Minggu, November 21

MENJALIN KEMITRAAN BISNIS

 Di Susun Oleh : Siti Masitoh (@S19-SITI)

        I.            Latar Belakang

Dalam era globalisasi, adalah suatu kenyataan bahwa tidak ada satu entitas yang mampu berdiri sendiri terpisah dari entitas yang lain. Secara garis besar, kita sangat membutuhkan jejaring kerja (networking) untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses. Agung Sudjatmoko (2009) menyatakan bahwa sukses atau gagalnya seseorang karena pilihan hidupnya sangat tergantung pada garis tangan dan campur tangan. Garis tangan terkait dengan nasib seseorang yang telah digariskan oleh Sang Kholik, sedangkan campur tangan merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk mendapat dukungan dari orang lain.

Dalam manajemen modern, baik dalam pengembangan sumberdaya manusia maupun pengembangan kelembagaan/usaha, kemitraan merupakan salah satu strategi yang biasa ditempuh untuk mendukung keberhasilan implementasi manajamen modern. Kemitraan tidak sekedar diterjemahkan sebagai sebuah kerjasama, akan tetapi kemitraan memiliki pola, memiliki nilai strategis dalam mewujudkan keberhasilan suatu lembaga dalam menerapkan manajemen modern.

Wujud nyata kemitraan dapat disepakati sebagai sebuah konsep kerjasama di mana dalam operasionalisasinya tidak terdapat hubungan yang bersifat sub-ordinasi namun hubungan yang setara bagi semua ”parties”. Sehingga dalam konsepsinya kemitraan memiliki prinsip yang harus menjadi kesepahaman diantara yang bermitra dan harus ditegakkan dalam pelaksanaannya meliputi: prinsip partisipasi, prinsip gotong royong (sambat sinambat), prinsip keterbukaan (transparancy), prinsip penegakkan hukum (hak dan kewajiban, mengarah pada right-obligation, reward and punishment) dan prinsip keberlanjutan (sustainability).

      II.            Pembahasan

A.      Pengertian Kemitraan



Kemitraan (partnership) adalah organisasi bisnis di mana dua atau lebih pihak bekerja sama dan menggabungkan sumber daya untuk memajukan kepentingan bersama mereka. Masing-masing pihak, disebut dengan mitra bisnis, setuju untuk berbagi risiko, tanggung jawab, keuntungan, dan kerugian. Mereka bisa individu, bisnis atau organisasi lain. Untuk di indonesia sendiri, seluruh aspek terkait kemitraan ini sudah diatur di bawah ‘PP 17/2013’. Secara khusus, peraturan ini menjelaskan bahwa kemitraan adalah hubungan yang dijalin antara dua atau lebih orang ataupun institusi yang sudah menerima untuk bisa saling berbagi keuntungan yang diperoleh dari bisnis di bawah pengawasan seluruh anggota ataupun nama anggota lain.

B.      Etika Kemitaan

Menurut Astamoen dalam Rusdiana (2014: 195), ada lima etika yang harus diperhatikan dalam membangun kemitraan, yaitu:

1.      Saling mengerti dan memahami

2.      Saling memberi manfaat

3.      Saling menerima dan memberi

4.      Saling mempercayai

5.      Amanah

C.      Unsur-Unsur Kemitraan

Mengacu pada definisi, kemitraan merupakan suatu kegiatan saling menguntungkan dengan berbagai macam bentuk kerjasama dalam menghadapi dan memperkuat satu sama lainnya. Kemitraan merupakan satu harapan yang dapat meningkatkan produktivitas dan posisi tawar yang adil antar pelaku kemitraan. Hafsah 1999 menyatakan kemitraan itu mengandung beberapa unsur pokok, yaitu :

1.      Kerjasama Usaha Konsep kerjasama usaha melalui kemitraan ini, jalinan kerjasama yang dilakukan antara usaha besar atau menengah dengan usaha kecil didasarkan pada kesejajaran kedudukan atau mempunyai derajat yang sama terhadap kedua belah pihak yang bermitra. Hal ini berarti bahwa hubungan kerjasama yang dilakukan antara pengusaha besar atau menengah dengan pengusaha kecil mempunyai kedudukan yang setara mengenai hak dan kewajiban masing-masing, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, tidak ada yang saling mengeksploitasi satu sama lain dan tumbuh berkembangnya rasa saling percaya di antara para pihak dalam mengembangkan usahanya.

