Minggu, November 21

Apa itu buyer perusahaan

 

Apa itu buyer perusahaan

Disusun

Radius Bagas Yoga Siswantoro (@S12-RADIUS)



arti buyer adalah pembeli. Namun, posisi buyer dalam sebuah perusahaan tidak sekadar berarti pembeli, melainkan juga bertanggung jawab menangani masalah pembelian untuk kebutuhan perusahaan.

Arti buyer dalam aktivitas perusahaan adalah personel yang bertugas melakukan pembelian segala kebutuhan perusahaan. Kebutuhan tersebut mencakup bahan baku dan alat-alat produksi, serta seperangkat barang atau jasa yang dapat mendukung operasional seluruh divisi dalam sebuah bisnis.

Buyer memiliki fungsi dalam sebuah perusahaan sebagai divisi  purchasing tugasnya adalah



 1. Meneliti kebutuhan dan menampung usulan-usulan pengadaan kebutuhan demi kepentingan operasional setiap divisi. Selanjutnya, menyampaikan hal tersebut kepada manajemen eksekutif perusahaan untuk meminta persetujuan. 

2. Merancang metode pembelian dan memastikan kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi dengan baik. Buyer harus mengurus kesesuaian antara pesanan dengan kebutuhan, menyelesaikan transaksi, pengiriman, dan penerimaan barang tepat waktu, serta memastikan kondisinya prima saat diterima. 

3. Merencanakan sistem pembayaran sesuai kebijakan perusahaan, melakukan negosiasi, dan memastikan tagihan selesai sesuai kesepakatan. 

4. Berkomunikasi dengan pihak penyuplai demi memelihara hubungan baik. Bila perlu, meningkatkan volume kerja sama yang memungkinkan kedua pihak memperoleh keuntungan jangka panjang. 

5. Mendokumentasikan rincian transaksi secara komprehensif, guna memastikan laporan keuangan perusahaan tersusun dengan baik. Hal ini biasanya dilakukan dengan menerbitkan dokumen transaksi, seperti faktur, invoice, formulir pesanan barang, atau layanan pekerjaan.  

Selain itu buyer juga memiliki tugas utama tugas utama seorang buyer dalam perusahaan adalah

1. Membuat daftar barang atau jasa yang akan dibeli dan membuat kategori-kategori berdasarkan frekuensi pembelian atau jenis kebutuhan.  

2. Menyusun daftar supplier barang dan jasa, baik yang masih berstatus potensial maupun yang sudah ditetapkan.

3. Mengajukan permohonan pembelian kebutuhan kepada manajemen untuk memperoleh anggaran. 

4. Meminta penawaran harga dari supplier untuk dianalisis guna menemukan penawaran yang paling menguntungkan.

5. Bernegosiasi dengan supplier, termasuk soal harga, layanan, termin pembayaran, waktu pengiriman, bonus-bonus, dan sebagainya.

6. Menerbitkan formulir pemesanan untuk supplier

Setelah kita mengetahui apa saja tugas – tugas dari seorang buyer baik tugas utama dalam perusahaan dan tugas buyer sebagai divisi purchasing , selnjutnya kita akan mempelajari apa saja manfaat sebagai seorang buyer

  • Penyesuaian produk atau layanan: Mampu membantu Anda dalam menentukan kebutuhan dan kemauan pelanggan, sehingga Anda akan mampu menyesuaikannya dengan produk atau layanan Anda.
  • Strategi marketing: Anda akan menemukan perilaku atau kebiasaan para pelanggan Anda saat mengambil suatu keputusan. Hal ini sangat penting untuk dijadikan sebagai bahan utama dalam menciptakan strategi marketing yang baik.


  • Peluang produk atau layanan baru: Dengan Anda mengetahui apa yang para pelanggan Anda sukai atau tidak mereka sukai, maka Anda memiliki peluang dalam menciptakan produk ataupun layanan terbaru yang lebih baik dari kompetitor Anda.

Dari artikel diatas kita jadi mengerti mulai dari pengertian buyer dan bagaimana saja tugas – tugasnya sampai mengetahui apa saja manfaat dari seorang buyer

Refrensi

1.      Modul 12 kewirausahaan

2.      https://blog.shipper.id/tips/ketahui-proses-buyer-di-indonesia/

3.      https://www.cermati.com/

4.      https://midtrans.com/id/

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.