Sabtu, November 13

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PADA BATIK SEMARANG 16

 Di Review Oleh Siti Masitoh (@S19-SITI)

        I.            Pendahuluan

Perkembangan industri kecil dan menengah saat ini terjadi dengan pesat. Hal tersebut dikarenakan indstri dalam lingkup kecil dan menengah ini mempekerjakan orang-orang di sekitarnya dengan keterampilan terbatas untuk terus dilatih bersama sehingga memiliki keterampilan yang lebih baik. Pilihan utama tentang produk apa yang akan dijual ke pasar dalam suatu usaha menjadi hal yang sangat penting karena nantinya usaha tersebut akan dikenal lewat produk yang dijual,maka dari itu suatu usaha haruslah melihat kondisi sekitar untuk mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pasar. Selain pemilihan produk yang tepat untuk dijual ke pasar,yang harus menjadi fokus dalam usaha bisnis saat ini adalah persaingan yang semakin ketat.

Salah satu persaingan ketat antar usaha bisnis juga terjadi di Kota Semarang yang merupakan salah satu kota di Jawa Tengah.  Guna menghadapi keusangan produk,maka saat ini ikm Batik Semarang 16 berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan mengembangkan produknya supaya sejalan dengan selera pasar. Pengembangan produk dilakukan agar usaha yang ada mampu menarik minat beli konsumen melalui produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Namun dilihat dari data penjualan tahun 2007-2013 menunjukkan penjualan yang fluaktif dan belum mencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui lebih jauh strategi pengembangan produk pada Batik Semarang 16.

      II.            Pembahasan

A.      Pengertian dari Produk.

Produk merupakan salah satu aspek penting dalam variabel marketing mix, produk juga merupakan salah satu variabel yang menentukan dalam kegiatan suatu usaha. Tanpa produk, suatu perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.Banyaknya pesaing dalam dunia bisnis memerlukan suatu bentuk produk yang berbeda satu sama lainnya. Produk suatu perusahaan haruslah memiliki suatu keunggulan ataupun kelebihan dibandingkan produk yang dihasilkan perusahaan lain, dalam hal ini perusahaan pesaing. Pengertian produk menurut Kotler (2002:3): Produk memiliki pengertian yang luas yaitu segala sesuatu yang ditawarkan, dimilki, digunakan, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya adalah fisik, jasa, orang, tempat, organisasi serta gagasan.

B.      Pengertian Pengembangan Produk

Dalam dunia bisnis dan marketing, istilah pengembangan produk (product development) sudah lazim dibicarakan, dibahas dan dianalisis. Secara umum, pengembangan produk dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa. Beberapa ahli menyatakan pendapatnya mengenai pengertian pengembangan produk, seperti menurut Kotler dan Keller (2002:392) pengembangan produk adalah usaha perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan pengembangan produk baru atau yang diperbaiki untuk pasar.

Sedangkan definisi pengembangan produk menurut Fandy Tjiptono 2008:118) mengatakan pengertian produk baru meliputi produk orisinil, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan. Sejalan dengan Fandy Tjiptono, menurut Cannon dan Wichert dalam Buchari Alma (2002: 99) menyatakan bahwa pengembangan produk adalah pengembangan pada semua kegiatan yang dilakukan oleh pabrikan atau produsen dalam menentukan dan mengembangkan produknya,memperbaiki produk lama, memperbanyak keguanaan dari produk yang sudah ada dan mengurangi biaya produksi dan biaya pembungkus. Tujuan dari pengembangan produk. Menurut Buchari Alma (2000:101) tujuan pengembangan produk adalah

1.      Untuk memenuhi keinginan konsumen yang belum puas

2.      Untuk menambah omzet penjualan

3.      Untuk memenangkan persaingan

4.      Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi

5.      Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama

6.    Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan

7.    Untuk mencegah kebosanan konsumen

8.    Untuk menyederhanakan produk, pembungkus

C.      Pengembangan Strategi Pemasaran

Perusahaan yang mengembangkan produk dengan melalui strategi pemasarannya perlu memperkenalkan produknya kepada pasar, yang mencakup tiga bagian pokok yaitu

a.          Bagian pertama

·         Menjelaskan ukuran, struktur dan perilaku pasar sasaran

·         Rencana penentuan posisi produk, penjualan, pangsa pasar dan laba yang diinginkan dalam beberapa tahun yang akan datang

b.          Bagian kedua

·         Mengikhtisarkan rencana harga produk itu

·         Strategi distribusi

·          Anggaran pemasaran untuk tahun pertama

c.          Bagian ketiga

·         Menjelaskan penjualan jangka panjang

·         Menjelaskan sasaran laba

·          Menjelaskan strategi bauran pemasaran selama jangka waktu itu

D.     Formulasi Strategi

Formulasi strategi merupakan suatu tahapan untuk menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan atau disebut juga tahap perumusan strategi. Aktivitas-aktivitas yang dimaksud meliputi (1) pengembangan misi perusahaan (2) mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan (3) menetapkan kekuatan dan kelemahan internal (4) menetapkan tujuan jangka panjang (5) menetapkan strategi pokok yang perlu diimplementasikan (David dalam Alfi Amalia,2012:10).