2.      Pembinaan dan Pengembangan Perbedaan dasar hubungan kemitraan dengan hubungan dagang biasa oleh pengusaha kecil dengan pengusaha besar adalah, adanya bentuk pembinaan dari pengusaha besar terhadap pengusaha kecil atau koperasi yang tidak ditemukan pada hubungan dagang biasa. Bentuk pembinaan dalam kemitraan antara lain, pembinaan dalam mengakses modal yang lebih besar, pembinaan manajemen usaha, pembinaan peningkatan sumber daya manusia, pembinaan peningkatan sumber daya manajemen produksi, pembinaan mutu produksi serta menyangkut pula pembinaan di dalam pengembangan aspek institusi kelembagaan, fasilitas alokasi serta investasi.

3.      Prinsip Saling Memerlukan, Saling Memperkuat, dan Saling Menguntungkan

a. Prinsip Saling Memerlukan Kemitraan merupakan suatu rangkaian proses yang diawali dengan mengenal dan mengetahui posisi keunggulan dan kelemahan usahanya.

b. Prinsip Saling Memperkuat Dalam kemitraan usaha, sebelum kedua belah pihak memulai untuk bekerjasama maka pasti ada

c. Prinsip Saling Menguntungkan Salah satu maksud dan tujuan dari kemitraan usaha adalah saling menguntungkan.

D.     Prinsip – Prinsip Kemitraan

Prinsip-prinsip kemitraan pada hakikatnya adalah sebagai berikut:

1.      Saling memerlukan

Menurut John L. Mariotti (1999: 51) kemitraan merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dengan mengenal calon mitranya, mengetahui posisi keunggulan dan kelemahan usahanya. Pemahaman akan keunggulan yang ada akan menghasilkan sinergi yang bedampak pada efisiensi, turunnya biaya produksi dan sebagainya. Penerapannya dalam kemitraan, perusahaan besar dapat menghemat tenaga dalam mencapai target tertentu dengan menggunakan tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan .

2.      Prinsip saling memperkuat

Dalam kemitraan usaha, sebelum kedua belah pihak memulai untuk bekerjasama, maka pasti ada sesuatu nilai tambah yang ingin diraih oleh masing-masing pihak yang bermitra. Nilai tambah ini selain diwujudkan dalam bentuk nilai ekonomi seperti peningkatan modal dan keuntungan, perluasan pangsa pasar, tetapi juga ada nilai tambah yang non ekonomi seperti peningkatan kemapuan manajemen, penguasaan teknologi dan kepuasan tertentu.

3.      Prinsip saling menguntungkan

Salah satu maksud dan tujuan dari kemitraan usaha adalah “win-win solution partnership” kesadaran dan saling menguntungkan. Pada kemitraan ini tidak berarti para partisipan harus memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama, tetapi yang essensi dan lebih utama adalah adanya posisi tawar yang setara berdasarkan peran masing-masing. Pada kemitraan usaha terutama sekali tehadap hubungan timbal balik, bukan seperti kedudukan antara buruh dan majikan, atau terhadap atasan kepada bawahan sebagai adanya pembagian resiko dan keuntungan proporsional, disinilah letak kekhasan dan karakter dari kemitraan usaha tersebut.

E.      Tujuan Kemitraan

Kemitraan yang dihasilkan merupakan suatu proses yang dibutuhkan bersama oleh pihak yang bermitra dengan tujuan memperoleh nilai tambah. Hanya dengan kemitraan yang saling menguntungkan, saling membutuhkan dan saling memperkuat, dunia usaha baik kecil maupun menengah akan mampu bersaing. Adapun secara lebih rinci tujuan kemitraan meliputi beberapa aspek, antara lain yaitu:

1.      Tujuan dari aspek ekonomi

Dalam kondisi yang ideal, tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan secara lebih kongkrit yaitu:

·         Meningkatkan pendapataan usaha kecil dan masyarakat.

