya, apa pun teknologi yang Anda gunakan, seharusnya yang bisa memanusiakan customer. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak akan mengkerdilkan kemampuan manusia.

 

Refrensi

·         Modul 6 - KWU

·         https://ceritaprasmul.com/memperluas-literasi-bisnis-dalam-berwirausaha-di-indonesia/

·         https://penjajakata.com/blog/literasi/humaniora/

·         http://forkas.stis.ac.id/2019/04/literasi-data-literasi-baru-di-era.html

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.