E.      Hasil dari Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian diketahui Batik Semarang 16 melakukan pengembangan produk dilatarbelakangi untuk memenuhi keinginan konsumen yang berubah-ubah. Strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh Batik Semarang 16 adalah dengan melakukan pengembangan desain motif produk dan pengembangan lini produk. Batik Semarang 16 melakukan pengembangan motif produk dengan beberapa bentuk yaitu  (1) Mengembangkan pola motif bertema ikon Kota Semarang (2) rekayasa kembali motif produk yang dimiliki (3) pembuatan motif bertema kelurahan di Kota Semarang (4) pembuatan motif bertema Batik Semarang 16. Selain itu strategi pengembangan produk pada Batik Semarang 16 adalah dengan melakukan pengembangan lini produk baru yaitu dengan cara mengolah kain batik dalam bentuk lembaran menjadi produk lain seperti busana batik pria dan wanita,tas,sepatu,dompet dll. Adapun sistematika pengembangan produk pada Batik Semarang 16 yaitu :a.      Menentukan pasar sasaran.

b.      Pencarian ide dan informasi

c.       pengembangan ide menjadi desain awal

d.      seleksi dan penyempurnaan desain

e.      proses produks, dan terakhir

f.        promosi dan komersialisasi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa munculnya persaingan mendorong memberikan dampak yaitu pihak internal Batik Semarang 16 menjadi lebih banyak membuat produk dengan ragam pilihan motif dan bentuk. Lalu tidak stabilnya posisi persaingan membuat produk yang dihasilkan oleh Batik Semarang 16 tidak selalu menjadi pilihan utama konsumen sehingga mendorong pihak internal Batik Semarang 16 untuk melakukan pengembangan produk secara kontinyu. Faktor pemanfaatan produksi yang efektif mendorong Batik Semarang 16 untuk memanfaatkan bahan baku agar terpakai secara maksimal hal tersebut dilakukan dengan cara membuat/mengelola sisa kain perca hasil pembuatan baju/kemeja untuk dijadikan lini produk pelengkap seperti syal, selendang dan tas wanita. Terakhir yaitu faktor banyaknya variasi penggunaan barang mendorong Batik Semarang 16 untuk melakukan pengembngan produk dengan fokus menambah lini produk yang pada awalnya Batik Semarang 16 hanya membuat produk batik dalam bentuk lembaran kain saja kini sudah banyak jenis produk yang dihasilkan oleh Batik Semarang 16.

    III.            Kesimpulan

 1.      Batik Semarang 16 adalah industri batik yang mengolah dan menjual kain batik yang berdiri sejak tahun 2005. Dalam menjalankan usahanya, Batik Semarang 16 fokus untuk membuat batik khas Semarangan. Untuk mewujudkan hal tersebut Batik Semarang 16 melakukan strategi pengembangan produk yang dilakukan dengan 2 cara yaitu :

·         Strategi pengembangan motif produk

·         Strategi pengembangan/penambahaan lini produk.

2.      Strategi pengembangan motif produk dilakukan oleh Batik Semarang 16 dengan membuat motif produk dengan tema ikon Kota Semarang. Hasil dari pengembangan tema dan objek motif produk tersebut diantaranya motif dengan tema legenda Kota Semarang, motif dengan tema bangunan bersejarah atau terkenal di Kota Semarang, motif dengan tema flora dan fauna khas kota Semarang, motif makanan khas Semarang, motif dengan tema kelurahan di Kota Semarang, motif dengan tema Batik Semarang 16. Selain melakukan pengembangan tema motif, strategi pengembangan motif produk juga dilakukan dengan cara mengkreasi ulang motif yang sudah pernah dibuat dengan membuat perbedaan dari segi warna, bentuk maupun dengan menambah isen-isen (hiasan). Serta cara lain yang juga dilakukan sebagai langkah pegembangan produk yaitu dengan menggabungkan 2 objek menjadi satu motif produk.

3.      Strategi pengembangan produk yang juga dilakukan oleh Batik Semarang 16 yaitu dengan menambah atau memperluas lini produk baru dan juga lini produk pelengkap. Lini produk baru yang dibuat diantaranya kemeja pria, busana wanita, sepatu dan tas. Sedangkan untuk lini produk pelengkap jenis produk yang dibuat yaitu selendang, syaldan dompet batik. Lini produk pelengkap tersebut dibuat dengan menggunakan sisa kain perca bekas pembuatan busana batik dan tas

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/11346765/Product_Development

https://www.scribd.com/doc/223735810/Strategi-dan-Pengembangan-Produk-Baru-docx

https://media.neliti.com/media/publications/108007-ID-analisis-strategi-pengembangan-produk-pa.pdf

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.