·         Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan.

·         Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil.

·         Meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan, wilayah dan nasional.

·         Memperluas kesempatan kerja.

·         Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

 

2.      Tujuan dari aspek sosial dan budaya

Kemitraan usaha dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan usaha kecil. Pengusaha besar berperan sebagai faktor percepatan pemberdayaan usaha kecil sesuai kemampuan dan kompetensinya dalam mendukung mitra usahanya menuju kemandirian usaha.

3.      Tujuan dari aspek teknologi

Secara faktual, usaha kecil biasanya mempunyai skala usaha yang kecil dari sisi modal, penggunaan tenaga kerja, maupun orientasi pasarnya. Demikian pula dengan status usahanya yang bersifat pribadi atau kekeluargaan; tenaga kerja berasal dari lingkungan setempat; kemampuan mengadopsi teknologi, manajemen, dan adiministratif sangat sederhana; dan struktur permodalannya sangat bergantung pada modal tetap.

4.      Tujuan dari aspek manajemen

Manajemen merupakan proses yang dilakukan oleh satu atau lebih individu untuk mengkoordinasikan berbagai aktivitas lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri. Sehingga ada 2 (dua) hal yang menjadi pusat perhatian yaitu: Pertama, peningkatan produktivitas individu yang melaksnakan kerja, dan Kedua, peningkatan produktivitas organisasi di dalam kerja yang dilaksanakan.

F.       Strategi membangun jaringan kemitraan

Kemitraan tersebut digalang dengan maksud untuk memfasilitasi atau membuka akses masyarakat kepada sumber informasi, teknologi dan sumber. Kemitraan usaha haruslah berdasarkan asas sukarela dan suka sama suka. Oleh karena itu, pihak-pihak yang bermitra harus sudah siap untuk bermitra, baik kesiapan budaya maupun kesiapan ekonomi. Jika tidak, maka kemitraan akan berakhir sebagai penguasaan yang besar terhadap yang kecil atau gagal karena tidak bisa jalan. Artinya, harapan yang satu terhadap yang lain tidak terpenuhi, maka beberapa alasan pentingnya menjalin kemitraan dikemukakan sebagai berikut:

a.      Meningkatkan profit atau sales pihak-pihak yang bermitra

b.      Memperbaiki pengetahuan situasi pasar

c.       Memperoleh tambahan pelanggan atau para pemasok baru

d.      Meningkatkan pengembangan produk

e.      Memperbaiki proses produksi

f.        Memperbaiki kualitas

g.      Meningkatkan akses terhadap teknologi

G.     Menjalin kemitraan

1.      Membangun jejaring kerja bukan sekedar bertukar kartu nama dan berkenalan.

Jika sebagian besar orang merasa kurang berhasil membangun jejaring kerja (networking) karena mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi.

2.      Jadilah pendengar yang baik.

Pada umumnya, orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu berpikir, “Apa yang bisa saya peroleh?” atau “Apa keuntungan percakapan ini untuk diri saya sendiri?” Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka pikirkan ataupun katakan secara tulus, tidak dibuat buat maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan.

3.      Upayakan dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja.

Langkah yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan e-mail, surat, menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan kita mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan.

4.      Bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi

Memberi bisa dilakukan dalam berbagai cara entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi kepada perorangan maupun group. Milikilah nilai tersendiri bagi orang lain, dengan menciptakan kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan mereka.

5.      Bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat dan apa adanya.

Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan (banyak membaca, mengikuti seminar, worksop, kompetisi,expo dsb) sehingga kita akan lebih dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang kita miliki.

6.      Kesinambungan komunikasi

Kita harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang sudah terbangun. Salah satu alasannya karena tak ada jalan pintas dalam mengembangkan dan mempertahankan networking kecuali kesinambungan komunikasi.

