Kamis, Oktober 28

PENGARUH SISTEM PEMASARAN DIGITAL MARKETING TERHADAP PENINGKATAN VOLUME  PENJUALAN HASIL INDUSTRI RUMAHAN OLEH PUTRI AULIYA (@S18-PUTRI)

 

I.                     PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi sangat  berkembang  pesat. Berbagai kegiatan bisnis kecil sampai besar memanfaatkan perkembangan ini untuk menjalankan usahanya. Banyaknya competitor menjadi pertimbangan bagi  para  pengusaha  untuk  masuk dalam persaingan yang sangat ketat. Strategi pemasaran  dan media yang tepat digunakan untuk bisa meraih pasar yang ditujusehingga volume penjualan selalu meningkat dan profit. Digital  Mark etingadalah  salah  satu  media pemasaran yang saat ini sedang banyak diminati oleh  masyarakat  untuk  medukung  berbagai kegiatan yang dilakukan. Mereka sedikit demi sedikit  mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/tradisionalberalih  ke  pemasaran moderen yaitu digital mark eting. Dengan digital mark etingkomunikasi  dan  transaksi  dapat dilakukan setiap  waktu/real  timedan bisa mengglobalatau  mendunia. Dengan  jumlah pengguna social mediaberbasischatini yang banyak dan semakin hari semakin bertambah membuka peluang bagi UKM untuk mengembangkan pasarnya dalam genggaman smartphone. Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu  menemukan  bahwa  132,7  juta  orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total  penduduk  Indonesia  sendiri  sebanyak 256,2  juta  orang.Hal  ini mengindikasikan kenaikan  51,8  persen  dibandingkan  jumlah pengguna internet pada 2014 lalu. Survei yang dilakukan APJII pada 2014 hanya ada 88 juta pengguna internet.“Penyebabnya adalah perkembangan  infrastruktur  dan  mudahnya mendapatkansmartphoneatau perangkat genggam," terang Ketua APJII Jamalul Izza saat ditemuiKompasTek nodi  sela  pengumuman Riset  Pengguna  Internet  Indonesia  2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016), Kompas.Seperti halnya yang saat ini sedang dilakukan oleh ibu-ibu PKK dalam memasarkan hasil  industri  rumahannya  yaitu  kerajinan tangan.Industri  rumahan  saat  ini  menjadi kegiatan  yang  memiliki  peran  besar dalam membantu perputaran ekonomi rumah tangga. Bentuk kegiatan industri rumahan bermacam-macam, misalnya makanan, kerajinan, minuman dan lain-lain. Belum lama ini saya menemukan perkampungan di  RW  02  Randuagung Singosari Malang, dimana di dalamnya para ibu rumah  tangga,rata-rata  membuat  kerajinan tangan tas baik kecil sampai besar yang bahan bakunya dari sisa bungkus minuman kemasan instanseperti kopi,susutas plastik belanja dari supermarket  besar,  dan  lain-lain. Awalnya kegiatan  ini  hanya  sebagai  sambilan  dan mengisi  kesibukan,  tetapi  sekarang  justru menjadi kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan. Kegiatan ini diawali oleh seorang ibu, istri dari dosen Perguruan Tinggi di Malang,yang memberikan pelatihan pada saat acara pertemuan  PKK  rutin  di  RW  (Rukun Warga) setempat.Pesanan  dari  kalangan  teman dan kerabat dekat mulai muncul. Setelah berjalannya waktu, kegiatan ini menjadi kegiatan serius yang ingin dijalani oleh para ibu untuk menambah dan mendukung perekonomian di rumah tangga. Masalah yang timbul adalah bagaimana menetapkan strategi pemasaran  yang  tepat  agar  produk industrirumah  tangga  ini  dapat  cepat dikenal dan menerima pesanan secara luas, karena selama ini komunikasi dan transaksi yang terjadi masih menggunakan sistem  konvesional  maupun tradisional,dari mulutkemulut  dan karena kenal saja.Fenomena yang ada adalah bahwa lokasi  kegiatan ini  tidak  berada  di  pinggir melainkan  radius  500-1000m  dari  jalan  raya besar.Dalam mendukung kegiatan tersebut, banyak ibu-ibu yang sudah menggunakan telpon genggam atau smartphoneyang cukup moderen. Rupanya  mereka  juga  sudah mengenal  dan melakukan kegiatan pemasaran dengan memanfaatkan smartphone tersebut. Komunikasi  yang  dilakukan  adalah  dengan telepon langsung, sms (short message send), dan sudah mulai menggunakan social mediauntuk  melakukan  penawaran  seperti  BBM (black bbery Mesangger), FB (Facebook), WA (Whatsapp), IG (Istagram). Berdasarkan alasan di  atas  penulis  tertarik  untukmelakukan penelitian apakah  sosial  media  bagian  dari digital mark etingyang digunakan, memberikan pengaruh terhadapvolume penjualan industrirumahan  mereka.

