Jumat, November 26

Ekspor Indonesia Yang Mejadi Keunggulan Di Pasar Dunia

 

Oleh : Hamid Afifudin

(@S10-HAMID)

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar atau belajar tentang pengertian ekspor dan impor. Kegiatan ekspor dan impor ini memiliki peranan yang penting dalam suatu negara dan erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi pada suatu negara.

Sederhananya, pengertian ekspor adalah suatu kegiatan menjual produk barang atau jasa ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli suatu produk atau barang dari luar negeri.

Agar kita bisa mengingat kembali pengertian ekspor dan impor yang pernah kita pelajari dulu, berikut ini akan kami jelaskan kembali secara lengkap tentang pengertian ekspor dan impor, serta tujuan, manfaat dan komoditas ekspor dan impor di Indonesia.

Pengertian Ekspor

Ekspor adalah suatu aktivitas mengeluarkan suatu barang dari daerah pabean. Daerah pabean adalah suatu daerah milik Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, perairan, dan udara, yang juga mencakup seluruh daerah tertentu yang berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif.

Jadi secara sederhana, ekspor adalah suatu aktivitas mengeluarkan produk barang dari dalam negeri ke luar negeri dengan tetap memenuhi standar peraturan dan ketentuan yang ada.

Aktivitas ini umumnya dikerjakan oleh suatu negara jika negara tersebut mampu menghasilkan produk barang dalam jumlah yang cukup besar dan jumlah produk barang tersebut ternyata sudah terpenuhi di dalam negeri, sehingga bisa dikirimkan ke negara yang memang tidak mampu memproduksi barang tersebut atau karena jumlah produksinya tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat negara tujuan.

Pengertian Eksportir

Eksportir adalah kegiatan perseorangan atau badan hukum dengan melakukan kegiatan ekspor. Jika kegiatan ekspor dilakukan dalam skala yang cukup besar, maka proses pengiriman tersebut akan melibatkan Bea Cukai yang berperan sebagai pengawas lalu lintas pada suatu negara.

Seluruh barang yang hendak diekspor akan selalu mempunyai ketentuannya sendiri tergantung dari jenis barang tersebut. Tidak semua masyarakat atau individu mampu melakukan ekspor karena mereka harus mengikuti beberapa prosedur yang harus diikuti.

Namun, sebenarnya prosedur dalam melakukan ekspor lebih mudah daripada melakukan impor, karena prosedur impor memiliki banyak peraturan, khususnya dalam hal pajak. Tapi dalam melakukan ekspor, hanya beberapa produk saja yang dikenakan pajak ekspor, yaitu ekspor kayu, rotan, dan crude palm oil.

Tujuan dan Manfaat Ekspor

1. Menumbuhkan Industri Dalam Negeri

Ekspor adalah suatu aktivitas perdagangan dalam ruang lingkup internasional yang dilakukan untuk memberikan suatu rangsangan atas suatu permintaan dari dalam negeri, sehingga mampu melahirkan industri-industri lain yang lebih besar.

Meningkatnya permintaan ekspor pada suatu produk akan berimbas langsung pada perkembangan industri dalam suatu negara. Sehingga, hal tersebut akan mampu melahirkan suatu iklim usaha yang lebih kondusif. Selain itu, suatu negara juga nantinya akan mampu membiasakan dirinya untuk bisa bersaing dalam pasar internasional dan juga akan lebih terlatih dengan persaingan yang ketat jika melakukan perdagangan internasional.

2. Mengendalikan Harga Produk

Kegiatan ekspor pada suatu negara akan membuat negara tersebut mampu memanfaatkan over kapasitas pada suatu produk. Sehingga, negara tersebut akan mampu mengendalikan harga produk ekspor yang terjadi di negaranya.

Kenapa? Karena saat suatu produk mampu diproduksi dengan mudah dan melimpah, maka produk dalam negeri tersebut pasti akan memiliki harga yang lebih murah. Untuk itu, negara harus melakukan ekspor ke negara lain yang lebih membutuhkan produk tersebut agar negara mampu mengendalikan harga di pasar.

3. Menambah Devisa Negara

Aktivitas ekspor pastinya akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan ekonomi pada suatu negara. Manfaat dari adanya kegiatan ekspor adalah demi membuka peluang pasar baru di luar negeri sebagai upaya menumbuhkan investasi, perluasan pasar domestik, serta meningkatkan devisa pada suatu negara.

