Minggu, November 7

ETIKA & TANGGUNG JAWAB SEORANG ENTERPRENEURS

 

Oleh : Alwan Nurfadli @S13-ALWAN

         

Etika pada dasarnya adalah suatu komitmen untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang tidak benar. Etika wirausaha adalah suatu kode etik perilaku aktor berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Etika wirausaha sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pemilik kepentingan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan organisasi. Etika wirausaha dapat diartikan sebagai adat sopan santun, adat kebiasaan dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kewirausahaan. Oleh karena itu, seorang wirausaha harus memiliki :

1)      Budi pekerti yang baik.

2)      Rasa sopan santun di dalam segi kegiatan kewirausahaan.

3)      takrama di dalam segala tindakan dan perbuatan waktu berwirausaha.

4)      Memiliki tanggung jawab pada usahanya.

5)      Bersikap jujur dan benar sesuai dengan profesi usahanya.

Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai kreditur, saingan dan sebagainya. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak etis dalam berbagai aktivitasnya di masayarakat.

Menurut Zimmerer (1996: 22), Dalam etika berwriausaha perlu ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya, yaitu:

1)      Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.

2)      Penampilan yang ditunjukan seorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.

3)      Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.

4)      Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata karma,

5)      tidak menyinggung atau mencela orang lain.

6)      Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.

 

PRINSIP ETIKA SEORANG ENTERPRENEUR

1. Prinsip Etika dan Norma Kewirausahaan

·         Prinsip tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya. serta dampak profesinya terhadap kehidupan dan kepentingan orang lain.

·         Prinsip keadilan (first come first serviced)

·         Prinsip otonomi dengan kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya Prinsip otonomi dibatasi oleh tanggung jawab dan komitmen profesi Pemerintah boleh campur tangan untuk keselamatan umum

·         Prinsip integritas moral Komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain dan masyarakat.

 

2. Perilaku yang Dapat Menguntungkan Usaha Bisnis

a) Kejujuran.

b) Integritas

c) Memelihara janji

d) Kesetiaan

e) Kewajaran/keadilan

f) Suka membantu orang lain

g) Hormat kepada orang lain

h) Warga Negara yang bertanggung jawab.

i) Mengejar keunggulan

j) Dapat dipertanggungjawabkan

 

3. Tujuan dan Manfaat Etika Wirausaha

1)      Untuk persahabatan dan pergaulan

2)      Menyenangkan orang lain

3)      Membujuk pelanggan

4)      Mempertahankan pelanggan

5)      Membina dan menjaga hubungan

 

TANGGUNG JAWAB SEORANG ENTERPRENEUR

                    



Selain tanggungjawab terhadap bisnisnya sendiri, seorang pengusaha juga memiliki tanggungjawab terhadap para karyawannya, masyarakat yang ada di lingkungan sekitar bisnisnya, juga tanggungjawabnya terhadap lingkungan sekitar bisnis. Tanggung jawab seorang pengusaha ini seringkali disebut sebagai tanggungjawab secara sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sesuai dengan namanya, CSR merupakan suatu bentuk rasa tanggungjawab seorang pengusaha dan perusahaannya yang tidak sekedar membuat keputusan berdasarkan sisi keuntungan ekonomi semata, namun juga melalui beberapa pembangunan yang berkelanjutan dalam bidang sosial. CSR dapat juga dikatakan sebagai pihak pemberi kontribusi perusahaan terhadap berbagai tujuan pembangunan yang berkelanjutan melalui manajemen dampak, yaitu meminimalkan segala dampak negatif dan memaksimalkan segala dampak positif terhadap seluruh pengelola kepentingan perusahaan.

RUANG LINGKUP TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Seorang pengusaha sebenarnya memiliki tanggungjawab yang cukup besar terhadap banyak pihak. Dalam tanggungjawab sosial, seorang pengusaha setidaknya harus memiliki tanggungjawab terhadap empat macam pihak, yaitu :

1. TanggungJawab Kepada Lingkungan.

Bentuk dari rasa tanggungjawab seorang pengusaha terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan cara meminimalkan polusi dan kerusakan lingkungan yang telah dihasilkan oleh pihak perusahaan. Misalnya : perusahaan dapat menggunakan penghisap dari zat-zat beracun terhadap asap yang telah dikeluarkan dari produksi agar dapat meminimalkan polusi udara, membuat tempat penampungan limbah yang dapat menyerap zat-zat berbahaya sebelum dialirkan ke dalam aliran sungai agar dapat meminimalkan polusi air, dan dapat meminimalkan sampah yang telah dikeluarkan dengan cara menggunakan bahan-bahan yang dapat di daur ulang kembali agar dapat meminimalisir polusi air.

2. TanggungJawab Kepada Konsumen.

Tanggungjawab perusahaan terhadap konsumen dapat diwujudkan dengan cara menyediakan kebutuhan produk yang berkualitas dan dengan harga yang sudah sesuai. Konsumen memiliki hak agar dapat memperoleh produk yang lebih aman, dapat memperoleh segala informasi tentang produk yang telah digunakan, hak untuk didengarkan dan hak untuk dapat memilih apa saja yang hendak dibeli. Tanggungjawab perusahaan terhadap konsumennya juga termasuk dengan memperhatikan berbagai etika dalam beriklan, antara lain dengan tidak membuat janji-janji tentang sebuah produk yang sama sekali tidak mampu untuk ditepati oleh perusahaan.

3. TanggungJawab Kepada Karyawan.

Tanggungjawab yang dapat diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan adalah dengan cara melakukan berbagai aktivitas, seperti rekruitmen, pelatihan, promosi dan kompensasi yang sesuai dengan hak-hak yang harus diperoleh oleh karyawan.

4. TanggungJawab Kepada Investor.

Tanggungjawab terhadap investor dapat dilakukan contohnya dengan memberikan berbagai  berbagai informasi terhadap para investor-investor tertentu saja, dan akan memberikan laporan keuangan yang sesuai dengan aturan-aturan dalam sisi laporan keuangan yang masih berlaku.

MENGELOLA TANGGUNGJAWAB SOSIAL

Suatu tanggungjawab sosial tidak dapat berlangsung dengan baik apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu perlu adanya sebuah program tanggungjawab sosial yang membutuhkan perencanaan yang perlu diorganisasikan dan harus dikelola dengan sangat hati-hati. Secara umum, manajer harus melakukan beberapa hal-hal berikut :

1.      Tanggungjawab sosial harus memulai dari tingkatan manajemen puncak terlebih dahulu karena tanpa dukungan dari pihak manajemen puncak maka segala program yang telah akan sia-sia.

2.      Sebuah komite yang terdiri dari beberapa manajer-manajer tertinggi harus lebih banyak mengembangkan sebuah rencana yang terperinci dengan tingkat dukungan dari pihak manajemen.

3.      Seorang eksekutif atau manajer harus bertanggung jawab dalam pengimplementasian program yang telah direncanakan.

4.      Perusahaan harus melakukan rutin dalam audit sosial, yaitu analisis secara sistematis tetnang penggunaan dana dan pencapaiannya terhadap berbagai tujuan tanggungjawab sosialnya.

 

 

REFERENCE :

Jurnal Economic Edu Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, -ISSN : 2746-5004

Zimmerer, W.T. (1996). Entrepreneurship and The New Venture Formation. New Jersey : Prentice Hall International, Inc.

https://www.trainingpemasaransurabaya.com/berbagai-tanggungjawab-seorang-pebisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.