 

II.                   METODOLOGI

Metodologi dari penelitian ini dibagi dalam desain penelitian dan subyek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data.1.Desain Penelitian dan Subyek PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional pada industri rumahan di RW 02 Randuagung Singosari Malang,menggunakan metode triangulasi, yang  menggabungkan  metode wawancara terstruktur, wawancara mendalam dan observasi terhadap Ibu-Ibu PKK dan media sosial  yang  digunakan.  Subyek  dalam penelitian ini adalah pengrajin yang dipilih secara purposive sampling. Subyek dipilih sesuai dengan kriteria: 1)  merupakan pengrajin,  2)  pernah menggunakan media sosial  dalam  komunikasi usahanya,  3) bersedia menjadi subyek penelitian. Total subyek  yang  direkrut  dalam  penelitian sebanyak 30 Orang.2.Metode Pengumpulan DataPenelitian  ini  menggunakan  data  primer yang diperoleh  berdasarkan  wawancara terstruktur dan wawancara mendalam kepada  pengrajin.  Data  yang  diperoleh meliputi  data  karakteristik  umum,  data penggunaan  sosial  media  dalam  industri rumahan, termasuk tujuan,  manfaat dan hambatan yang dihadapi. Data dilengkapi dengan hasil observasi peneliti terhadap ibi-ibu PKKdan media sosial yang digunakan.3.Analisis DataData yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik  deskriptif  dan  analisis kualitatif serta ditampilkan dalam bentuk table.

 

 

III.                 HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan dari penelitian ini dibagimenjadi Karakteristikusaha industri rumahan  yang  menjadi  subyek  penelitian, penggunaan media sosial industri rumahan dan pengaruh  penggunaana  media  sosial  bagi industri rumahan.

1.       Karakteristik Industri Rumahan

Subyek dalam penelitian ini adalah merupakan pengrajin yang membuat kerajinan  tas  dari  bekas  kemasan  dan kantung  plastic,  dengan  spesifikasi  tas pesta dan tas kerja serta lamanya menjalani usaha industri rumahan.


Karakteristik Usaha Industri Rumahan

 

2.       Penggunaan Media Sosial pada UKM

Ibu-Ibu PKK dalam penelitian ini, menggunakan media sosial sebagaimedia informasi dan komunikasi kegiatan usahanya.Rata-rata  yang  digunakan  adalah, facebook dalam menampilkan  profil  perusahan.  E-mail, Black  Berry Messanger (BBM) dan WhatsApp (WA) dan Istagram (IG) untuk gambar-gambar produk.  Hampir  sebagian  dari  Ibu-Ibu PKK, menganggarkan dana sebesar Rp.100.000-250.000,-untuk membeli pulsa sebagai sarana dalam pengelolaan media sosial sebagai informasi dan komunikasi usahanya. Bahkan mereka secara rutin selalu memperbaharui (update) informasi yang ditampilkan di media sosial setiap hari.


Tabel Media Sosial Yang Digunakan Ibu-Ibu PKK

 

3.       Pengaruh Penggunaan Media Sosial Ibu-Ibu PKK

Penggunaan media sosial bagi Ibu-Ibu PKK  sangat  bermanfaat  antara  lain  adalah, sebagai sarana kontak  langsung  dengan pemesan, sebagai sarana untuk mempromosikan hasil karya industry rumahan, mendata keinginan konsumen, menyampaikan respon ke konsumen  dan  sebagai  dasar  pengambilan keputusan dalam bertransaksi. Selain itu sosial media juga bermanfaat sebagai forum diskusi online,  memantau perkembangan pelanggan, survei pelanggan, mendata kebutuhan penyalur/agen,  menampilkan photo produk.