Jenis Ekspor

Ekspor Langsung

Ekspor langsung adalah cara menjual barang secara ekspor melalui perantara (eksportir) yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan perusahaan. Kelebihan dari ekspor langsung adalah produksi yang terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kekurangannya adalah biaya transportasi lebih tinggi untuk skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.

Ekspor Tidak Langsung

Ekspor tidak langsung adalah cara menjual barang secara ekspor melalui perantara (eksportir) negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut melalui perusahaan manajemen ekspor (export management companies) dan perusahaan ekspor (export trading companies). Kelebihan dari ekspor tidak langsung adalah sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani proses ekspor secara langsung. Kekurangannya adalah kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.

Mengenal Manfaat Kegiatan Ekspor Bagi Negara

1. Meningkatkan Devisa Negara

Manfaat yang pertama dari kegiatan ekspor bagi suatu negara adalah untuk meningkatkan devisa negara. Devisa adalah sekumpulan valuta asing yang digunakan oleh negara sebagai medium yang digunakan untuk membiayai perdagangan internasional. Dengan demikian, ketika suatu negara melakukan kegiatan ekspor, maka cadangan devisa negara akan meningkat karena negara menerima pasokan dalam bentuk valuta asing.

2. Memperbaiki Ekonomi Negara

Kegiatan ekspor juga tentu saja dapat membantu negara dalam memperbaiki ekonominya. Hal ini dikarenakan kegiatan ekspor dapat membuka peluang bagi para pengusaha golongan manapun untuk mengembangkan bisnis mereka ke rancah mancanegara yang secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan ekonomi negara. Bagaimana negara dapat merasakan dampak langsung dari para eksportir ini?

Setiap negara pasti memiliki peraturan perpajakan yang berlaku, termasuk bagi para eksportir. Semakin banyak pelaku ekspor di suatu negara, maka semakin banyak pajak yang akan diterima oleh negara. Hal tersebut memberikan dampak positif bagi perbaikan kondisi ekonomi negara.

3. Memperkenalkan Produk Lokal Ke Mancanegara

Kegiatan ekspor juga menjadi sebuah cara untuk memperkenalkan produk lokal ke mancanegara. Seperti di Indonesia sendiri, warisan budaya kita yang paling terkenal di dunia adalah batik sehingga banyak pemesanan produk batik langsung dari luar negeri ke Indonesia. Dengan demikian, banyak pengusaha lokal yang juga dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka dengan mempromosikan produk-produknya ke mancanegara.

4. Menekan Inflasi Mata Uang

Inflasi merupakan sebuah kejadian di mana harga-harga produk atau jasa tertentu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, ketika suatu negara mengalami inflasi, maka salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan kegiatan ekspor.

5. Mempererat Hubungan Kerjasama Bilateral Antar Negara

Manfaat yang terakhir dari kegiatan ekspor bagi suatu negara adalah untuk mempererat hubungan kerjasama bilateral antar negara. Kegiatan ekspor dapat menjadi salah satu cara untuk membangun tali silaturahmi dengan suatu negara tertentu dan yang akhirnya dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Seperti misalnya, di tengah situasi darurat COVID-19, banyak negara yang saling membantu satu negara dengan yang lainnya untuk membagi obat-obatan serta vaksin.

Produk Ekspor Indonesia

Pada saat ini, ekspor Indonesia didominasi oleh ekspor non-minyak dan gas yang porsinya mencapai lebih dari 90 persen. Dengan demikian, ekspor minyak dan gas tidak mendominasi ekspor Indonesia.

Kementerian Perdagangan, melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), membagi daftar komoditas ekspor nasional ke dalam dua kategori yaitu  produk utama Indonesia dan produk potensial Indonesia. 

Produk Utama Indonesia

1. Udang

Sebagai negara maritim, tidak heran kalau udang jadi komoditas ekspor utama Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor udang dan perikanan sepanjang 2020 lalu mencapai US$ 3,51 miliar. Komoditas perikanan jadi salah satu yang masih mengalami surplus meski pandemi menghantam. 

Negara tujuan ekspor: Jepang, Hong Kong, China, Singapura, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, AS, Belgia, Inggris. 

2. Kopi

Dengan iklim tropis yang dimiliki, Indonesia mencatatkan diri sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Kopi yang diekspor Indonesia termasuk jenis robusta dan arabika. Juga olahan lain seperti kopi luwak. 

Negara tujuan ekspor: Brasil, Spanyol, Italia, Turki, Argentina, AS, Inggris, India, China, Thailand, Jepang, Vietnam, Pakista, Malaysia, Hong Kong

3. Minyak Kelapa Sawit

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar kedua dunia setelah Malaysia. Tak heran jika komoditas ini selalu menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. Sepanjang 2020 lalu, minyak nabati menempati peringkat pertama di deretan produk ekspor nonmigas dengan nilai US$20,72 miliar.