7.      Menjadi anggota komunitas tertentu seperti forum HIPKI, HISSPI, HIPMI, Komunitas Entrepreneur dan sebagainya untuk menambah relasi dan memperlus wawasan

8.      Membangun citra diri sebagai wirausaha

Membangun citra diri sebagai wira usaha dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan berkomunikasi, komitmen atas prinsip dan janji, professional, peduli terhadap karyawan serta yang tidak kalah penting adalah menjaga penampilan.

9.      Masuk ke lingungan organisasi profesi

Masuk menjadi anggota komunitas organisasi profesi tertentu dapat menambah teman bisnis, menambah wawasan dan pengalaman.

 

H.     Strategi Bersaing

Strategi menurut Oxford Pocked Dictionary adalah seni perang, khususnya perencanaan gerakan pasukan, kapal dan sebagainya menuju posisi yang layak, rencana tindakan atau kebajikan dalam bisnis atau politik dan sebainya. Jadi, dari pendapat tersebut strategi adalah perencanaan tindakan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu.Dalam manajemen strategi, Mintzberg mengemukakan beberapa strategi, antara lain sebagai berikut :

1.      Strategi Perencanaan (Plan)

Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan.

2.      Strategi Pola (Patern)

Menurut Mintzberg, strategi adalah pola (strategy is patern) yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan atau disebut juga sebagai realized strategy karena telah dilakukan oleh perusahaan.

3.      Strategi Posisi (Position)

Strategy is position yaitu memposisikan produk tertentu ke pasar tertentu yang dituju. Pada strategi ini cenderung melihat ke bawah, yaitu ke suatu titik bidik dimana produk tertentu bertemu dengan pelanggan dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. Strategi ini menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis.

4.      Strategi Perspektif (Perspektif)

Pada strategi perspektif cenderung melihat ke dalam organisasi dan juga ke atas melihat grand vision dari perusahaan.

5.      Strategi Permainan (Play)

Strategi adalah suatu maneuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing. Suatu merek misalnya meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi.

I.        Evaluasi Kemitraan

Evaluasi yang terkait dengan pelaksanaan program kemitraan dilasanakan secara berkala oleh Tim Pengelola Program Kemitraan dan yang bermitra. Evaluasi dilakukan dengan cara menyampaikan daftar pertanyaan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam program kemitraan. Hasil evaluasi digunakan sebagai masukan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan keefektifan pelaksanaan program.

 

    III.            Kesimpulan

Kemitraan merupakan jalinan kerjasama usaha yang merupakan strategi bisnis yang dilakukan antara dua pihak atau lebih dengan prinsip saling membutuhkan, saling memperbesar dan saling menguntungkan. Ada lima etika yang harus diperhatikan dalam membangun kemitraan, yaitu saling mengerti dan memahami, saling memberi manfaat, saling menerima dan memberi dan saling mempercayai. Kemitraan mengandung beberapa unsur pokok diantaranya kerjasama usaha serta pembinaan dan pemngembangan.

Dalam membangun sebuah jaringan kemitraan terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan yaitu dengan menjadi pendengar yang baik, berusaha menjalin komunikasi yang berkesinambungan, bersikap sabar, proaktif, aktif, cerdas, menyampaikan informasi dengan akurat dan apa adanya dan membangun citra diri sebagai wirausaha. Beberapa alasan pentingnya menjalin kemitraan adalah untuk meningkatkan profit atau sales pihak-pihak yang bermitra, memperbaiki pengetahuan situasi pasar, memperoleh tambahan pelanggan atau para pemasok baru, meningkatkan pengembangan produk, memperbaiki proses produksi, memperbaiki kualitas, dan meningkatkan akses terhadap teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

https://cerdasco.com/kemitraan/

https://accurate.id/bisnis-ukm/kemitraan-adalah/

https://text-id.123dok.com/document/wq2gk496y-kemitraan-unsur-unsur-kemitraan.html

https://www.scribd.com/document/376204649/Makalah-Menjalin-Kemitraan-Bisnis

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.