Tabel Manfaat Penggunaan Sosial Media Ibu-Ibu PKK

Ibu-ibu PKK sangat merasakan begitu besar manfaat yang diperoleh dengan menggunakan  sosial  media  sebagai  sarana kegiatan pemasran hasil industri rumahannya. Sosial media adalah salah satu unsurpendorong bagi Ibu-Ibu PKK untuk terus menggunakan dalam mengembangkan  produk, melakukan komunikasi dengan konsumendan pelanggan, penyalur, serta mengembangkan jaringan pasar yang lebih luas lagi, sehingga meningkatkan volume  penjualanyang  lebih  besar. Hal ini seperti yang disampaikan oleh (Safko, 2009). Media sosial adalahtempat, alat bantu, layanan yang memungkinkan individu untuk mengekspresikandiri  mereka  untuk  bertemu dan  berbagi  dengan  rekan  lainnya  melalui teknologiinternet.Social  mediaadalah  fase perubahan bagaimana orang menemukan,membaca,  berbicara,  dan  membagi-bagikan informasi, berita, data kepada oranglain.Social mediamenjadi sangat populer karena kemudahan dan memberikankesempatan kepada  orang-orang  untuk  dapat terhubung secaraonlinedalambentuk hubungan personal, politik dan kegiatan  bisnis.Social  mediamenyediakan layanan komunikasi social. (Kartika, 2013):

 


Tabel Penggunaan Social Media Yang Dirasakan Paling Bermanfaat

 

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibi-ibu PKK mendapatkan peningkatan pemesanan dari para konsumen setelah menggunakan social  media.  Disamping  itu komunikasijuga efektif dan efisien karena bisa langsung berkomunikasi dan hemat. Kemudian mereka  juga  bisa  mengembangkan bisnisnya lebih besar karena dapat bertransaksi langsung dan pembayaran juga bisa ditransfer, selain itu mampu mengembangkan bisnisnya dengan para agen/distributor. Berikut nya bahwa akibat sosial media mengakibatkan terjadinya peningkatan volume penjualan Karena penilaian volume penjualan berdasarkan hasil wawancara dengan para ibu-ibu PKK secara cross sectional, sehingga dalam mengukur peningkatan volume penjualan sebelum  dan  sesudah  menggunakan social mediaberdasarkan perkiraan hasil akhir perbulan.

 

IV.                KESIMPULAN

Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini adalah, ibu-ibu PKK menggunakan social media sebagai  sarana untuk  menjalaniindutri  rumahannya.Media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook (FB), Whatsaap (WA), Istagram (IG), Blacberry  Message  (BBM). Manfaat yang paling dirasakan adalah komunikasi dengan para pelanggan dan pemasok lebih intestif serta efektif dan efisien, karena dapat berkomunikasi langsung selama 24jam/realtime. Proses transaksi lebih mudah dan murah karena media komunikasi hanya mengeluarkan biaya pulsa untuk mendukung komunikasi. Media promosi yang paling baik karena bisa menampikan dan berbagi gambar lewat media ke komunitas dan masyarakat. Updateinformasi dapat dilakukan setiap waktu. Dan yang paling penting peningkatan volume penjualan rata-rata 100%.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://ketrampilanhomeindustry.blogspot.com/2009/07/pengertian-home-industry

Chaffey,  Dave,  Richard  Mayer,  Kevin Johnston dan Fiona Ellis-Chadwick, 2000, Internet Mark eting: Strategy, Implementattion  And  Practice,  Pearson Education Limited, London, England.

Justin G. Longenecker, dkk., Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil, 2001,Salemba Empat, Jakarta.

https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jibeka/article/view/45

Rayport, Jeffrey F. dan Bernard J.Jaworski, 2003,  Introduction  To  E-Commerce,  2nd Edition, McGraw-Hill, New York.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong,  2004, Principles  of  Mark eting,  10th  Edition, Pearson Education Inc. Upper Saddle River, New Jersey

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.