Pada saat ini, sejumlah perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit telah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Simak ulasan mengenai prospek perusahaan pengelola perkebunan sawit dalam artikel berikut: Dampak Laju Harga CPO Bagi Emiten Perkebunan (AALI, LSIP, TBLA)

Negara tujuan ekspor: India, China, Malaysia, Pakistan, Singapura, Bangladesh, Vietnam, Yordania, Tanzania, Afrika Selatan, Mesir, Iran, Jerman, Spanyol, Turki, Italia, Rusia, AS. 

4. Kakao

Sama halnya dengan kopi, kakao pun tumbuh subur di Indonesia. Kakao merupakan bahan baku pembuatan coklat yang banyak dibutuhkan oleh industri coklat di Eropa. 

Negara tujuan ekspor: Malaysia, Singapura, Thailand, China, India, Jepang, Filipina, Taiwan, Sri Lanka, AS, Brasil, Kanada, Jerman, Belanda, Rusia, Swis, Belgia, Inggis

5. Karet dan Produk Karet

Karet menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia, mengingat luasnya perkebunan karet yang ada. Di sektor perkebunan, karet menyumbang devisa terbesar kedua setelah kelapa sawit

Negara tujuan ekspor: Jepang, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Sri Langka, Korea Selatan, AS, Inggris, Jerman, Belgia, Italia, Belanda, Kanada, Arab Saudi, Mesir

6. Tekstil dan Produk Tekstil

TPT adalah komoditas tekstil dan produk tekstil. Seperti diketahui, industri tekstik Indonesia tumbuh cukup pesat. Produk-produk tekstil Indonesia pun diekspor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri mode dunia. 

Negara tujuan ekspor: AS, Inggris, Jerman, Panama, Italia, Kanada, Meksiko, Belanda, Spanyol, Prancis, Sri Lanka, Korea Selatan, Arab Saudi

7. Alas Kaki

Dikutip dari laman Kementerian Perindustrian, Indonesia menjadi produsen alas kaki terbesar keempat dunia pada 2019, dengan kapasitas produksi 1.271 juta pasang alas kaki dalam setahun. Jadi jangan heran kalau nemu label 'Made in Indonesia' di sepatu-sepatu merek top dunia!

Negara tujuan ekspor: AS, Belgia, Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Meksiko, Spanyol, Kanada, Chili, Panama, Meksiko, Turki, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Australia, China, Hong Kong


8. Elektronika

Indonesia juga cukup unggul dalam memproduksi barang elektronik. Sepanjang tahun 2020 lalu, nilai ekspor mesin dan perlengkapan elektrik tercatat sebesar US$9,23 miliar.

Negara tujuan ekspor: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, China, Malaysia, Hong Kong, Australia, Singapura, Thailand, Vietnam, Jerman, Belanda, Italia, Belgia, Polandia, AS, Inggris

9. Komponen Kendaraan Bermotor (Otomotif)

Berbagai pabrikan otomotif sudah membuka pusat produksinya di Indonesia. Di antaranya, Nissan, Suzuki, Mercees Benz, Daihatsu, Isuzu, hingga BMW. Hal ini membuat Indonesia cukup unggul dalam produksi komponen kendaraan bermotor. 

Negara tujuan ekspor: AS, Prancis, Inggris, Jerman, China, Malaysia, Vietnam, Australia, Hong Kong, Jepang, Singapura, Thailand, Sri Langka, India, Pakistan, Filipina, AS, Kanada, Arab Saudi.

10. Furnitur dan Produk mebel

Melimpahnya produksi kayu dan hasil hutan menjadikan Indonesia juga pengekspor produk mebel paling unggul di dunia. Jangan lupa, Presiden Jokowi dulu juga juragan furnitur lho! Sayangnya, pandemi virus corona sempat memukul industri mebel di Tanah Air. 

Negara tujuan ekspor: AS, Prancis, Inggris, Belanda, Belgia, Spanyol, Jepang, Australia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, China, Afrika Selatan

Data Statistik Ekspor Indonesia ( Januari – April ) 2021





DAFTAR PUSTAKA

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-ekspor-dan-impor/

https://pbmlogistic.co.id/index.php/news/11-news/24-informasi-tentang-ekspor

https://kamus.tokopedia.com/e/ekspor/

https://bigalpha.id/news/mengenal-komoditas-ekspor-unggulan-indonesia

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.